Tampilkan postingan dengan label Peralatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peralatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2021

KROMATOGRAFI GAS (GAS CHROMATOGRAPHY) YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PARA CHEMIST

KROMATOGRAFI GAS (GAS CHROMATOGRAPHY) YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PARA CHEMIST

Gas Kromatografi merupakan instrumen yang sudah tidak asing lagi atau sudah sangat populer dikalangan chemist. Namun tidak jarang masih ada para chemist yang belum mengetahui secara detail tentang pengertian, fungsi, konfigurasi dan cara pengoperasian instrumen ini.

 

gas kromatografi

Jika anda menemukan artikel ini, maka anda sudah tepat untuk mendalami tentang GC. Pada artikel ini akan kami ulas secara lengkap dan jelas mengenai GC yang dikutip dari sumber yang terpercaya. Instrumen ini termasuk ke dalam kategori peralatan yang spesifik dan hampir sama dengan Kromatogarfi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau sering kita kenal sebagai HPLC.

 

Sobat laboran yang belum pernah mampir di halaman pembahasan kami tentang KCKT bisa melihatnya pada link berikut HPLC adalah


Pengertian Gas Kromatografi


Gas kromatografi berasal dari bahasa inggris yaitu chromatography gas yang diambil dari 2 kata yakni gas yang artinya instrumen ini dapat beroperasi dengan adanya gas sebagai fasa gerak di dalam kolom. Sedangkan chromatography memiliki arti suatu metode atau teknik pemisahan molekul komplek berdasarkan perbedaan pola gerak analit terhadap fasa diam dan fasa gerak (gas pembawa) di dalam kolom.


Sebagai catatan dan informasi bahwa, dalam proses pemisahannya bahwa senyawa atau analit yang dipisahkan tidak mengalami degradasi. Melainkan hanya berpisah dari sekumpulan senyawa yang terdapat dalam suatu bahan menjadi senyawa atau molekul yang lebih sederhana. 


Pemisahan yang terjadi di dalam kolom kromatografi gas adalah berdasarkan perbedaan titik didih, daya volatilitas, ukuran molekul (masa molekul) dan polaritas senyawa yang menyebabkan perbedaan pemisahan tersebut.


Fungsi Gas Kromatografi


Berdasarkan dari pengantar dan pengertian yang kami sampaikan di awal tadi, tentunya rekan-rekan laboran sudah mengetahui tentang fungsi gas kromatografi tersebut yaitu

  1. Sebagai alat untuk pemisahan senyawa dari suatu bahan atau sampel
  2. Sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk analisis kuantitatif suatu senyawa di dalam sampel. Dalam penggunaanya sebagai analisis kuantitatif, tentunya teman-teman harus memiliki senyawa standar yang sudah diketahui nilainya agar bisa dibandingkan antara konsentrasi senyawa yang terukur dengan konsentrasi senyawa standar
  3. Dapat digunakan juga sebagai alat untuk menentukan tingkat kemurnian suatu senyawa atau bahan.
  4. Dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa di dalam bahan atau sampel
  5. Dapat juga digunakan sebagai alat untuk memurnikan senyawa target.

Tidak hanya itu, GC juga dapat digunakan pada berbagai bidang seperti akademis, analisis kualitas lingkungan dan penelitian mendalam seperti:

  1. Digunakan dalam proses penentuan senyawa PAH (Poly Aromatic Hydrocarbon) pada sampel lingkungan seperti air dan sedimen.
  2. Digunakan dalam proses penentuan kandungan minyak bumi (crude oil).
  3. Pada industri minyak dan gas bumi, GC juga digunakan untuk analisis sidik jari minyak bumi (Oil Fingerprinting).
  4. Pada industri kelapa sawit juga digunakan untuk menentukan kemurnian, kualitas dan kandungan CPO (Crude Palm Oil)
  5. Pada bidang pertanian juga sering kali digunakan untuk menganalisis kadar pestisida

 

Masih banyak lagi fungsi dari GC tersebut, namun kami hanya mengulas pada bidang-bidang yang sering kali menggunakannya.


