Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

Labmutu - Bagi Anda yang sering memasak di dapur, pasti tidak lagi asing dengan campuran masakan yang satu ini. Daun seledri ini merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa digunakan untuk campuran berbagai macam makanan. Diantaranya digunakan untuk sayur sop, bakso dan berbagai makanan berkuah lainnya.

 

manfaat daun seledri

Namun selain digunakan untuk campuran masakan, daun seledri juga memiliki berbagai manfaat lainnya. Diantaranya bermanfaat untuk kesehatan, hingga kecantikan. Ketahui lebih banyak mengenai daun seledri pada pembahasan berikut. Mulai dari manfaat, kandungan nutrisi, bagaimana cara mengonsumsi, serta efek samping yang ditimbulkannya akan dibahas tuntas.

 

Daun Seledri dan Kandungannya

 

Nama latin seledri adalah Apium Graveolens. Sebagai salah satu tanaman yang digunakan untuk bumbu masak, seledri ini ternyata masih termasuk dalam keluarga Apiaceae. Dimana kandungan karbohidrat dan kalorinya tergolong rendah. Itulah mengapa seledri juga sering digunakan dalam proses terapi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

 

Bukan tanpa alasan, seledri memang memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Tentu saja kandungan kebaikan di dalamnya akan memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut ini beberapa zat yang terdapat pada tanaman seledri.


  • Asam fenolik
  • Flavonol
  • Flavonoid
  • Dihydro stilbenoids
  • Fitosterol
  • Furanocoumarin
  • Serat
  • Potasium
  • Folat
  • Vitamin K
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • dan lain sebagainya.


Manfaat Mengonsumsi Daun Seledri


Dengan banyaknya kandungan nutrisi di dalamnya, sayuran yang satu ini memang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa khasiat dari daun seledri untuk kesehatan. Jika dikonsumsi secara rutin akan berdampak baik pada beberapa hal berikut.


1. Melindungi Sel Tubuh Dari Kerusakan


Manfaat seledri yang pertama adalah dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan. Dimana dalam seledri ini terkandung flavonoid, vitamin C dan juga beta karoten. Kandungan tersebut berfungsi untuk menangkal bahaya dari paparan radikal bebas. Selain itu berdampak baik juga untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas tersebut.


2. Menjaga Kesehatan Pencernaan


Selanjutnya, seledri juga sangat baik bagi kesehatan pencernaan. Hal ini karena seledri terbilang kaya kandungan air dan seratnya. Otomatis keduanya akan membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik lagi. Sekaligus juga bisa membantu penyembuhan luka yang mungkin terjadi pada jaringan usus.


3. Mengurangi Peradangan


Untuk Anda yang memiliki masalah peradangan, sangat tepat apabila mengonsumsi seledri. Sayuran hijau ini memiliki kandungan phyonutrients yang sangat baik untuk mengatasi masalah peradangan. Selain itu, kandungan phyonutrients juga dapat membantu  tubuh untuk menurunkan tingkat stress oksidatif.


4. Melawan Penyakit Kanker


Seledri juga disebut-sebut sebagai obat yang dapat membantu melawan penyakit kanker. Kandungan phyonutrients yang terdapat pada seledri ternyata mengandung senyawa kemo yang membantu tubuh untuk mencegah toksisitas.

 

Selain itu, seledri juga kaya akan kandungan antioksidan dan flavonoid yang berfungsi untuk melawan sel-sel kanker. Dan khasiat lainnya yakni untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sekaligus memperlambat pertumbuhan sel yang telah mengalami mutasi.


5. Melancarkan Program Diet


Apakah Anda sedang menjalani program diet sekarang? Jika demikian, sangat tepat jika memasukkan seledri dalam menu harian Anda. Seledri merupakan jenis sayuran yang sangat rendah kalori.


Dalam satu batang seledri, hanya mengandung kalori sebesar 7 kkal saja. Jadi, jika Anda mengonsumsi satu gelas jus seledri yang terdiri dari 6 tangkai sayur, maka hanya akan mengonsumsi kalori sebesar 42 kkal saja.


Selain rendah kalori, seledri juga berfungsi untuk melepaskan hormon yang memicu rasa kenyang. Oleh karenanya, sangat tepat rasanya jika menjadikan seledri sebagai salah satu menu diet harian. Anda tidak perlu lagi takut kelaparan karena menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh.


