Kamis, 10 Maret 2022

Apa Itu Quality Control, Fungsi, Manfaat dan Cara Kerjanya

Apa Itu Quality Control, Fungsi, Manfaat dan Cara Kerjanya

Apa Itu Quality Control - Labmutu, Sebenarnya, apa itu quality control? Quality control atau biasa disebut sebagai QC adalah proses pengecekan akhir yang dilakukan untuk menjamin mutu dan kualitas produk masih sesuai kualifikasi awal. 


apa itu quality control
Ilustrasi Quality Control


Quality control sering diterapkan oleh beberapa perusahaan dan bisnis. Terutama bagi mereka yang memproduksi barang atau jasa tertentu di bidang tertentu. 

 

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai quality control secara lengkap. Mulai dari pengertian, fungsi, manfaat hingga cara kerja quality control akan diulas.  Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.


Pengertian Quality Control


Quality Control (QC) dalam bahasa Indonesia familiar disebut sebagai pengendalian mutu. Hal ini dilihat dari tujuan QC itu sendiri. Dimana proses QC ini dimaksudkan untuk memastikan kembali kualitas produk sudah sesuai.


Tujuannya adalah agar ketika produk tersebut sampai ke tangan konsumen masih dalam keadaan baik. Artinya sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Jadi, quality control berfungsi untuk menyortir atau memfilter barang-barang yang diproduksi. Nantinya hanya barang-barang berkualitas saja yang bisa masuk ke tahap pemasaran.


Dalam prosesnya, kontrol untuk uji kelayakan produk dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan proses pemeriksaan secara manual, ada pula yang memanfaatkan peran teknologi. Untuk manual tentu saja perlu SDM (Sumber Daya Manusia) yang melakukan checking manual pada setiap produk. Kemudian QC yang melibatkan teknologi biasanya hanya membutuhkan satu operator yang mengoperasikan alat atau mesin tertentu.


Fungsi Quality Control


Quality Control merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk meninjau barang-barang yang terlibat dalam sebuah proses produksi. QC sering diterapkan pada berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga produk buatan tangan.


Secara umum, tujuan QC adalah untuk menjamin kualitas produk sehingga barang atau jasa yang ditawarkan tetap berkualitas hingga sampai ke tangan konsumen. Beberapa fungsi quality control yang lainnya yaitu:


  • Quality control berfungsi untuk mengawasi proses produksi dari awal hingga barang selesai dibuat.
  • Mengontrol apabila adanya ketidaksesuaian pada saat proses produksi berlangsung.
  • Meluluskan sebuah produk yang sudah dipastikan sesuai dengan standar yang berlaku.
  • Melakukan proses monitoring, kemudian melakukan verifikasi terhadap kualitas sebuah produk.


Unsur - unsur Quality Control


Untuk menjalankan sebuah pengendalian mutu, tentunya harus melibatkan pengembangan sistem. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan, baik bagi pelanggan maupun customer.


Oleh karenanya, proses quality control juga harus memenuhi unsur-unsur tertentu.  Apa saja unsur-unsur quality control yang harus dipenuhi? Berikut ini ulasan lengkapnya.


1. Control


Unsur kontrol ini menjadi poin pertama yang masuk ke dalam pengendalian mutu produk. Berikut ini tahapan yang terdapat dalam proses kontrol:


  • Identifikasi catatan.
  • Kriteria mengenai integritas dan kinerja.
  • Manajemen pekerjaan.
  • Pengelolaan yang baik pada saat proses produksi dan lain sebagainya.


2. Kompetisi


Untuk dapat membuat sebuah produk atau jasa yang berkualitas dan tentunya harus memenuhi standar kompetisi. Standar kompetisi dalam hal ini berupa:


  • Keterampilan.
  • Ilmu pengetahuan.
  • Kualifikasi.
  • Pengalaman dan lain sebagainya.


3. Kedekatan


Kedekatan juga termasuk elemen lunak yang harus terpenuhi dalam QC. Kedekatan dalam hal ini meliputi beberapa faktor seperti:


  • Kepegawaian.
  • Integritas.
  • Semangat tim.
  • Motivasi.
  • Budaya organisasi.
  • Kedekatan hubungan yang berkualitas dengan karyawan dan lain sebagainya.


Cara Kerja Quality Control


Pada dasarnya, tugas quality control sangat bervariatif. Hal tersebut bergantung pada industri mana proses ini diterapkan. Untuk melakukan pengendalian mutu, tentunya dibutuhkan beberapa prosedur yang harus dilaksanakan. Nah seperti apa cara kerja quality control serta prosedurnya? Mari simak tahapannya berikut ini.


1. Menentukan Standar


Untuk mengendalikan mutu atau kualitas dari suatu produk dan jasa. Tentunya Anda membutuhkan standar yang menjadi patokan. Itulah mengapa standar menjadi tolak ukur untuk membuat apa itu quality control dapat berjalan dengan baik.


Baca Juga: APA ITU ISO 17025 : Inilah Penjelasan Lengkapnya


Standar untuk quality control tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang mewajibkan untuk diperiksa satu persatu, ada pula yang mengecek beberapa persen saja dari satu proses produksi.


Standar ini merupakan syarat yang menentukan sebuah pengendalian mutu nantinya akan berjalan dengan efektif ataukah tidak.


2. Menyelaraskan Dengan Visi Misi


Menyelaraskan visi dan misi perusahaan dengan karyawan juga sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan karyawan.


Untuk tujuan tersebut, perusahaan dapat memberikan pelatihan secara khusus kepada karyawan. Baik pelatihan yang berkaitan dengan proses produksi, maupun dengan penerapkan pandangan yang sama dari perusahaan kepada para karyawan.


3. Memperbaiki Produk dan Layanan yang Ditawarkan


Tidak cukup hanya mengenal visi misinya saja, ada juga bagian yang tidak kalah penting. Salah satunya yakni proses memperbaiki produk dan jenis layanan yang akan ditawarkan nantinya. Nah dalam prosedur quality control, ternyata  penting juga mengetahui mengenai prosentase kegagalan produk.


Jadi, perusahaan perlu mencari tahu betapa prosentase produk yang gagal. Setelah itu, kemudian berusaha memperbaikinya sesuai standar agar prosentase tersebut menjadi berkurang.


Mengenal 7 Tahapan Metode Quality Control


Metode quality control ini merupakan cara teknis yang digunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah pengendalian mutu. Ada banyak sekali metode dan pendekatan yang dapat digunakan untuk proses ini.


1. Checklist (Daftar Periksa)


Checklist atau daftar periksa adalah metode yang umum diterapkan untuk daftar item penting. Dengan demikian, Anda dapat memprioritaskan item yang dibutuhkan baik untuk produksi ataupun pemasaran produk.


2. Diagram Tulang Ikan


Diagram tulang ikan dapat digunakan untuk merumuskan masalah. Dengan ini, Anda dapat merumuskan penyebab masalah. Apakah itu terjadi karena masalah pada bahan, mesin, metode yang digunakan ataupun diakibatkan oleh tenaga kerjanya.


3. Peta Kendali


Peta kendali membantu Anda untuk melihat bagaimana sebuah proses berubah secara historis. Dalam bagan tersebut, Anda dapat melihat pokok permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Kemudian mencari tahu apa solusi terbaik yang dapat ditempuh untuk mengatasinya.


4. Stratifikasi


Stratifikasi merupakan metode yang dibuat dengan cara memisahkan data. Proses ini akan membuat Anda dapat mengelompokkan pola dan masalah sesuai porsinya.


5. Grafik Pareto


Grafik pareto merupakan diagram batang yang berfungsi untuk menganalisa masalah beserta dengan sebab dan akibatnya. Dengan demikian, inspektur kontrol dapat lebih berfokus pada pokok masalah yang paling signifikan.


6. Histogram


Pada pengendalian mutu, histogram berfungsi untuk melakukan identifikasi terkait distribusi frekuensi. Dan fungsi lainnya yakni untuk mendeteksi berapa banyak terjadi barang rusak akibat cacat produksi.


7. Diagram Penyebaran


Bagan ini berfungsi untuk memplot antara dua sumbu. Kemudian secara visual membantu memberikan gambaran hubungan antara masing-masing variabel.


Macam-Macam Quality Control


Misalnya saja untuk Anda yang berprofesi sebagai inspektur control, bagaimana menentukan metode QC yang paling sesuai? Berikut ini macam-macam quality control yang sering digunakan untuk pengendalian mutu. Mari pahami dan temukan metode yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda.


1. Incoming QC Material


Jenis quality control yang pertama adalah incoming QC material. Seperti namanya, proses QC dilakukan dengan mengecek material atau bahan baku suatu produk. Jadi, pengecekan bahan baku ini dilakukan sebelum proses produksi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk-produk berkualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh produsen.


2. QC Process


Seperti namanya, QC yang satu ini tidak berfokus pada bahan yang digunakan. Melainkan lebih berfokus kepada proses produksi, apakah sudah sesuai dengan standar yang berlaku ataukah belum. QC process pada umumnya tidak hanya berfokus pada saat proses produksi saja, namun juga dilakukan pada saat internal dan eksternal audit.


3. Finishing QC


Finishing QC dilakukan setelah proses produksi selesai dilakukan. Barang yang telah diproduksi perlu di cek kembali bagaimana pengemasan serta penyimpanannya. Tujuannya yakni agar produk tetap dalam keadaan baik hingga sampai ke tangan konsumen.


Contoh Quality Control


Quality Control memang diterapkan pada berbagai industri. Contoh quality control yang umum ditemukan adalah pada industri yang memproduksi makanan ataupun obat-obatan. Untuk memastikan konsumen tidak sakit ketika mengonsumsinya, maka diperlukan sebuah pemeriksaan yang menyeluruh pada produk tersebut. 


Disinilah fungsi QC disebut sebagai proses untuk memastikan produk memang mempunyai kualitas yang memadai atau sesuai standar tertentu. Jadi produsen bisa memastikan produk yang dipasarkan memang sudah sesuai dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan.


Kesimpulan


Bagaimana, tentunya sekarang Anda sudah lebih memahami apa itu quality control, ya? Rasanya setiap produsen pasti sudah menerapkan batasan kualitas untuk produk yang dihasilkan nantinya. Nah untuk memastikan kembali bahwa produk tersebut memang masih memenuhi standar maka perlu dilakukan QC sebelum benar – benar dipasarkan.