Prinsip Kerja Gas Kromatografi


Secara prinsip, gas chromatography memiliki cara kerja yang hampir sama dengan hplc, namun terdapat beberapa hal yang membedakannya yaitu fasa gerak yang digunakan. GC sering kali digunakan untuk pemisahan senyawa organik yang mudah menguap. Mula-mula sampel di injeksikan ke dalam GC Column melalui inlet menggunakan Syringe. Senyawa yang sudah masuk kemudian dibawa ke dalam kolom oleh carrier gas (gas pembawa) pada tekanan tertentu. 

 

Mengingat terdapat bahan yang terdapat di dalam kolom, maka sekumpulan senyawa di dalam sampel akan berinteraksi dengan kolom (fasa diam). Seperti yang sudah saya jelaskan di awal bahwa terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih, polaritas dan ukuran molekul suatu senyawa yang akan dipisahkan.


Di ujung kolom terdapat suatu detektor yang terdiri dari banyak jenis seperti FID, MS, ECD, TCD dan lain-lain. Detektor akan mengidentifikasi setiap senyawa yang telah dipisahkan dari kolom kemudian mengubahnya menjadi signal listrik untuk kemudian datanya diolah di dalam sistem komputer.


Data yang bisa kita lihat dari hasil pemisahan GC adalah berupa puncak-puncak kromatogram. Dari kromatogram inilah bisa dilakukan analisis kemurnian, kualitatif dan kuantitatif.


Contoh output dari kromatogram GC dapat dilihat pada gambar berikut ini:


kromatogram gc
Sumber: adarupm.co.id

 

Komponen Gas Chromatography


Gas pembawa (carrier gas)


Gas pembawa merupakan komponen yang tak terpisahkan dari GC ini, karena fungsi dari gas pembawa adalah untuk pemisahan senyawa yang akan dipisahkan di dalam kolom. Biasanya gas yang digunakan bersifat inert seperti gas Helium.


Udara


Pada tipe tertentu, udara juga digunakan untuk membantu proses pembakaran pada detektor yang digunakan seperti detektor FID. Udara disini merupakan udara yang telah dimurnikan dan bebas dari uap air. Mengapa demikian? karena dengan adanya uap air yang terbawa ke dalam sistem GC, maka akan mempercepat kerusakan kolom yang digunakan terutama untuk jenis kolom kapiler.


Gas pembakar


Sama halnya dengan udara, gas pembakar juga digunakan untuk membantu proses deteksi senyawa pada saat GC yang digunakan menggunakan jenis detektor FID. Biasanya gas pembakar yang digunakan adalah acetilen dengan tingkat kemurnian yang tinggi (UHP).


Vial


Vial merupakan alat yang digunakan untuk wadah sampel atau bahan yang akan diinjeksikan ke sistem GC. Vial terbuat dari banyak jenis hal ini sebagai pertimbangan bahwa material yang digunakan harus bersifat inert dengan senyawa yang akan diinjeksikan ke dalam GC.


Syringe


Syringe itu seperti tak ubahnya dengan pipet transfer, yaitu berfungsi untuk mengambil sejumlah sampel dengan jumlah yang relatif sedikit biasanya berukuran 0-10 uL (mikro liter) atau bahkan lebih kecil dari itu. Sama halnya dengan vial, syringe juga dibuat dari bahan yang bersifat inert. Terdapat banyak ragam jenis syringe yang digunakan, hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan rekan-rekan sekalian.


Kolom (GC Column)


Kolom merupakan inti dari perangkat GC selain detektor, karena kunci dari keberhasilan proses pemisahan atau analisis menggunakn teknik GC adalah dari kolom yang digunakan. Jenis kolom yang digunakan pada sistem GC secara umum terbagi ke dalam 2 jenis yaitu kolom kapiler (capilary column) dan kolom paket (packed column). Kedua jenis tersebut digunakan sesuai dengan analit yang akan dipisahkan. Beberapa jenis kolom kapiler seperti DB-1ms, HP-5ms, DB-XLB, DB-35ms, HP-INNOWax dan masih banyak lagi. Semua kolom tersebut tergantung dari jenis detektor yang digunakan dan analit yang akan dipisahkan.


Detektor (Detector)


Detektor merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi seluruh senyawa yang telah terpisahkan dari kolom. Berikut ini beberapa jenis GC Detector yang sering digunakan di Indonesia bahkan di seluruh dunia yaitu FID (Flame Ionization Detector), TCD (Thermal conductivity Detector), NPD (Nitrogen-Phosphorus Detector), ECD (Electron Capture Detector), FPD (Flame Photometric Detector) dan MSD (Mass Spectrometer Detector).