6. Menghidrasi Tubuh


Aktivitas harian manusia yang padat, membuat tubuh membutuhkan lebih banyak air setiap harinya. Apabila kebutuhan air tercukupi, maka kesehatan organ-organ tubuh pun dapat bekerja dengan baik.

 

Oleh karenanya, Anda membutuhkan cairan yang cukup untuk mendukung aktivitas tersebut. Selain minum air putih, mengonsumsi seledri juga dapat membantu Anda untuk mencukupi kebutuhan cairan. Hal ini karena kandungan air yang terdapat pada seledri sangat baik untuk menghidrasi tubuh.


7. Rendah Gula


Mengonsumsi seledri juga dapat memotong asupan gula berlebih yang mungkin dilakukan secara signifikan. Daun seledri tergolong memiliki kandungan gula yang rendah.

 

Bahkan dalam satu gelas jus seledri, Anda hanya akan mendapati kandungan gula sebanyak 5 gram saja. Jadi, bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes sangat baik untuk menjadikan seledri ini dalam daftar menu harian.

 

8. Menjaga Kesehatan Hati


Selanjutnya, manfaat lain dari seledri adalah dapat menjaga kesehatan hati. Organ hati dapat mengalami kenaikan albumin yang dapat merusak organ tersebut. Sedangkan pada seledri, terdapat ekstrak metanol yang berfungsi untuk mencegah kenaikan albumin. Kebaikan lainnya yakni untuk melindungi organ hati dari adanya kerusakan yang disebabkan oleh kenaikan albumin.


9. Meningkatkan Kesuburan Pria


Seledri juga disebut-sebut sebagai tumbuhan yang dapat dijadikan obat untuk meningkatkan kesuburan pria. Pada seledri, terdapat kandungan antioksidan serta berbagai zat yang membantu menangkal paparan radikal bebas.


Selain melindungi dari paparan radikal bebas yang dapat mengurangi kesuburan pria. Kandungan  dalam tanaman seledri juga disinyalir dapat melindungi tubuh dari zat-zat yang berpotensi merusak kualitas sperma pria, sekaligus meningkatkan kesuburan.


10. Mengurangi  Resiko Terkena Batu Ginjal


Apakah Anda memiliki riwayat penyakit batu ginjal? Jika demikian, sangat tepat bila Anda perlu lebih sering mengonsumsi seledri. Tanaman seledri merupakan sayuran yang kaya akan kalium dan antioksidan.


Kedua kandungan tersebut berfungsi untuk mencegah penumpukan mineral yang mengendap dan berpotensi untuk timbul menjadi batu ginjal. Jadi bisa disimpulkan bahwa antioksidan tinggi yang ada pada seledri ini juga sangat baik untuk menjaga kesehatan organ ginjal manusia.


11. Menetralkan Tekanan Darah


Jika Anda sering mengalami tekanan darah tinggi sebaiknya rutin konsumsi seledri. Tanaman tersebut memang kaya akan kandungan fitokimia yang berfungsi untuk mengendurkan jaringan arteri tubuh. Ketika jaringan arteri mengendur, maka peredaran darah pada tubuh akan lancar. Sekaligus juga bisa berfungsi untuk mengurangi tekanan darah bagi penderita hipertensi.


12. Mengurangi Kadar Kolesterol


Pada tanaman seledri, terdapat zat yang bernama phthalates yang tersimpan di dalam batangnya. Phthalates yang terkandung dalam sayuran terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 7 %.

 

Dengan rutin mengonsumsi seledri, kelebihan kolesterol dalam tubuh akan diserap dengan lebih maksimal. Nah itulah mengapa jika Anda sering mengalami riwayat kolesterol tinggi bisa rutin konsumsi seledri, ya?


Begini Cara Mengonsumsi Seledri yang Bisa Anda Coba 


Setelah melihat beberapa manfaat daun seledri, rasanya sangat tepat untuk memasukkan sayuran tersebut sebagai menu harian bukan? Lantas, bagaimana kira-kira cara pengolahan seledri yang baik dan benar? Berikut ini beberapa referensi mengolah seledri agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga baik.


