Selasa, 05 Mei 2020

VALIDASI METODE ANALISIS KIMIA DAN VERIFIKASI MENURUT ISO 17025

VALIDASI METODE ANALISIS KIMIA DAN VERIFIKASI MENURUT ISO 17025

validasi metode pengujian kimia

Validasi metode analisis adalah serangkaian kegiatan untuk memastikan bahwa metode yang dipilih dan digunakan telah sesuai dengan kriteria kesesuaian metode pengujian secara kimia di laboratorium. Di dalam sistem manamejem mutu laboratorium yaitu ISO/IEC 17025:2017 dikemukakan dalam klausul 7.2.2.

1. Landasan Validasi Metode

Suatu organisasi laboratorium yang akan melakukan proses akreditasi laboratorium yang sesuai dengan landasan pada SNI ISO 17025, maka harus menetapkan prosedur pemilihan, verifikasi dan validasi metode pengujian.

Beberapa klausul yang diatur dalam dokumen sistem manajemen mutu standar dari iso 17025 versi 2017 adalah sebagai berikut:

7.2.2.1 Laboratorium harus memvalidasi metode non-standar, metode yang dikembangkan oleh laboratorium dan metode standar yang digunakan di luar lingkup yang dimaksudkan atau dimodifikasi. Validasi harus seluas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi atau bidang aplikasi yang diberikan.

CATATAN 1 Validasi dapat mencakup prosedur pengambilan contoh, penanganan dan pengangkutan barang uji atau kalibrasi.

CATATAN 2 Teknik yang digunakan untuk validasi metode dapat berupa salah satu dari, atau kombinasi berikut ini:
a) kalibrasi atau evaluasi bias dan presisi menggunakan standar acuan atau bahan acuan;
b) penilaian sistematis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil;
c) pengujian ketahanan metode melalui variasi parameter yang dikontrol, seperti suhu inkubator, volume dikeluarkan;
d) perbandingan hasil yang dicapai dengan metode lain yang sudah divalidasi;
e) perbandingan antar laboratorium;
f) evaluasi ketidakpastian pengukuran hasil berdasarkan pemahaman tentang prinsip teoritis dari metode dan pengalaman praktis dari kinerja sampling atau metode uji.

7.2.2.2 Bila perubahan dilakukan terhadap metode yang divalidasi, pengaruh perubahan tersebut harus ditentukan dan bila terbukti mempengaruhi validasi asli, diperlukan validasi metode baru.

7.2.2.3 Karakteristik kinerja metode yang divalidasi, sebagaimana dinilai untuk penggunaan yang dimaksud, harus relevan dengan kebutuhan pelanggan dan konsisten dengan persyaratan yang ditentukan.

CATATAN Karakteristik kinerja dapat mencakup, namun tidak terbatas pada, rentang pengukuran, akurasi, ketidakpastian pengukuran hasil, batas deteksi, batas kuantifikasi, selektifitas metode, linieritas, pengulangan atau reproduksibilitas, ketahanan terhadap pengaruh eksternal atau sensitifitas silang terhadap gangguan dari matriks sampel atau benda uji, dan bias.

7.2.2.4 Laboratorium harus menyimpan rekaman validasi berikut ini:
a) prosedur validasi yang digunakan;
b) spesifikasi persyaratan;
c) penentuan karakteristik kinerja metode;
d) hasil yang diperoleh;
e) pernyataan tentang keabsahan metode, yang merinci kesesuaiannya untuk tujuan penggunaan.

2. Pengertian dan Pengembangan Metode Pengujian


Dalam dunia laboratorium, analisis sering digunakan untuk menggambarkan proses pengujian kimia. Metode analisis secara umum didasari oleh berbagai literatur yang telah ada sebelumnya dimana proses analisis itu sendiri menggunakan instrumen.

Dalam suatu pengembangan metode analisis, selalu mempertimbangkan syarat metode dan jenis instrumen yang akan digunakan. Misalkan saja, pada saat pengembangan metode analisis menggunakan Gas Chromatography, maka pertimbangan yang diperlukan adalah suhu oven, suhu inlet, suhu detektor, detektor yang digunakan dan gas pembawa yang digunakan.

Dibawah ini, terdapat beberapa alasan yang biasa muncul saat akan mengembangkan suatu metode analisis yaitu:
  1. Adanya metode yang akan digunakan tidak ada yang sesuai untuk menganalisis suatu analit yang terkandung di dalam suatu matrik sampel.
  2. Metode pengujian kimia yang digunakan saat ini, terlalu banyak menimbulkan kesalahan. Dalam arti kata bahwa metode yang digunakan sudah tidak reliabel (tidak presisi dan atau akurasi).
  3. Metode yang sudah diterapkan saat ini terlalu mahal, banyak tahapan reaksi, waktu yang lama, banyak membutuhkan sumber daya dan sangat tidak praktis.
  4. Metode yang digunakan tidak terlalu sensitif atau spesifik terhadap sampel yang dituju.
  5. Instrumen dan teknis pengujian sudah tergolong lama dibanding dengan metode yang ada saat ini.
  6. Adanya kebutuhan dalam pengembangan alternatif metode.

3. Mengapa Validasi Metode itu Penting?

Mengingat banyaknya metode yang beredar baik yang standar maupun tidak standar serta banyaknya permintaan pelanggan terhadap penentuan kualitas atau karakter suatu sampel maka validasi metode sangat diperlukan.

Mengapa dikatakan demikian? karena validasi metode adalah suatu bagian penting dalam memantau kualitas data hasil pengujian. Melalui validasi maka dapat membantu dalam memberikan jaminan bahwa proses analisis dapat diandalkan dan dapat dipertanggung jawabkan hingga ke ranah hukum.

Beberapa organisasi yang mengharuskan dilakukannya validasi atau verifikasi adalah International Standards Organization (ISO) 17025, Association of Official Analytical Chemists (AOAC) International, American Society for Testing and Material (ASTM) International, dan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC).

4. Perbedaan Verifikasi dan Validasi Metode

Validasi adalah kegiatan untuk mengkonfirmasi melalui berbagai pembuktian terhadap pemeriksaan suatu analit di dalam matrik sampel tertentu dan telah sesuai dengan tujuan pengujian itu sendiri. Validasi ini digunakan untuk memastikan metode pengujian yang tidak standar atau metode yang dikembangkan secara internal laboratorium (in-housed method).

Melalui validasi, maka laboratorium dapat mengetahui rentang ukur dan akurasi metode yang digunakan sehingga dapat memenuhi keinginan pelanggan. Selain itu validasi juga merupakan suatu bentuk konfirmasi melalui rangkaian pengujian dan pengadaan bukti-bukti yang bersifat objektif.

Beberapa hal mengapa suatu organisasi laboratorium harus melakukan validasi metode yang digunakan adalah:
  1. Metode tersebut merupakan metode yang tidak baku.
  2. Metode yang didesain atau dikembangkan oleh laboratorium itu sendiri berdasarkan hasil uji optimasi suatu metode untuk menganalisis analit di dalam suatu sampel.
  3. Metode baku namun digunakan diluar ruang lingkup yang ditetapkan dalam metode baku itu sendiri.
  4. Metode baku yang telah atau akan dimodifikasi.
  5. Metode baku yang digunakan untuk menegaskan dan mengkonfirmasi bahwa metode pengujian yang digunakan telah sesuai dengan penggunaan yang dimaksudkan sebelumnya.

Verifikasi adalah kegiatan untuk mengkonfirmasi ulang suatu metode yang digunakan karena adanya pembaharuan atau penggunaan untuk sampel lain. Adapun parameter yang digunakan dalam memverifikasi metode adalah lebih sedikit dari pada validasi.

Verifikasi dapat digunakan sesuai dengan keperluan di lapangan, mengingat bahwa sejauh mana modifikasi metode uji dan sifat dari kondisi yang baru serta akan digunakan.

Secara prinsip antara validasi dan verifikasi memiliki karakter yang sama karena tujuan dari kedua pekerjaan tersebut sama-sama untuk menguji suatu metode apakah masih memiliki akurasi dan presisi yang optimal.

Parameter verifikasi metode pengujian yang sering saya gunakan dan cukup sesuai untuk meminimalisasi temuan ketidaksesuaian pada saat asesmen laboratorium adalah Penentuan akurasi, presisi, batas deteksi dan batas kuantifikasi.

5. Parameter Validasi Metode Analisis

parameter validasi metode analisis

Beberapa parameter dalam melakukan valudasi metode uji dijabarkan menurut United States Pharmacopeia (USP) yaitu uji presisi, uji akurasi, batas deteksi (LoD), batas kuantifikasi (LoQ), batas linieritas (LoL), spesifikasi, linieritas dan rentang, kekerasan metode (ruggedness), dan ketahanan metode (robustness).

5.1. Parameter Uji Presisi

Presisi metode adalah suatu derajat keterulangan metode analisis, biasanya diekspresikan sebagai simpangan baku relatif (relative standard deviation) (RSD). Berikutnya presisi juga dapat diartikan sebagai ukuran kedekatan hasil pengujian yang diperoleh dari serangkaian pengukuran yang diulang.

Keterungan adalah presisi yang dilakukan dalam kondisi yang sama diantaranya analis sama, alat sama, tempat atau lokasi sama dan waktu yang tidak terlalu jauh berbeda.

Nilai RSD sering juga disebut sebagai koefisien variansi (KV) dari beberapa pengukuran sampel. Terdapat tiga tingkatan untuk menentukan presisi menurut International Conference on Harmonization (ICH) adalah
  1. Keterulangan (repeatability)
  2. Presisi antara (intermediate precision)
  3. Ketertiruan (reproducibility)

Terdapat 2 alternatif mengenai jumlah data yang sesuai untuk menentukan presisi suatu metode pengujian yaitu 9 kali atau 6 kali ulangan. Pengulangan data sebanyak 9 kali dilakukan apabila sampel atau zat yang anda gunakan memiliki 3 konsentrasi berbeda, sehingga setiap konsentrasi harus dilakukan minimal 3 kali ulangan.

Nah, berikutnya jika anda melakukan ulangan tetapi menggunakan 1 jenis sampel saja dan konsentrasinya 100% dari konsentrasi bahan itu sendiri maka ulangan harus dilakukan minimal 6 kali.

Keterulangan dan presisi antara, digunakan untuk menentukan presisi secara internal laboratorium. Namun dibagi lagi menjadi 2 golongan, apabila dilakukan oleh analis, metode, instrumen dan waktu yang berdekatan maka dapat dikatakan sebagai repeatability.

