Kamis, 17 September 2020

Uji Homogenitas Sederhana (Pemahaman Awal) untuk Laboratorium Pengujian

Uji Homogenitas Sederhana (Pemahaman Awal) untuk Laboratorium Pengujian

Uji homogenitas sederhana untuk laboratorium pengujian

Uji homogenitas sering kali terdengar di telinga kita, namun terkadang masih ada yang belum memahami bagaimana cara menganalisisnya. Pada artikel ini, saya mencoba memberikan ulasan tentang cara menentukan homogenitas suatu populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Perlu kami sampaikan di awal bahwa uji ini sebenarnya diperuntukkan untuk menentukan tingkat kesamaan variansi dari suatu populasi.

Pengantar

Bagi pemikiran awam, uji homogenitas digunakan untuk menentukan tingkat variansi sampel. Padahal... berdasarkan ilmu statistik, uji homogenitas digunakan untuk menentukan kesamaan sifat atau karakter suatu populasi. Sehingga apabila dilakukan pengambilan sampel di bagian manapun hasilnya tidak berbeda secara signifikan.

Satu hal lagi yang saya sampaikan uji homogenitas harus dilakukan pada waktu yang tidak berbeda alias bersamaan. Sebab jika kita melakukannya pada waktu yang berbeda maka uji homogenitas tidak berlaku lagi. Jika teman-teman bertanya: Jadi uji apa namanya? yaitu Uji Stabilitas. Namun kita tidak membahasnya pada artikel yang sama, jika anda ingin mempelajarinya silahkan ke artikel di bawah ini.
Baca Juga: Uji Stabilitas Populasi Untuk Pengendalian Mutu Laboratorium
Baik kita lanjut lagi pembahasannya, cara menghitung uji homogenitas sangatlah mudah dan dapat menggunakan teknik sederhana dan teknik yang agak rumit. Saya biasa menghitung uji homogenitas menggunakan Excel untuk pekerjaan sehari-hari.

Namun saya juga terkadang menghitung homogenitas menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for The Social Sciences) pada saat menyelesaikan studi Magister waktu itu. Jika kita baca lagi kepanjangan dari SPSS, bahwa aplikasi tersebut awalnya hanya untuk penelitian sosial tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai bidang.

Mengapa Uji Homogenitas Penting Untuk Dibahas?

Sesuai dengan headline di atas, pasti ada yang penasaran "untuk apa sih uji homogenitas di lakukan oleh laboratorium?". Baik saya coba mendudukkan dulu esensi dari uji homogenitas.

Hal ini penting untuk kita kaji lebih lanjut mengingat apabila kita tidak bisa memastikan tingkat kehomogenan populasi yang akan diambil menjadi sampel maka bias atau standar deviasinya akan besar. Jika dianalisis lebih lanjut, bias atau standar deviasi yang besar tersebut akan menyumbang nilai ketidakpastian yang besar pula.
Baca Juga: Cara Menghitung Rata Rata Data Hasil Pengujian Menggunakan Excel
Untuk itu sebelum kita ambil sampel dari suatu populasi maka harus ditentukan terlebih dahulu tingkat homogenitasnya. Apabila berdasarkan hasil uji homogenitas ternyata populasi tersebut tidak homogen maka diperlukan suatu tindakan lagi. Biasanya tindakan yang sering dilakukan adalah mengaduk kembali bahan yang akan kita ambil sampelnya. Misalnya kita ingin membuat kontrol sampel dari bahan makanan seperti beras merah. Maka, kita harus mengaduk beras merah tersebut hingga benar-benar homogen.

Selanjutnya, uji kembali populasi tersebut hingga diperoleh kesimpulan bahwa populasi bersifat homogen.

Apa Saja yang Harus Ditentukan Uji Homogenitasnya?

Berdasarkan headline di atas maka langsung saya jawab Semua. Karena jika kita bekerja dibidang laboratorium maka sangat berhubungan erat dengan kegiatan pengendalian mutu laboratorium. Oleh sebab itu sebagai langkah awal adalah memastikan bahwa sampel yang kita ambil berasal dari populasi yang homogen.

Uji homogenitas sangat sering digunakan pada saat kita sedang mempersiapkan kontrol sampel secara internal atau persiapan sampel untuk uji banding laboratorium apabila Lab teman-teman yang kan menjadi penyelenggara uji banding laboratorium.

Tahap ini dilakukan setelah kita mendapatkan sekumpulan (populasi) bahan kandidat sampel. Setelah kita mengaduk atau mengayak bahan tersebut, barulah kita harus menghitung tingkat kehomogenan bahan yang kita persiapkan.

Rumus Menghitung Homogenitas

Agar kita mengetahui kesamaan variansi bahan maka bisa dihitung menggunakan Uji F. Uji F adalah salah satu teknik pengujian secara statistik untuk menguji koefisien regresi secara simultan serentak atau bersamaan. Uji F tersebut juga dapat digunakan untuk membandingkan 2 atau lebih perlakuan dalam satu kelompok atau kita sebutlah disini bahan kandidat sampel melalui uji pengulangan.

Uji variansi sering juga digunakan untuk mendefinisikan istilah uji f ini yaitu analisis of varians (ANOVA). Jika kita ingin mendapatkan suatu kesimpulan dari operasi perhitungan maka nilai perhitungan harus dibandingkan dengan nilai standar atau acuan. Nilai standar atau acuan tersebut yaitu nilai F Tabel.

Uji F

Di dalam kita menentukan uji F, kita harus membandingkan nilai F tabel dengan F hitung. Nah, tugas kita saat ini adalah mencari nilai F perhitungan. Untuk mendapatkan nilai tersebut, terlebih dahulu harus ditentukan variansi sampling (Ss kuadrat) dan variansi keberulangan analisis (Sa kuadrat). Nilai nilai variansi tersebut bisa ditentukan dari MSB (Mean Square Bentween) dan MSW (Mean Square Within).

Rumus menghitung MSB dapat anda lihat seperti gambar berikut ini:

rumus msb pada uji f

Sedangkan untuk menghitung MSW dapat dilakukan menggunakan rumus dibawah ini:

rumus msw pada uji f

Keterangan rumus di atas adalah:
  • a = data pada ulangan pertama
  • b = data pada ulangan kedua
  • X bar = rata-rata
  • n = jumlah data atau total seluruh pengulangan

Setelah kita dapatkan nilai MSB dan MSW maka uji homogenitas bahan dapat di tentukan dengan uji F yang dievaluasi berdasarkan 2 kriteria. Kriteria tersebut saya dapatkan dari dokumen KAN DPLP 23 Tanggal 16 Desember 2015.

Rumus Mencari F Hitung

Pada kriteria pertama ini, nilai F perhitungan dapat diketahui melalui perbandingan langsung antara MSB dan MSW. Lebih jelaskan silahkan lihat pada rumus dibawah ini:

nilai f hitung cara pertama

Setelah kita dapatkan nilai dari hasil perbandingan MSB dan MSW maka tahap berikutnya adalah menbandingkannya dengan nilai F pada tabel. Syarat untuk menyatakan bahwa bahan tersebut sudah homogen adalah F hitung harus lebih kecil dari F tabel (F hitung < F tabel).

Untuk melihat data pada F tabel silahkan lihat tabel untuk derajat bebas (alpha) 0,05 atau tingkat kepercayaan 95% kemudian lihat data pada kolom n-1 (jumlah data dikurangi 1). Tabel uji F tersebut bisa anda lihat disini.

Contoh Soal Perhitungan Uji Homogenitas

Setelah kita bahas bagaimana menentukan homogenitas suatu bahan dan uji statistik yang digunakan, maka selanjutnya akan kita coba menentukan uji homogenitas. Mudah mudahan dengan kami sajikan contohnya, maka dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Contoh Soal

Suatu laboratorium akan mengembangkan suatu kontrol sampel untuk dijadikan sebagai bahan acuan internal laboratorium. Bahan yang akan dijadikan adalah tepung terigu yang berasal dari pasar merek x. Kandidat bahan acuan internal tersebut akan digunakan untuk memantau pengujian Fe (besi) dan Zn (seng) di dalam sampel tepung terigu.

Tahap yang harus dilakukan adalah melakukan proses homogenisasi sampel menggunakan teknik tertentu. Saya tidak akan membahas teknik pembuatan kontrol sampel karena tidak akan bisa dijelaskan pada saat yang bersamaan.

Setelah kita yakin bahwa kandidat bahan acuan tersebut telah homogen maka ambil 10 titik dan masukkan ke dalam wadah tertentu. Kemudian uji 10 sampel tersebut menggunakan instruksi kerja  yang sudah di verifikasi atau validasi yang digunakan oleh laboratorium. setipa sampel yang diambil tadi dilakukan pengujian secara duplo (duplikasi sampel).