Nah, itulah sedikit penjelasan dari kami mengenai alat yang sudah populer sejak tahun 1872 yang dipelopori pertama kali oleh Mikhail Semenovich Tswett. Kami berharap, walaupun informasi yang kami sampaikan ini sangatlah sederhana, tetapi bisa memberikan manfaat untuk rekan-rekan yang membutuhkan informasi tentang GC. 


Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, Terimakasih


Referensi:

Manual Book for Maintaining Your Agilent GC and GC/MS Systems - Agilent Technologies

Andarupm.co.id

Senin, 14 Desember 2020

Bingung Mencari Distributor Alat Laboratorium?

Bingung Mencari Distributor Alat Laboratorium?

Distributor Alat Laboratorium - Laboratorium atau lab merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk melakukan beberapa kegiatan ilmiah. Di tempat tersebut beberapa aktivitas seperti penelitian, eksperimen, pengukuran atau bahkan pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium sering ditemukan pada beberapa tempat, mulai dari rumah sakit, sekolah dan juga instansi pendidikan.


Dengan adanya laboratorium, maka diperlukan juga beragam fasilitas penunjang untuk melengkapinya. Tidak sembarangan membeli, Anda tentu saja perlu mencarinya melalui distributor alat laboratorium. Dengan begitu, kualitas atas furniture ataupun alat laboratorium lebih terjamin.

 

distributor alat labotatorium yang perlu diketuahui


Selain membelinya secara langsung pada PT supplier alat laboratorium. Anda juga dapat membeli peralatan khusus untuk lab pada distributor yang menjual perlengkapan tersebut. Membeli alat – alat praktikum bahkan saat bisa dilakukan secara online. Namun tetap utamakan berbelanja di distributor laboratorium terpercaya, ya?


Tips Memilih Distributor Alat Laboratorium


Anda merasa kebingungan mencari distributor laboratorium? Baik itu distributor alat laboratorium kesehatan maupun untuk industri, Anda bisa membelinya secara online. Atau jika masih kurang yakin, Anda bisa datang langsung ke tempat distributor terdekat di kota Anda.


Baik belanja alat laboratorium secara online maupun offline bisa Anda lakukan dengan aman dan mudah dengan cara di bawah ini. Pastikan Anda tidak melewatkan kumpulan tips jitu membeli kebutuhan laborat berikut, ya?


Pilih Distributor Langsung


Mungkin banyak sekali toko yang menjual alat-alat praktikum untuk laboratorium. Namun, tidak semua toko tersebut dapat diajak untuk bekerjasama. Misalnya ada beberapa toko yang tidak mempunyai stok barang secara lengkap atau hanya sebagai jasa pihak ketiga saja.


Untuk menghindari resiko tersebut, tidak ada salahnya untuk mencari distributor utama yang menjual alat-alat lab secara langsung. Dengan mencari distributor utama, Anda dapat membeli barang dengan leluasa karena biasanya stok lebih lengkap. Selain itu, distributor langsung juga akan memberikan harga yang lebih murah dibandingkan jika membeli pada jasa pihak ketiga.


Pastikan Memilih Tempat Kredibel dan Terpercaya


Baik membeli pada distributor alat laboratorium secara online ataupun mengunjungi outletnya secara langsung, pastikan memilih tempat yang kredibel dan terpercaya. Anda dapat memastikannya dengan melihat testimoni dari orang-orang yang pernah menggunakan jasa dari toko tersebut. Cek juga review dari pengguna sebelumnya melalui official akun media sosialnya.


Pastikan Alat Laboratorium Memiliki Standar Resmi


Hal yang tidak boleh dilupakan pada saat membeli peralatan laboratorium adalah membeli alat-alat yang sudah memiliki standar resmi. Alat laboratorium yang sudah memiliki standar resmi dari Depkes sudah pasti lebih terpercaya. Baik dari segi kualitas maupun keamanan jauh lebih memadai sehingga lebih tenang bagi Anda untuk menggunakannya.