Sebaliknya, jika salah satu dari 4 tersebut berbeda, misalkan saja analis berbeda maka dapat dikatakan presisi intermediate precision.

Repeatability adalah kedekatan hasil analisis yang menggunakan suatu metode jika dilakukan berulang-ulang oleh analis yang sama dan waktu interval yang pendek. 

Berikutnya ketertiruan atau reproducibility merupakan penentuan presisi yang dilakukan oleh laboratorium berbeda maka secara otomatis analis, metode ataupun instrumen yang digunakan juga berbeda. Untuk memperoleh reprodusibilitas ini dapat dilakukan dengan cara uji banding atau uji profisiensi antar laboratorium.

Baca Juga: Uji Banding dan Uji Profisiensi

Reproducibility adalah keseksamaan hasil analisis suatu sampel dari pengerjaan pada kondisi yang berbeda. Kondisi yang berbeda tersebut adalah analis, waktu, peralatan, pereaksi dan pelarut.

Uji presisi pada kegiatan validasi atau verifikasi metode pengujian dilakukan dengan cara melakukan pengujian terhadap suatu sampel atau kontrol sampel internal sebanyak 7 kali ulangan. Dalam penentuannya sertakan juga blanko sebagai koreksi.

Sampel tersebut dipersiapkan dan diuji sesuai dengan metode yang telah dipersiapkan atau dikembangkan sebelumnya. Kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan microsoft excel atau sejenisnya untuk memudahkan anda dalam analisis data.

Data yang dihasilkan dihitung beberapa nilai tersebut:
  • Hasil akhir setelah dikurangi dengan nilai blanko
  • Nilai rata-rata
  • Nilai standar deviasi
  • Nilai persentase relatif standar deviasi (%RSD)
  • Nilai 2/3 KV Horwitz

Nah, setelah semua data tersebut kamu peroleh, selanjutnya bandingkan nilai RSD dengan 2/3 KV Horwitzh. Suatu metode pengujian dikatakan presisi apabilai nilai %RSD lebih kecil dari 2/3 KV Horwitzh.

5.2. Parameter Uji Akurasi

Akurasi adalah derajat kedekatan antara nilai yang terukur (measured) dengan batas nilai suatu analit yang sebenarnya dalam suatu matrik sampel (accepted true value). Nilai tersebut bisa berupa nilai konvensi, nilai sebenarnya atau nilai rujukan.

Akurasi juga ditentukan untuk menentukan seberapa banyak perolehan kembali analit dari sampel dari proses perlakuan atau disebut spiking sampel.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan akurasi yaitu menggunakan CRM (Certified Reference Material), spiking terhadap plasebo dan dengan cara penambahan standar (standar adisi).

Uji akurasi pada validasi metode dilakukan dengan cara menggunakan CRM apa bila jenis sampel dan parameter uji yang akan diukur terdapat jenis CRM yang tersedia. Jika CRM tidak ada maka dapat pula menggunakan SRM (Standard Reference Material) atau standar acuan. SRM biasanya dijual dalam bentuk larutan dengan konsentrasi analit tertentu misalkan 1000 ppm.

Berikutnya, persiapkan juga sampel atau matrik yang telah diketahui nilainya. Kemudian anda persiapkan juga larutan blanko. Tahap uji akurasi diawali dengan mempersiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses validasi metode.

Seperti yang saya ulas sebelumnya, penentuan akurasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan CRM dan standar adisi. Apabila anda tidak memiliki CRM maka akurasi dapat ditentukan dengan standar adisi.

Proses standar adisi dilakukan dengan cara menambahkan larutan standar kedalam blanko dengan beberapa deret konsentrasi yaitu 50, 75, 100, 125 dan 150% dari konsentrasi analit didalam sampel yang telah diketahui nilainya.

Blako tersebut dipersiapkan dan dianalisis sesuai dengan kondisi pada saat proses pengujian sampel yang dilakukan sebelumnya. Jangan ada satu tahap pun yang tertinggal, sehingga kita benar-benar mengetahui tingkat akurasi dari metode yang digunakan.

Setelah anda mendapatkan nilai konsentrasi analit dari matrik blanko, maka selanjutnya anda hitung persentase perolehan kembali (percent recovery) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


Berikutnya setelah mendapatkan nilai persen recovery atau persentase temu balik, maka evaluasi nilai yang ditemukan dengan data pada tabel berikut ini:


Dari data pada tabel diatas, silahkan anda evaluasi sendiri, apakah nilai persen temu balik yang anda analisa telah masuk kedalam ketentuan pada tabel tersebut.

5.3. Parameter Uji Spesifitas pada Validasi Metode Pengujian

Uji spesifitas adalah penentuan terhadap kemampuan suatu metode pengujian untuk menentukan atau mengukur analit yang dituju secara spesifik dan tepat walaupun terdapat analit-analit lain dalam suatu matrik. analit lain tersebut bisa saja dalam bentuk pengotor atau memang terdapat analit dominan lain di dalam matrik sampel tersebut.

Mengapa dikatakan demikian, karena pada saat proses preparasi sampel uji menggunakan suatu bahan kimia baik berupa asam ataupun basa maka secara langsung juga akan mengekstrak analit lain yang terikut ke dalam ekstrak sampel yang akan diukur. Itulah sebabnya pentingnya menentukan spesifitas metode.

Spesifitas metode biasanya digunakan terhadap suatu parameter yang menggunakan instrumen pengujian berupa kromatorafi. Baik itu Gas Chromatography (GC), High Performance Liquid Chromatography (HPLC ataupun Ion Chromatography (IC). Walaupun dalam kenyataannya uji spesifitas dapat pula digunakan jika menggunakan instrumen lain seperti Spektrofotometer dan Spekstroskopi Serapan Atom (SSA) atau Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).

Terdapat dua cara untuk menentukan uji spesifitas ini yang pertama yaitu dengan cara:
  1. Membandingkan hasil pembacaan standar dengan pembacaan sampel yang mengandung zat pengotor, senyawa lain yang terdegradasi atau komponen plasebo lainnya.
  2. Menggunakan detektor selektif terutama pada saat anda menganalisis senyawa yang terelusi secara bersamaan.
Metode yang dikatakan spesifik yaitu metode yang mampu memberikan perbedaan resolusi antara zat pengotor dengan sampel adalah labih besar dari 2 (Rs >= 2).

5.4. Batas Deteksi atau Limit of Detection (LoD)

Batas deteksi adalah suatu parameter dalam validasi metode yang digunakan untuk menentukan sensitifitas suatu metode analisis. Selain itu, batas deteksi juga dapat didefenisikan sebagai batas konsentrasi terkecil dari suatu analit yang terkandung di dalam matrik dan nilainya masih bisa terdeteksi oleh instrumen yang digunakan.

Secara defenisi kimia bahwa LoD dapat ditentukan dari respon rata larutan blanko ditambah dengan 3 kali standar deviasi nilai blanko. Disisi lain, para ahli mendefenisikan bahwa LoD adalah rasio dari pembacaan noise (signal to noise ratio). Adapun rasio tersebut adalah 2 atau 3 banding 1.

Setelah anda mendapatkan nilai LoD maka nilai ini dapat digunakan sebagai acuan pada saat anda melaporkan hasil pengujian kedalam sertifikat hasil pengujian atau laporan hasil pengujian. Apabila pada saat anda melakukan proses analisis, diperoleh nilai analit dari suatu matrik sampel yang berada di bawah nilai LoD maka nilai tersebut dilaporkan < nilai LoD.

Mengapa dikatakan demikian? Karena jika anda menemukan hasil yang berada dibawah nilai LoD berarti nilai tersebut sudah memiliki nilai bias yang sangat besar. Artinya jika sampel tersebut dianalisis secara berulang-ulang maka nilainya akan memberikan nilai simpangan baku atau standar deviasi yang besar. Sehingga jika dievaluasi akan lebih besar dari nilai 2/3 KV Horwitzh. Sehingga bisa disimpulkan bahwa nilai tersebut tidak presisi bahkan memiliki tingkat akurasi yang sangat rendah.

5.5. Batas Kuantifikasi atau Limit of Quantification (LoQ)

Batas kuantifikasi atau limit of quantification adalah konsentrasi analit terekcil dari suatu matrik sampel dimana nilai tersebut masih memiliki tingkat presisi dan akurasi yang baik. Sama halnya dengan LoD, baha LoQ ini hampir sama cara menentukannya dan biasanya para analis atau peneliti menentukannya dilaksanakan secara bersamaan antara LoD dan LoQ.

Yang membedakan cara menentukannya adalah faktor pengalinya, jika LoD dikalikan dengan 2 atau 3 sedangkan LoQ dikalikan dengan 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LoQ tersebut adalah rasio signal terhadap noise (signal to noise ratio) adalah 10:1 (10 banding 1).

Baiklah setelah anda memperoleh defenisi dari LoD dan LoQ, maka selanjutnya saya akan memaparka bagaimana cara menentukan nilai LoD dan LoQ yang benar dan dapat digunakan sebagai bahan dalam mempersiapkan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 17025.

Adapun cara yang biasa digunakan untuk menentukan nilai LoD dan LoQ adalah melalui kurva regresi deret larutan standar yang digunakan melalui persamaan regresi yang diperoleh. Dari persamaan regresi tersebut anda cari nilai slope atau kemiringan (S), yaitu nilai b dari persamaan regresi Y = a x bX. Berikutnya adalah anda tentukan juga nilai standar deviasi atau simpangan baku dari data hasil pembacaan blanko. Berikutnya setelah anda mendapatkan data tersebut, silahkan hitung nilai LoD dan LoQ menggunakan persamaan dibawah ini:


5.6. Linieritas Metode Analisis

Linieritas adalah sesuatu kemampuan dari metode analisis yang memberikan respon baik terhadap adanya perbedaan nilai analit yang terkandung di dalam suatu matrik sampel. Semakin linier hasilnya maka metode, instrumen dan rentang ukurnya sangat cocok digunakan untuk menentukan suatu analit di dalam matrik sampel.

Selain linieritas, hal yang berhubungan dengan itu adalah rentang kerja. Rentang kerja adalah suatu nilai atau batas yang dihasilkan dari pernyataan yang didasari oleh batas terendah dan tertinggi dari konsentrasi analit yang mampu dideteksi secara linier, akurat dan presisi.

Linieritas diperoleh dari hasil pembacaan deret larutan standar dengan berbagai variasi konsentrasi yang telah ditetapkan. Dasar dari penetapan tersebut adalah melalui informasi dari buku pedoman alat atau nilai yang ditetapkan dari metoda standar yang akan digunakan.