Setelah diperoleh data hasil pengujian 10 sampel tadi, maka kita akan menghasilkan 20 data yang diperoleh dari pengujian pada waktu yang bersamaan. Baiklah saya akan contohkan data yang diperoleh seperti pada tabel berikut ini:


Setelah kita mendapatkan hasil dari pengujiannya maka kita hitung MSB dari pengujian tersebut, cara menghitungnya saya sajikan ke dalam worksheet excel berikut ini:


Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus MSB yang saya jabarkan sebelumnya, maka nilai dari MSB hasil pengujian Fe di dalam tepung terigu adalah 0,00468. Nah, selanjutnya kita juga harus menghitung nilai MSW, dimana hasilnya juga saya jabarkan pada contoh worksheet berikut ini:


Berdasarkan hasil perhitungan secara statistik, maka diperoleh nilai MSW untuk pengujian kandungan Fe di dalam tepung terigu adalah 0,0102.

Selanjutnya, untuk mendapatkan F perhitungan, seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa:


Maka,


Selanjutnya silahkan lihat nilai F tabel dengan ketentuan:
  • Derajat bebas (p) = 0,05
  • N1 = n-1 = 10-1 = 9
  • N2 = n = 10

Berdasarkan hasil ketentuan di atas, maka tabel yang kita lihat adalah pada tingkat kesalahan 5% kemudian pembilangnya pada kolom 9 dan penyebutnya pada kolom 9. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel uji f berikut ini:


Berdasarkan data yang saya lingkari itu, maka nilai F tabel adalah 3,02.

Jika kita bandingkan antara F hitung yaitu 0,46 dengan F tabel yaitu 3,02.

Jadi berdasarkan hasil perhitungan secara statistik, apakah kandidat bahan acuan yang kita buat sudah homogen?
Baca Juga: Uji Profisiensi Laboratorium dan Uji Banding ISO 17025 Untuk Kinerja Optimal
Silahkan jawab pada kolom komentar dan penjelasan yang menarik dan jawaban yang paling baik akan saya berikan template gratis untuk uji homogenitas bahan acuan.

Penutup dan Kesimpulan

Masih banyak diantara kita yang belum memahami bagaimana cara menentukan uji homogenitas pada populasi atau bahan acuan yang akan kita gunakan sebagai sampel untuk proses pengujian. Pada dasarnya ada banyak sih metode untuk menentukan kehomogenan suatu bahan. Semoga saja apa yang saya berikan melalui artikel ini bisa membantu rekan-rekan dalam mengolah data di laboratorium.

Demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Minggu, 13 September 2020

Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif Dalam Penelitian Yang Wajib Diketahui Pemula

Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif Dalam Penelitian Yang Wajib Diketahui Pemula

Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif merupakan topik yang perlu dikaji sebagai dasar pada saat ingin melakukan berbagai penelitian. Sebelum kita melakukan penelitian, sebaiknya kita harus paham dulu tentang apa itu kualitatif dan apa yang dimaksud dengan kuantitatif.

Sebelum kita jauh membahas menganai kualitatif dan kuantitatif, mari kita simak dulu penjelasan mengenai penelitian. Penelitian adalah suatu bentuk laporan yang sering dijumpai dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi dan lain-lain.

perbedaan kualitatif dan kuantitatif

Bagi seorang ahli, tentunya tidak terlepas dari yang namanya penelitian, apakah sebagai mahasiswa, siswa, para ahli dan pakar-pakar dibidang tertentu untuk mencari dan menguji kebenaran dari suatu fenomena.
Baca Juga: TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PENELITIAN EKSPERIMEN DAN LABORATORIUM
Sebelum kita lebih jauh membahas, disini saya akan menginformasikan bahwa labmutu.com (website ini) merupakan blog autority untuk memberikan seputar informasi tentang mutu laboratorium baik teknis maupun manajemen. Namun pada beberapa kategori, saya juga membahas tentang Penelitian dan Statistik.

Ok balik lagi ke topik pembahasan kita, bahwa di dalam dunia pendidikan sangat berhubungan erat dengan kegiatan penelitian. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan suatu fenomena agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kesimpangsiuran generasi mendatang. Oleh sebab itu, rajin-rajinlah untuk melakukan suatu penelitian agar bisa mendapatkan amal jariyah dari apa yang kita lakukan untuk negeri ini dan generasi mendatang.

Dalam memahami perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, sering kali kita bingung dengan dua istilah tersebut terutama dikalangan pelajar atau mahasiswa. Bagi pemahaman awam termasuk saya pada saat itu menyangka bahwa penelitian kuantitatif adalah berhubungan dengan angka dan kualitatif berhubungan dengan kata-kata.

Baiklah kita coba bahas satu persatu yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Pengertian Menurut Strauss dan Corbin

Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang menghasilkan penemuan yang tidak bisa diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik atau cara lain dari proses pengukuran.

Pengertian Menurut Sugiyono

Menurutnya bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang memiliki landasarn pada filsafat post positivisme. Sering kali metode ini digunakan untuk melakukan penelitian terhadap suatu kondisi objek yang bersifat alami (lawan dari eksperimen), dan biasanya penelitian ini merupakan instrumen kunci.
Perihal pengambilan sampel yang sesuai untuk digunakan adalah menggunakan metode purposive dan snowball sampling sedangkan teknik pengumpulan data bisa menggunakan tri-angulasi (gabungan). Analisis data yang digunakan adalah bersifat induktif atau kualitatif. Berlanjut pada hasilnya, yaitu menekankan pada arti dari generalisasi.

Sedangkan metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang dilandasi oleh filsafat positivisme. Penggunaan metode ini dapat diterapkan untuk sampel dan populasi, teknik sampling yang umum digunakan adalah secara acak atau random. Untuk teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan instrumen penelitian yang digunakan. Berlanjut pada analisis data yang digunakan adalah melalui sistem pengukuran yang berfungsi untuk menguji hipotesa yang telah ditetapkan di awal.

Pengertian Menurut Saryono

Menurut Saryono, bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang sering digunakan untuk menyelidiki, menjelaskan, memberikan gambaran dan menemukan kualitas dari pengaruh secara lami (biasanya kondisi sosial atau prilaku mahluk hidup) yang tidak dapat diselaskan, diukur atau bahkan digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah kebalikan dari kualitatif ini.

Nah, setelah kita mengulas pengertiannya, berikutnya adalah apa saja yang membedakan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif? Yuk kita ulas satu per satu.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Setelah kita membahas tentang pengertian penelitian menurut beberapa ahli, berikut ini juga saya jelaskan poin-poin penting yang membedakan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sehingga anda bisa lebih mudah dalam memahami perbedaanya. Dan tidak salah dalam memilih metode yang akan digunakan.

Parameter Kualitatif Kuantitatif
Desain Penelitian Bersifat umum, fleksibel dan dinamis. Dapat berkembang selama proses penelitian berjalan Memiliki sifat khusus, terperinci dan statis. Alur penelitian kuantitatif sudah direncanakan sejak awal dan tidak bisa diubah lagi
Analisis Data Dianalisis selama proses penelitian berlangsung Dapat dianalisis setelah tahap akhir penelitian dan sebelum laporan dihasilkan
Subjek Penelitian Subjek penelitian biasanya disebut narasumber Subjek penelitian biasanya disebut responden
Sudut Pandang Terhadap Fakta Memandang fakta tergantung pada cara peneliti mengintepretasikan data hasilnya. Karena ada beberapa hal yang kompleks dan tidak bisa dijelaskan hanya sebagai angka, sebagai contoh adalah perasaan manusia. Penelitian ini berangkat dari data menghasilkan teori. Memandang fakta tergantung pada objek penelitian, dalam hal ini peneliti harus bersifat tidak memihak. Apapun yang teramati di lapangan, itulah fakta yang harus di catat. Penelitian jenis ini berangkat dari teori menuju data.
Pengumpulan Data Lebih fokus pada suatu yang tidak dapat diukur oleh salah atau benar. Kualitas penelitian tidak ditentukan oleh banyaknya narasumber melainkan kedalaman informasi yang digali. Data dikumpulkan menggunakan instrumen. Data yang diperoleh selanjutnya dikonversi menggunakan kategori yang telah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian ditentukan oleh banyaknya responden atau sampel yang terlibat.
Representasi Data Laporan penelitian lebih banyak mengandung deskripsi Direpresentasikan dalam bentuk hasil dari perhitungan matematis atau statistik. Hasil tersebut dianggap sebagai fakta yang sudah dikonfirmasi. Keabsahan ditentukan berdasarkan validitas dan reliabilitas instrumen yang dipakai.
Implikasi Hasil Penelitian Implikasi terbatas pada situasi tertentu. Hasil penelitian tidak bisa digeneralisasi dalam pengaturan yang berbeda Hasil berupa fakta atau teori yang berlaku secara umum, kapanpun dan dimanapun fakta tersebut tetap berlaku.
Metode Yang Digunakan Fenomenologi, Etnografi, Studi Kasus, Historis dan Grounded Theory Eksperimen, Survey, Korelasi, Analisis Jalur dan Expost Facto
Tujuan Penelitian Mendapatkan pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas sosial Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti
Jenis Data Deskriptif dan Eksploratif Numerik dan Statistik

Baiklah itu saja yang bisa kami berikan artikel tentang perbedaan istilah kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian. Silahkan baca berulah kali agar lebih paham dalam memilih metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir atau projek di perusahaan tempat Anda bekerja.
Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, silahkan bertanya pada kolom komentar jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan. Terimakasih...