Proses quality control ini tidak hanya menjamin mutu produknya saja, namun bisa digunakan untuk mengatasi adanya cacat produksi masal. Selain mengantisipasi kerugian, tentu saja kualitas produk yang sampai di tangan konsumen juga lebih terjamin. Semoga ulasan mengenai apa itu quality control, fungsi, manfaat hingga cara kerjanya di atas sudah cukup membantu, ya?

Minggu, 06 Februari 2022

ISO 14001 - Sistem Manajemen Lingkungan Yang Harus Di Pahami

ISO 14001 - Sistem Manajemen Lingkungan Yang Harus Di Pahami

ISO 14001 - Bagi yang sudah biasa berkecimpung di dunia bisnis, pasti sudah tidak asing lagi dengan sertifikasi ISO. Terutama untuk istilah ISO 14001. ISO merupakan badan sertifikasi internasional yang tugasnya memberikan sertifikasi terhadap perusahaan atau organisasi tertentu berdasarkan standar yang diajukan.


iso 14001


Sedangkan ISO 14001 sendiri merupakan pendekatan terstruktur yang digunakan untuk standarisasi perlindungan lingkungan. Jadi, pada saat mengajukan ISO 14001, maka dipastikan seluruh produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut memenuhi syarat dan komitmen terhadap lingkungan.


Ketahui lebih banyak mengenai ISO 14001 mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, manfaat, hingga syarat-syarat untuk mendapatkan perizinan ISO pada artikel berikut ini. Berikut ini informasi selengkapnya!


Pengertian ISO 14001


Banyak sekali jenis ISO atau standarisasi internasional yang dapat diajukan, salah satunya adalah ISO 14001. Dimana ISO 14001 merupakan perizinan yang berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan (SML). Jadi, standarisasi ISO ini mengatur dengan spesifik tentang lingkungan. Terutama untuk membantu menjaga stabilitas yang positif sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan akibat kegiatan dari perusahaan tersebut.


Oleh karenanya, apabila sebuah perusahaan mengajukan ISO 14001, maka bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut sudah memenuhi syarat untuk patuh terhadap peraturan lingkungan yang berlaku. Perusahaan atau organisasi tersebut juga diwajibkan untuk meneliti, mengidentifikasi, mengelola, serta menyesuaikan kegiatan operasionalnya. Tujuannya agar semua kegiatan tersebut tetap dapat meminimalisir dampak buruk bagi lingkungan.


Tujuan ISO 14001


Secara garis besar, adanya ISO 14001 bertujuan untuk membantu perusahaan atau industri untuk memenuhi upaya dalam menjaga stabilitas lingkungan dengan cara yang positif. Namun, sistem manajemen lingkungan yang dilakukan tentunya harus tetap disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal dari perusahaan tersebut. Apa saja sebenarnya tujuan dari adanya ISO 14001? Berikut ini pembahasan selengkapnya.


  • Akibat banyaknya organisasi yang bermunculan, pastinya akan memberikan imbas positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan adanya ISO 14001, diharapkan dapat menekan dampak negatif yang ditimbulkan karena kegiatan operasional dari sebuah organisasi atau perusahaan.
  • Dengan adanya standarisasi ini, diharapkan agar lembaga atau perusahaan dapat mematuhi peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku terkait isu lingkungan.
  • ISO 14001 menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk memperbaiki aktivitas yang dilakukannya secara berkesinambungan. 


Fungsi ISO 14001 Dalam Manajemen Lingkungan 


ISO 14001 memang erat kaitannya dengan sistem manajemen lingkungan. Sistem inilah yang nantinya akan digunakan untuk membenahi beragam permasalahan yang mungkin muncul kedepannya. Lalu, apa sajakah kira-kira fungsi dari standarisasi ISO 14001?


  • ISO 14001 berfungsi untuk meninjau apa tujuan perusahaan tersebut memiliki nilai yang selaras dengan lingkungan ataukah tidak. 
  • Standarisasi ini juga berfungsi untuk menganalisis bagaimana sikap perusahaan kepada kewajiban untuk mematuhi peraturan lingkungan.
  • Menentukan bagaimana tujuan dari instansi tersebut untuk menjaga kelestarian lingkungan.
  • Manajemen lingkungan juga berfungsi untuk membantu merumuskan langkah-langkah yang dituju untuk mewujudkan hal tersebut.
  • Manajemen lingkungan juga berfungsi untuk memantau bagaimana perkembangan yang terjadi pada terkait dengan pola operasional dari perusahaan tersebut.
  • Perusahaan juga perlu memastikan bahwa pekerja dan karyawan juga memiliki kesadaran akan bagaimana meningkatkan kompetensi lingkungan.
  • Mengulas kemajuan dan perkembangan terhadap penerapan sistem manajemen lingkungan. Kemudian melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan selama prosesnya.

Sistem Manajemen Lingkungan Menurut ISO 14001


Dengan adanya standarisasi ISO 14001, maka diharapkan banyak perusahaan untuk dapat beroperasi dengan tetap meningkatkan peran lingkungan. Lantas bagaimana langkah-langkah yang perlu diterapkan untuk mewujudkannya? Berikut ini pembahasan bagaimana sistem manajemen lingkungan yang perlu diterapkan oleh perusahaan.


1. Menetapkan Komitmen dan Kebijakan


Sebelum mengajukan permintaan standarisasi dari ISO, sebaiknya perusahaan telah memiliki komitmen serta kebijakan-kebijakan yang selaras. Salah satunya adalah dengan merumuskan sederet peraturan yang terkait dengan manajemen lingkungan


2. Merancang Perencanaan


Setelah kebijakan mulai dirumuskan, selanjutnya Anda juga perlu merancang perencanaan. Perencanaan dalam hal ini juga harus melihat aspek-aspek masalah yang paling signifikan. Misalnya permasalahan apa yang terjadi dan erat kaitannya dengan sistem operasional perusahaan. Kemudian setelahnya, Anda dapat mengetahui bagaimana penyelesaian yang paling tepat sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan.

3. Pelaksanaan Atau Implementasi


Setelah pelaksanaan dilakukan, langkah selanjutnya adalah implementasi atau penerapan. Peraturan-peraturan yang telah dirumuskan sebelumya, kini saatnya diterapkan pada perusahaan. Mulai dari melakukan pengenalan sistim kepada pada karyawan, mengurus sistem yang mendukung, penerapan prosedur operasi, melakukan dokumentasi, dan lain sebagainya.


4. Evaluasi


Setelah sistem manajemen lingkungan mulai berjalan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi. Dimana proses evaluasi ini dilakukan dengan melakukan tinjauan dengan peraturan-peraturan yang telah diberlakukan.


Seberapa efektifkah peraturan tersebut, serta apakah hal itu sudah sesuai dengan nilai-nilai perusahaan Anda ataukah belum perlu dikaji ulang. Selanjutnya, siklus ini akan terus berulang dan terus mengalami perbaikan sehingga beragam peningkatan positif pun akan terjadi pada instansi tersebut.


Proses evaluasi ini sebaiknya melibatkan semua entitas yang ada dalam alur kerja. Tujuannya yakni untuk memastikan proses produksi memang sudah dilakukan sesuai dengan standar yang disepakati sebelumnya.


Apa Saja Syarat Pengajuan ISO 14001?


Untuk mengajukan sertifikasi ISO, tidak semua perusahaan dapat melakukannya dengan mudah. Karena standar ini hanya diberikan pada lembaga atau instansi yang memenuhi syarat saja. Lantas, jika Anda ingin mengajukan ISO 14001, kira-kira persyaratan apa saja yang harus dipenuhi? Berikut ini daftar persyaratan mendapatkan ISO 14001 yang penting untuk diperhatikan.


1. Memenuhi Syarat Pengajuan


Perusahaan haruslah memenuhi syarat untuk melakukan pengajuan standarisasi ISO. Misalnya ingin mengajukan ISO 14001, pastikan Anda telah menerap sistem manajemen lingkungan sesuai dengan ketetapan yang diberikan.


Selanjutnya, Anda juga dapat melakukan uji coba dengan menerapkan pemberlakuan sistem. Pemberlakuan sistem manajemen lingkungan sebaiknya dilakukan uji coba setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan sebelum melakukan pengajuan.


2. Menyiapkan Dokumen


Setelah melakukan uji coba, persiapkan juga daftar dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan. Dokumen ini umumnya akan berisikan beberapa poin penting. Misalnya saja seperti tujuan pemberlakuan SML, prosedur pemberlakuannya, kualifikasi, rekaman dokumentasi dan berbagai poin penting lainnya. Selanjutnya, dokumen akan disetorkan langsung pada badan ISO terkait untuk ditinjau dan di audit sebelum mendapatkan persetujuan.


3. Audit Mandiri


Audit mandiri atau audit internal juga perlu dilakukan oleh perusahaan. Jadi, perusahaan akan melakukan evaluasi terhadap peraturan-peraturan yang telah diberlakukan sebelumnya.  Tujuannya untuk mengkaji apakah peraturan tersebut sudah efektif dan relevan ataukah masih perlu dilakukan pembenahan.


4. Pelaksanaan Audit


Apabila sebuah instansi atau lembaga dinyatakan telah memenuhi syarat, maka selanjutnya badan ISO akan melaksanakan audit. Nah untuk proses audit dalam hal ini akan dibagi menjadi dua tahapan. Dimana tahapan yang pertama adalah audit untuk dokumen-dokumen yang telah masuk. Kemudian yang kedua adalah audit untuk penilaian menyeluruh tentang penerapan ISO 14001 yang telah diberlakukan pada perusahaan tersebut.


Baca Juga: Kimia Lingkungan dan Kehidupan Sehari – hari


Jika kedua proses audit ini berjalan dengan mulus, maka selanjutnya pemberian sertifikasi dari pihak ISO akan diterbitkan. Sertifikasi ISO pada umumnya hanya berlaku untuk kurun waktu 3 tahun saja. Jadi, setelah lebih dari kurun waktu tersebut sertifikasi harus diperbaharui. Caranya yaitu dengan melakukan re-assesment dengan prosedur yang sama seperti sebelumnya.