Memilih Alat Bergaransi


Toko perlengkapan laboratorium juga biasanya menyediakan beragam peralatan praktikum yang memiliki garansi. Selain jelas berkualitas, membeli alat yang memiliki fasilitas garansi juga sangat menguntungkan. Karena apabila alat tersebut rusak ketika diterima, Anda dapat menukarkannya dengan yang baru.


Baca Juga: Distributor Bahan Kimia


Alat bergaransi juga biasanya akan mendapatkan layanan purna jual. Jadi, Anda dapat melakukan perbaikan alat apabila rusak. Hal ini tentunya sangat menguntungkan untuk Anda selaku konsumen, bukan?


Pastikan Transaksi Dilakukan Dengan Jelas dan Transparan


Baik membeli secara online ataupun offline, pastikan untuk mencari distributor yang terpercaya. Salah satunya adalah ketika proses transaksi dilakukan dengan jelas dan transparan. Beberapa informasi penting seperti daftar harga alat laboratorium kesehatan, garansi hingga pembayaran harusnya diterangkan dengan jelas dan transparan.


Untuk Anda yang masih baru, Anda juga dapat menanyakan cara kerja dan juga pengoperasian alat-alat laboratorium tersebut. Pelayanan yang baik dan ramah juga menjadi standar penting bagi kepuasan konsumen.


Apa Saja Daftar Alat Laboratorium yang Paling Banyak Dicari?


Bagaimana, di atas sudah dikupas tips mencari jasa distributor alat laboratorium secara detail. Semoga cukup membantu Anda supaya mendapatkan tempat terbaik untuk memenuhi kebutuhan alat laboratoriuum, ya? Nah, untuk Anda yang juga masih bingung kira – kira alat laboratorium apa saja yang paling banyak dicari, mari kita kupas bersama.


Tidak hanya mengetahui daftar atau nama alatnya saja, kali ini kami juga akan membahas mengenai fungsinya juga. Bagaimana, sudah siap menyimak? Mari cek informasi lengkapnya di bawah ini:


1. Tabung Destilasi


Tabung destilasi merupakan sebuah tabung dengan bagian bawah berbentuk bulat seperti bola. Tabung ini biasanya terdapat didalam laboratorium dan berfungsi untuk destilasi larutan.


2. Gelas Beaker


Gelas beaker memiliki dua model corong, yaitu gelas yang dilengkapi dengan karet atau gelas biasa. Gelas beaker ini berfungsi untuk memindahkan larutan dari satu gelas ke gelas yang lainnya.


3. Gelas Ukur


Orang laborat tentu sudah sangat familiar dengan alat yang satu ini, bukan? Gelas ukur adalah alat yang berfungsi sebagai tempat mengukur volume larutan. Namun, gelas ukur ini hanya memiliki tingkat akurasi standar jika digunakan untuk mengukur larutan. Apabila ingin yang lebih akurat, Anda dapat memilih pipet ukur.


4. Pipet Filler


Filler biasanya terbuat dari bahan karet. Alat laboratorium tersebut berfungsi untuk menghisap larutan dalam botol. Alat-alat kimia yang dipindahkan dengan menggunakan filler ini jauh lebih aman. Terutama untuk jenis-jenis larutan yang bukan air.


5. Indikator Universal


Alat ini berfungsi untuk mengukur tingkat keasaman pada suatu larutan. Indikator universal merupakan alat yang berbentuk stik. Apabila stik dicelupkan pada sebuah larutan, maka akan muncul hasil dari larutan sesuai dengan standar alat tersebut.


6. Corong Pisah


Corong pisah memiliki bentuk mengerucut di bagian bawah, serta memiliki putaran yang menyerupai keran. Fungsi corong pisah adalah untuk memisahkan dua buah larutan yang memiliki masa jenis yang berbeda.


Itulah beberapa contoh alat-alat yang digunakan pada laboratorium. Untuk melengkapi kebutuhan peralatan laboratorium, Anda dapat mencarinya di toko alat laboratorium terdekat atau dengan membelinya di situs online terpercaya. Di era digital seperti sekarang ini, mencari distributor alat laboratorium berkualitas tentunya bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit, bukan?