Sabtu, 12 September 2020

Cara Menghitung Rata Rata Data Hasil Pengujian Menggunakan Excel

Cara Menghitung Rata Rata Data Hasil Pengujian Menggunakan Excel

Cara menghitung Rata Rata terkadang banyak diantara kita yang sering lupa, terutama bagi rekan-rekan yang sebelumnya fokus dibidang manajemen laboratorium dan kini harus bersentuhan dengan teknis laboratorium.
Rumus untuk menghitung rata rata sebenarnya sangat mudah, namun pada artikel ini saya akan ulas sebagai informasi dasar bagi rekan-rekan. Tentunya bagi yang sudah memahami, akan memiliki pandangan bahwa ngapain labmutu bahas ini.Hehehe

cara menghitung rata rata
Menghitung rata rata

Ok untuk melengkapi pengetahuan dasar tentunya ini sangat perlu dipelajari agar mampu menyelesaikan pekerjaan sehari-hari di laboratorium ataupun bidang lainnya. Harapan kami ini bisa membrikan manfaat tentunya.
Baca Juga: Cara Mencari Simpangan Baku Menggunakan Microsoft Excel
Rata rata atau mean adalah skala statistik dengan kecendrungan terpusat yang sama halnya dengan median dan modus. Terdapat beberapa rata rata yang sering digunakan dalam analisis data yaitu rata-rata hitung (aritmatik), rata-rata harmonik, rata-rata geometrik dan lainnya. Nah, untuk yang kita gunakan saat ini di laboratorium adalah rata rata aritmatik atau rata rata hitung.

Rumus Rata Rata

Rumus rata rata sebenarnya sangat sederhana, untuk lebih jelasnya anda dapat melihat pada gambar di bawah ini:

rumus rata rata 

Dari gambar di atas, tentunya kita dapat langsung mempraktekkan bagaimana cara menghitung rata rata tanpa harus menggunakan piranti yang canggih. Namun di zaman yang dituntut serba cepat ini, tentunya menghitung dengan kalkulator akan sangat menyulitkan.

Sehingga untuk mempercepatnya, anda bisa menggunakan piranti lunak seperti microsoft excel. Berikut ini rumus yang bisa digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata menggunakan excel yang cukup mudah untuk digunakan.

Rumus Rata Rata Excel

Setelah saya menjelaskan rumus dasar mencari rata rata, maka pada artikel yang sama saya akan memberikan juga tutorial cara menghitung rata-rata menggunakan microsoft excel yang mudah dan simpel.

Langkah pertama adalah kita harus mengetik data yang akan dihitung nilai rata ratanya di tabel excel, saya akan contohkan bahwa data yang akan kita hitung nilai rata ratanya adalah 20.1, 20.5, 21.1, 19.8. Lebih jelasnya saya langsung ketik ke dalam format microsoft excel berikut ini:

menghitung rata rata menggunakan excel

Setelah anda input data yang akan dihitung, maka langkah selanjutnya adalah tempatkan kursor pada tabel area tabel yang akan dijadikan tempat data rata rata. Dalam contoh ini kita posisikan saja pada kolom D8.

Selanjutnya ketik pada kolom tersebut rumus =average kemudian tambahkan tanda buka kurung "(" selanjutnya sorot data yang akan dihitung nilai rata ratanya seperti yang saya contohkan berikut ini:

menghitung rata rata dengan excel

Setelah anda sorot data yang akan dihitung mean nya, maka ketik tutup kurung ")" lalu tekan enter dan hasilnya akan muncul seperti pada gambar di bawah ini:


Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan excel bahwa nilai rata-rata yang diperoleh adalah 20,375. Jika dibandingkan dengan perhitungan secara manual yakni menggunakan rumus dasar ternyata hasilnya tidak berbeda, silahkan dicoba sendiri.

Rumus Rata Rata Gabungan

Rumus rata rata gabungan adalah penentuan mean lebih mendalam karena melibatkan beberapa kelompok data. Kelompok tersebut memiliki data rata-rata yang berbeda sekaligus jumlah data yang berbeda atau sama pula.

Oleh sebab itu, kadang kala kita juga harus menghitung nilai rata rata dari 2 atau lebih kelompok tersebut. Rumus yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

rumus rata rata gabungan

Rata-rata gabungan tidak hanya bisa digunakan untuk 2 kelompok, melainkan tidak terbatas jadi silahkan saja hitung menggunakan rumus di atas.

Contoh Soal Menghitung Rata Rata

Setelah kita pelajari bersama tentang definisi dan rumus rata rata, maka tahap selanjutnbya yang perlu kita pelajari adalah contoh soal perhitungan rata rata. Silahkan simak dengan seksama agar lebih mudah dalam menerapkannya.

Contoh Soal 1 Untuk Rumus Rata Rata Tunggal

Hitunglah nilai rata rata dari beberapa data berikut ini: 3, 4, 8, 3, 7, 4, 5, 3, 3, 2.
Jawaban:

Dari data yang tersaji di atas, jumlah datanya adalah 10 data (n = 10), dengan menggunakan rumus rata rata maka dapat kita hitung nilai rata ratanya yaitu:


Jadi, berdasarkan hasil perhitungan bahwa nilai rata rata dari 10 data di atas adalah 4,2.

Contoh Soal 2 Untuk Rumus Rata Rata Gabungan

Disuatu sekolah sedang mengadakan ujian kimia yang diikuti oleh seluruh kelas II yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas IIA, IIB dan IIC. Nilai rata-rata ujian kimia siswa kelas IIA adalah 89,3 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang, kemudian nilai rata-rata kimia siswa Kelas IIB adalah 86,3 dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang dan nilai rata-rata ujian siswa kelas IIC adalah 85,8 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Berapakah nilai rata-rata ujian kimia seluruh kelas II tersebut?
Jawaban:

Diketahui: 
  • Rata-rata kelas IIA = 89,3 dan jumlah data 25
  • Rata-rata kelas IIB = 86,3 dan jumlah data 20
  • Rata-rata kelas IIC = 85,8 dan jumlah data 22

Ditanya: Berapakah nilai rata rata kelompok kelas II tersebut?

Jwb:

contoh soal rata rata gabungan

Demikianlah seputar pembahasan mengenai cara menghitung rata rata secara sederhana dan menggunakan microsoft excel. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, jika ingin melihat artikel seputar statistik lainnya silahkan lihat disini. Terimakasih

Rabu, 09 September 2020

Kandungan dan Manfaat Kacang Almond untuk Ibu Hamil

Kandungan dan Manfaat Kacang Almond untuk Ibu Hamil

Kacang Almond Adalah salah satu jenis kacang yang populer di seluruh dunia. Negara penghasil almond terbesar adalah California. Terdapat banyak jenis kacang ini mulai dari berbeda ukuran, warna dan bentuk.

Kita sering kali mengkonsumsi secara langsung sebagai cemilan atau dijadikan sebagai bahan tambahan olahan makanan seperti cokelat, kue, es krim dan susu. Awalnya kacang ini berasal dari Timur Tengah yang banyak mengandung gizi bermanfaat bagi tubuh seperti dapat menurunkan kolesterol.

manfaat kacang almond untuk ibu hamil
Sumber Gambar: pixabay.com

Kandungan Kacang Almond


Dikutip dari ilmupengetahuanumum.com bahwa kacang almond banyak mengandung senyawa yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita, untuk lebih detailnya silahkan lihat tabel berikut ini:

Manfaat Kacang Almond untuk Ibu Hamil

Waw... ternyata sangat kompleks ya kandungan kacang gede ini, bagi kita yang sering berkecimpung dengan bidang kimia, tentunya mengetahui manfaat dari masing-masing senyawa dan unsur yang disajikan dalam taber di atas bukan. Oleh sebab itu saya langsung saja bahas manfaatnya.