Keuntungan ISO 14001


Standarisasi ISO tidak semata-mata hanya sebuah sertifikat atau sekedar label semata. Namun apabila hal ini diterapkan, maka akan memberikan banyak sekali keuntungan dan juga dampak positif. Dimana dampak positif ini tidak hanya bagi lingkungan saja, tetapi juga bagi perusahaan tersebut.


Kira-kira apa saja keuntungan yang diperoleh dari penerapan ISO 14001? Berikut ini keuntungan dan dampak positif penggunaan ISO 14001.


  • Dengan adanya'sertifikasi ISO 14001, maka akan meningkatkan peran serta perusahaan di tengah masyarakat.
  • Perusahaan akan lebih disiplin serta patuh dengan prosedur hukum yang berlaku di negara. 
  • Menghindari pencemaran lingkungan akibat aktivitas domestik dari perusahaan tersebut. 
  • Alur kerja yang sesuai standar akan membuat perusahaan tersebut menjadi industri yang lebih ramah lingkungan.
  • Menekan biaya operasional, terutama biaya untuk penanganan limbah hasil sisa produksi.
  • Meningkatkan kesadaran karyawan untuk lebih peka terhadap lingkungan dan peduli dengan bahaya limbah sisa produksi.
  • Membuat situasi menjadi lebih kondusif, serta membuat kinerja internal menjadi lebih terarah dan sesuai dengan standar prosedural internal.
  • Meningkatkan citra perusahaan menjadi lebih positif, baik di mata masyarakat maupun rekan bisnis sekalipun.
  • Mendapatkan pengakuan secara global dan lain sebagainya

Kesimpulan


Itulah beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan apabila menerapkan sistem manajemen lingkungan sesuai dengan standar ISO 14001. Untuk itu, bagi Anda para pelaku usaha, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk mengikuti program ini.


Bukan sekedar mementingkan keuntungan saja, keamanan proses hingga sisa hasil produksi juga tetap harus diperhatikan. Standar ini setidaknya membantu setiap pelaku usaha agar lebih sadar mengenai keamanan dan keselamatan bumi di masa mendatang.

Sabtu, 20 November 2021

Kimia Lingkungan dan Kehidupan Sehari – hari

Kimia Lingkungan dan Kehidupan Sehari – hari

Kimia Lingkungan - Apakah Anda pernah mendengar istilah mengenai kimia lingkungan? Secara umum, istilah kimia lingkungan merupakan salah satu cabang dari ilmu kimia. Dimana studi ini digunakan untuk mempelajari berbagai proses kimia yang terjadi dilingkungan sekitar kita. Miisalnya proses kimia yang terjadi pada tanah, air, udara dan lainnya.

 

kimia lingkungan

Ketahui lebih lanjut mengenai kimia lingkungan mulai dari pengertian, fungsi, ruang lingkup serta contoh-contohnya pada artikel berikut ini.


Pengertian Kimia Lingkungan


Pada umumnya, istilah mengenai kimia lingkungan ini banyak dipakai dalam keperluan mempelajari tentang reaksi kimia yang terjadi di alam. Baik proses yang terjadi secara alami, maupun yang diakibatkan oleh bahan kimia sintetis buatan manusia. Intinya proses kimia ini nantinya akan ditelaah pada setiap gerakan, kejadian maupun transformasi dari bahan kimia yang memang terdapat di lingkungan.


Sebagai salah satu contoh proses kimia yang dipelajari yakni terdapat pada material berbahan logam. Selain itu terdapat juga prosesnya pada bahan kimia organik, biokimia dan berbagai produk metabolisme biologis lainnya.


Proses kimia yang terjadi pada lingkungan juga dapat disebabkan karana berbagai produk sintetis. Misalnya saja dioksin, furan, pestisida, PCB dan berbagi produk sintetis lainnya. Dimana produk-produk ini telah tersebar di alam dan dapat mengakibatkan berbagai reaksi kimia pada lingkungan.


Pengertian Kimia Lingkungan Menurut Para Ahli


Kimia lingkungan bisa disebut juga sebagai transformasi ataupun gerakan bahan kimia yang terjadi di lingkuP tertentu. Menurut para ahli, pengertian mengenai kimia lingkungan ini dibawakan secara beragam namun konteksnya sama. Berikut ini pengertian kimia lingkungan menurut beberapa ahli yang perlu Anda ketahui:


Kimia Lingkungan Menurut Toppr


Menurut Toppr, kimia lingkungan adalah sebuah studi yang berfokus untuk mengetahui mengenai dampak bahan kimia setelah melewati lingkungan. Misalnya saja bagaimana dampak proses kimia tersebut pada tanah, air, atau bahkan udara.


Dengan demikian studi ini akan membantu kita untuk melacak hingga mencegah dampak atau kontaminasi yang ditimbulkan oleh berbagai proses kimia.


Kimia Lingkungan Menurut Incaweb


Menurut Incaweb, kimia lingkungan juga merupakan studi yang berhubungan tentang penelitian efek bahan kimia terhadap lingkungan. Studi ini berfokus pada bagaimana pembentukan senyawa, bagaimana proses kimiawi masuk dalam lingkungan, bagaimana efek dari bahan kimia tersebut bagi lingkungan.


Bahkan bias juga melakukan perkiraan berapa jumlah atau konsentrasi berbagai bahan kimia yang terdapat di lingkungan tersebut. Bagaimana perubahannya bagi lingkungan, serta bagaimana efeknya terhadap organisme serta apa dampak kerusakan yang mungkin akan ditimbulkannya.


Kimia Lingkungan Menurut Chemistry Libr Text


Menurut Chemistry Libr Text, kimia lingkungan merupakan studi tentang reaksi kimia, sumber, transportasi, serta bagaimana nasib spesies yang ada di lingkungan setelah sebuah reaksi kimia terjadi.


Fungsi dan Peran Penting Ilmu Kimia Lingkungan


Tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu kimia memegang peranan yang penting dalam kehidupan. Dalam kegiatan sehari-hari, penggunaan bahan-bahan kimia memang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia. Oleh sebab itu, mempelajari tentang ilmu kimia lingkungan sangat penting dilakukan.


Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat, fungsi serta efek berbagai reaksi kimia yang sering terjadi. Namun apa saja fungsi dan peran ilmu kimia lingkungan yang sebenarnya? Mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.


  • Salah satu peran ilmu kimia adalah membantu manusia untuk mempelajari fungsi bahan kimia dan efeknya pada lingkungan hidup.
  • Mempelajari penyebaran serta konsentrasi bahan kimia pada lingkungan, sehingga batas penyebarannya dapat dibatasi dalam jumlah wajar. Dengan begitu harapannya nantinya tidak menggangu kelestarian lingkungan serta kesehatan manusia.
  • Ilmu kimia juga dapat digunakan untuk reaksi suatu bahan kimia bagi lingkungan secara menyeluruh. Dan apabila terjadi penyebaran, maka dapat dilakukan upaya pencegahan agar keseimbangan lingkungan pun tidak akan terganggu.
  • Ilmu kimia lingkungan juga dapat digunakan untuk kepentingan orang banyak. Dimana hasil penelitian yang dilakukan dapat digunakan oleh masyarakat atau khususnya pengelola lingkungan hidup. Tujuan utamanya yakni agar dapat diterapkan dan diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari demi kesejahteraan bersama.


Ruang Lingkup Kimia Lingkungan


Ruang lingkup kimia lingkungan lebih berfokus tentang bagaimana semua gejala kimia ini terjadi di lingkungan. Ruang lingkupnya dapat dikatakan bisa terjadi di segala bidang. Yakni mulai dari lingkup darat, laut, maupun udara. Jangkauannya sendiri adalah sebagai berikut:


1. Geokimia


Geokimia adalah ilmu kimia yang menjelaskan tentang mekanisme yang terjadi pada sistem mekanisme utama. Misalnya saja seperti sistem geologis utama pada kerak bumi, lautan, hingga ranah diluar geologis bumi, semisal tata surya.


Geokimia juga meneliti tentang berbagai proses kimia yang terjadi di alam semesta. Mulai dari pembentukan mantel, asal-usul basl dan granit, hingga sistem terbentuknya tata surya.


2. Astro Kimia


Astro kimia merupakan ilmu kimia lingkungan yang berfokus mempelajari serta meneliti segala unsur kimia yang terdapat di luar angkasa. Jadi, ilmu kimia ini dikatakan memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena membahas tentang skala tata surya.


Misalnya membahas tentang awan gas mikrokuler, bagaimana pembentukan, interaksi, hingga penghancuran proses kimia yang ada di alam semesta. Oleh karenanya, astro kimia juga dapat dikatakan sebagai penggabungan antara ilmu kimia sekaligus astronomi.


3. Kimia Atmosfer


Ruang lingkup kimia atmosfer lebih berfokus untuk mempelajari atmosfer pada sebuah planet. Jadi, studi ini lebih berfokus untuk mengetahui komposisi pada atmosfer planet, reaksi, serta interaksi yang terdapat di dalamnya.


4. Kimia Laut


Seperti namanya, cabang ilmu kimia yang satu ini membahas mengenai komposisi yang terdapat pada lautan. Beberapa hal yang dipelajarinya adalah tentang pelacakan nitrogen, besi, karbon organik, karbon anorganik, fosfor dan lain sebagainya yang terkandung di lautan.


5. Pemodelan Lingkungan


Pemodelan lingkungan merupakan studi yang berfokus untuk mempelajari penggunaan model matematika pada lingkungan. Tujuan adanya pemodelan lingkungan adalah untuk menemukan analisis interdisipliner yang meningkatkan pemahaman manusia akan sistem lingkungan.


Contoh Kimia Lingkungan


Contoh proses kimia lingkungan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Penggunaan berbagai bahan kimia, baik yang terjadi secara alami maupun karena zat sintetis membuat kontaminasinya terhadap lingkungan tidak dapat terhindarkan.


Untuk mengetahui lebih lanjut, simak beberapa contoh mengenai beberapa proses kimia lingkungan berikut ini: 


Contoh Kimia Lingkungan Atmosfer


Pada atmosfer terdapat kandungan uap, gas, serta partikulat dengan konsentrasi tinggi. Berbagai polutan yang terkandung didalam atmosfer antara lain seperti amonia, karbon monoksida, fosfor, ozon, sulfur dioksida dan lain sebagainya.


Polutan yang berpotensi untuk terkandung didalam atmosfer ini, apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan reaksi berbahaya. Hal ini berlaku baik bagi manusia, hewan, tumbuhan, maupun lingkungan sekitar.