Prosedur kerja secara umum adalah dengan cara mengencerkan larutan standar atau SRM menjadi larutan intermediet. Biasanya saya membuat pengenceran bertingkat karena untuk mengurangi bias dari proses pemipetan dan ketidakpastian peralatan ukur yang digunakan misalnya volumetric pipette, volume flask atau adjustable pipette.

Setelah anda membuat larutan intermediet, kemudian anda encerkan kembali menjadi larutan kerja. Larutan kerja yang saya maksudkan adalah suatu larutan standar atau SRM yang memiliki konsentrasi lebih kecil dari larutan intermediet dan lebih besar dari variasi konsentrasi SRM yang akan digunakan.

Kemudian silahkan anda buat pengenceran pada volumetric flask berbeda yang terdiri dari minimal 4 variasi konsentrasi. Perlu diperhatikan juga bahwa untuk menentukan linieritas metode, sebaiknya pembuatan deret larutan standar diulang sebanyak minimal 7 kali ulangan. Tentunya teman-teman sekalian bertanya, mengapa harus 7, jawaban yang saya berikan cukup sederhana yaitu semakin banyak jumlah data yang diperoleh maka data hasil pengolahan secara statistik akan semakin baik kualitasnya. Selain itu, pengulangan sebanyak 7 kali akan menjadi nilai tambah pada saat asesor melalukan audit pada dokumen validasi metode analisis.

Setelah semua deret larutan standar selesai anda buat dengan cara yang telah ditetapkan dalam metode rujukan, maka selanjutnya silahkan analisis kandungan analit dari masing-masing deret larutan standar tersebut. Data yang perlu kamu ambil atau catat adalah:
  1. Jika dianalisis menggunakan metode spektrofotometer, AAS atau yang hampir sama prinsip kerjanya, maka anda catat absorbansi, dan konsentrasi deret larutan standar tersebut.
  2. Kemudian jika anda menggunakan instrumen dengan prinsip kromatografi, maka data yang anda catat adalah luas puncak dari masing-masing deret larutan standar.
  3. Jika menggunakan metode titrimetri maka yang perlu anda catat sudah tentu volume standar yang terpakai untuk menentukan analit di dalam matrik SRM.

Linieritas dinyatakan ditentukan dari variansi konsentrasi analit terhadap garis regresi dengan penentuan menggunakan persamaan matematika. Oleh sebab itu setelah data anda dapatkan, maka silahkan anda olah data tersebut menggunakan microsoft excel. Adapun mengapa saya sarankan menggunakan microsoft excel karena cendrung lebih mudah pengoperasiannya dari pada program pengolah data statistik lainnya seperti SPSS.

Setelah data semua anda input ke dalam microsoft excel, maka selanjutnya adalah hitung rata-rata dari absorbansi atau luas area atau volume standar (titrimetri) dari tiap-tiap deret larutan standar. Kemdian hitung juga nilai rata-rata dari sekumpulan data konsentrasi analit terbaca.

Data yang telah anda hitung rata-ratanya tersebut kemudian plotkan menggunakan chart tipe scater. Untuk lebih jelasnya InsyaAllah saya akan membuatkan video youtube agar teman-teman lebih mudah dalam memahami atau mempraktekkan tentang cara pengolahan data linieritas menggunakan microsoft excel. Untuk mempersiapkan agar teman-teman mendapatkan informasi mengenai update video di youtube, silahkan berlangganan secara gratis (subscribe) chanelnya Disini

Nah, setelah anda mendapatkan nilai persamaan regresinya, tentunya anda juga mendapatkan nilai R square atau R kuadrat. Maka linieritas suatu metode dapat ditentukan, apabila nilai R kuadrat berada diatas 0.995 maka metode yang anda gunakan cocok dan linier atau memiliki hasil yang proporsi terhadap perbedaan dari masing-masing perbedaan konsentrasi. Sebaliknya, apabila nilai R kuadrat lebih kecil dari 0,995 maka metode anda tidak memberikan respon yang linier terhadap adanya perbedaan konsentrasi analit dalam suatu matrik sampel.

5.7. Kisaran atau Rentang Metode

Rentang atau kisaran metode adalah batas terendah dan tertinggi  dari konsentrasi analit yang terkandung di dalam suatu matrik sampel. Adapun rentang dapat ditentukan setelah kita menentukan uji akurasi, presisi dan linieritas suatu metode analisis. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa, rentang dapat ditentukan setelah metode tersebut memiliki tingkat akurasi dan presisi yang baik serta memiliki respon yang baik (linier).

Penentuan kisaran ditentukan berdasarkan jenis metode dan tujuan penggunaannya. Dalam penentuan konsentrasi komponen utama (mayor), konsentrasi baku ditentukan dengan nilai yang dekat dengan konsentrasi analit didalam sampel yang diharapkan.

Agar kita tidak bingung dalam menentukan nilai rentangnya, maka sebaiknya buatlah deret konsentrasi yang berbeda dengan nilai kisaran 25, 50, 75, 100, 125 dan 150% dari nilai konsentrasi anali di dalam matriknya.

Setelah melakukan itu, tentunya anda akan bingung cara melakukan evaluasinya. Baik, disini saya akan memberikan batas keberterimaan dari kisaran metode yang sesuai. Pada tabel berikut ini disajikan kisaran serta keberterimaan dalam menentukan linieritas dan kisaran.

kisaran validasi metode analisis

Persen (%) intercept yang dimaksud adalah dihitung dengan rumus berikut:


5.8. Kekasaran Metode (Ruggedness)

Kekasaran metode adalah presisi metode (reprodusibilitas) yang telah dipengaruhi oleh banyak kondisi seperti reagen, peralatan, fasilitas laboratorium bahkan juga iklim lokasi tempat pengujian. Intepretasi kekasaran metode di jabarkan dalam bentuk %RSD atau cara lain untuk menentukan tingkat presisinya.

Selain %RSD, ada juga suatu laboratorium menggunakan Z-Score. Kemudian kekasaran metode juga bisa diperoleh dari hasil uji banding atau uji profisiensi. Kekasaran metode pada saat pertama kali digunakan, biasanya tidak terlihat bahwa metode tersebut tangguh atau tidak maka diperlukan suatu pengujian lanjutan menggunakan kondisi yang berbeda-beda.

Evaluasi kekasaran metode dijabarkan dalam 2 cara seperti yang saya ulas di atas yaitu menggunakan %RSD yang dibandingkan dengan CV Horwitzh atau dengan menentukan Z-Score, untuk lebih jelasnya, silahkan lihat pada tabel berikut ini:


5.9. Ketahanan Metode Uji (Robustness)

Ketahanan adalah parameter untuk menentukan kapasitas atau kemampuan metode agar tetap memberikan hasil yang akurat dan presisi apabila diberikan veriasi yang kecil. Contoh dari variasi kecil yang saya maksud tersebut adalah variasi volume pelarut (pengekstrak) yang digunakan, kondisi pH pada saat preparasi dan pengujian sampel, suhu dan lain-lain.

Proses penentuan ketahanan metode analisis yang dianjurkan adalah dengan melakukan perubahan pada salah satu bagian dari proses pekerjaan. Apakah itu anda melakukan variasi terhadap pelarut yang digunakan atau zat asam yang digunakan pada saat proses destruksi.

Apabila hasil dari variasi kondisi tersebut ternyata memberikan hasil yang berbeda maka dapat disimpulkan bahwa metode analisis yang digunakan tidak memiliki karakter ketahanan metode. Syarat keberterimaan atau suatu metode dapat dikatakan memiliki ketahanan yang baik biasanya menggunakan Uji t berpasangan. Khusus untuk topik Uji t berpasangan ini akan saya bahas pada kesempatan lain. Karena jika diulas dalam halaman ini juga maka tidak akan efektif dan efisien.

Demikian sedikit sharing informasi mengenai validasi metode pengujian, semoga informasi ini dapat bermanfaat  untuk para pembaca setia laboratorium mutu. Terimakasih

TEMPLATE DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM

Referensi:

  • Rohman, A. 2016. Validasi dan Penjaminan Mutu Metode Analisis Kimia. UGM Press, Yogyakarta.
  • Riyanto. 2014. Validasi dan Verifikasi Metode Uji Sesuai dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Penguji dan Kalibrasi. Deepublish.

KLAUSUL SEBELUMNYA:

KAJI ULANG PERMINTAAN TENDER DAN KONTRAK PENGUJIAN ATAU KALIBRASI

KLAUSUL SELANJUTNYA:

PENGAMBILAN SAMPEL 

Sabtu, 25 April 2020

Cara Mencari Simpangan Baku Menggunakan Microsoft Excel

Cara Mencari Simpangan Baku Menggunakan Microsoft Excel

Cara mencari simpangan baku sangatlah mudah, namun sebelum kita masuk ke dalam tahap untuk menghitung nilai standar deviasi tersebut mari kita simak dahulu pengertian simpangan baku. Sering juga disebut bias maka untuk mencarinya disebut sebagai standar deviasi atau deviasi standar. Sehingga sering dikaitkan dengan sebaran kumpulan nilai.

cara mencari simpangan baku

Penggunaan standar deviasi tersebut apabila data yang diperoleh berjumlah lebih dari 1 data. Sehingga data tersebut bisa dihitung nilai sebarannya. Terdapat rumus dasar standar deviasi yang bisa digunakan jika anda ingin menentukannya secara satu per satu. Dalam pembahasan kita kali ini saya ingin membagikan ke dalam beberapa ulasan yang dikelompokkan berdasarkan sub poin berikut ini:


1. Pengertian Simpangan Baku atau Standar Deviasi

Menurut Drs. Setiawan, M. Pd dan Pepen Permana S.Pd, standar deviasi adalah derajat atau nilai yang menunjukkan tingkat atau derajat variasi kelompok data dari nilai rata-ratanya.

 

Pada ilmu statistika dan probabilitas, simpangan baku atau standar deviasi adalah suatu ukuran sebaran secara statistik yang paling lazim. Singkat cerita bahwa nilai tersebut mengukur tentang nilai  data yang tersebar.

 

Selain itu dapat pula didefinisikan sebagai nilai rata-rata dari jarak penyimpangan antara titik data yang telah diukur dari nilai rata-rata tersebut.


Definisi lain dari simpangan baku adalah bahwa nilai tersebut adalah sebagai akar kuadrat variansi. Simpangan baku juga biasanya tidak benilai negatif, dan memiliki satuan yang sama dengan data yang diolah. Misalnya jika suatu data diukur dalam satuan ppm, maka simpangan baku yang diperoleh juga dalam satuan ppm.