Manfaat Kacang Almond Untuk Ibu Hamil


Selain bermanfaat bagi kesehatan, ternyata juga sangat bermanfaat jika di konsumsi secara rutin oleh ibu hami yaitu:

1. Membantu Perkembangan Sel Otak Bayi



Sumber Gambar: pixabay.com
Kacang almond sangat bermanfaat bagi ibu hamil yaitu mampu membantu proses perkembangan otak bayi. Selain itu mampu mencegah cacat saraf pada bayi. Kandungan asam folat di dalam kacang almong dapat membantu perkembangan sistem syaraf pada otak bayi. Tidak hanya itu, almond juga mampu mencegah cacat pada tabung syaraf bayi.
Baca Juga: Kandungan Minyak Zaitun dan Manfaatnya Untuk Kesehatan
Setidaknya, dibutuhkan 400 mikro gram asam folat pada masa trimester pertama guna mendukung pertumbuhan bayi Anda. Tak hanya kacang almond, jenis kacang lainnya seperti kedelai, buncis, kacang merah dan lain-lain juga memiliki kandungan asam folat yang baik untuk perkembangan janin.

2. Memperlancar Metabolisme Tubuh Ibu dan Bayi

Manfaat selanjutnya adalah akan memperlancar metabolisme ibu hami dan sistem metabolisme bayi yang ada di dalam rahim. Kandungan lemak dan karbohidrat yang sehat bermanfaat untuk peningkatan respon metabolisme tubuh, peradangan, menurunkan stres oksidatif dan dapat mengontrol gula darah.

Bagi ibu hamil yang mengalami obesitas, kacang almond juga mampu menurunkan berat badan ibu hami namun tetap membantu penambahan berat bayi yang sesuai dengan perkembangannya.


3. Menambah Massa Otot Pada Bayi

Protein yang terkandung di dalam kacang almond, memiliki nilai yang baik untuk membantu perkembangan masa otot bayi pada masa pertumbuhannya dan mampu membantu bayi agar terlahir dengan berat yang sesuai serta sehat.

Adapun manfaat lain dari protein di dalam kacang almond adalah untuk menambah energi serta kekuatan, sehingga si ibu dapat menangani rasa sakit saat proses kelahiran.

4. Mencegah Hypertensi Pada Ibu Hamil

Manfaat selanjutnya dari si kacang nan lezat ini adalah mampu mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Memang hal ini sering terjadi pada masa kehamilan namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus segera di atasi.

Dengan mengkonsumsi kacang almond, tekanan darah dapat normal kembali pada masa kehamilan. Oleh sebab itu, seringlah mengkonsumsi kacang almond minimal 10 gram sehari untuk menjaga stabilitas tekanan dara pada saat sedang hamil.

5. Menjaga Ibu dan Bayi dalam Keadaan Sehat

Vitamin B2 atau sering disebut Riboflavin yang terkandung di dalam almond, bermanfaat untuk menghasilkan energi serta membantuperkembangan kognitif. Selain itu juga mampu memelihara kesehatan ibu hamil secara umum.

Adapun manfaat lain dari Vitamin B2 adalah berfungsi untuk menyehatkan mata, kesehatan kulit, saluran pencernaan, pembentukan sel darah dan menyehatkan organ-organ penting lainnya di dalam tubuh.

6. Membantu Pertumbuhan Janin

Nah, manfaat yang bisa kami ulas terakhir adalah dapat membantu pertumbuhan janin agar tetap sehat karena Almond mengandung Magnesium yang dapat membantu perkembangan sistem syarat pusat janin.

Seperti yang kita ketahui bahwa Magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk ibu hamil dan janin yang bermanfaat untuk mengurangi resiko pertumbuhan janin yang lambat dan preeklampsia.

Bagaimana tertarik tidak untuk rutin mengkonsumsi kacang almond yang baik untuk kesehatan? tentunya tertarik ya mengingat kandungan nutrisi yang sangat baik dan memang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh terutama pada ibu hamil.
Mungkin teman-teman heran, mengapa labmutu juga menulis artikel yang berkaitan dengan kesehatan, hal ini kami lakukan karena informasi ini sangat penting disampaikan mengingat kita sebagai praktisi laboratorium, tentunya membutuhkan asupan gizi yang optimal terutama dari bahan alami.

Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, jangan lupa untuk mampir ke beranda untuk melihat berbagai artikel menarik dan bermanfaat lainnya. Terimakasih

Selasa, 08 September 2020

Root Cause Analysis Adalah Cara Menganalisis Penyebab Masalah

Root Cause Analysis Adalah Cara Menganalisis Penyebab Masalah

Root Cause Analysis adalah jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu metode untuk memecahkan masalah yang sering digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Root cause analysis (RCA) merupakan sistem atau metode untuk pemecahan masalah.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau ketidaksesuaian berdasarkan suatu keyakinan jika terdapat masalah maka cara yang terbaik adalah menyelesaikan akar masalahnya. Setelah akar masalah diperoleh maka dapat dilakukan suatu tindakan agar masalah dapat diminimalkan.

Root Cause Analysis Adalah

Melalui RCA kita juga dapat mencegah masalah yang sama dapat terjadi lagi di masa mendatang. Hal ini berbeda dengan tindakan pencegahan karena masalah atau ketidaksesuaian sudah terjadi. Seperti yang pernah saya jelaskan tentang tindakan korektif pada artikel sebelumnya.

Nah kapan RCA digunakan?

Untuk menggunakannya tentunya kita harus merujuk dasarnya yaitu butir 8.7 tentang Tindakan Korektif. Untuk lebih jelasnya dan informasi bagi yang pertama mengunjungi web ini, silahkan buka halaman berikut ini:


Di dalam artikel itu jelas disebutkan untuk menentukan penyebab ketidaksesuaian yang terjadi di laboratorium adalah melalui analisis penyebab atau dalam istilah bahasa inggrisnya adalah root cause analysis. Setelah kita mendapatkan atau mengetahui akar masalah, maka kita juga harus melengkapi bukti yang obyektif.

Bukti-bukti obyektif tersebut juga harus bersifat terarah seperti merevisi prosedur mutu, mengadakan pelatihan, mengadakan pertemuan dan sebagainya.

Berdasarkan hasil penelusuran beberapa artikel, saya menemukan pembahasan menarik dari sampling-analisis.com yang menyatakan bahwa tahapan secara umum untuk melakukan RCA adalah sebagai berikut ini:
  1. Tentukan terlebih dahulu apa masalahnya atau sumber ketidaksesuaian yang teridentifikasi
  2. Kumpulkan data atau bukti dari ketidaksesuaian tersebut
  3. Buat beberapa pertanyaan dengan pola 5W (WHY) untuk menganalisis akar masalahnya
  4. Terapkan tindakan perbaikan untuk mengatasi ketidaksesuaian
  5. Amati secara menyeluruh tindakan perbaikan untuk memastikan efektivitas tindakan perbaikan
  6. Jika diperlukan, periksa kembali RCA untuk benar-benar memastikan bahwa analisis masalah telah sesuai dengan ketidaksesuaian dan tidak terlalu melebar kemana-mana.

Tools untuk membuat RCA

Tools yang saya maksud disini bukan peralatan melainkan poin-poin yang perlu dipersiapkan untuk membuat RCA agar lebih mudah. Beberapa tools tersebut dapat berupa:

1. Flow Chart Diagram

Saat menggunakan flowchart, tentunya disajikan dalam format grafis dari awal. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kita dalam mengidentifikasi kaitan antar subjek dengan cara mengikuti arahan dari gambar namun cara ini terbatas pada ketidaksesuaian pada sistem yang kompleks.

Flow Chart Root Cause Analysis
Sumber: sampling-analisis.com


 2. Rekaman

Pemeriksaan rekaman digunakan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap persyaratan sistem manejemen mutu laboratorium ISO 17025. Rekaman berfungsi untuk merangkum semua kegiatan termasuk bukti tindakan dan analisis masalah.

3. Dokumen

Tentunya dokumen merupakan bagian dari landasan kegiatan itu dilakukan karena menjelaskan suatu proses pekerjaan dan apa yang seharusnya terjadi serta dilakukan.

4. Wawancara

Tanpa ada wawancara kepada antar personel, proses untuk menganalisis masalah akan sulit, oleh sebab itu wawancara dengan staf laboratorium perlu dilakukan untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh mereka hingga munculnya ketidaksesuaian.

5. 5 (lima) W

W yang saya maksud merupakan singkatan dari kata Why (english) yaitu jika diartikan ke dalam bahasa indonesia adalah kenapa. Ya, kenapa hal itu bisa terjadi. Cara melakukan 5 W bisa anda lihat pada artikel berikut ini:

6. Diagram Tulang Ikan (Fish Bone Diagram)

Diagram tulang ikan sering kali kita sebut sebagai ishikawa diagram yaitu metode pendekatan secara terstruktur untuk melakukan analisis secara lebih detail dan rinci dalam menentukan sebab suatu masalah, kesenjangan atau ketidaksesuaian yang terjadi.