Contoh Kontaminasi Dan Polusi


Berbagai reaksi kimia ini juga bisa menjadi salah satu penyebab udara bisa terkontaminasi atau tercemar polusi tertentu. Kontaminasi merupakan dampak buruk yang ditimbulkan oleh zat kimia yang mencemari lingkungan, namun belum berpotensi untuk menyebabkan kerusakan ekologis ataupun biologis.


Sementara itu, polusi merupakan kondisi dimana zat kimia yang tercampur dalam lingkungan sudah dalam konsentrasi tinggi. Dengan begitu dapat mengakibatkan dampak toxic dan perubahan ekologis di sekitar.


Kimia Lingkungan Air


Pada air, biasanya terlarut juga konsentrasi berbagai zat kimia. Pada air laut misalnya, air jenis tersebut terkontaminasi oleh natrium klorida (NaCl) dan berbagai ion terlarut. Sedangkan pada air tawar, terdapat beberapa konsentrasi yang khas. Misalnya saja natrium, kalsium, magnesium, hidrogen, sulfat dan lain sebagainya.


Kimia Lingkungan Tanah dan Batuan

 

Pada tanah dan batuan juga terdapat berbagai kontaminasi zat kimia. Misalnya oksigen, aluminium, silikon, besi dan lain-lain. Hampir seluruh elemen yang terdapat dalam tanah dan bebatuan terdapat berbagai molekul serta mineral. Apabila terjadi dalam konsentrasi yang cukup tinggi, maka ini juga bisa menyebabkan kerusakan ekologis.


Minyak Bumi


Tumpahan minyak mentah yang berasal dari minyak bumi juga berpotensi untuk menyebabkan pencemaran air dan lingkungan. Polusi minyak diakibatkan oleh pembuangan operasional limbah pertambangan, anjungan pengeboran lepas pantai, adanya saluran pipa yang rusak dan lain sebagainya.


Sudah tidak terhitung berapa banyak kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena limbah minyak bumi ini. Konsentrasi minyak bumi yang tertumpah di laut misalnya, ini akan mengakibatkan pencemaran air. Selain itu dapat juga menyebabkan kerusakan bagi biota laut serta ekosistem alam yang ada di dalamnya.


Kesimpulan


Demikian pembahasan mengenai kimia lingkungan. Tentu saja sekarang Anda lebih memahami apa itu kimia lingkungan secara lengkap, bukan? Mulai dari pengertian menurut para ahli, fungsi serta ruang lingkupnya. Dan yang pasti disebutkan juga mengenai contoh proses kimia lingkungan yang sebenarnya umum kita jumpai sehari – hari.

Baca juga: Sumber Protein Nabati Untuk Makanan Sehari Hari

Dengan membaca pembahasan di atas semoga bisa membuat kita lebih bijak dalam hal penggunaan zat – zat kimia. Karena proses kimia ini tidak hanya terjadi secara alami saja, namun untuk dampak yang buruk ternyata juga disebabkan oleh zat sintesis tertentu.

Rabu, 27 Oktober 2021

ISO 9001 2015 - Pengenalan, Pengertian, Manfaat dan Fungsinya Bagi Perusahaan

ISO 9001 2015 - Pengenalan, Pengertian, Manfaat dan Fungsinya Bagi Perusahaan

ISO 9001 - Secara singkat, standar ini menjadi sebuah jaminan mutu atau kualitas produk maupun jasa. Nah tentu saja ada persyaratan dan kualifikasi tertentu yang harus dipenuhi untuk mengajukan sistem manajemen mutu.

 

iso 9001


Saat ini, sistem manajemen mutu akan ditetapkan oleh ISO (International Organization for Standarization). Dimana ISO ini sendiri merupakan lembaga internasional yang berisi badan-badan standar nasional yang mewakili banyak negara.

 

Secara garis besar, ISO 9001 ini merupakan sistem yang berisikan standar untuk manajemen mutu suatu barang atau produk tertentu. Dimana standar ini dibuat untuk menjamin kepuasan pelanggan, sekaligus menjadi branding perusahaan di mata para konsumennya.


Ketahui lebih lanjut mengenai apa ISO 9001, mulai dari pengertian, manfaat, hingga fungsi dan keuntungannya pada artikel berikut ini.

 

Pengertian ISO 9001

 

Seperti yang sudah dibahas secara singkat di atas, pengertian ISO 9001 adalah standar jaminan kuatitas atau mutu produk dan jasa. Standar yang digunakan yakni diukur dengan taraf internasional. Tujuan adanya ISO ini tentu saja untuk menjamin kepuasan pelanggan dengan barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan Anda.

 

Oleh sebab itu, apabila sebuah perusahaan memproduksi barang atau produk tertentu, pastikan sudah mendapatkan sertifikat dari ISO. Hal ini akan membuat para konsumen menjadi semakin yakin untuk menggunakan barang atau jasa tersebut.

 

Menurut standar ISO 9001, sebuah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa harus menjelaskan secara gamblang beberapa poin berikut ini:


  • Menjelaskan secara rinci mengenai sistem operasi dan proses manajemen dari perusahaan tersebut.
  • Menjelaskan bagaimana aliran dan proses bisnis yang sudah dijalankan selama ini.
  • Menjelaskan sistem monitoring (pengawasan) pada proses penanganan proses produksi maupun alur kerjanya. Yakni dimulai dari proses input hingga nantinya menjadi produk jadi atau jasa yang siap digunakan.


Semua data-data yang dibutuhkan nantinya akan dikumpulkan serta didokumentasikan dalam klausul ISO 9001. Untuk kemudian perusahaan akan memproses pengajuan untuk bisa memperoleh sertifikasi dari ISO terkait produk barang atau jasa tersebut.

 

Macam - macam ISO

 

International Organization for Standarization atau yang lebih umum disebut dengan istilah ISO ini adalah sebuah badan standarisasi skala internasional. Di dalamnya tercatut anggota lebih dari 160 negara yang berbeda. Kegunaannya dari ISO adalah untuk mempromosikan kualitas, keamanan, serta mengembangkan efesiensi pada sebuah industri.

 

ISO sendiri memiliki berbagai macam standar yang dapat diterapkan sesuai dengan fokus dan tujuannya. Berikut beberapa contoh macam-macam ISO yang sudah banyak digunakan di Indonesia:

 

1. ISO/IEC 17025


Jenis standar ISO yang pertama dan umum digunakan adalah ISO/IEC 17025. Jenis ISO yang satu ini banyak digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang penelitian. Sebagai contoh misalnya saja bidang pengujian laboratorium.


Dengan sertifikasi ISO/IEC 17025 maka dapat dipastikan bahwa data-data yang diperoleh dari perusahaan tersebut merupakan data yang valid. Serta sistem yang digunakan oleh perusahaan sudah diakui kredibilitasnya baik secara nasional maupun internasional.


2. ISO 2800


ISO jenis ini digunakan untuk berbagai industri untuk melindungi keamanan serta rantai pasok. Dengan ISO 2800, berbagai industri dapat menentukan langkah-langkah keamanan yang nantinya akan ditempuh untuk melindungi properti mereka dari berbagai jenis ancaman.


3. ISO 9001


ISO 9001 bermanfaat untuk industri atau perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Fungsi utamanya yakni untuk memastikan jaminan mutu serta kualitas produk agar tetap terjaga. Dengan demikian, produk akan dapat sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik dan terjamin kualitasnya.


Baca Juga: Perbedaan ISO 9001 dan ISO 17025


Selain untuk menjamin standarisasi mutu, ISO 9001 juga memberikan banyak keuntungan lain bagi perusahaan. Selain meningkatnya kepercayaan pelanggan, standarisasi ISO juga meminimalisir adanya kesalahan, mengurangi biaya, serta membuat industri menjadi lebih kompetitif di segala bidang.


4. ISO 50001


ISO 50001 berfungsi untuk meningkatkan serta mengembangkan management energi pada sebuah industri. Jadi, standarisasi yang satu ini berfungsi untuk membuat industri atau organisasi tertentu agar dapat menggunakan energi dengan bijak dan efisien. Sehingga nantinya manajemen energi dapat mencapai tingkat yang berkelanjutan.

 

5. ISO 14001

 

Standar yang satu ini digunakan untuk industri yang ingin meningkatkan efisiensi serta kinerja perusahaan. Sehingga dengan meningkatnya efesiensi operasional mereka, maka akan membuat penggunaan sumber daya menjadi lebih bijak. Tujuan lainnya yakni bisa memberikan dampak yang lebih baik bagi lingkungan.

 

6. ISO 22000


Standar keamanan global ISO 22000 digunakan untuk menetapkan sistem dan persyaratan bagi menejemen keamanan pangan. Standar ini digunakan untuk berbagai keperluan dalam bidang pangan. Misalnya saja seperti menyelaraskan mata rantai pasokan pangan, mengendalikan resiko kontaminasi bahaya pangan dan lain sebagainya.


Sejarah ISO

 

ISO 9001 saat ini bisa dikatakan sebagai patokan kualitas atau mutu dengan standar internasional. Hal ini berlaku bagi mutu produk fisik maupun jasa tertentu. Dalam prosesnya, perlu Anda ketahui bahwa ternyata ISO 9001 ini telah mengalami beberapa kali revisi dan perbaikan. Detail sejarah perjalanannya adalah sebagai berikut ini:


  • ISO pertama kali terbit pada tahun 1987
  • ISO 9001 pertama kali direvisi pada tahun 1994. Namanya kemudian diubah sesuai dengan tahun revisinya yakni ISO 90001 Versi 1994. Tidak berhenti disini, ISO kemudian mengalami revisi kembali pada tahun 2000
  • Pada tahun 2008, ISO 9001 juga kembali mengalami revisi atau versi yang lebih upgrade
  • Terakhir, ISO 9001 mengalami upgrade pada tahun 2015. Dimana pada tahun ini, standarisasi mutu ISO tidak hanya digunakan untuk organisasi besar saja. Akan tetapi juga digunakan untuk perusahaan kelas UMKM juga. Ketentuan ini masih berlaku sampai saat ini


Manfaat dan Pentingnya ISO 9001


Di tengah semakin ketatnya persaingan yang terjadi di dunia usaha, dengan adanya sertifikasi dari ISO maka akan membuat pondasi usaha Anda menjadi lebih kuat. Mengapa bisa disimpulkan demikian?