 

Pertama kali istilah simpangan baku dikenalkan oleh Karl Pearson tahun 1894, dimana pembahasan tersebut dituangkan dalam karyanya yang berjudul On the dissection of asymmetrical frequency curves.


Baca Juga: Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran

2. Rumus Simpangan Baku atau Standar Deviasi

Setelah rekan-rekan sekalian telah memahami pengertian dari standar deviasi, maka selanjutnya kita bahas mengenai rumus yang bisa digunakan untuk menentukan nilai deviasi suatu data yang kita peroleh. Persamaan yang sering digunakan ada yang untuk menentukan simpangan baku populasi dan sampel.


Simpangan baku populasi

Simpangan baku populasi dapat ditentukan dengan rumus berikut ini:


Dalam penentuan bias secara populasi simbol yang digunakan adalah sigma. Simbol N adalah jumlah populasi, xi adalah nilai ke-i dan x bar adalah rata-rata populasi.


Rumus simpangan baku sampel

Simpangan baku sampel dapat ditentukan dengan rumus berikut ini:


Berbeda dengan rumus untuk menentukan deviasi sampel, simbol yang digunakan adalah s. Nah dalam hal ini, N adalah jumlah sampel yang diukur.


3. Cara Menghitung Simpangan Baku di Excel

Setelah kita memahami rumus dasar dari standar deviasi, maka tentunya akan merasa direpotkan jika kita harus menentukannya dengan menggunakan rumus di atas. Maka saya akan memberikan informasi mengenai cara menghitung standar deviasi menggunakan microsoft excel.

 

Dalam pembahasan kali ini saya mencontohkan dengan menggunakan Microsoft Excel 2010. adapun cara menghitung standar deviasi dengan excel adalah sebagai berikut:

 

1. Buka microsoft excel (silahkan menggunakan seri berapa pun, secara umum tahapannya sama).


Gambar 1. tampilan menu start untuk microsoft excel  

 2. Setelah terbuka jendela awal, maka ketik data yang akan anda cari nilai deviasi atau simpangannya. Saya mencontohkan data seperti gambar berikut ini:


Gambar 2. Contoh data pada microsoft excel

3. Setelah data yang ingin anda tentukan telah diketik semua ke dalam microsoft excel, maka selanjutnya arahkan kursor dan klik ke kolom B9.

Baca Juga: Cara Menghitung Rata Rata Data Hasil Pengujian Menggunakan Excel

4. Pada kolom B9 tersebut, terlebih dahulu kita tentukan nilai rata-rata dari data tersebut. Untuk menentukan nilai rata-rata, silahkan ketik pada kolom B9 seperti ini: =average(blok semua data dari B2 hingga B8. Contoh seperti gambar berikut:


Gambar 3. Penentuan rata-rata

5. Kemudian ketik tutup kurung seperti ini ")" diakhir rumus tersebut lalu tekan ENTER. Dan kemudian muncul seperti ini.


Gambar 4. Data hasil perhitungan nilai rata-rata

6. Berikutnya posisikan area yang akan di ketik di kolom B9, kemudian ketik rumus berikut =stdev(blok data yang akan dihitung), lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini:


Gambar 5. Rumus menghitung standar deviasi dengan excel

7. Berikutnya adalah tekan ENTER, maka akan muncul nilai seperti gambar berikut ini:


Gambar 6. Data hasil penentuan standar deviasi dengan excel

8. Selanjutnya silahkan rapikan tabel berikut dengan memberikan informasi pada masing-masing nilai tersebut. (contoh seperti gambar berikut)


Gambar 7. Cara mencari simpangan baku dengan microsoft excel


Nah, itulah ulasan mengenai rumus dan cara mencari simpangan baku menggunakan microsoft excel, semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan anda tentunya. Jika ada yang perlu didiskusikan lebih lanjut, silahkan tinggalkan pesan atau berikan komentar terbaikmu. Terimakasih.

 Baca Juga: Uji t Adalah

Rujukan dasar: https://en.wikipedia.org/wiki/Standard_deviation

Selasa, 21 April 2020

11 Istilah dalam Teknologi Pangan untuk Memberikan Rasa

11 Istilah dalam Teknologi Pangan untuk Memberikan Rasa

Istilah dalam Teknologi Pangan
Labmutu.com -Istilah-istilah di dalam dunia pangan sangat beragam, tergantung dari rasa yang ingin diperoleh dan bahan yang digunakan. Industri pangan terutama yang berhubungan dengan makanan dan minuman ringan sangat tidak mudah untuk mempertahankan konsistensi rasa dan warna makanan itu sendiri. Oleh sebab itu berikut ini beberapa istilah yang sering digunakan.

Istilah-istilah yang Berhubungan dengan Teknologi Pangan


Beberapa istilah yang sering disebutkan adalah sebagai berikut:

1. Tastants


Tastants adalah suatu senyawa kimia yang mampu memberikan stimulasi sebagai reseptor ke dalam otak manusia yang kemudian diolah dan menghasilkan persepsi terhadap suatu cita rasa makanan. Rasa tersebut meliputi rasa dasar yaitu manis, asam, asin dan umami.

2. Flavor Enhancer


Flavor Enhancer adalah senyawa atau bahan yang sengaja ditambahkan (bahan aditif) ke dalam makanan yang diproduksi dengan tujuan untuk memperkuat rasa bahan pangan yang digunakan.

3. Perisa Identik Alami


Perisa identik alami adalah suatu penambah rasa (perisa) yang diperoleh secara buatan (sintesis) atau juga dapat diisolasi dari bahan alami menggunakan suatu proses ekstraksi secara kimia dari bahan baku aromatik alami seperti pandan dan lain-lain.

4. Ajudan Perisa


Ajudan perisa atau dalam bahasa inggris disebut flavor adjunct adalah bahan tambahan yang dibutuhkan dalam pembuatan, pelarutan, pengenceran, penyimpanan dan penggunaan perisa.

5. QDA (Quantitative Descriptive Analysis)


QDA adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu karakteristik sensori suatu produk secara matematis. Prinsip dari QDA itu sendiri menggunakan kemampuan panelis yang telah terlatih untuk mengukur intensitas atribut tertentu yang spesifik dalam kondisi reproducible sehingga dapat menghasilkan kuantifikasi atribut yang menyeluruh serta dapat diolah melalui uji statistik.

6. Treshold


Dalam dunia pangan dan rasa Treshold sering diartikan sebagai konsentrasi terendah suatu senyawa, yakni bau dan rasa senyawa yang digunakan tersebut masih dapat dikenali dan dipengaruhi oleh tekanan dan suhu, metode uji yang digunakan serta panelis yang menganalisis.

7. Mouthfeel

Mouthfeel adalah sensasi yang diterima oleh indera perasa berupa rasa dingin, pedas dan lembut.


8. Off Flavor


Off flavor sering digunakan pada industri pangan untuk menyatakan bau atau rasa yang menyimpang dari keadan normal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan komponen dalam produk pangan selama pengolahan dan penyimpanan.

9. Taint

Taint adalah penyimpangan bau atau rasa bahan pangan yang berasal dari senyawa luar yang terserap ke dalam makanan.

10. Flavor Modifier


Flavor modifier adalah senyawa yang dapat memodifikasi persepsi atau penerimaan suatu rasa tertentu. Misalkan perubahan rasa asam menjadi manis dan sebaliknya.

11. Senyawa Volatil


Dalam dunia keilmuan kimia, senyawa volatil adalah senyawa yang bersifat mudah menguap, terutama jika terjadi kenaikan suhu. Senyawa ini erat kaitannya dengan aroma yang diciptakan dari suatu produk makanan. Misalkan saja pada kopi, terdapat beberapa senyawa yang bersifat mudah menguap yakni golongan aldehid, keton dan alkohol.

Nah, itulah 11 istilah yang sering dijumpai dalam dunia pangan dan mungkin terdengar aneh bagi kita yang awam ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Referensi:

Majalah Food Review, Volume XIII, No. 2. Terbit Bulan Februari Tahun 2018.

Sabtu, 18 April 2020

Ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang Perlu Anda Ketahui

Ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang Perlu Anda Ketahui

tata cara pembatasan sosial berskala besar

Labmutu.com - Halo sahabat pengunjung setia, beberapa hari terakhir Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan yang dapat diterapkan kepada masing-masing daerah dalam rangka memutus penyebaran Pandemi Covid-19.

Berikut ini kami sampaikan beberapa hal yang perlu anda perhatikan selama masa PSBB agar kamu turut membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal yang harus diperhatikan selama PSBB adalah:


1. Ketentuan tetap di rumah

  • Sementara ini masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah selama masa PSBB.
  • Semua kebutuhan atau keperluan dari luar rumah dilakukan melalui media telepon atau online
  • Keluar rumah adalah pilihan terakhir dan hanya untuk keperluan yang sangat penting dan tidak bisa ditunda.
  • Lakukan hal-hal yang produktif dan bermanfaat.
  • Jaga kesehatan dan tingkatkan kualitas keimanan.
  • Manfaatkan waktu menikmati kebersamaan dengan keluarga (quality time).
  • Bersihkan rumah dan pekarangan secara rutin.
  • Ingatkan anggota keluarga untuk selalu menjaga diri dari bahaya virus corona dengan tetap tinggal dirumah dan menerapkan protokol kesehatan (gunakan selalu masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun).
 

2. Ketentuan Bagi Seorang Pelajar atau Mahasiswa

  • Anda dapat melakukan proses belajar melalui media online (internet), TV, radio atau melalui teleconference bahkan kamu dapat melakukan diskusi menggunakan grup whatsapp atau telegram.
  • Gunakan waktu luang anda untuk belajar secara maksimal di rumah atau di kos-kosan.
  • Tingkatkan pengetahuan atau keahlian lainnya dengan banyak berlatih di rumah dan perbanyak bahan bacaan seperti jurnal, artikel dan lain-lain.
  • Sebenarnya ini adalah waktu yang sangat tepat bagi anda karena ini merupakan waktu yang tepat untuk berinovasi dengan berkreatifitas, mengembangkan keterampilan melalui media media intrnet.

3. Ketentuan Bagi Anda Seorang Karyawan/Pekerja

  • Pastikan perusahaan/kantor anda menerapkan aturan bekerja di rumah (work from home).
  • Atur waktu dan beradaptasi dengan suasana rumah, sehingga anda bisa bekerja lebih produktif.
  • Jika profesi anda mengharuskan untuk tetap bekerja di kantor, maka pastikan bahwa: Anda selalu menggunakan masker; selalu menjaga jarak (physical distancing) secara ketat; selalu mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu sebelum anda makan atau menyentuh area mata, hidung dan mulut; selalu bersihkan lingkungan tempat kerja secara rutin; ingatkan selalu rekan kerja anda agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan himbauan pemerintah.
  • Jika anda atau rekan kerja anda yang sedang sakit, maka mintalah izin kepada atasan anda untuk tidak masuk kerja, segeralah berobat ke dokter.