Jumat, 18 September 2020

Lemari Asam atau Fume Hood yang Berkualitas Untuk Mendukung Kinerja Laboratorium

Lemari Asam atau Fume Hood yang Berkualitas Untuk Mendukung Kinerja Laboratorium

lemari asam berkualitas untuk laboratorium
 

Lemari Asam adalah fasilitas penunjang yang harus tersedia di laboratorium terutama untuk laboratorium yang berkaitan dengan penggunaan zat mudah menguap dan bersifat berbahaya bagi kesehatan. Pemilihan lemari asam yang cocok harus ditetapkan di awal sebelum laboratorium didirikan.


Terdapat beberapa jenis lemari asam yang sering digunakan di laboratorium, hal itu dikelompokkan berdasarkan sifat bahan kimia yang digunakan. Jika kita sering bekerja dengan zat asam, tentunya pemilihan bahan harus di pilih sedemikian rupa. Tentunya bahan yang digunakan tidak boleh terbuat dari bahan logam seperti stainless steel dan sebagainya.

 

Sebaliknya apabila kita lebih sering menggunakan bahan kimia golongan pelarut organik,maka kita harus menggunakan lemari asam yang terbuat dari bahan logam. Mengapa demikian? karena sifat dari pelarut organik yang mudah terbakar, apabila di tempatkan dari lemari asam yang terbuat dari kayu maka resiko kebakaran akan lebih besar.

 

Pengertian Lemari Asam

Peralatan ini sering juga disebut sebagai Fume Hood atau Fume Cupe Boar yaitu alat ventilasi lokal yang dapat mengarahkan uap, gas, debu atau asap yang bersifat beracun ke bagian luar fasilitas laboratorium. Perlu diketahui bahwa uap, gas atupun debu tersebut bersifat beracun dan berbahaya jika terhirup oleh personel yang bekerja di laboratorium.
Selain lemari asam yang biasa kita ketahui, terdapat juga alat ventilasi dan sering digunakan di laboratorium seperti cabinet udara bersih, kotak inokulasi dan biosafety cabinet yang sering dipakai jika kita bekerja dengan mikroorganisme berbahaya.
 

Fungsi Fume Hood

Fungsi dari seperangkat peralatan ini adalah untuk mengurangi paparan zat atau mikroorganisme berbahaya terhadap personel yang bekerja. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan dari efek samping bahan yang digunakan.

Terkadang lemari asam juga berfungsi untuk mengurangi uap berbahaya di ruangan laboratorium karena daya hisap yang cukup kuat mengakibatkan udara di sekitar ruangan laboratorium ikut terhisap. Desain lemari asam yang dilengkapi dengan laci di bawahnya juga berfungsi untuk lemari penyimpanan bahan kimia berbahaya yang bersifat mudah menguap.

Oleh sebab itu pilihlah lemari asam yang telah terstandar agar dapat berfungsi dengan baik dan mampu mengurangi efek samping dari bahan-bahan kimia berbahaya.

Prinsip Kerja Lemari Asam Laboratorium

Dipasaran, terdapat beberapa jenis fume hood yaitu tipe ductless dan tipe ducting, Nah kedua tipe lemari ini hampir mirip. Prinsip kerja lemari asam secara umum yaitu:
  • Blower yang terpasang dibagian luar akan berputar dan menghisap udara dari bagian lemari asam. Biasanya antara blower dan lemari asam dihubungkan oleh pipa atau selang yang sesuai ukurannya dengan blower.
  • Blower yang menyala akan menghisap udara dari pintu blower
  • Uap, gas, debu atau mikroorganisme berbahaya akan terhirup bersama dengan udara melalui mesin blower.
  • Di bagian luar terkadang di pasang trapping atau scruber untuk menyaring atau menjebak senyawa berbahaya agar tidak mengkontaminasi udara luar.

Tipe dan Jenis Lemari Asam

Pada saat pembelian lemari asam, tentunya harus dipilih yang cocok untuk kegiatan laboratorium beberapa tipe yang tersedia dipasaran adalah sebagai berikut:
  1. Tipe khusus untuk mengatasi asam fluorida.
  2. Tipe untuk menyerap uap perklorat yang terdiri dari sistem filtrasi udara yang baik, terbuat dari bahan stainless steel dan dilengkapi dengan pipa PVC agar tahan dari zat asam.
  3. Tipe lemari asam untuk mengatasi senyawa radioaktif,
  4. Tipe lemari asam untuk sterilisasi jika bekerja dengan mikroorganisme berbahaya (Biosafety Cabinet).
 