Contoh fishbone diagram dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini:

contoh fishbone diagram
Sumber: sampling-analisis.com

7. Daftar Periksa (Checklist)

Daftar periksa dapat digunakan untuk melacak berbagai pertanyaan dan penyebab masalah yang potensial. Checklist juga bermanfaat untuk mengatur secara keseluruhan terhadap proses dan biasanya juga digunakan sebagai alat dalam menentukan akar penyebab masalah yang lebih spesifik.


Itulah sekilas mengenai root cause analysis atau jika diartikan ke dalam bahasa indonesia adalah analisis akar penyebab masalah. RCA ini sangat penting untuk dipahami mengingat selalu digunakan terutama setelah dilakukannya surveilen atau kunjungan lapangan oleh asesor badan akreditasi. Pastikan juga untuk selalu mengevaluasi dan mengidentifikasi penyebab masalah karena biasanya akar penyebab masalah bisa lebih dari 1.

Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, Terimakasih

Referensi:

Minggu, 06 September 2020

Prosedur dan Persyaratan Akreditasi Laboratorium ISO/IEC 17025: 2017

Prosedur dan Persyaratan Akreditasi Laboratorium ISO/IEC 17025: 2017

Akreditasi Laboratorium - Halo sobat laboran semoga dalam keadaan sehal selalu... Baik saya baru sempat dan terpikir bagaimana prosedur akreditasi dan persyaratan yang diperlukan oleh laboratorium untuk mendapatkan pengakuan sebagai Lab Terakreditasi ISO 17025.

Barangkali ada teman-teman disini yang membutuhkan informasi ini, oleh sebab itu dengan kasih sayangnya Allah saya coba memberikan informasi mengenai akreditasi lab.

akreditasi laboratorium iso 17025

Tidak usah panjang-panjang mukadimahnya, saya akan langsung masuk ke tahap yang harus dilakukan apabila rekan-rekan ingin mendaftarkan lab nya sebagai Lab Penguji atau Lab Kalibrasi yang terakreditasi SNI ISO/IEC 17025: 2017.

Rekan-rekan tau tidak bahwa hingga saat ini laboratorium di seluruh dunia sedang gencar-gencarnya melakukan persiapan atau penerapan ISO/IEC 17025 versi terbarunya yang dirilis pada Oktober 2017. ISO tersebut berawal mulai diterapkan di Indonesia adalah versi 2005.

Tentunya selang waktu yang lama itu, terdapat beberapa perubahan yang bikin kita agak pusing dalam menerapkan persyaratannya. Baiklah saya akan menerangkan poin-poin utama yang harus kamu kerjakan jika ingin mendapatkan sertifikat akreditasi laboratorium iso 17025.

1. Legalitas Status Laboratorium

Ya betul legalitas perusahaan itu penting sekali karena sistem ini tidak main-main. Oleh sebab itu bagi laboratorium yang telah mendapatkan akreditasi iso 17025, merupakan lab yang terpercaya dan memiliki legalitas yang sah secara hukum di Negara kita tercinta Republik Indonesia.

Beberapa dokumen legal yang biasa dipertanyakan oleh Komite Akreditasi Nasional untuk Instansi Pemerintahan adalah SK dari kementrian atau pejabar terkait yang berhubungan langsung kepada lab yang akan di akreditasi.

Bagi perusahaan swasta terdapat beberapa persyaratan legal seperti:
  1. Akte pendirian notaris
  2. SK Kemenkumham
  3. NPWP
  4. Nomor Induk Berusaha (NIB)
  5. SIUP
  6. TDP
  7. dan sebagainya

Semua dokumen tersebut harus tersedia dan dipersiapkan guna pengiriman ke KAN untuk proses validasi status perusahaan. Apabila salah satu dari dokumen tersebut tidak ada maka harap persiapkan saja terlebih dahulu.

2. Sarana dan Prasarana Laboratorium

Setelah legalitas terpenuhi dan lengkap, maka tugas selanjutnya adalah fasilitas laboratorium tersebut meliputi ruang penerimaan sampel, ruang preparasi sampel, ruang pengujian sampel, ruang arsip sampel, ruang penyimpanan alat dan bahan kimia, ruang administrasi dan ruang pendukung lainnya.

Semua fasilitas tersebut merupakan persyaratan apabila lab yang akan di akreditasi adalah Lab Permanen, tetapi apabila lab yang akan anda bangun bersifat sementara atau lab pendukung maka persyaratan tersebut tidak berlaku.

Hal ini harus anda diskusikan terlebih dahulu kepada pihak KAN atau konsultan yang mendampingi proses akreditasi lab anda.

Setelah fasilitas sudah lengkap dan standar maka hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah peralatan yang akan digunakan sesuai dengan ruang lingkup pengujian atau kalibrasi. Tentunya setiap laboratorium membutuhkan alat yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan jenis sampel, parameter, kapasitas per tahun dan kebijakan yang mengaturnya.

Misalkan saja, apabila kita hendak membangun laboratorium dibidang pengujian lingkungan tentunya membutuhkan alat pendingin yang super besar. tetapi berbeda pula dengan lab mikrobiologi dimana selain akurat tetapi sterilisasi juga harus maksimal.

Untuk itu, hal ini sangat penting untuk dikaji karena di dalam penerapan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan SNI ISO/IEC 17025: 2017 terdapat klausul yang mempersyaratkan mengenai fasilitas dan peralatan.

3. Personel Yang Kompeten

Apalah arti sebuah legalitas, fasilitas yang keren dan alat yang canggih jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Oleh sebab itu, penting bagi anda untuk menyediakan personel yang kompeten untuk melakukan pekerjaannya dibidang pengambilan sampel, preparasi sampel, pengujian sampel dan sebagainya.

Memang ini tidak menjadi persyaratan mutlak, tetapi sering kali timbulnya ketidaksesuaian pada saat penerapan iso 17025 berasal dari personelnya.

Disini saya memiliki keingin dan cita-cita untuk mebangun suatu lembaga yang nantinya dapat mendukung pentingkatan kompetensi personel agar mampu melakukan pekerjaan sehingga laboratorium saudara/i menjadi suatu lembaga pengujian atau kalibrasi yang handal dalam menghasilkan data dan menerapkan sistem manajemen mutu.

4. Struktur Organisasi

Setelah memiliki personel yang kompeten, tentunya harus disusun jabatan, tugas, tanggung jawab dan kewenangannya. Saya ingin memberikan informasi terkait penyusunan struktur organisasi yang sering diterapkan bagi laboratorium terakreditasi ISO 17025 yaitu:

4.1 Manajer Eksekutif atau Puncak

Manajer eksekutif (ME) atau ada juga yang menyebutkan sebagai manajer puncak adalah personel yang memiliki jabatan tertinggi di suatu organisasi laboratorium. Personel yang bertugas sebagai ME bisa juga dari jajaran Direktur, tergantung ketetapan atau kebijakan dari laboratorium anda.

4.2 Komite Auditor

Komite auditor memang terkadang tidak disebutkan sebagai suatu susunan dalam organisasi laboratorium, tetapi berdasarkan pengalaman saya bahwa jabatan ini harus disebutkan agar memiliki tugas dan tanggung jawab khusus dalam memantau penerapan sistem manajemen mutu laboratorium.

Komite auditor biasanya terdiri dari minimal 2 orang yang bertanggung jawab sehingga apabila ada jadwal audit internal dan salah satu personel berhalangan hadir maka audit internal tetap dapat terlaksana dengan baik.

Barangkali teman-teman ada yang merasa bingung, mengapa ini penting disebutkan dalam struktur organisasi? pembahasan ini saya bahas khusus pada artikel berikut ini:


4.3 Manajer Mutu

Manajer mutu merupakan personel yang selalu memastikan dan menjaga efektivitas penerapan sistem manajemen mutu laboratorium terutama dibidang manajemen seperti pengendalian dokumen dan rekaman, kaji ulang dokumen, kaji ulang manajemen, audit internal, penyusunan dokumen, pengarsipan dokumen dan lain-lain.

4.4 Manajer Teknis

Sudah sangat jelas dengan istilahnya yaitu Manajer Teknis ialah personel yang bertanggung jawab terhadap aspek teknis seperti pemilihan metode, verifikasi/validasi metode, penerapan jaminan mutu, mengadakan atau mencari penyedia uji profisiensi atau uji banding dan masih banyak lagi tugas seorang MT.