4. Ketentuan Bagi Anda yang Bekerja Sebagai Pelayan Front Desk (Resepsionis)/ Custumer Services

  •  Untuk anda yang bekerja sebagai Teller, Resepsionis, Custumer Services dan lain sebagainya, maka anda diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak saat melakukan komunikasi dengan pelanggan atau tamu. Kemudian disarankan juga bagi perusahaan untuk menggunakan kaca pembatas.
  • Sediakan hand sanitizer di meja anda atau tempat mencuci tangan disekitar ruang kerja.
  • Sarankan kepada pelanggan atau tamu untuk menggunakan masker sebelum menggunakan layanan perusahaan anda.
  • Gunakan pelindung tangan atau sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan benda atau barang dari pelanggan tersebut.

5. Ketentuan Untuk Penyedia Jasa Kencantikan, Salon atau penjahit

Mengingat anda adalah orang yang kontak langsung dengan pelanggan, maka hal yang perlu anda lakukan adalah:
  • Wajib menggunakan masker dan sarung tangan; 
  • Pastikan pelanggan anda dalam kondisi yang sehat dan memiliki suhu tubuh yang normal (usahakan anda tidak melayani pelanggan yang demam, batuk dan pilek); 
  • Pastikan pelanggan anda juga menggunakan masker dan sarung tangan;
  • Sediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan disekitar tempat kerja anda;
  • Bersihkan tempat kerja dan peralatan kerja secara rutin dengan desinfektan;
  • Gunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan hanya satu kali pakai.
 

6. Ketentuan Bagi Seorang Pedagang

Selama pemberlakuan masa PSBB, anda tetap bisa berdagang seperti biasa namun lakukan beberapa hal berikut selama masa PSBB yaitu:
  • Sediakan tempat cuci tangan di warung atau lapak anda;
  • Atur jarak antrian atau tempat duduk pada tempat usaha anda (physical distancing);
  • Atur sistem pelayanan agar tidak menimbulkan antrian pelanggan yang panjang;
  • Jika pelayanan anda menggunakan sistem pelayanan di ruang tertutup, maka pastikan suhu tubuh pelanggan dalam keadaan normal sebelum memasuki ruangan (sediakan alat pengukur suhu tubuh thermo gun);
  • Sarankan kepada pelanggan anda untuk selalu menggunakan masker selama berada di area tempat pekerjaan anda;
  • Gunakan masker dan sarung tangan jika produk yang anda jual adalah bahan yang dikonsumsi saat anda kontak dengan bahan tersebut;
  • Harap berhati-hati, uang tunai merupakan media yang dapat menularkan penyakit sehingga sebisa mungkin gunakan transaksi secara non tunai (cashless)

7. Ketentuan Bagi Anda Seorang Petani

  • Anda dapat bekerja seperti biasa dengan menggunakan masker dan sarung tangan ketika kontak dengan tanaman, ternak atau ikan.
  • Pastikan agar lingkungan disekitar anda dalam keadaan bersih dan tersedia tempat cuci tangan.

8. Ketentuan Bagi Seorang Wirausahawan (Entrepreneur)

Apapun bidang usaha anda, tentunya anda masih bisa berusaha seperti biasa, namun perhatikan beberapa ketentuan berikut ini:
  • Jika bisnis anda bisa dijalankan dari rumah, maka kembangkan sistem kerja dengan metode work from home (WFH) agar semua karyawan atau sebagian bisa bekerja di rumah.
  • Jika bisnis anda tidak memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah maka pastikan bahwa anda bertanggung jawab atas keselamatan semua karyawan dari bahaya virus corona; Menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan virus corona; Sediakan sarana kesehatan dan perlengkapan pelindung diri bagi karyawan dan pelanggan; Taati semua ketentuan tentang jam kerja dan ketentuan tenaga kerja.
  • Pastikan bahwa bisnis anda berada dalam kondisi yang aman dan meminimalisasi resiko penyebaran virus corona.

9. Ketentuan Bagi Seorang Tokoh Masyarakat, Ulama dan Lain-lain

  • Mari kita selamatkan bersama masyarakat dengan memberikan edukasi dalam berbagai kesempatan dan cara, berikan himbauan, motivasi dan keyakinan sehingga timbul kesadaran masal untuk memerangi virus corona dengan memutus penyebaran covid-19 melalui penerapan PSBB dan menerapkan protokol kesehatan.
  • Berikan contoh kepada masyarakat dan tauladan terutama dalam menerapkan pola hidup sehat, menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan sehingga menjadi budaya yang efektif untuk memutus penyebaran virus corona.

10. Ketentuan bagi Seorang Yang Baru Saja Kehilangan Pekerjaan (PHK)

Semua orang sangat tidak menginginkan kondisi ini, namun ini semua harus kita tanggulangi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Adapun beberapa hal yang perlu anda lakukan adalah:
  • Jangan berputus asa, karena sesungguhnya dibalik kesulitas ada kemudahan. Sebenarnya sangat banyak peluang baru dalam kondisi sulit seperti ini asar anda mau mencobanya. Salah satunya adalah mencaji content creator apakah itu menjadi seorang youtuber atau blogger, atau mencoba membuat suatu produk yang bisa mempermudah dalam menangangi virus corona ini. Misalkan saja, anda membuat masker kain atau pelindung wajah yang simpel.
  • Dalam kondisi seperti ini, Pemerintah selalu berupaya untuk membantu melalui berbagai program terkait bantuan dalam kondisi sulit ini, carilah informasi dan daftarkan diri anda.

11. Ketentuan Bagi Anda Yang Sedang Berada Diluar Rumah

  • Apapun urusan anda diluar rumah, segera dan langsung begitu selesai urusan tersebut.
  • Selalu gunakan masker saat anda berada diluar rumah.
  • Jangan menyentuh benda asing apapun, karena bisa saja virus ada di permukaan benda tersebut, segeralah cuci tangan anda setelah bepergian menggunakan sabun, bila memungkinkan gunakan sarung tangan pada saat anda bepergian untuk suatu urusan.
  • Jika anda menggunakan jasa transportasi umum roda empat, selalu jaga jarak dengan penumpang lain dan pastikan bahwa muatan transportasi tersebut berkapasitas 50% dari seperti biasa dan jika berlebih ingatkan pengemudinya.
  • Pada saat anda menggunakan roda dua, hindari berboncengan dengan orang lain selain keluarga satu rumah dan pastikan anda semua menggunakan helm dan masker.
 

12. Ketentuan Bagi Anda Yang Baru Saja Kontak Dengan Orang Yang Positif Covid-19 atau Pulang Dari Daerah Terdampak

  • Segera bersihkan diri anda dan lakukan isolasi mandiri selama minimal 14 hari, jaga kesehatan anda dengan cara melakukan pola hidup sehat.
  • Segera periksakan diri anda ke dokter dan sampaikan bahwa anda merasa demam, batuk, sesak nafas dan lain lain setelah kontak dengan penderita Covid-19 atau pulang dari wilayah terdampak.
  • Jaga jarak dan hindari kontak dengan keluarga terdekat maupun orang lain.
  • Selalu gunakan masker walaupun anda berada di kamar.

13. Ketentuan Bagi Anda Jika Pasien Dalam Pengawasan atau Positif Corona

  • Selalu berfikir positif, bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dan anda harus yakin bisa sembuh.
  • Jaga jarak dan hindari kontak dengan keluarga terdekat dan orang lain, ingat laksanakan semua protokol kesehatan.
  • Ikuti semua prosedur dan tindakan medis yang dilakukan oleh petugas kesehatan dan dokter.
  • Kami semua mendukung anda, tim tenaga kesehatan akan melakukan tindakan yang terbaik untuk kesembuhan anda.

Semoga kita semua dilindungi dari wabah yang sedang melanda ini, mari kita berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wabah ini segera berakhir dan kita dapat dengan tenang dalam menjalankan ibadah puasa dan dapat bersilaturahmi seperti sebelumnya.

Silahkan dibagikan artikel dan informasi ini agar saudara kita yang lain bisa mengetahui ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan selama masa penerapan PSBB. Terimakasih

Sumber Himbauan: ppc-19.pekanbaru.go.id

Jumat, 17 April 2020

Segudang Manfaat Daun Pandan Dalam Kehidupan Sehari-hari salah satunya sebagai Antikanker

Segudang Manfaat Daun Pandan Dalam Kehidupan Sehari-hari salah satunya sebagai Antikanker

Manfaat Daun Pandan

Labmutu.com - Manfaat daun pandan yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga sebagai penambah aroma pada makanan dan pewarna alami, ternyata memiliki segudang manfaat yang tidak disangka-sangka. Manfaat lain daun nan harum tersebut telah terbukti memiliki kandungan senyawa flavonoid.

Sebelum masuk ke bagian manfaatnya, tentunya saya harus memperkenalkan terlebih dahulu tentang tanaman pandan tersebut. Tanaman pandan berasal dari bahasa latin yaitu Pandanous amaryllifolius Roxb. Bagian yang paling banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah daun dengan tujuan penggunaan untuk pewarna alami, penambah aroma dan sebagai antioksidan.

Manfaat daun pandan bagi kesehatan

1. Sebagai Anti Virus

Salah satu protein yang terkandung di dalam daun pandan yang disebut sebagai Pandanin, merupakan senyawa protein yang sangat bermanfaat untuk kesehatan yaitu mampu mencegah pertumbuhan atau perkembangan virus influenza dan virus herpes.

2. Sebagai Anti Kanker

Daun pandan ternyata mengandung beberapa senyawa yang sangat kompleks yaitu senyawa anti cercinogenic (anti karsinogen) yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam organ tubuh manusia.

3. Mencegah Diabetes

Penyakit diabetes biasanya diderita pada orang yang sudah bermasalah pada sistem metabolisme tubuh. Ketidakseimbangan metabolisme tubuh disebabkan oleh banyak faktor yaitu usia, obesitas, faktor keturunan, sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan cepat saji, stres karena tekanan ditempat kerja, kurang tidur (istirahat cukup), merokok, sering mengkonsumsi alkohol, jarang mendapatkan sinar matahari (berjemur sekitar pukul 9.00-10.00) dan sedang menggunakan pil kontrasepsi.