Jenis lemari asam juga terbagi 2 (dua) yaitu seperti yang saya sebutkan di atas adalah sistem ducting dan ductless (non ducting).

Ducting adalah jenis lemari asam yang menggunakan blower pada saat beroperasi. Perangkat inilah yang sering digunakan di beberapa laboratorium. Alat ini juga terpasang permanen karena harus diposisikan pada sudut tertentu. 

Kemudian agar blower dapat terpasang maka dinding yang mengarah ke bagian luar laboratorium harus di lubangi. Jenis ini biasanya juga dilengkapi dengan scrubber yang berfungsi untuk menyaring zat zat berbahaya yang terhisap bersama dengan udara dari dalam lemari asam.
 
Jenis berikutnya adalah non ducting yaitu lemari asam yang di desain khusus untuk bisa di bawa-bawa atau dipindah ke bagian lain. Sistem blower dan filter biasanya langsung tergabung ke bagian atas lemari asam. Yang perlu diperhatikan saat memilih fume hood jenis ini adalah penggantian filter yang harus diperhatikan agar uap, debu, gas atau mikroorganisme berbaya tidak mengkontaminasi ruangan laboratorium.

Tips Pemilihan Lemari Asam

Lemari asam yang bagus, tentunya disesuaikan oleh kebutuhan di laboratorium. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah efisiensi energi dan ukuran lemari asam yang disesuaikan dengan ruangan yang tersedia.

Beberapa tips untuk memilih lemari asam adalah:
  1. Pilih tipe yang sesuai dengan jenis sampel serta parameter pengujian yang dilakukan.
  2. Pilih juga, bahan utama pembuatnya, apakah terbuat dari logam atau bahan kayu. Pemilihan ini tentunya harus disesuaikan pula dengan bahan yang digunakan. Seperti yang saya katakan di awal, apabila kita bekerja dengan asam kuat maka harus terbuat dari bahan kayu. Namun apabila menggunakan pelarut organik maka pilihlah lemari asam yang terbuat dari bahan logam agar tidak mudah terbakar juga pada saat terjadi kecelakaan.
  3. Pilihlah jenis trapping atau scrubber yang cocok sehingga dapat mengurangi atau menyaring uap, gas, debu atau mikroorganisme agar tidak berdampak buruk pada lingkungan.
  4. Pastikan ada kontrak kerja yang jelas dari produsen atau distributor karena apabila kita telah mendapatkan penjelasan namun tidak sesuai dengan peruntukannya maka pihak distributor atau produsen akan membimbing anda dalam pengoperasiannya sehingga fungsinya dapat berjalan dengan baik.

Penutup dan Kesimpulan

Nah, itu sedikit penjelasan mengenai lemari asam di laboratorium yang perlu teman-teman ketahui agar tidak salah memilih jenis dan tipenya. Terdapat beberapa produsen atau distributor terpercaya untuk menyuplai kebutuhan ini. Perihal harga tentunya berbeda-beda dengan jenis, tipe dan asal produk. Tentunya lemari asam yang berasal dari luar negeri (impor) akan lebih mahal dari pada buatan lokal Indonesia.

Demikianlah artikel mengenai lemari asam yang berkualitas untuk mendukung kinerja laboratorium yang baik. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, Terimakasih

Sabtu, 11 Juli 2020

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

alat laboratorium kimia

Alat Laboratorium Kimia sangat beragam yang sering digunakan di laboratorium guna menunjang proses analisis yang akurat dan presisi. Dalam pemakaiannya, kita harus memastikan apakah alat tersebut mampu memberikan data hasil pengujian yang bersifat handal (akurat dan presisi). Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi alat tersebut maka harus dilakukan kalibrasi.

Kalibrasi alat laboratorium sangat penting dilakukan agar setiap pekerjaan memiliki ketertelusuran terhadap satuan internasional (SI). Di dalam ISO 17025 itu sendiri yang tercantum dalam klausul 6.4.6 dan 6.5.1 bahwa laboratorium harus menggunakan peralatan yang dikalibrasi.