Karena apabila sebuah perusahaan atau produk tertentu sudah mendapatkan sertifikasi serta pengakuan dari badan jaminan mutu internasional, kepercayaan konsumen akan brand semakin meningkat. Bukan itu saja, adanya ISO ini juga sekaligus akan meningkatkan kinerja dari organisasi. Kemudian juga akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan bisnis.


Lantas, apa sajakah kira-kira manfaat lain dari diterapkannya sistem manajemen ISO 9001? Mari kita simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.


  • Adanya sistem ISO 9001 ini adalah bukti terjaminnya mutu atau kualitas suatu barang dan jasa. Terlepas proses produksinya dilakukan oleh pihak perusahaan, organisasi maupun UMKM sekalipun.
  • Tingkat kepercayaan calon konsumen atau pengguna jasa akan semakin meningkat
  • Reputasi menjadi lebih baik dari pihak konsumen maupun rekan bisnis
  • ISO 9001 akan membuat sistem manajemen menjadi lebih baku
  • Membuat kinerja perusahaan menjadi semakin meningkat
  • Bisnis lebih termonitoring sehingga perkembangannya akan lebih bisa terpantau
  • Adanya perbaikan yang terjadi secara berkesinambungan pada perusahaan dan produk yang dihasilkannya
  • Tujuan dari sebuah organisasi atau perusahaan akan lebih terarah apabila menerapkan sistem ini
  • Penerapan ISO 9001 akan membuat brand produk atau jasa tertentu semakin kuat di mata konsumen


Apa Saja Persyaratan Untuk Memperoleh ISO?


sertifikasi iso 9001
 

Setiap industri atau badan usaha yang ingin bersaing secara global, tentunya membutuhkan pengakuan standarisasi yang dikeluarkan oleh ISO. Lantas, apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan agar dapat memperoleh ISO? Berikut ini tahapan yang perlu Anda proses segera.


1. Memenuhi Persyaratan Standar ISO


Untuk mendapatkan standarisasi dari ISO, tentunya sebuah perusahaan perlu memenuhi daftar persyaratan yang sudah ditentukan. Misalnya Anda ingin mengajukan ISO 9001, maka karena ini berkaitan dengan kualitas dan standarisasi mutu. Maka pastikan bahwa perusahaan Anda sudah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan terkait jaminan mutu produk sebelum memutuskan untuk mengajukan ISO jenis tersebut.


2. Menyiapkan Dokumen yang Dibutuhkan


Untuk mengajukan permohonan ISO, tentunya banyak dokumen serta persyaratan yang diminta oleh badan sertifikasi. Oleh karenanya, Anda perlu menyiapkan apa saja dokumen yang dibutuhkan terkait jenis ISO yang diajukan.


3. Melakukan Evaluasi Terhadap Sistem Manajemen


Sebelum mengajukan ISO, pastikan Anda melakukan pengujian mandiri terhadap sistem manajemen perusahaan. Audit secara mandiri perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kira-kira perusahaan Anda sudah layak untuk mengajukan ISO ataukah belum.


Jika ingin mengajukan ISO 9001 misalnya, pastikan memberikan training ISO 9001 pada seluruh komponen yang ada dalam perusahaan. Kemudian perusahaan juga dapat melakukan evaluasi, serta perbaikan yang mungkin diperlukan dalam berbagai aspek sebelum pengajuan dilakukan.


Langkah - langkah Untuk Mendapatkan Sertifikasi ISO


Proses pelaksanaan sertifikasi ISO tentunya tidak terlepas dari tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan. Apa saja kira-kira tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat dari ISO?


1. Menentukan Komitmen


Sebelum mengajukan ISO, pastikan untuk menentukan komitmen mengenai jenis ISO apa yang tepat dan paling dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Jika ingin mendapatkan pengakuan tentang kualitas dan standarisasi mutu, maka ISO 9001 yang diajukan. Namun apabila ingin mendapatkan standar keamanan pangan, maka pengajuan ISO 22000 adalah yang paling tepat.


2. Membentuk Tim


Tim yang solid sangat penting untuk dimiliki jika ingin mengajukan standarisasi ISO. Dimana tim ISO harus ada minimal 2 orang dalam setiap departemen serta harus menerapkan sistem leadership yang menerapkan standar ISO.


3. Melakukan Pelatihan ISO


Pelatihan ISO harus dilakukan, khususnya untuk semua karyawan perusahaan. Dimana pelatihan ini digunakan untuk mengenalkan pada karyawan tentang persyaratan yang dibutuhkan sesuai dengan standar ISO yang dipilih. Pelatihannya sendiri dapat meliputi pengenalan, dokumentasi, hingga proses internal audit.


4. Menggunakan Jasa Konsultan ISO


Dalam berbagai kondisi, perusahaan juga perlu menggunakan jasa dari konsultan. Dengan adanya konsultan ini, maka perusahaan dapat melakukan konsultasi terkait hal teknis yang berkaitan dengan implementasi ISO. Namun hal ini tidak serta merta menghapus peran dari tim leadership untuk menerapkan sistem menejemen ISO pada perusahaan, ya?


Jasa konsultan ini anggap saja sebagai pemandu langkah – langkah yang perlu diproses nantinya. Tidak mempelajari semuanya sendiri, dengan menggunakan jasa konsultan tentu proses pengajuan ISO akan lebih terarah nantinya.


5. Membuat Gap Analisis


Gap analisis dibutuhkan untuk menganalisa prosedur yang berlaku pada sebuah perusahaan. Gap analisis ini berfungsi untuk mengetahui bagaimana besarnya perbedaan proses produksi dan operasional perusahaan setelah menerapkan sistem standarisasi ISO.

 

Tidak semua perusahaan siap mengerapkan standar ISO dalam proses produksinya. Dengan adanya Gap analisis ini akan menjadi sebuah tolak ukur kesiapan perusahaan dalam menerapkan standar di proses produksi selanjutnya.


6. Membuat Dokumen


Untuk mendapatkan sertifikasi ISO, dibutuhkan dokumen yang lengkap dan valid terkait jenis ISO yang diajukan. Oleh karenanya, Anda dapat melengkapi terlebih dahulu dokumen-dokumen yang mungkin nantinya akan dibutuhkan sebelum mengajukan permintaan standarisasi.


Dokumen ini semestinya memang sudah diarsipkan jauh – jauh hari. Artinya memang dokumen asli dari proses atau alur kerja yang sudah dilakukan. Intinya bukan sekedar dokumen yang diadakan hanya untuk keperluan pengajuan ISO saja.


7. Implementasi Sistem ISO


Implementasi sistem ISO selanjutnya dapat diterapkan pada perusahaan. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk dapat menerapkan sistem ini. Proses ini harapannya bias membuat seluruh karyawan mengerti dan menjalankan sistem tersebut secara efektif dan berkesinambungan dalam jangka panjang seterusnya.


8. Audit Internal


Setelah sistem ISO berhasil dijalankan, maka selanjutnya perusahaan perlu melakukan evaluasi. Nah proses evaluasi ini dapat dilakukan dengan menyusun audit internal. Baik audit untuk agenda tahunan, maupun evaluasi bagaimana keefektifan dari sistem manajemen.


Dengan melakukan tinjauan terhadap sistem manajemen, maka dapat ditemukan tindakan apa yang paling tepat. Tujuannya yakni untuk memperbaiki efektivitas sistem yang telah dijalankan sebelumnya.


9. Audit Sertifikasi ISO


Langkah terakhir dalam pengajuan sertifikasi ISO adalah dengan dilakukannya audit sertifikasi ISO. Audit sertifikasi ini biasanya dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama yaitu pemeriksaan pada dokumen perusahaan, kemudian tahapan yang kedua adalah proses penilaian secara menyeluruh.


Audit sertifikasi ini dapat diajukan kepada Badan Sertifikasi ISO secara langsung. Lalu bagaimana jika pihak ISO menyatakan bahwa perusahaan Anda sudah memenuhi syarat, serta dinyatakan layak dan memenuhi standar? Maka selanjutnya penentuan kelayakan serta pemberian sertifikat dengan standar ISO akan diberikan oleh badan sertifikasi kepada pihak perusahaan.


Kesimpulan


Demikian ulasan mengenai ISO 9001 yang dibahas secara menyeluruh. Kini tentu saja Anda semakin memahami apa pentingnya penerapan standar ISO ini, bukan? Bukan lagi sekedar status bergengsi yang bisa meningkatkan branding perusahaan. Dengan adanya standar ISO maka kualitas atau mutu produk dan jasa Anda memang sudah terbukti layak.

Selasa, 12 Oktober 2021

Perbedaan ISO 9001 dan 17025 Yang Harus Diketahui

Perbedaan ISO 9001 dan 17025 Yang Harus Diketahui

Perbedaan ISO 9001 dan 17025 sering kali menjadi pertanyaan bagi para praktisi laboratorium bidang teknis dan manajemen. Selain itu bagi suatu organisasi yang sebelumnya fokus pada penjaminan kualitas dari sistem manajemennya akan menganggap ISO 17025 adalah hal yang baru.


perbedaan iso 9001 dan iso 17025


Berikut ini adalah beberapa kesimpulan menurut pandangan kami dari hasil penelusuran beberapa literatur yang ada bahwa terdapat perbedaan antara ISO 9001 dengan ISO 17025 diantaranya adalah:

  1. ISO 9001 adalah untuk sertifikasi sistem manajemen dalam suatu organisasi apapun yang berkaitan dengan barang atau jasa
  2. ISO 17025 adalah untuk akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yakni laboratorium pengujian atau kalibrasi
  3. Antara ISO 17025 dengan ISO 9001 memiliki porsi fokus diantaranya bahwa iso 17025 berfokus pada kegiatan teknis dari suatu pekerjaan (pengujian atau kalibrasi) yang akan diakreditasi, namun pada iso 9001 berfokus pada dukungan manajemen seperti dokumentasi, kegiatan peningkatan (audit internal, review manajemen dan lain lain).
  4. Dalam prakteknya untuk mendapatkan pengakuan, iso 17025 disebut sebagai Akreditasi ISO 17025 sedangkan untuk iso 9001 adalah Sertifikasi ISO 9001.
  5. Setiap LPK yang ingin diakui sebagai LPK yang terakreditasi, harus memiliki dan komitmen dalam menerapkan klausul dari ISO/IEC 17025 namun tidak wajib mendapatkan Sertifikasi ISO 9001: 2015.
  6. Dalam ISO/IEC 17025: 2017 terdapat 5 Klausul utama sedangkan dalam ISO 9001: 2015 terdapat 8 prinsip.
  7. Pengakuan kompetensi teknis dari ISO/IEC 17025: 2017 di Indonesia dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Nasional. Namun sertifikasi ISO 9001: 2015 dilakukan oleh Badan Independen yang telah disetujui secara Internasional seperti SNR Certification.