Beberapa senyawa kimia golongan flavonoid yang terkandung di dalam daun pandan, mampu menurunkan kadar gula darah dan mengkonversinya ke dalam bentuk energi yang bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Namun yang menjadi catatan penting adalah, saat ada sedang menjalani pengobatan diabetes menggunakan daun pandan, disarankan untuk selalu olahraga yang cukup agar metabolisme tubuh tetap seimbang.

4. Meredakan Rematik

Seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa di dalam daun pandan terkandung beberapa golongan senyawa kimia yang sangat kompleks. Beberapa senyawa tersebut mampu menurunkan dan atau menyimbangkan senyawa purin.

5. Menurunkan Demam

Demam merupakan reaksi tubuh untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus atau benda kecil lainnya. Nah, daun pandan secara alamiah mengandung senyawa yang berperan sebagai anti bakteri, anti virus dan anti jamur. Di beberapa penelitian, daun pandan juga mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai anti inflamasi.

6. Mengatasi Panik dan Stres

Panik dan stres biasanya ditimbulkan dari perasaan cemas karena menerima informasi atau melihat kejadian yang tidak biasa. Dampak dari panik dan stres ini sangat besar terhadap kesehatan tubuh seperti terjadi ketidakseimbangan metabolisme tubuh.

Untuk mengatasi permasalahan ini, jadikanlah daun pandan sebagai pengganti aroma terapi yang bisa anda buat dengan cara meremas-remas daun pandan tersebut kemudian anda hirup aroma yang muncul dari daun pandan.

Manfaat Daun Pandan untuk Industri Pangan

Dibeberapa perusahaan penggilingan beras, daun pandan biasa digunakan sebagai penambah aroma pada beras yang diproduksinya. Selain itu industri makanan skala rumahan juga menggunakan ekstrak daun pandan sebagai pewarna alami dan aroma alami sehingga akan menambah cita rasa pada makanan yang dicampur dengan ekstrak daun pandan tersebut.

Dilansir dari majalah Food Review volume XIII No. 2 tahun 2018, daun pandan dapat diekstrak dan dijadikan sebagai bahan Flavor. Hasil pemisahan dengan menggunakan teknologi High Performance Liquid Chromatography Diode Array Detector (HPLC-DAD), ternyata di dalam daun pandan mengandung senyawa karotenoid. Senyawa karotenoid merupakan senyawa perkursor senyawa flavor pada beberapa jens tanaman seperti belimbing, persik, tomat, pir, rumput laut, teh, tembakau, bunga mawar, bunga osmanthus, saffron dan lain-lain
Baca Juga: Kandungan Minyak Zaitun dan Manfaatnya Untuk Kesehatan
Dengan teknologi oksidasi enzimatis, secara spesifik mampu menghasilkan senyawa beta ionone. Sehingga kedepannya dengan menerapkan teknologi dan sumber daun pandan tersebut akan meminimalisasi limbah yang terbuang ke lingkungan.

Demikianlah informasi mengenai manfaat daun pandan terhadap beberapa bidang, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.


Kamis, 16 April 2020

Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Pekerjaan Laboratorium

Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Pekerjaan Laboratorium

kaji ulang permintaan tender dan kontrak

Labmutu.com - Kaji ulang permintaan, tender dan kontrak di laboratorium adalah serangkaian kegiatan untuk menentukan kelayakan atau kesiapan suatu laboratorium untuk menerima pekerjaan dari pelanggan dengan ruang lingkup pekerjaan yang sesuai dengan lingkup akreditasi ISO IEC 17025 : 2017.

Pelanggan yang meminta jasa pengujian atau kalibrasi kepada laboratorium juga harus memahami terkait dari pekerjaan yang ditawarkan kepada laboratorium. Karena pernah terjadi suatu kasus bahwa pelanggan tidak memahami tentang pekerjaan yang akan ditawarkan kepada laboratorium.

Kondisi tersebut akan berdampak pada pelanggaran klausul ketidakberpihakan, karena adanya intervensi kepada pelanggan oleh personel di laboratorium.

Sehingga laboratorium harus memiliki kebijakan untuk menetapkan proses kaji ulang permintaan, tender dan kontrak pekerjaan.

Untuk membuat dan merumuskan kebijkan tersebut, tentunya laboratorium harus merujuk pada klausul sistem manajemen mutu iso 17025 versi 2017. Berikut ini adalah klausu yang dipersyaratkan agar kegiatan di laboratorium telah sesuai dengan ketetapan yang diatur.

7.1.1. Laboratorium harus memiliki prosedur untuk meninjau permintaan, tender dan kontrak. Prosedur tersebut harus memastikan bahwa:
  • Semua persyaratan ditetapkan secara memadai, didokumentasikan dan dipahami;
  • Laboratorium memiliki kemampuan dan sumber daya untuk memenuhi persyaratan; 
  • Bila penyedia eksternal digunakan, persyaratan 6.6 diterapkan dan laboratorium menyarankan pelanggan dari kegiatan laboratorium spesifik yang akan dilakukan oleh pemasok eksternal dan mendapatkan persetujuan dari pelanggan. Catatan 1: Diakui bahwa aktivitas laboratorium yang disediakan secara eksternal dapat terjadi bila: (1) Laboratorium memiliki sumber daya dan kompetensi untuk melakukan aktivitas, namun, untuk alasan yang tak terduga tidak dapat melakukan hal ini sebagian atau penuh; (2) laboratorium tidak memiliki sumber daya atau kompetensi untuk melakukan aktivitasnya.
  • Metode atau prosedur yang tepat dipilih dan mampu memenuhi persyaratan pelanggan. Catatan 2: Untuk pelanggan internal atau rutin, tinjauan permintaan, tender dan kontrak dapat dilakukan dengan cara yang disederhanakan.

7.1.2.  Laboratorium harus memberi tahu pelanggan bila metode yang diminta oleh pelanggan adalah dianggap tidak sesuai atau ketinggalan jaman.

7.1.3. Bila pelanggan meminta pernyataan kesesuaian dengan spesifikasi atau standar untuk pengujian atau kalibrasi (misal: lolos/gagal, masuk toleransi/di luar toleransi), spesifikasi atau standar dan peraturan keputusan harus didefinisikan secara jelas. Kecuali melekat dalam spesifikasi yang diminta atau standar, aturan keputusan yang dipilih harus dikomunikasikan kepada, dan disepakati oleh pelanggan. Catatan: Untuk panduan lebih lanjut tentang pernyataan kesesuaian, lihat ISO/IEC Guide 98-4.

Jika Rekan-rekan sekalian membutuhkan Panduan Mutu dan Prosedur Mutu, kami menawarkan template dokumen tersebut untuk memudahkan rekan-rekan dalam memahami bahkan bisa langsung mengimplementasikan ISO/IEC 17025: 2017. Kami juga menawarkan template Formulir yang diperlukan untuk menjalankan Prosedur. Untuk informasi lebih detail, silahkan kontak via Seluler or WA ke nomor 0821-7254-5061.

7.1.4. Setiap perbedaan antara permintaan atau tender dan kontrak harus diselesaikan sebelum kegiatan laboratorium dimulai. Setiap kontrak harus diterima oleh kedua belah pihak baik oleh laboratorium dan pelanggan. Penyimpangan yang diminta oleh pelanggan tidak akan mempengaruhi integritas laboratorium atau keabsahan hasilnya.

7.1.5. Pelanggan harus diberitahu tentang penyimpangan dari kontrak.

7.1.6. Jika suatu kontrak diubah setelah pekerjaan dimulai, peninjauan kontrak harus diulang dan setiap amandemen harus dikomunikasikan ke semua personil yang terkena dampak.

7.1.7. Laboratorium harus bekerja sama dengan pelanggan atau perwakilan mereka untuk mengklarifikasi permintaan pelanggan dan dalam memantau kinerja laboratorium sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.

Catatan: Kerjasama tersebut dapat mencakup:
  • Menyediakan akses yang wajar ke wilayah laboratorium yang relevan untuk menyaksikan kegiatan laboratorium khusus pelanggan;
  • Persiapan, pengemasan, dan pengiriman barang yang dibutuhkan oleh pelanggan untuk keperluan verifikasi.

7.1.8. Rekaman kaji ulang, termasuk perubahan signifikan, harus dijaga. Rekaman juga harus disimpan termasuk diskusi terkait dengan pelanggan yang berkaitan dengan persyaratan pelanggan atau hasil kegiatan laboratorium.

Berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk mempermudah penerapan klausul ini, yaitu:
  • Apabila pelanggan meminta laporan hasil uji dan kalibrasi yang berisi pernyataan kesesuaian dengan spesifikasi, maka “decision rule” sebagaimana didefinisikan dalam standar ini diinformasikan kepada pelanggan.
  • Laboratorium harus dapat menjelaskan tentang prosedur kaji ulang permintaan, tender dan kontrak yang dimilik dan diterapkan oleh laboratorium.
  • Laboratorium harus dapat menjelaskan tentang prosedur yang dimiiki dan diterapkan oleh laboratorium bila pelanggan meminta pernyataan kesesuaian hasil uji dan/atau kalibrasi terhadap persyaratan standar.
  • Laboratorium harus dapat menjelaskan tentang prosedur kontrak dan tata cara perubahan kontrak serta penanganan bila terjadi perbedaan atau penyimpangan terhadap kontrak.
  • Laboratorium harus dapat menjelaskan tentang rekaman kaji ulang permintaan, tender dan kontrak yang dipelihara oleh laboratorium.
  • Memastikan laboratorium telah memiliki dan menerapkan prosedur kaji ulang, permintaan, tender dan kontrak untuk memastikan bahwa kedua belah pihak telah.

Demikianlah informasi terkait kaji ulang permintaan, tender dan kontrak yang diatur dalam ISO/IEC 17025:2017, semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi referensi bagi anda dalam menyusun dokumen sistem manajemen mutu di laboratorium pengujian dan atau kalibrasi. Terimakasih.

Selasa, 14 April 2020

Produk dan Jasa yang Disediakan Secara Eksternal menurut ISO IEC 17025 versi 2017

Produk dan Jasa yang Disediakan Secara Eksternal menurut ISO IEC 17025 versi 2017

produk dan jasa eksternal dalam iso iec 17025 2017
Labmutu.com - Kegiatan di laboratorium seperti kegiatan pengujian atau kalibrasi, selalu membutuhkan produk dan jasa lain yang dibutuhkan secara eksternal untuk mendukung kelancaran aktivitas di laboratorium.