Nah, tentunya kamu memiliki pertanyaan yaitu peralatan apa saja yang perlu dilakukan kalibrasi? Yuk kita simak ulasan berikut ini:

Jenis Alat Laboratorium Kimia Yang Harus Dikalibrasi

 

1. Neraca Analitik (Analytical Balance)

Neraca analitik adalah alat yang digunakan untuk menentukan atau mengetahui masa suatu zat. Alat ini memiliki beberapa nama yang sering digunakan oleh para analis di laboratorium yaitu analytical balance, neraca analitik, timbangan analitik, timbangan laboratorium dan timbangan gram halus.

Dari fungsinya tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa alat tersebut harus mampu memberikan masa suatu sampel yang mampu tertelusur hingga ke satuan internasional.

Kalibrasi neraca analitik bisa dilakukan minimal 1 kali per tahun atau maksimal per 2 tahun sekali. Pada saat melakukan kalibrasi timbangan analitik, yang perlu kamu perhatikan adalah status akreditasi laboratorium kalibrasi. Mengapa saya katakan demikian karena ini menyangkut sistem manajemen yang diterapkan oleh laboratorium.

Apabila suatu laboratorium telah terakreditasi, maka sudah jelas ia menerapkan sistem jaminan mutu yang baik sehingga kita bisa lebih yakin terhadap hasil kalibrasi neraca analitik tersebut.

2. Labu Ukur (Volumetric Flask)

Labu ukur adalah suatu alat gelas yang berfungsi untuk menakar suatu larutan pada saat melakukan pengenceran. Mengapa alat ini perlu dimasukkan ke dalam program kalibrasi peralatan?. Jelas karena alat ini masuk ke dalam faktor perhitungan kadar analit di dalam sampel yang kita analisis.

Sama halnya dengan timbangan analitik, volumetric flask ini juga harus dijadwalkan atau di agendakan dalam program kalibrasi peralatan.Mengapa alat ini perlu dikalibrasi secara rutin? Karena alat ini tergolong kedalam alat yang paling penting dalam proses pengujian terutama masuk ke dalam perhitungan karena menyangkut pada proses pengenceran.

Karena alat ini terbuat dari gelas silika, tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu, ketika suhu larutan yang digunakan meningkat, tentunya akan terjadi pemuaian pada alat gelas tersebut dan sebaliknya ketika terjadi penurunan suhu maka akan terjadi penyusutan.

Sebagai informasi, apabila berdasarkan hasil evaluasi, ternyata alat ini sudah tidak sesuai lagi atau memiliki nilai ketidakpastian yang sangat besar, maka alat ini sebenarnya sudah tidak layak lagi digunakan.

BACA JUGA: PERBEDAAN AAS DAN ICP

3. Pipet Volumetrik (Volimetric Pipette)

Pipet volumetrik adalah peralatan gelas yang berfungsi untuk mengambil sejumlah (volume) larutan dengan volume yang bervariasi seperti 1 mL, 2 mL dan seterusnya. Pipet volumetrik sering digunakan oleh analis atau personel laboratorium untuk melakukan pengenceran sampel atau standar.

Mengingat fungsinya tersebut, tentunya alat ini masuk ke dalam sumber ketidakpastian pengukuran sehingga diperlukan suatu program kalibrasi untuk mengetahui nilai ketidakpastian yang sebenarnya. Sama halnya dengan labu volumetrik, pipet ini perlu dilakukan evaluasi apabila telah selesai di kalibrasi.

Apabila berdasarkan hasil evaluasi ternyata hasilnya telah menyimpang, maka ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap menjamin bahwa hasil pengukuran yang dilakukan tetap valid yaitu:
  1. Tetap menggunakan pipet tersebut, tetapi sertakan nilai konversi dari volume yang sebenarnya.
  2. Menyingkirkan (tidak menggunakan lagi) pipet tersebut kemudian membeli yang baru dan di kalibrasi kembali.

Namun perlu diingat, dua hal yang saya sebutkan diatas dapat dilakukan setelah kita memastikan bahwa jasa laboratorium kalibrasi yang kita pilih telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2017.

4. Buret Kimia

Buret kimia adalah alat yang digunakan untuk menentukan kadar suatu analit di dalam sampel menggunakan menggunakan larutan standar atau pentiter yang telah diketahui secara pasti konsentrasinya. Buret yang biasa digunakan di laboratorium terdiri dari dua jenis yaitu buret digital  (elektrik) dan buret kaca (manual).