 

Itulah beberapa perbedaan antara ISO 9001 dengan ISO 17025, terdapat informasi yang menarik dalam hal ini adalah suatu organisasi yang telah menerapkan Sistem Manajemen ISO 17027: 2017 maka secara tidak langsung ia telah menerapkan secara konsisten ISO 9001.


Hal tersebut dikarenakan di dalam ISO/IEC 17025: 2017 terdapat klausul-klausl yang diacu dari ISO 9001 seperti pada klausul 4 (Persyaratan Umum) dan klausul 8 (Persyaratan Sistem Manajemen). Namun sebaliknya apabila suatu Organisasi yang melakukan kegiatan pengujian atau kalibrasi yang telah tersertifikasi ISO 9001: 2015 maka ia belum tentu memiliki kompetensi dalam menjamin kualitas data yang dihasilkan.

 

Kali ini, Labmutu Learning Centre telah bekerjasama dengan Badan Sertifikasi Independen yang dapat memberikan Sertifikasi ISO 9001 dan pelatihan terkait pemahaman dalam penerapan ISO 9001 yakni SNR Certification. Silahkan kontak Admin untuk mendapatkan informasi lebih lengkap melalui HP/WA 0821-7254-5061.


Demikianlah artikel singkat ini kami sampaikan, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan Rekan-rekan sekalian. Apabila ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis pada kolom komentar. Terimakasih

Kamis, 10 Juni 2021

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Manfaat Daun Pepaya - Labmutu - Halo sobat, kali ini kita akan membahas mengenai topik kesehatan dan kecantikan yang memanfaatkan bahan alami dan tersedia disekitar kita. Kali ini kita akan membahas manfaat dari daun kates atau pepaya. Dalam bahasa latin, pepaya disebut juga dengan Carica papaya.


manfaat daun pepaya


Tanaman pepaya merupakan tanaman tropis yang berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan bagian Utara. Selain buahnya yang kaya manfaat sebagai sumber vitamin c, kita ketahui bersama bahwa daun pepaya juga bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Apa saja manfaatnya mari kita bahas bersama.


Sebenarnya semua bagian dari pepaya bermanfaat untuk kesehatan seperti biji dan akarnya, namun kita bahas terlebih dahulu bagian daunnya.

 

Kandungan Daun Pepaya


Sebelum kita bahas mengenai manfaatnya, mari kita bahas terlebih dahulu kandungan daun pepaya segar. Dalam 100 gram daun pepaya, mengandung senyawa berikut ini:


kandungan daun pepaya

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan


Setelah kita membahas mengenai kandungan senyawa di dalan daun pepaya, kini tiba saat nya kita membahas manfaat daun pepaya untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaatnya yaitu:


Menstabilkan Gula Darah


Masyarakat di Meksiko memanfaatkan daun pepaya untuk pengobatan tradisional dalam penyembuhan diabetes dan mengontrol gula darah. Hasil penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan yang mengandung gula darah tinggi, ternyata dapat diturunkan secara signifikan. 


Hal ini berikutnya dilanjutkan pada manusia yang ingin dilakukan terapi menggunakan daun pepaya. Mengapa daun pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes? karena daun pepaya mengandung senyawa antioksidan untuk melindungi sel-sel yang terdapat di dalam pankreas. Sehingga pankreas lebih optimal dalam menghasilkan insulin.


Mencegah dan Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker


Berdasarkan hasil dari penelitian, ekstrak daun pepaya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dan payudara. Namun sayangnya, penelitian tersebut baru pada tahap percobaan awal skala mikro dan belum diterapkan pada hewan percobaan atau bahkan manusia.


Melancarkan Fungsi Pencernaan


Kandungan serat dan beberapa nutrisi yang terkandung di dalam daun pepaya mampu mendukung fungsi sistem pencernaan di dalam tubuh menjadi lebih lancar. Selain itu kandungan papain mampu memecah protein besar menjadi ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan kecil sehingga tubuh akan lebih mudah menyerap asam amino.


Dari hasil penelitian bahwa makanan yang ditambahkan serbuk papain dari buah pepaya yang ditambahkan ke dalam makanan, mampu mengatasi masalah pada sistem pencernaan, seperti sembelit dan mules.


Mengatasi Peradangan


Nutrisi dan senyawa yang terkandung di dalam daun pepaya seperti flavonoid, papain dan vitamin E, memiliki fungsi sebagai anti inflamasi. Sehingga secara tradisional, daun pepaya digunakan untuk menyembuhkan peradangan di dalam dan luar tubuh termasuk diantaranya adalah ruam kulit, nyeri sendi dan nyeri otot.


Berdasarkan hasil studi bahwa ekstrak daun pepaya mampu mengatasi dan mengurai peradangan dan pembengkakan pada kaki hewan percobaan. Namun hingga saat ini belum ada hasil penelitian secara ilmiah yang mencobanya pada manusia.


Melancarkan ASI


Jarang ada yang mengira bahwa ternyata daun pepaya mampu membantu untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Hal ini pernah dibuktikan oleh peneliti bahwa kandungan Quercetin yang ada di dalam ekstrak daun pepaya mampu meningkatkan hormon prolaktin. Hormon prolaktin adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang pembentukan ASI di dalam sistem metabolisme ibu menyusui.


Manfaat Daun Pepaya Untuk Kecantikan


Selain untuk kesehatan, daun pepaya juga memiliki manfaat untuk kecantikan diantaranya adalah untuk:


Mengatasi Jerawat Di Wajah


Jerawat merupakan hal yang paling ditakuti oleh para kaum wanita terutama para remaja. Penyebab timbulnya juga diperngaruhi oleh banyak faktor seperti perubahan hormonal, pemakaian produk kecantikan dan debu dari lingkungan. 


Daun pepaya ternyata memiliki manfaat untuk mengatasi jerawat pada wajah, karena mengandung senyawa karpain yang bermanfaat untuk menghilangkan jerawat. Selain untuk mengatasi jerawat, karpain juga dapat mengatasi masalah kulit lainnya sehingga patut dijadikan sebagai tanaman herbal untuk mengatasi jerawat.


Mengatasi Flek Dan Noda Hitam Di Wajah


Adanya flek dan noda hitam pada bagian wajah tentunya akan menganggu penampilan dan kepercayaan diri kaum wanita. Untuk mengatasi hal itu, daun pepaya dapat digunakan untuk mengatasi flek dan noda pada bagian wajah. 


Kandungan karpain sangat bermanfaat untuk mengatasinya secara efektif, silahkan lakukan dengan cara meremas daun pepaya dengan air matang, kemudian menjadikan remasan tersebut sebagai masker wajah.


Mencegah Penuaan Dini


Manfaat daun pepaya ternyata tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi jerawat, flek dan noda hitam pada wajah. Kandungan asam amino yang terkandung di dalam daun pepaya, mampu mengatasi tanda penuaan dini di wajah seperti kerutan di bawah mata. 


Tidak hanya itu, ekstrak daun pepaya juga sering digunakan sebagai bahan aditif pada beberapa produk kecantikan.


Mencegah Rambut Rontok


Hasil dari penelitian ditemukan bahwa stres oksidatif yang tinggi pada tubuh dapat menyebabkan rambut rontok. Kandungan senyawa antioksidan yang terkandung di dalam daun pepaya seperti vitamin E dan flavonoid dapat mengatasi hal ini.


Baca Juga: Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita


Itulah ulasan mengenai manfaat daun pepaya untuk kesehatan dan kecantikan yang bisa kami sajikan, semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentar dibawah ini. Terimakasih, salam sehat dan sukses selalu.

Minggu, 06 Juni 2021

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C - Labmutu.com - Halo sobat, kali ini kita akan membahas suatu topik yang menarik yang sangat layak untuk kita bahas bersama. Mengingat bahwa vitamin c menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan karena memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu penyerapan zat besi dan menghasilkan kolagen.


buah yang mengandung vitamin c


Mengingat pentingnya senyawa ini, maka kami ingin memberikan sumber vitamin c yang bisa diperoleh dengan cara yang alami. Vitamin c atau yang sering kita kenal dengan Ascorbic Acid merupakan senyawa antioksidan yang bisa dihasilkan dari buah-buahan.


Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa buah-buahan yang terdapat disekitar kita dan mengandung vitamin c yang banyak. Karena pemahaman kita, buah yang banyak mengandung vitamin c adalah jeruk. Ternyata setelah mimin, menelusuri artikel, terdapat buah-buahan selain jeruk yang mengandung vitamin c yang terbilang tinggi.


Berikut ini buah-buahan yang mengandung vitamin c yaitu:


1. Buah Jambu Biji

 

Teman-teman, ternyata jambu biji mengandung vitamin c yang tinggi setelah jeruk yaitu mengandung sebanyak 200 mg asam askorbat. Selain itu, jambu biji juga ternyata mengandung serat dan zat gizi yang sangat bermanfaat dalam menurunkan kadar kolestrol di dalam darah dan menurunkan tekanan darah.

 

Di kalangan kita, jambu biji juga dikenal dengan beberapa sebutan seperti jambu klutuk, jambu batu, dan jambu siki. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang asalnya dari Negara Brasil yang disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Terdapat beberapa varian buah jambu biji, ada yang dagingnya berwarna putih dan merah serta memiliki rasa yang bervariasi.


2. Buah Nanas


Nanas merupakan tumbuhan tropis yang mengandung vitamin c berkisar 29-78 mg asam askorbat. Tinggi atau rendahnya kadar ascorbic acid ditentukan oleh jenis buahnya dan daerah tempat ditanamnya buah nanas ini.


Nanas, sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, membantu proses pencernaan, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, meringankan radang sendi (rematik) dan mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.