4.5 Manajer Administrasi

Selain tugas penerapan sistem manajemen mutu meliputi aspek manajemen dan teknis, tentunya dibutuhkan juga seorang personel yang mengatur perihal administrasi perusahaan seperti penyampaian laporan hasil uji kepada pelanggan, masalah keuangan perusahaan, perpajakan, HRD dan lain-lain. Oleh sebab itu posisi MA juga harus dimasukkan ke dalam struktur organisasi laboratorium.

4.6 Penyelia

Personel ini merupakan perpanjangan langkah dan tugas dari sang MT, yaitu untuk melanjutkan arahan kepada Analis terhadap kegiatan sehari-hari laboratorium. Sebenarnya kalau boleh saya kasih bocoran, tugas seorang penyelia itu amat berat karena selain memiliki tanggung jawab terhadap analis tetapi memiliki tanggung jawab terhadap penjagaan sistem manajemen mutu.

4.7 Analis

Analis adalah personel yang berhubungan langsung terhadap proses pengujian sampel, oleh sebab itu laboratorium harus memiliki personel analis yang benar-benar kompeten dalam melakukan pengujian termasuk proses pengendalian jaminan mutu internal.
 

4.8 Teknisi

Teknisi adalah personel yang biasa bekerja apabila terdapat peralatan laboratorium mengalami kendala. Terkadang, ada juga laboratorium yang tidak menyediakan teknisi secara khusus sehingga sering mengalami kendala apabila terdapat trouble pada alat yang digunakan.

4.9 Petugas Pengambil Contoh atau Sampel

Saya sebut personel ini sebagai PPC yaitu personel yang memiliki tugas khusus terhadap pengambilan sampel di lapangan. Personel ini harus memiliki kompetensi terhadap proses pengambilan sampel yang spesifik.

4.10 Petugas Penerima Contoh atau Sampel

Petugas penerima sampel bisa kita katakan sebagai resepsionis yang bekerja menerima sampel dari pelanggan dan menerima keluhan dari pelanggan (apabila ada). Oleh sebab itu personel ini tidak harus berlatar belakang kimia atau IPA. Karena pekerjaannya lebih banyak di bagian administrasi. Namun untuk kebutuhan tertentu, ia harus paham tentang jenis sampel dan parameter uji agar pada saat pelanggan menanyakan suatu hal tentang sampel dan parameternya maka resepsionis mampu menjelaskan secara singkat dan jelas.

5. Dokumen Sistem Manajemen Mutu

Dokumen sistem manajemen mutu yang saya maksud tentunya yang mendukung aktivitas atau manajemen laboratorium. Dokumen ini disusun oleh laboratorium yang dapat dibantu oleh personel khusus seperti konsultan.

Namun yang perlu saya pertegas adalah walaupun dokumen mutu disiapkan oleh konsultan tetapi para personel di laboratorium harus mengerti dan paham mengenai dokumen mutu yang dikembangkan tersebut.

Dokumen mutu yang dikembangkan terdiri dari 4 tingkatan atau level. Level 1 adalah menyangkut segala kebijakan laboratorium yaitu Panduan Mutu. Level 2 menyangkut cara kerja untuk menjalankan dan menerapkan kebijakan yaitu Prosedur Mutu. Level 3 adalah penjelasan lebih rinci dari Prosedur Mutu yang biasa kita sebut Instruksi Kerja. Level 4 adalah formulir pendukung yang berfungsi untuk merekam semua kegiatan yang dilakukan guna menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan.

6. Kalibrasi Peralatan

Mengapa poin ini saya bahas khusus dalam 1 bagian khusus yaitu poin 11? karena program kalibrasi merupakan suatu cara untuk menentukan kinerja suatu laboratorium. Melalui kegiatan kalibrasi, kita dapat menentukan ketertelusuran pengukuran yang dilakukan hingga ke satuan internasional (SI). 
Tidak hanya itu, di dalam salah satu klausul ISO 17025, terdapat butir yang menjelaskan tentang evaluasi ketidakpastian pengukuran. Nah disinilah pentingnya program kalibrasi yaitu untuk menentukan ketidakpastian pengukuran pada setiap parameter uji yang dilakukan.

7. Verifikasi atau Validasi Metode Pengujian

Setelah semua sumber daya yang dibutuhkan dan dokumen laboratorium tersedia, tugas selanjutnya adalah memastikan bahwa metode uji yang digunakan telah sesuai dan memiliki unjuk kerja yang baik pada saat digunakan di laboratorium saudara/i.

Terdapat banyak cara dan parameter untuk melakukan validasi atau verifikasi metode pengujian, secara singkat namun detai saya ulas pada artikel berikut ini:

Setelah validasi atau verifikasi selesai, maka tahap selanjutnya adalam mendokumentasikan kegiatan validasi tersebut dalam 1 bundel laporan validasi atau verifikasi metode pengujian yang harus disusun rapih setiap parameter dan jenis sampel.

8. Estimasi dan Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran

Mengapa ini saya tuliskan? Ya, karena memang diminta oleh asesor pada saat melakukan audit lapangan di fasilitas laboratorium saudara. Ada hal lain sebenernya mengapa kita harus menghitung ketidakpastian pengukuran setelah melakukan validasi/verifikasi metode, tetapi saya tidak menjelaskan secara detail pada artikel ini.

Untuk itu, silahkan saja lakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran berdasarkan acuan yang anda ketahui. Setelah itu persiapkan laporannya sebagai bukti bahwa ketidakpastian telah dihitung dengan benar.

9. Buat Program Pengendalian Mutu Internal dan Eksternal

Pengendalian mutu yang saya maksud adalah sama dengan jaminan mutu atau quality control. Namun di dalam iso 17025 versi terbaru istilah tersebut telah diganti menjadi pemastian keabsahan hasil uji.

Dalam melakukan poin ini ada banyak hal yang harus dan bisa kita lakukan silahkan ikuti saja pedoman pengendalian mutu baik internal maupun eksternal. Memang secara detail belum saya jabarkan tetapi saya berencana untuk mengadakan kelas online yang membahas topik ini.

Agar lebih tertelusur dan rapi, buatlah satu bundle dokumen yang terdisir dari kegiatan pengendalian mutu seperti penggunakan bahan acuan bersertifikat, penggunakan internal kontrol sampel, replikasi pengujian, uji ulang arsip sampel, uji korelasi sampel, uji profisiensi atau uji banding dan lain-lain.

Kegiatan ini juga harus dievaluasi sesering mungkin agar diketahui bagaimana proses pengendalian mutu untuk menghasilkan data yang handal.

10. Laksanakan Program Audit Internal

Seperti yang pernah saya ulas pada artikel tentang audit internal, maka anda harus menjadwalkan agenda ini secara rutin terutama sebelum dilakukannya audit oleh badan eksternal. Kegiatan ini sangat penting karena mampu menjaga kinerja dan kompetensi laboratorium dalam menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium.

Perlu saya informasikan bahwa, apabila anda melakukan audit internal sebelum asesor melakukan survailan atau asesmen lapangan maka temuan ketidaksesuaian biasanya lebih sedikit. Karena asesor menganggap bahwa lab telah mampu dan mengerti bagaimana menjaga kompetensi lab dalam menerapkan iso 17025.

11. Laksanakan Kaji Ulang Manajemen

Misalkan saja, anda akan mendaftarkan ke KAN pada akhir tahun atau awal tahun, sebaiknya laksanakan dulu kegiatan kaji ulang manajemen. Tentunya ini menjadi pertimbangan serius bagi asesor. Mengingat bahwa KUM dilakukan sebagai ajang untuk mengevaluasi lab secara keseluruhan mulai dari penerapan sistem mutu, isu internal dan eksternal, program kerja, anggaran dan banyak hal penting lainnya.

12. Alur Proses Akreditasi

Alur proses akreditasi yang akan saya sampaikan, dikutip dari website resmi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk lebih mudahnya, anda dapat melihat infografis berikut ini agar lebih mudah dalam memahami proses akreditasi secara resmi.

proses akreditasi laboratorium iso 17025

Nah, berdasarkan infografis di atas sudah jelas bukan tahap-tahap yang harus dilalui agar laboratorium anda memperoleh sertifikat akreditasi laboratorium.

Perlu saya sampaikan bahwa, sebelum anda melakukan pendaftaran ke KANMIS dan upload dokumen, sebaiknya hubungi terlebih dahulu pihak KAN agar mendapatkan petunjuk lebih detail. Mengingat sering terjadinya perubahan kebijakan yang terkadang kita belum mengetahui kebijakan KAN terbaru.