Kedua alat tersebut sama fungsinya namun berbeda cara penanganan dan pengoperasiannya. Apabila kita menggunakan buret kaca, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian skala buret tersebut dan pastikan stop cock nya tidak bocor serta terbebas dari kontaminasi zat lain. Kemudian jika kita menggunakan buret digital, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian pembacaan misalnya 0,01 mL. Kemudian yang perlu anda pastikan adalah daya baterai, karena jika dayanya  mulai menurun maka ketidakpastian akan semakin besar.
Dari penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa alat ini sangat penting untuk dilakukan proses kalibrasi mengingat fungsinya sebagai penentu kadar dan masuk kedalam perhitungan. Sama halnya dengan peralatan lainnya, kalibrasi perlu dilakukan minimal 1 kali dalam setahun dan maksimal 2 tahun sekali. Namun apabila diperlukan, jadwal kalibrasi dapat dilakukan secara accidental yaitu apabila terdapat perlakuan yang tidak biasa sehingga menyebabkan peralatan tersebut perlu dikoreksi kembali.

5. Pipet Skala

Pipet skala adalah pipet volumetrik yang dapat digunakan untuk mengambil sejumlah larutan dengan volume yang berbeda-beda. Pipet ini biasanya digunakan untuk memipet deret larutan standar dalam menentukan kurva kalibrasi. Mungkin saat saya menulis tentang melakukan pemipetan untuk pembuatan deret larutan standar, pasti ada diantara rekan-rekan sekalian yang tidak setuju karena biasanya melakukan pemipetan untuk membuat larutan standar menggunakan pipet volumetrik atau pipet gondok.

Hal ini sebenarnya kembali kepada masing-masing individu, apabila menggunakan pipet skala tentunya kamu bisa mendapatkan variasi volume yang kamu inginkan misalnya 0,5; 1,0; 1,5; dan seterusnya. Terbayang bukan apabila kita menggunakan pipet volumetrik, pasti akan repot karena harus menyediakan lebih dari 1 ukuran pipet volumetrik.

Ditambah lagi apabila melakukan pemipetan dengan variasi volume yang menggunakan lebih dari 1 pipet maka akan menyumbang nilai ketidakpastian yang lebih banyak sehingga nilai regresi akan lebih rendah bisa saja hanya 0,991. Namun berdasarkan pengalaman yang saya lakukan, apabila melakukan pemipetan menggunakan pipet skala, R square yang bisa saya dapatkan bisa mencapai 0,9995 bahkan pernah sesekali mendapatkan 1,0000. Buat yang ragu silahkan coba sendiri namun pastikan bahwa kamu sudah tepat dan konsisten dalam menentukan posisi garis miniskus cairan pada saat pemipetan.

6. Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk kegiatan pemanasan atau pengeringan. Mengapa alat ini perlu dilakukan kalibrasi? tentunya ada hal penting berdasarkan penggunaannya. Bagi suatu laboratorium pengujian, biasanya oven digunakan untuk menentukan kadar air suatu bahan atau produk atau sampel. Nah mengingat fungsinya inilah maka oven perlu dikalibrasi.

Tujuan akhirnya adalah data hasil kalibrasi dibutuhkan untuk estimasi ketidakpastian pengukuran yang masuk ke dalam Tipe B. Untuk itu anda perlu menjadwalkan program kalibrasi untuk peralatan oven ini. Namun saya tidak merekomendasikan untuk semua oven yang tersedia, pilih saja untuk oven yang digunakan untuk proses gravimetri.

Dan tidak perlu dilakukan kalibrasi terhadap oven yang hanya digunakan untuk proses pengeringan.

Baca Juga: Manajemen Peralatan dalam ISO/IEC 17025: 2017

Demikianlah penjelasan mengenai alat laboratorium kimia yang harus dikalibrasi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Apabila ada peralatan lain di laboratorium yang bisa dijadikan masukan untuk proses kalibrasi, silahkan isi di kolom komentar ya. terimakasih

Bagi anda yang membutuhkan informasi artikel lengkap dari web ini silahkan kembali ke Home atau Beranda.