3. Buah Pepaya


Pepaya atau sering juga dikenal dengan betik diduga berasal dari Negara Meksiko bagian selatan dan bagian utara Amerika Selatan. Saat ini, tanaman pepaya sudah tumbuh diseluruh wilayah beriklim tropis.


Kandungan vitamin c di dalam buah pepaya berkisar 96 mg, selain itu buah pepaya juga mengandung beberapa nutrisi seperti serat, vitamin A, vitamin B kompleks, mineral (Kalium dan Kalsium). Banyaknya kandungan nutrisi tersebut, menjadikan buah pepaya sangat bermanfaat untuk membantu proses metabolisme di dalam tubuh, mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan mata.


4. Buah Mangga


Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera yang di dalamnya terdiri dari 35-40 anggota suku Anacardiaciaceae. Tahukah anda bahwa kata Mangga berasal dari bahasa Tamil yakni Mangkay yang artinya man adalah pohon mangga dan kay adalah buah.


Buah mangga mengandung vitamin c berkisar 60 mg, atau setara dengan 66% dari kebutuhan harian hal ini jika anda mengkonsumsi setengah buah mangga. Selain mengandung vitamin c, ternyata mengandung serat dan senyawa fitokimia yaitu karotenoid dan polifenol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa senyawa antioksidan polifenol di dalam mangga memiliki potensi dalam menurunkan resiko penyakit kanker payudara dan kanker usus besar.


Informasi Penting Apabila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih


Teman-teman, ternyata kelebihan mengkonsumsi vitamin c juga berdampak buruh terhadap kesehatan. Benar memang, sesuatu yang berlebih pasti tidak lagi bermanfaat. Melalui artikel ini kami juga ingin menyampaikan dampak buruk yang terjadi apabila berlebih dalam mengkonsumsi vitamin c.


Walapun terkadang sisa vitamin c yang berlebih  akan dibuang melalui urine karena sifatnya mudah larut di dalam cairan. Namun yang berbahaya adalah residunya.


Beberapa dampak yang terjadi adalah terjadinya ketidakseimbangan nutrisi, bermasalah terjadap sistem pencernaan, menjadikan kelebihan zat besi, membentuk batu ginjal dan meningkatkan resiko kanker.


Baca Juga: Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan


Demikianlah artikel mengenai buah yang mengandung vitamin c, semoga informasi yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Kamis, 03 Juni 2021

Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kandungan Kulit Pisang - Halo sobat labmutu, kita kembali untuk membahas kandungan bahan alami yang ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan kecantikan kaum hawa. Banyak diantara kita yang terkadang menyepelekan sisa makanan yang satu ini. Tak hanya buahnya yang memiliki kandungan yang baik, ternyata kulitnya juga mengandung nutrisi yang baik jika dimanfaatkan.

 

kandungan kulit pisang dan manfaatnya


Memang hal ini terdengar konyol apabila ada informasi bahwa kulit pisang bisa dikonsumsi sama seperti buahnya. Kira kira Anda mau menyicipinya? sekalian menjaga lingkungan dari limbah organik. hehehe...


Namun jika teman-teman merasa tidak enak saat mengkonsumsi kulit pisang, bisa dikonsumsi dengan cara di rebus. Nah, rebusan airnya kemudian di minum, itu jauh lebih baik karena tentunya lebih segar bukan?


Namun teman-teman harus memastikan jika ingin langsung mengkonsumsi kulit pisang, yakni harus dicuci dengan bersih agar kotoran yang menempel tidak ikut dikonsumsi.


Kandungan Nutrisi Kulit Pisang


Hampir tidak ada perbedaan kandungan kulit  pisang dengan buahnya. Berikut ini beberapa kandungan nutrisi kulit pisang


Serat


Serat adalah jenis dari karbohidrat yang komplek dan tidak dapat dicerna oleh tubuh, namun bukan berarti tidak dapat dicerna tetapi kita tidak boleh mengkonsumsinya. Serat yang terdapat di dalam kulit pisang terdapat dalam 2 jenis yakni serat yang dapat larut di dalam air dan sebaliknya, tidak dapat larut dalam air.


Serat yang dapat larut dalam air, akan menjadi gel sehingga sangat baik untuk melancarkan proses pencernaan di dalam tubuh. Sedangkan serat yang tidak dapat larut dalam air memiliki sifat dapat menarik air ke dalam feses sehingga inilah yang menyebabkan proses BAB menjadi lebih lancar.


Nah bagi teman-teman yang merasa sulit untuk BAB, ada baiknya mengkonsumsi rebusan kulit pisang atau mencuci kulit pisang dan langsung mengkonsumsinya.


Vitamin B6 dan Vitamin B12


Vitamin B6 atau yang sering kita kenal sebagai senyawa Pyridoxine yang berfungsi untuk membantu dalam pembentukan hemoglobin yang berperan dalam mengedarkan oksigen di dalam darah ke seluruh tubuh. Vitamin B6 juga sangat berperan untuk merubah protein dan karbohidrat dari makanan agar menjadi energi.


Vitamin ini juga sangat bermanfaat untuk saluran pencernaan otot dan beberapa bagian pada sistem imunitas sehingga kita jadi lebih jarang sakit. 


Vitamin B12 adalah sering kita kenal dengan senyawa Cobalamin, yang memiliki manfaat untuk memproduksi sel darah merah dan juga berfungsi untuk membantu pembentukan vitamin B9. Selain itu, fungsi vitamin b12 juga sangat baik untuk proses pencernaan nutrisi dari dalam makanan serta juga menjaga sistem saraf agar tetap sehat.


Mengandung Magnesium dan Kalium


Logam magnesium dan kalium ternyata memiliki peranan penting di dalam tubuh, karena hampir semua sistem metabolisme membutuhkan mineral ini. Keberadaan magnesium di dalam tubuh memiliki peran terhadap 300 reaksi biokimia termasuk dalam metabolisme makanan, sintesis asam lemak, dan protein.


Sama halnya dengan vitamin B6 dan B12, bahwa mineral magnesium dan kalium membantu menghasilkan energi. Inilah yang sering kita rasakan pada saat tubuh kita kekurangan ion, tubuh menjadi lemas.


Lemak Tak Jenuh


Lemak tak jenuh atau unsaturated fat merupakan golongan lemak yang baik bagi kesehatan tubuh. Terdapat dua jenis lemak tak jenuh yaitu lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Lemak tak jenuh tunggal sering disebut juga Monounsaturated Faty Acid (MUFA). Dari bahasanya kita sudah ketahui bahwa di dalam senyawa lemak ini, mengandung satu ikatan rangkap. Lemak tak jenuh golongan MUFA ialah palmitoleat, asam oleat dan asam vaksenik.


Lemak tak jenuh berikutnya adalah jenis ganda atau yang sering disebut sebagai Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA). Sesuai dengan istilahnya, jenis lemak ini memiliki lebih dari 1 ikatan rangkap. Asam lemak ganda ini juga sering kita kenal sebagai Omega yaitu omega-3 dan omega-6. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa semakin banyak ikatan rangkap suatu asam lemak, maka ia semakin baik untuk kesehatan.


Secara umum manfaat dari lemak tak jenuh adalah mampu mencegah penyakit jantung dan merangsang pertumbuhan otak.


Asam Amino Esensial


Asam amoni esensial adalah jenis asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga kita membutuhkannya dari luar seperti dari makanan yang kita makan. Agar proses metabolisme berjalan lebih baik, kita membutuhkan 20 jenis asam amoni yang terdapat di alam. Tentunya 20 jenis asam amino tersebut tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.


Adapun manfaat dari asam amino adalah meningkatkan masa otot, memelihara kesehatan jantung, menjaga keseimbangan hormon dan enzim dan meningkatkan daya ingat dan stamina tubuh.


Cara Mengkonsumsi Kulit Pisang


Setalah anda membaca nutrisi yang terkandung di dalam kulit pisang, sepertinya tak lengkap jika kami tidak memberikan informasi bagaimana cara mengkonsumsi kulit pisang yang sehat dan lezat tentunya. Beriku ini beberapa cara penyajika kulit pisang agar bisa dikonsumsi.


Bubur Kulit Pisang


Bubur kulit pisang bisa dibuat dengan cara: (1) cuci bersih kulit pisang; (2) haluskan 1 buah kulit pisang dan tambahkan dengan 3 sendok makan gandum; (3) tambahkan dengan 1 gelas air minum; (4) langsung konsumsi agar bubur tidak teroksidasi.


Minuman Herbal


Untuk menyajikan minuman yang menyehatkan ini, anda cukup menyediakan 1 gelas air putih, 1 buah kulit pisang dan 1/2 sendok teh kayu manis. Didihkan kulit pisang dan air selama 3 menit, selanjutnya masukkan ke dalam gelas dan tambahkan kayu manis yang telah disiapkan sebelumnya.


Minuman Penambah Ion Tubuh


Ramuan ini sangat cocok untuk menambah cairan tubuh dengan cara, siapkan 3 buah kulit pisang yang bersih serta 3 gelas air. Didihkan campuran tersebut di dalam panci selama 5 menit, kemudian saring larutan dan minum airnya segera mungkin.


Baca Juga: Kandungan dan Manfaat Kacang Almond untuk Ibu Hamil


Nah, itulah ulasan mengenai kandungan kulit pisang untuk kesehatan, semoga informasi yang kami sampaikan, bisa menambah wawasan kita. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanyakan pada kolom komentar. Wassalam...

Rabu, 02 Juni 2021

Air Suling : Persyaratan dan Definisi Untuk Digunakan Di Laboratorium

Air Suling : Persyaratan dan Definisi Untuk Digunakan Di Laboratorium

air suling



Air Suling atau sering kita kenal dengan sebutan air destilasi dan aquades adalah zat yang terdiri dari 2 molekul yaitu H (Hidrogen) dan O (Oksigen) yakni H2O. Kita ketahui bersama bahwa, air aquadest menjadi bahan pokok yang paling banyak digunakan di laboratorium terutama untuk laboratorium kimia.


Masih banyak diantara kita yang belum mengetahui persyaratan akuades yang sesuai untuk digunakan di laboratorium. Apalagi laboratoriumnya ingin menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium sesuai dengan ISO 17025 : 2017.


Air suling termasuk kedalam bahan kimia yang digunakan di laboratorium, adapun bahan kimia yang terdapat di lab yaitu pelarut, gas, reagen serta termasuk bahan kimia yang digunakan sebagai penerapan jaminan mutu hasil pengujian.