Implementasi sistem manajemen mutu yang ditetapkan dalam iso 17025, mengharuskan suatu organisasi laboratorium memiliki kebijakan agar dapat dilaksanakan sesuai dengan persyaratannya. Disini saya akan mengulas klausul yang mengatur tentang produk dan jasa yang disediakan secara eksternal.

Beberapa klausul tersebut berdasarkan ISO/IEC 17025: 2017 adalah:

6.6.1. Laboratorium harus memastikan bahwa hanya produk dan layanan yang disediakan secara eksternal yang sesuai yang digunakan untuk kegiatan laboratorium, bila produk dan layanan tersebut:
  • Dimaksudkan untuk digabungkan ke dalam kegiatan laboratorium;
  • Disediakan, sebagian atau seluruhnya, langsung ke pelanggan oleh laboratorium, sebagaimana diterima dari pemasok eksternal;
  • Digunakan untuk mendukung operasi laboratorium.
Catatan:

Jika Rekan-rekan sekalian membutuhkan Panduan Mutu dan Prosedur Mutu, kami menawarkan template dokumen tersebut untuk memudahkan rekan-rekan dalam memahami bahkan bisa langsung mengimplementasikan ISO/IEC 17025: 2017. Kami juga menawarkan template Formulir yang diperlukan untuk menjalankan Prosedur. Untuk informasi lebih detail, silahkan kontak via Seluler or WA ke nomor 0821-7254-5061.

Produk dapat mencakup, misalnya, standar pengukuran dan peralatan, peralatan tambahan, bahan habis pakai dan bahan referensi. Layanan dapat mencakup, misalnya, layanan kalibrasi, layanan sampling, layanan pengujian, layanan pemeliharaan peralatan dan fasilitas lainnya, layanan uji profisiensi dan layanan penilaian dan audit.

6.6.2. Laboratorium harus memiliki prosedur dan menyimpanan rekaman untuk:
  • Menentukan, mengkaji ulang dan menyetujui persyaratan laboratorium untuk produk dan layanan yang disediakan secara eksternal;
  • Menentukan kriteria untuk evaluasi, seleksi, pemantauan kinerja dan evaluasi ulang dari pemasok eksternal;
  • Memastikan bahwa produk dan layanan yang disediakan secara eksternal sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan laboratorium, atau bila dapat diaplikasikan, sesuai persyaratan yang relevan dari dokumen ini, sebelum digunakan atau diserahkan langsung kepada pelanggan;
  • Mengambil tindakan yang timbul dari evaluasi, pemantauan kinerja dan evaluasi ulang terhadap pemasok eksternal.

6.6.3. Laboratorium harus mengkomunikasikan persyaratannya kepada pemasok eksternal untuk:
  • Produk dan layanan yang akan disediakan;
  • Kriteria penerimaan;
  • Kompetensi, termasuk kualifikasi personil yang dibutuhkan;
  • Kegiatan yang laboratorium, atau pelanggannya, bermaksud melakukannya di tempat pemasok eksternal.

Itulah beberapa klausul untuk dapat mengimplementasikan dalam hal penyediaan segala macam peralatan atau bahan di laboratorium serta jasa yang dibutuhkan. Beberapa tips dan saran yang bisa anda jadikan sebagai panduan untuk mempermudah dalam menerapkan klausul ini adalah:
  • Organisasi laboratorium harus dapat menjelaskan tentang jenis produk dan jasa yang diperoleh laboratorium dari pihak eksternal.
  • Suatu laboratorium harus dapat menjelaskan tentang persyaratan penyedia produk dan jasa eksternal yang digunakan atau dipilih oleh laboratorium.
  • Bila relevan, jelaskan tentang produk dan jasa dari pihak eksternal yang digunakan sebagai bagian dari hasil kegiatan laboratorium yang diberikan kepada pelanggan.
  • Bila relevan, jelaskan tentang produk dan jasa dari pihak ekseternal yang diberikan secara langsung secara keseluruhan atau sebagian kepada pelanggan.
  • Bila relevan, jelaskan tentang produk dan jasa dari pihak eksternal yang digunakan sebagai pendukung kegiatan laboratorium.
  • Laboratorium harus dapat menjelaskan tentang kebijakan dan prosedur laboratorium bila produk dan jasa yang diperoleh dari pihak eksternal digunakan sebagai bagian dari kegiatan laboratorium atau diberikan secara langsung kepada pelanggan secara keseluruhan atau sebagian.
  • Laboratorium telah memiliki dan menerapkan kebijakan, sistem dan prosedur yang diperlukan untuk memastikan bahwa produk dan jasa dari penyedia eksternal memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk menjamin keabsahan hasil dari kegiatan laboratorium.

Demikianlah seputar informasi mengenai produk dan jasa yang dibutuhkan, semoga informasi ini bermanfaat. Silahkan bagian artikel ini jika bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terimakasih.

KLAUSUL SELANJUTNYA:

Kaji Ulang Permintaan Tender dan Kontrak

KLAUSUL SEBELUMNYA:

Ketertelusuran Metrologi atau Pengukuran

Selasa, 07 April 2020

Ketertelusuran Metrologi atau Pengukuran dalam ISO IEC 17025 versi 2017

Ketertelusuran Metrologi atau Pengukuran dalam ISO IEC 17025 versi 2017

prosedur ketertelusuran metrologi

Labmutu.com - Ketertelusuran metrologi adalah suatu kegiatan untuk memastikan proses pengukuran yang dilakukan memiliki nilai yang tertelusur hingga ke Satuan Internasional (SI).

Di dalam dokumen sistem manajemen mutu laboratorium, harus menjabarkan prosedur ketertelusuran metrologi dalam setiap kegiatan pengujian atau kalibrasi di laboratorium.

Kali ini, saya ingin memberikan informasi berupa klausul di dalam iso yang mengatur bagaimana meanajemen kegiatan untuk memastikan bahwa semua nilai yang diterbitkan memiliki ketertelusuran yang jelas dan akurat.

Beberapa klausul tersebut adalah:

6.5.1. Laboratorium harus menetapkan dan memelihara ketertelusuran metrologi hasil pengukurannya (pengujian dan kalibrasi) dengan menggunakan rangkaian kalibrasi terdokumentasi yang tidak terputus, masing-masing berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran, yang menghubungkannya dengan referensi yang sesuai.

Catatan 2:
Dalam ISO/IEC Guide 99, ketertelusuran metrologi didefinisikan sebagai "sifat dari hasil pengukuran dimana hasilnya dapat dikaitkan dengan peralatan referensi melalui rantai kalibrasi tak terputus yang terdokumentasi, masing-masing berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran".

Catatan 1:

Lihat Lampiran A untuk informasi tambahan tentang ketertelusuran metrologi.

6.5.2. Laboratorium harus memastikan bahwa hasil pengukuran dapat tertelusur ke Satuan Internasional (SI) melalui:

  • Kalibrasi yang diberikan oleh laboratorium yang kompeten; atau CATATAN 1 Laboratorium yang memenuhi persyaratan dokumen ini dianggap kompeten. 
  • Nilai bersertifikat dari bahan referensi tersertifikasi yang diberikan oleh produsen yang kompeten dengan ketertelusuran metrologi yang dinyatakan ke SI; atau CATATAN 2 Produsen bahan referensi yang memenuhi persyaratan ISO 17034 dianggap kompeten. 
  • Realisasi langsung SI yang dipastikan dengan perbandingan secara langsung atau tidak langsung, dengan standar nasional atau internasional. CATATAN 3 Rincian realisasi praktis dari definisi beberapa unit penting diberikan dalam brosur SI.

Jika Rekan-rekan sekalian membutuhkan Panduan Mutu dan Prosedur Mutu, kami menawarkan template dokumen tersebut untuk memudahkan rekan-rekan dalam memahami bahkan bisa langsung mengimplementasikan ISO/IEC 17025: 2017. Kami juga menawarkan template Formulir yang diperlukan untuk menjalankan Prosedur. Untuk informasi lebih detail, silahkan kontak via Seluler or WA ke nomor 0821-7254-5061.

6.5.3.  Bila ketertelusuran metrologi ke Satuan Internasional tidak dimungkinkan secara teknis, laboratorium harus menunjukkan ketertelusuran metrologi ke referensi yang sesuai, misalnya:
  1. Nilai tersertifikasi dari bahan acuan tersertifikasi yang diberikan oleh produsen yang kompeten; 
  2. Hasil prosedur pengukuran referensi, metode yang ditentukan atau standar konsensus yang dijelaskan dan diterima dengan jelas sehingga memberikan hasil pengukuran yang sesuai untuk tujuan penggunaannya dan dipastikan dengan perbandingan yang sesuai.
Itulah beberapa klausul yang menjelaskan untuk menerapkan prosedur ketertelusuran pengukuran di laboratorium. Beberapa saran yang mungkin bisa anda lakukan untuk dapat mengimplementasikan sistem manajemen mutu laboratorium adalah:
  1. Jelaskan di dalam prosedur mutu mengenai proses untuk menjamin dan menyebutkan sumber ketertelusuran metrologi untuk menjamin keabsahan hasil pengujian di laboratorium.
  2. Pastikan bahwa laboratorium yang anda kelolah telah memiliki dan menerapkan sistem yang diperlakukan untuk menjamin ketertelusuran metrologi dari hasil kegiatan di laboratorium.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, silahkan dibagikan artikel ini untuk memberikan manfaat bagi kita semua. Terimakasih.

KLAUSUL SEBELUMNYA:

KLAUSUL SELANJUTNYA; 

Sabtu, 04 April 2020

Manajemen Peralatan menurut ISO IEC 17025 versi 2017

Manajemen Peralatan menurut ISO IEC 17025 versi 2017

Peralatan sebagai Persyaratan Sumber Daya menurut ISO IEC 17025 versi 2017

Labmutu.com - Peralatan merupakan hal yang mendasar untuk jalannya aktivitas di laboratorium. Namun peralatan yang dimaksud tersebut tidak sebatas pada alat ukur dan alat gelas, tetapi mencakup semua hal yang digunakan untuk kegiatan laboratorium.

Bagaimana peralatan tersebut dapat tertelusur, tentunya harus memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas agar semua aktivitas dapat dilaksanakan sebaik mungkin.

Kali ini saya ingin memberikan ulasan mengenai klausul dalam iso 17025 yang mengatur, bagaimana manajemen peralatan yang baik dan sesuai dengan sistem manajemen mutunya.