Untuk menghubungi pihak KAN anda bisa mengirimkan pesan via email atau dapat langsung menghubungi dari layanan telepon:

Email BSN : laboratorium@bsn.go.id
Email KAN untuk Lab Penguji: akreditasipengujian@gmail.com
Email KAN untuk Lab Kalibrasi: akreditasikalibrasi@gmail.com
Email KAN untuk Lab Medik dan PUP: akreditasipupmedik@gmail.com
HP: 0813-8177-2573

13. Syarat Akreditasi ISO 17025

Beberapa persyaratan yang perlu dipersiapkan ketika anda ingin mendaftarkan laboratorium tempat anda bekerja atau lab anda sendiri yaitu Pahami lebih detail lagi persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen SNI ISO/IEC 17025: 2017.

Beberapa persyaratan dan aturan umum dalam akreditasi ISO 17025 dapat anda lihat disini, selain persyaratan umum tersebut, terdapat pula beberapa persyaratan khusus yaitu:
  • untuk lab pengujian (KAN K-01)
  • untuk lab kalibrasi (KAN K-02)
  • untuk akreditasi lab medik (KAN K-03)
  • untuk penyelenggara uji profisiensi (KAN K-04)
  • untuk lembaga inspeksi (KAN K-06)
  • untuk lembaga sertifikasi sistem manajemen (KAN K-07)
  • untuk akreditasi lembaga sertifikasi produk proses dan jasa (KAN K-08)
  • untuk lembaga sertifikasi person (KAN K-09)
  • untuk lembaga verifikasi/ validasi gas rumah kaca (KAN K-10)

Semua persyaratan khusus yang dijabarkan oleh KAN dapat anda lihat web ini. selanjutnya persiapkan dokumen dan formulir yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil pengalaman saya, berikut ini beberapa formulir yang harus diisi:
  1. Formulir permohonan akreditasi yaitu FPA 03-a.01.a.1 Rev 1 Form A.1 (Ruang lingkup laboratorium Penguji, untuk Laboratorium Lingkungan isi form A2 pada Sheet 2).
  2. Formulir daftar periksa yaitu FPA 03-a.02.a Rev.0 (Formulir Daftar Periksa Kesesuaian Terhadap ISO/IEC 17025 yang di isi dan ditandatangani oleh pimpinan organisasi)
  3. Legalitas Hukum (* Swasta (NIB dan Surat Izin usaha yang dikeluarkan oleh OSS dan berlaku efektif, Akta Notaris, SIUP, TDP) * Pemerintah (SK Menteri/Gubernur/Kepala Badan) * Universitas (SK Rektor/DIKTI) * Legalitas keterangan domisili untuk laboratori
  4. Organisasi / struktur organisasi (sesuai legalitas hukum pada point 3) 
  5. Dokumentasi Sistem Manajemen/ Kebijakan/ Panduan Mutu 
  6. Dokumen prosedur mutu
  7. Bukti ketertelusuran pengukuran (Kalibrasi peralatan, CoA dari CRM)
  8. Laporan pelaksanaan audit internal
  9. Laporan pelaksanaan kaji ulang manajemen
  10. Bukti atau laporan pemantauan keabsahan hasil pengujian atau kalibrasi
  11. FPA 03-05 Rev.0 Perencanaan dab Realisasi Uji Profisiensi/Uji Banding Antar Laboratorium
  12. Dokumen instruksi kerja
  13. Dokumen pendukung apabila anda merupakan lab lingkungan yaitu dokumen K3, dokumen pengelolaan limbah, dokumen sampling
  14. Formulir pernyataan kesesuaian
  15. Dokumen permohonan akreditasi

Wah, banyak juga ternyata ya.. hehehe

Tidak perlu cemas, tim labmutu siap mendampingi proses persiapan dan pendaftaran akreditasi laboratorium penguji untuk mendapatkan Sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC 17025: 2017 seperti di bawah ini:
contoh sertifikat akreditasi iso 17025
contoh sertifikat akreditasi iso 17025

Okay teman-teman, panjang juga ya pembahasan kita kali ini, cuma curhat saja bahwa waktu nulis artikel ini yang paling lama yaitu hampir 4 hari. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua.

Mungkin ada teman-teman pengunjung setia labmutu yang penasaran, berapa sih biaya untuk proses akreditasi laboratorium hingga mendapatkan sertifikat?

Ok untuk biaya saat anda ingin mendaftarkan diri sebagai lab yang kan terakreditasi, silahkan cek pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 40 Tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku pada Badan Standardisasi Nasional. Kalau penasaran seperti apa isinya liat saja yangini

Tentunya anda penasaran bagaimana proses akreditasi setelah anda mendaftarkan dan upload dokumen di KANMIS, berikut ini infografis yang saya peroleh dari website resmi KAN yaitu:

alur akreditasi iso 17025
sumber: kan.or.id

Untuk lebih detailnya silahkan pahami saja alur dari gambar di atas ya teman-teman karena kepanjangan jika saya ulas lagi melalui halaman ini. hehehe...


Kami dari tim LabMutu memiliki kompetensi untuk mendampingi anda dalam mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam mendapatkan sertifikat akreditasi iso/iec 17025 versi 2017. Tentunya hal ini akan lebih efisien dari segi waktu karena kita langsung terjun mempersiapkan segala dokumen, formulir dan persyaratan pendukungnya.
Baca Juga: Klausul dan Panduan ISO 17025
Baiklah tak terasa sudah lebih 5 menit kita berkumpul di halaman ini, semoga informasi yang saya berikan seputar prosedur akreditasi laboratorium berdasarkan SNI ISO/IEC 17025: 2017 bisa memberikan manfaat untuk kita semua Terimakasih.

Kamis, 03 September 2020

Uji t Adalah Salah Satu Rumus Untuk Pengendalian Mutu Laboratorium

Uji t Adalah Salah Satu Rumus Untuk Pengendalian Mutu Laboratorium

Uji t adalah salah satu instrumen statistik untuk menentukan rata-rata dari sekumpulan kelompok apakah berbeda secara signifikan dengan sekumpulan rata-rata pada kelompok lainnya. Para praktisi laboratorium baik di level Penyelia atau Manajer Teknis bahkan Manajer Mutu, sering menggunakan uji t untuk menentukan suatu evaluasi.
Evaluasi tersebut diantaranya pada saat validasi metode uji, uji profisiensi laboratorium dan cek antara peralatan gelas atau instrumen. Oleh sebab itu, kami ingin memberikan informasi mengenai definisi dan cara menghitung menggunakan rumus uji t.

Uji t Adalah

Teori dasar uji t

Seperti yang kita ketahui bahwa uji t dikenal sebagai uji parsial yang digunakan untuk menguji seperti apa pengaruh dari masing-masing variabel bebas secara terpisah (sendiri-sendiri) terhadap variabel terikat (dependent). 
Uji ini juga dapat dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung (berdasarkan hasil perhitungan) dengan t tabel (yang bisa diperoleh dari tabel statistik) dengan cara melihat kolom yang signifikan pada setiap t hitung.

Rumus uji t yang digunakan di laboratorium

Sebagai informasi atau sharing saja bahwa biasanya uji t digunakan untuk probabilitas linieritas data yang terikat. Adapun penggunaan lain yaitu menentukan kepada hasil, apakah pengukuran tersebut dapat dibandingkan secara statistik dengan nilai standar yang ada pada tabel ujit

Membandingkan nilai rata-rata

Sering kali pada saat melakukan evaluasi terhadap kegiatan validasi metode yakni dalam menentukan metode kandidat, kita melakukan pengujian yang berulang misalkan 7 kali. Nah, hal yang biasa kita bandingkan adalah nilai rata-rata dari pengulangan tersebut.

Melalui pembandingan tersebut kita dapat memberikan kesimpulan, apakah hasil dari analisis terhadap 2 metode berbeda tersebut masih setara atau berbeda signifikan? Nah, melalui uji t ini, kita akan mampu membuat keputusan tentang metode mana yang layak untuk digunakan oleh laboratorium saudara/i.