Dalam penggunaannya, air destilasi  memiliki tingkat kualitas yang di dasari nilai kanduktivitasnya. Karena konduktivitas dapat menginterpretasikan kandungan logam atau analit lain baik itu anion maupun kation yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi nilai konduktivitasnya, maka semakin rendah pula kualitas dan kemurnian air suling tersebut.


Berikut ini terdapat tabel yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk menentukan kualitas akuades di laboratorium:


baku mutu air destilasi suling

Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat bahwa, semakin tinggi nilai Conductivity atau Daya Hantar Listrik maka kualitasnya semakin rendah dan hanya diperuntukkan untuk mencuci alat gelas di laboratorium.


Penting untuk kita pahami bahwa, apabila kita melakukan pengujian sampel yang mengandung analit hingga ke satuan ppb, maka diperlukan pelarut yang lebih murni agar kita terhindar dari kontaminan pada saat proses pengujian.


Dapat kita bayangkan, apabila pada saat melakukan pengujian menggunakan icp-ms untuk mengukur logam yang sangat rendah kandungannya maka pekerjaan yang kita lakukan akan sia-sia apabila menggunakan air destilasi yang memiliki kualitas rendah. Di tambah lagi, biasanya juga reagen yang digunakan biasanya lebih mahal jika kita mengukur pada ketelitian hingga ppb.


Memang terkesan sepele penggunaan akuades ini, apalagi jika kita tidak pernah melakukan monitoring kualitasnya. Hal inilah terkadang yang menjadi sumber kesalahan pengujian terbesar yang kurang bisa diidentifikasi.


Di dalam persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium, terdapat klausul yang mempersyaratkan kualitas akuades ini yakni pada klausul 6.3 tentang kondisi akomodasi dan lingkungan. Dalam  klausul ini dinyatakan bahwa lab harus memantau semua kondisi yang berkaitan dengan keabsahan hasil pengujian. 


Memang tidak disebutkan secara gamblang, bahwa yang harus diperhatikan adalah air destilasi, namun disini saya ingin menginformasikan bahwa selama ini, saya selalu memantau kualitas air destilasi untuk menerapkan klausul 6.3 ini. Adapun yang harus dipantau dari kualitas air destilasi adalah pH dan nilai konduktivitasnya.


Melalui artikel ini juga saya menginformasikan, bahwa kedua parameter tersebut tidak mutlak menjadi acuan dalam menentukan persyaratan air destilasi. Karena persyaratan air suling yang digunakan harus diacu lagi dari metode yang akan digunakan.


Misalkan ada persyaratan metode yang mengharuskan untuk menggunakan air destilasi bebas CO2 maka teman-teman juga harus memantau dan mentreatmen agar air destilasinya bebas dari CO2. Pembebasan air destilasi dari CO2 bisa dengan cara mendidihkan air destilasi di dalam gelas beaker selama 30 menit lalu didinginkan kembali sebelum digunakan.


Bukan hanya itu, terdapat juga suatu metode pengujian yang mempersyaratkan agar aquadest yang digunakan harus terbebas dari kandungan nitrit. Dilansir dari infolabling.com bahwa untuk menurunkan kadar nitrit dari air suling bisa melakukannya dengan cara mendestilasi kembali akuades yang ditambahkan 1 butir kristal kalium permanganan dan barium hidroksida atau kalsium hidroksida.


Baca Juga: Fasilitas dan Kondisi Lingkungan dalam ISO IEC 17025 versi 2017


Adapun perbandingannya adalah 500 mL akuades + 1 butir kristal. Destilat yang tertampung sebanyak 50 mL pertama dibuang lalu tampunglah air destilasi yang keluar selanjutnya.

 

Akhirnya, sekian dulu informasi yang bisa kami berikan, semoga apa yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat serta menambah wawasan rekan-rekan sekalian. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi pertanyaan anda melalui kolom komentar. Kami mohon maaf apabila terdapat kalimat yang kurang paham dipahami. Terimakasih wassalamualaikum... Salam sehat dan sukses selalu.


Selasa, 01 Juni 2021

Kalibrasi Alat Lab Yang Sesuai Dengan ISO 17025 versi 2017

Kalibrasi Alat Lab Yang Sesuai Dengan ISO 17025 versi 2017

Kalibrasi Alat Lab - Labmutu.com - Assalamualaikum teman-teman setia pengunjung lab mutu, pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang kalibrasi alat yang sering digunakan di laboratorium. Mengapa topik ini perlu kita bahas?

 

kalibrasi alat lab


Ya, tentu saja hal ini perlu untuk kita bahas karena di dalam persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium SNI ISO/IEC 17025: 2017 disebutkan dalam klausul 6.4 tentang Peralatan. lebih detail tentang pembahasan klausul tersebut silahkan baca ini Manajemen Peralatan menurut ISO IEC 17025 versi 2017

 

Ok, kita balik lagi ke topik kalibrasi alat lab, pada artikel ini, kami ingin menjelaskan prosedur yang sering dilakukan di laboratorium untuk melakukan kalibrasi alat yang sesuai sehingga apabila telah tiba waktu asesmen dari KAN, maka klausul ini telah tuntas tanpa temuan.

 

Adapun prosedur yang efektif untuk diterapkan menurut pengalaman yang saya lakukan adalah:


Hal pertama kali dilakukan adalah personel terkait melakukan inventarisasi terhadap peralatan ukur yang rentang mengalami penyimpangan serta membutuhkan akurasi dan presisi yang baik dalam menghasilkan data.


Kemudian penyelia atau supervisor lab atau siapapun yang ditunjuk untuk memanajemen program kalibrasi, menyusun program kalibrasi untuk setiap peralatan yang telah di inventarisasi tadi. Alat tersebut juga termasuk alat yang digunakan untuk memantau kondisi akomodasi lingkungan laboratorium.


Sebaiknya gunakan formulir yang termutakhir untuk merekan semua peralatan dan program tersebut.


Untuk menghindari adanya konflik kepentingan dalam menjaga efektivitas penerapan pada klausul 4.1 dan 4,2, saya menyarankan untuk melakukan kalibrasi pada laboratorium kalibrasi eksternal. Tentunya laboratorium tersebut sudah terkareditasi ya teman-teman.


Sebagai informasi juga, untuk program kalibrasi juga harus tercatat prosesnya ke dalam formulir penyediaan jasa yang disediakan secara eksternal (klausul 6.6).


Setelah proses kalibrasi oleh lab kalibrasi eksternal, arsipkan semua dokumen terkait proses kalibrasi seperti program kalibrasi, surat pengantar, berita acara, sertifikat kalibrasi.


Pastikan juga bahwa semua alat yang telah dikalirbasi dilengkapi dengan stiker atau label resmi dari lab kalibrasinya. Sebelum menerima dan mengarsipkannya, sebaiknya cek lagi kode antara sertifikat dengan label yang ditempel pada alat. Serta pastikan lagi tanggal kalibrasi dan re-kalibrasinya.


Setelah semua alat yang telah dikalibrasi telah lengkap dan selesai di kalibrasi oleh LK (Lab Kalibrasi) maka tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi pada tiap-tiap alat yang di kalibrasi tersebut.


Evaluasi dapat dilakukan dengan cara menghitung nilai ketidakpastian yang diperoleh dan membandingkannya dengan batas toleransi masing-masing alat yang digunakan.


Hasil evaluasi dapat dikatakan memuaskan apabila | ±U95% |terbesar + | ±koreksi |terbesar ≤ toleransi atau akurasi.

 

Dan sebaliknya, hasil evaluasi dikatakan tidak memuaskan apabila | ±U95% |terbesar + | ±koreksi |terbesar > toleransi atau akurasi.


Jika hasil dari evaluasi ternyata hasil tidak memuaskan, maka ada 2 cara yang dapat dilakukan yaitu (1) alat tersebut dipisahkan dan tidak digunakan lagi serta jangan lupa untuk diberi label agar personel lain tidak menggunakan alat itu lagi; atau (2) alat tersebut tetap digunakan namun gunakan nilai koreksi (faktor koreksi) nilai yang diukur dengan nilai yang terbaca dari hasil kalibrasi. 

 

Namun jika teman-teman menggunakan pilihan 2, pastikan untuk selalu lakukan cek antara dan bandingkan nilainya dengan alat yang masih sesuai dari hasil kalibrasi. Interval yang diperlukan untuk melakukan cek antara tersebut adalah minimal 3 bulan sekali. 


Hasil evaluasi yang dilakukan tersebut, haruslah direkam dan diarsipkan dalam suatu formulir agar program kalibrasi menjadi tertelusur. Hasil dari rekaman tersebut harus didistribusikan juga kepada semua personel yang terkait dengan penggunaan alat yang dikalibrasi tersebut.


Setelah semua program kalibrasi telah dilaksanakan dan di evaluasi dengan baik, maka prosedur yang selanjutnya adalah mengarsipkan sertifikat hasil kalibrasi dan jangan lupa untuk mendistribusikan salinannya kepada personel terkait sebagai referensi masing-masing personel.


Oh iya, saya belum menjelaskan ya, berapa periode seharusnya kalibrasi dilakukan. Baiklah, berdasarkan hasil diskusi saya dengan beberapa asesor yang terlibat pada proses asesmen oleh badan eksternal (KAN), interval kalibrasi sebaiknya 1 tahun sekali atau maksimal 2 tahun sekali.


Mana yang 1 dan 2 tahun, dipilih berdasarkan tingkat keseringan alat tersebut digunakan, misalnya yang harus cepat untuk di kalibrasi ulang adalah Neraca Analitik, Oven, Furnance, Labu Takar dan lain-lain.


Namun untuk alat yang jarang di pakai, bukan berarti hanya 2 tahun sekali dilakukan kalibrasi, tetapi juga harus dilakukan cek antara pada tiap tiap alanya.


Nah, itulah prosedur yang bisa saya sampaikan, apa yang saya sampaikan di atas, merupakan hasil dari pengalaman saya selama mengurus penerapan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan iso 17025 versi 2017 sejak tahun 2013.


Semoga apa yang saya sampaikan, bisa memberikan manfaat untuk kita semua, jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan saja ketik di kolom komentar dan nanti akan saya balas. Demikian kami sampaikan wassalamualaikum


Video Ulasan ISO 17025