Beberapa klausul tersebut adalah:

6.4.1. (Baru!, versi 2017) Laboratorium harus memiliki akses terhadap peralatan (termasuk dan tidak terbatas pada: instrumen pengukuran, perangkat lunak, standar pengukuran, bahan acuan, data acuan, pereaksi, perlengkapan atau aparatus pelengkap lainnya) yang diperlukan untuk kinerja laboratorium yang benar dan bisa mempengaruhi hasilnya.

Catatan 1:

(Baru!, di versi 2017) Ada banyak nama untuk bahan acuan dan bahan acuan bersertifikat, termasuk standar acuan, standar kalibrasi, bahan referensi standar dan bahan kontrol mutu.

Di dalam ISO 17034 berisi informasi tambahan mengenai produsen bahan referensi (Reference Material Producers/RMP).

RMP yang memenuhi persyaratan ISO 17034 dianggap kompeten. Bahan referensi dari RMP yang memenuhi persyaratan ISO 17034 dilengkapi dengan lembar informasi / sertifikat produk yang menyatakankan, karakteristik lainnya, homogenitas dan stabilitas untuk properti tertentu, dan untuk bahan referensi bersertifikat, sifat yang ditentukan dengan nilai bersertifikat, ketidakpastian pengukuran yang terkait dan ketertelusuran metrologi.

Catatan 2:

ISO Guide 33 dapat memberikan panduan tentang pemilihan dan penggunaan bahan referensi. ISO Guide 80 menyediakan panduan untuk menghasilkan bahan kontrol mutu secara mandiri.

6.4.2. Bila laboratorium menggunakan peralatan di luar kendali permanen, maka laboratorium harus memastikan bahwa persyaratan tentang peralatan pada dokumen ini terpenuhi.

6.4.3. Laboratorium harus memiliki prosedur penanganan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan dan pemeliharaan peralatan yang direncanakan untuk memastikan berfungsinya dan mencegah kontaminasi atau kerusakan.

Jika Rekan-rekan sekalian membutuhkan Panduan Mutu dan Prosedur Mutu, kami menawarkan template dokumen tersebut untuk memudahkan rekan-rekan dalam memahami bahkan bisa langsung mengimplementasikan ISO/IEC 17025: 2017. Kami juga menawarkan template Formulir yang diperlukan untuk menjalankan Prosedur. Untuk informasi lebih detail, silahkan kontak via Seluler or WA ke nomor 0821-7254-5061.

6.4.4. Laboratorium harus memverifikasi bahwa peralatan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan sebelumnya ditempatkan atau digunakan kembali.

6.4.5. Peralatan yang digunakan untuk pengukuran harus mampu mencapai ketepatan pengukuran dan / atau ketidakpastian pengukuran yang diperlukan untuk memberikan hasil yang valid.

6.4.6. Peralatan pengukuran harus dikalibrasi bila:
  • Ketelitian pengukuran atau ketidakpastian pengukuran mempengaruhi keabsahan hasil yang dilaporkan, dan / atau;
  • Kalibrasi peralatan dipersyaratkan untuk penetapan ketertelusuran metrologi pada hasil yang dilaporkan.

Catatan:

(Baru!, versi 2017) Jenis peralatan yang memiliki pengaruh pada keabsahan hasil yang dilaporkan dapat mencakup:
  • Peralatan yang digunakan untuk pengukuran langsung besaran ukur, mis. penggunaan timbangan untuk melakukan pengukuran berat beban;
  • Peralatan yang digunakan untuk melakukan koreksi terhadap nilai yang diukur, mis. pengukuran suhu;
  • Peralatan yang digunakan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang dihitung dari beberapa besaran ukur.

6.4.7. Laboratorium harus menetapkan program kalibrasi, yang harus dikaji ulangdan disesuaikan seperlunya untuk menjaga kepercayaan terhadap status kalibrasinya.

6.4.8. Semua peralatan yang memerlukan kalibrasi atau yang memiliki jangka waktu validitas tertentu harus diberi label, diberi kode atau diidentifikasi sehingga memungkinkan pengguna peralatan untuk segera mengidentifikasi status kalibrasi atau masa berlaku.

6.4.9. Peralatan yang telah mengalami pembebanan berlebih atau salah penanganan, memberikan hasil yang dipertanyakan, atau telah terbukti cacat atau diluar persyaratan yang ditentukan, harus tidak digunakan. Peralatan tersebut harus diisolasi untuk mencegah penggunaan atau diberi label yang jelas atau ditandai sebagai peralatan yang tidak berfungsi sampai peralatan tersebut telah diverifikasi sehingga nilai pembacaannya menjadi benar. Laboratorium harus memeriksa dampak cacat atau penyimpangan dari persyaratan yang ditentukan dan harus melakukan pengelolaan prosedur pekerjaan yang tidak sesuai (lihat klausul 7.10).

6.4.10. Bila pemeriksaan antara diperlukan untuk menjaga kepercayaan pada kinerja peralatan, pemeriksaan ini harus dilakukan sesuai prosedur.

6.4.11. (Baru!, versi 2017) Bila kalibrasi data material referensi termasuk nilai referensi atau faktor koreksi digunakan, maka laboratorium harus memastikan bahwa nilai referensi dan faktor koreksi diperbarui dan diterapkan sebagaimana mestinya, untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan.

6.4.12. Laboratorium harus melakukan langkah-langkah praktis untuk mencegah penyetelan yang tidak diinginkan pada peralatan sehingga terhindar dari hasil yang salah.

6.4.13. Rekaman harus disimpan untuk peralatan yang dapat mempengaruhi aktivitas laboratorium. Rekaman tersebut harus mencakup hal-hal berikut ini, jika dapat diberlakukan:
  • Identitas peralatan, termasuk perangkat lunak dan versi firmware; 
  • Nama pabrikan, identifikasi jenis, dan nomor seri atau identifikasi unik lainnya;
  • Bukti verifikasi bahwa peralatan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan;
  • Lokasi saat ini; 
  • Tanggal kalibrasi, hasil kalibrasi, penyesuaian, kriteria penerimaan, dan tanggal jatuh tempo kalibrasi atau interval kalibrasi; 
  • Dokumentasi bahan referensi, hasil, kriteria penerimaan, tanggal yang relevan dan jangka waktu keabsahan; 
  • Rencana pemeliharaan dan pemeliharaan yang dilakukan sampai saat ini, jika relevan dengan kinerja perralatan; 
  • Rincian kerusakan, ketidaknormalan, modifikasi, atau perbaikan peralatan.

Itulah 13 klausul untuk mengimplementasikan tentang persyaratan sumber daya terkhusus pada manajemen peralatan.

Baca Juga: Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu di Kalibrasi

Beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan manajemen peralatan, mungkin bisa terapkan beberapa tips dari saya berikut ini:

  • Suatu laboratorium sebaiknya perlu melakukan kaji ulang pada prosedur yang terkait dengan manajemen peralatan untuk memastikan bahwa telah menetapkan batas keberterimaan.
  • Lakukan verifikasi untuk memastikan pemenuhan batas keberterimaan dengan memperhitungkan akurasi dan ketidakpastiannya.
  • Lakukan validasi untuk memastikan pemenuhan persyaratan proses pengujian dan atau kalibrasi di dalam ruang lingkup akreditasi.
  • Lakukan kaji ulang pada setiap rekaman peralatan lengkapi dengan persyaratan rekaman peralatan pada butir ini.
  • Jelaskan tentang ketersediaan peralatan dan daftar keseluruhan peralatan (alat ukur, piranti lunak, standar pengukuran, bahan acuan, data acuan, reagen, bahan habis pakai dan perangkat pendukung) laboratorium yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan sampling, pengujian dan/atau kalibrasi di dalam ruang lingkupnya.
  • Jika masih relevan dengan anda jelaskan prosedur pengendalian peralatan yang tidak berada dalam pengendalian langsung laboratorium.
  • Jelaskan tentang prosedur penangangan, transportasi, penggunaan dan perencanaan pemeliharaan peralatan yang digunakan di laboratorium.
  • Jelaskan tentang dokumentasi spesifikasi (akurasi atau ketidakpastian) peralatan yang berpengaruh terhadap hasil kegiatan laboratorium.
  • Buatlah prosedur pelaksanaan verifikasi kesesuaian peralatan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan beserta rekaman verifikasi peralatan untuk membuktikan bahwa seluruh peralatan laboratorium memenuhi spesifikasi (akurasi atau ketidakpastian) yang dipersyaratkan untuk memastikan keabsahan hasilpengujian.
  • Jelaskan di dalam sebuah prosedur mutu tentang kalibrasi dan interval atau program kalibrasi (jika berhubungan, termasuk verfiikasi rutin dan pengecekan antara) dari setiap jenis peralatan yang akurasi atau ketidakpastiannya berpengaruh terhadap keabsahan hasil pengujian laboratorium dan atau diperlukan untuk menjamin ketertelusuran metrologi hasil kegiatan laboratorium.
  • Jelaskan di dalam sebuah prosedur mutu terkait tentang pemberian label (atau cara lainnya) yang dilakukan oleh laboratorium untuk memberikan informasi tentang status kalibrasi peralatan.
  • Jelaskan tentang penggunaan atau evaluasi faktor koreksi yang diperoleh dari hasil kalibrasi peralatan dan jika masih berhubungan, buatlah prosedur untuk mencegah penyetelan peralatan oleh personel yang tidak berwenang dan berkompeten.
  • Jelaskan dalam sebuah prosedur tentang pengelolaan rekaman peralatan dan informasi yang disimpan dalam rekaman peralatan laboratorium.
  • Hanya sebagai catatan bagi anda, jelaskan secara singkat dan tuliskan identitas dokumentasi, prosedur, atau jenis dokumen lainnya yang memberikan uraian dan digunakan oleh laboratorium dalam manajemen peralatan beserta informasi tentang bagian atau klausul yang relevan dalam dokumentasi laboratorium.
  • Pastikan laboratorium telah memiliki peralatan serta manajemen peralatan yang diperlukan untuk menjamin keabsahan hasil seluruh kegiatan laboratorium di dalam ruang lingkupnya.

Bagaimana, sudah terbayang belum tentang bagaimana proses manajemen peralatan yang baik dan dipersyaratkan dalam iso 17025 versi terbaru. Jika belum silahkan dibaca-baca lebih lanjut agar lebih paham.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah buat saya dan rekan-rekan yang membagikan informasi ini kepada rekan lainnya. Terimakasih.

KLAUSUL SEBELUMNYA:

FASILITAS DAN KONDISI AKOMODASI LINGKUNGAN

KLAUSUL SELANJUTNYA:

KETERTELUSURAN PENGUKURAN ATAU METROLOGI

Video Ulasan ISO 17025