Cara Menghitung Uji t

Untuk dapat menghitung atau menganalisis suatu data, rumus uji t yang biasa kita gunakan di laboratorium adalah seperti pada gambar berikut ini:

rumus uji t

Keterangan rumus:

X1 adalah nilai rata-rata pada kumpulan data pertama
X2 adalah nilai rata-rata dari kumpulan data kedua
N1 adalah jumlah ulangan atau data pada kumpulan data pertama
N2 adalah jumlah ulangan atau data pada sekumpulan data kedua
S adalah standar deviasi atau variansi

Nah, untuk menghitung S dapat menggunakan rumus berikut ini:

rumus s pada uji t

Keterangan dari rumus S tersebut adalah:

n1 adalah jumlah data atau ulangan pada kumpulan pertama
n2 adalah jumlah data atau ulangan pada kumpulan kedua
S1 adalah standar deviasi dari kumpulan data pertama
S2 adalah standar deviasi dari kumpulan data kedua

Contoh Perhitungan

Saya mengambil contoh perhitungan dari salah satu website ternama yaitu sampling-analisis.com yang memberikan contoh seperti ini:
Pada pengukuran 10 kali ulangan yang bertujuan untuk membandingkan 2 metode yakni metode lama dan metode baru (kandidat) diperoleh data seperti pada tabel berikut ini:

contoh perhitungan uji t

Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan excel, diperoleh nilai rata-rata dari 10 ulangan tersebut adalah X1 = 17,66 (metode baru) dan X2 = 17,58 (metode lama). Secara kasat mata, tentunya kita akan kesulitan untuk membandingkan kedua kelompok data tersebut. Oleh sebab itu kita bisa menggunakan rumus uji t untuk menyelesaikannya.

Sebelum masuk ke rumus uji t, maka kita hitung terlebih dahulu nilai S1 dan S2 yang disajikan pada contoh di bawah ini:

rumus menghitung S1 dan S2 pada uji t

Okay, setelah kita dapatkan nilai S1 dan S2 maka berikutnya adalah masukkan pada rumus seperti di bawah ini:

rumus hitung S untuk uji t

Ternyata setelah kita hitung, bahwa nilai S nya adalah 1,58, tahap selanjutnya silahkan masukkan ke rumus berikut ini:

aplikasi rumus uji t

Wah, sudah hampir selesai...

Ternyata nilai t hitungnya adalah 0,11 dan tahap terakhir adalah silahkan cek nilai t pada tabel berikut ini (tabel bisa dicari di internet, juga banyak kok)

Nilai derajat bebas untuk uji t adalah (n1 + n2) - 2, jadi nilainya adalah 10+10-2 = 18

Ok, berdasarkan dari tabel uji t pada tingkat kepercayaan 95%, diperoleh nilai t tabel adalah 1,734.

Semakin terlihat jelas bukan, apakah data berbeda signifikan atau tidak melalui data t hitung dan t tabel.

Karena t hitung < t tabel maka sekompulan data tidak berbeda secara signifikan.
Ok, demikian dulu sekilat pembahasan dari labmutu mengenai salah satu uji statistik yang cukup populer ini. Terimakasih

Rabu, 02 September 2020

Uji Profisiensi Laboratorium dan Uji Banding ISO 17025 Untuk Kinerja Optimal

Uji Profisiensi Laboratorium dan Uji Banding ISO 17025 Untuk Kinerja Optimal

Uji Profisiensi Laboratorium adalah evaluasi kinerja peserta yaitu laboratorium pengujian dengan kriteria yang ditetapkan melalui uji pendahuluan seperti uji homogenitas dan uji homogenitas. Kegiatan ini disebut sebagai kegiatan pemastian keabsahan hasil pengujian yang dituangkan dalam klausul 7.7.2 butir a dan b.
Oleh sebab itu, setiap laboratorium yang ingin menerapkan atau yang sudah mendapatkan sertifikat akreditasi ISO 17025, maka sudah seharusnya untuk melakukan kegiatan ini.

Uji Profisiensi dan Uji Banding

Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga memiliki program yang selalu dilibatkan kepada organisasi laboratorium untuk selalu mengisi formulir Rencana Penyelenggaraan Uji Profisiensi (PUP). Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi ketidakikutsertaan laboratorium dalam program uji profisiensi.

Tentu teman-teman sekalian ada yang bertanya "mengapa uji profisiensi perlu dilakukan? untuk apa?
Baca Juga: JAMINAN MUTU LABORATORIUM menurut ISO IEC 17025 versi 2017
Baik disini saya coba menjelaskannya satu per satu mulai dari defenisi uji profisiensi, tujuannya, cara melakukannya dan evaluasi hasil uji profisiensi.

Definisi Uji Profisiensi

Sebelumnya sudah saya jelaskan pada awal paragraf artikel ini, tetapi untuk lebih menjelaskan lagi kepada rekan-rekan sekalian bahwa uji profisiensi sama halnya dengan uji banding laboratorium, yaitu kegiatan untuk mengetahui unjuk kerja atau kinerja laboratorium seperti analis, metode dan alat yang digunakan sehingga hasil analisis yang diberikan bersifat reliabel (akurat dan presisi).

Perbedaan Uji Profisiensi dan Uji Banding Antar Laboratorium

Sebenarnya sama saja antara kedua istilah tersebut tetapi yang membedakannya adalah jumlah peserta dan penyelenggara uji, ruang lingkup dan status penyelenggara uji banding. KAN sering kali memberikan arahan bahwa apabila kita hendak menentukank pemastian keabsahan hasil secara eksternal, yang awal dilakukan adalah mencari penyelenggara uji profisiensi (PUP).

Apabila tidak ditemukan PUP yang kompeten dan terkareditasi serta tidak ditemukannya ruang lingkup yang sama dari PUP tersebut maka laboratorium dapat melakukannya dengan uji banding antar laboratorium.

Caranya bagaimana? anda dapat mengundang rekan-rekan yang memiliki ruang lingkup pengujian yang sama kemudian berdiskusi untuk dilaksanakannya uji banding antar laboratorium. Selanjutnya disepakati siapa yang menjadi penyelenggara uji bandingnya (PUB).


Nantinya si PUB akan mempersiapkan sampel, melakukan uji homogenitas dan uji stabilitas kemudian mendistribusikan kepada masing-masing anggota yang terlibat dan berikutnya menerima laporan dari peserta untuk selanjutnya dihitung atau dianalisis datanya menggunakan statistik.

Melihat dari tugas sebagai penyelenggara uji profisiensi maka sudah pasti PUB harus pernah mengikuti pelatihan tentang uji profisiensi termasuk cara menganalisis data yang dihasilkan dari peserta

Tujuan Uji Profisiensi

Uji profisiensi atau bahkan uji banding antar laboratorium memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menjaga kualitas data hasil pengujian laboratorium. Melalui kegiatan ini, laboratorium dapat mengevaluasi sejauh mana kompetensinya dalam melakukan pengujian sampel menggunakan metode yang diterapkan.

Selain itu, UP dan UB ini juga menjadi tolak ukur kepercayaan pelanggan karena sudah pasti menjadi evaluasi bagi pelanggan tentang data yang dihasilkan dari laboratorium tempat ia menguji sampelnya tersebut. Oleh sebab itu saya menghimbau kepada rekan-rekan sekalian, carilah provider UP atau UB yang telah memiliki kredibilitas agar hasil dari evaluasinya pun lebih bermakna.

Cara Melakukan Uji Profisiensi

Setelah saya menjelaskan beberapa poin pengantar, tentunya ada diantara pembaca yang budiman untuk mengetahui bagaimana melakukan uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium?

Ok, disini saya ingin sharing sedikit dari pengalaman yang saya dapatkan bahwa untuk melaksanakan UP atau UB, anda harus memiliki program atau rencana terlebih dahulu agar kita tau kapan kegiatan itu dilaksanakan dan dimana provider yang cocok dengan jenis sampel yang kita ukur di laboratorium.

Setelah membuat formulir rencana uji profisiensi atau uji banding, maka Penyelia dan Manajer Teknis bertanggung jawab untuk mencari provider uji profisiensi terlebih dahulu. Baik itu di tingkat Nasional ataupun Internasional.

Setelah menemukan provider yang tepat, maka selanjutnya silahkan lakukan registrasi kepada provider tersebut agar pada priode berikutnya, lab kita juga dilibatkan sebagai peserta dan dikirim sampel untuk dilakukan proses pengujian.

Berikutnya lakukan proses analisis yang dimulai dengan ada atau tidaknya preparasi khusus terhadap sampel tersebut dan tahap terakhir adalah silahkan dicek terlebih dahulu terhadap data yang ingin dilaporkan. Karena dikhawatirkan adanya kesalahan yang timbul dari sumber salah hitung atau salah ketik.

Evaluasi Hasil Uji Profisiensi atau Uji Banding

Setelah hasil kita kirimkan kepada provider dan provider juga sudah mengirim laporan uji profisiensi kepada kita maka tahap berikutnya adalah melakukan evaluasi data uji profisiensi menggunakan beberapa cara.
Baca Juga: Klausul ISO 17025
Cara yang biasa dilakukan adalah dengan membandingkan nilai Z-Score dari kompulan data yang dihasilkan dari para peserta uji profisiensi. Saya tidak membahas mengenai detail evaluasi hasil uji profisiensi. Mungkin saya bahas pada artikel lain.
Itulah beberapa point penting mengenai pemastian keabsahan hasil secara eksternal yakni uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium, semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua Terimakasih.

Video Ulasan ISO 17025