1. Smoothies


Cara mengolah seledri yang pertama adalah dengan menjadikannya sebagai smoothies. Meskipun memiliki rasa yang getir dan bau yang menyengat, seledri juga dapat diolah menjadi smoothies yang lezat.


Salah satunya dengan mencampurkan sayuran hijau tersebut dengan berbagai bahan lainnya. Untuk menambah rasa manis, Anda dapat mencampur seledri dengan berbagai buah-buahan.


Misalnya dicampur dengan kiwi, nanas, apel, mentimun, dan lain-lain. Namun, agar kandungan seledri tersebut tetap maksimal. Usahakan untuk tidak mencampurnya dengan gula ataupun jenis pemanis lainnya ya?


2. Jus


Cara mengolah seledri yang selanjutnya adalah dengan dibuat menjadi jus. Meminum jus seledri tanpa tambahan bahan apapun, akan membantu Anda untuk mendapatkan berbagai manfaat dan kebaikan dari sayuran hijau tersebut.


Untuk membuat jus seledri juga sangat mudah.  Anda hanya perlu menyiapkan seledri secukupnya, kemudian blender hingga halus dan minum segera setelah jus siap.


3. Campuran Sop


Seledri juga sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan, terutama jenis makanan berkuah seperti sop atau bakso. Agar masih bisa mendapatkan khasiat yang maksimal, usahakan untuk menjadikan taburan seledri pada masakan yang telah matang.

 

Jadi bukan dikonsumsi dengan cara memasaknya hingga matang terlebih dahulu. Mengapa bisa demikian? Tentu saja agar seledri masih memiliki tekstur renyah serta tidak lembek jadi kandungan nutrisinya masih baik dan maksimal.

 

4. Salad

 

Selain dijadikan campuran sop, daun seledri ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu campuran salad. Umumnya salad ini dibuat dari beberapa jenis sayuran segar yang dikonsumsi secara mentah nantinya. Anda bisa menggunakan buah-buahan atau sayuran segar sebagai bahan bakunya.

 

Oleh karena itu, Anda dapat memasukkan seledri menjadi bagian dari salad. Agar semakin lezat, tambahkan bahan-bahan lainnya serta toping minyak zaitun ataupun keju parmesan di atas salad tersebut.

 

Efek Samping Seledri, Apakah Ada?

 

Selain memiliki banyak khasiat, namun sayuran hijau tersebut ternyata juga memiliki beberapa efek samping yang penting untuk diketahui. Artinya, pengonsumsiannya harus dengan takaran yang tepat dan tidak berlebihan.

 

Pada kondisi tertentu, seledri juga sebaiknya tidak dikonsumsi dulu. Nah, kira-kira apa saja efek samping seledri? Mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

 

1. Terjadinya Reaksi Alergi

 

Seledri merupakan sayuran yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk alergi yang ringan hingga berat. Beberapa orang yang memiliki riwayat alergi dengan seledri akan mengalami beberapa gejala ketika mengonsumsi sayuran tersebut.

 

Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh seledri antara lain seperti terjadinya gatal, bengkak pada tubuh, bibir, lidah, hingga tenggorokan. Jadi, jika memiliki riwayat alergi sebaiknya berhati-hati pada makanan yang mungkin menggunakan seledri di dalamnya.

 

2. Menganggu Kinerja Obat Lain

 

Mengonsumsi seledri sebaiknya dilakukan ketika Anda tidak sedang meminum obat. Kandungan yang terdapat pada seledri disinyalir dapat mengganggu kandungan obat lain. Sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi sayuran tersebut secara bersamaan dengan obat-obatan. Terutama obat medis yang digunakan pada fase penyembuhan penyakit yang terbilang kronis.

 

3. Tidak Baik bagi Ibu Hamil

 

Meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun seledri tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil. Terutama jika konsumsi seledri dalam jumlah banyak dalam sekali waktu. Pasalnya kandungan yang terdapat pada seledri dapat memicu terjadinya kontraksi pada rahim.

 

Selain itu bisa juga menyebabkan keguguran apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh ibu hamil. Jadi tetap batasi konsumsi seledri dengan porsi yang aman, ya?

 

Kesimpulan

 

Bukan sekedar penyedap masakan, seledri ternyata juga bisa dijadikan sebagai obat atau terapi tertentu. Diantaranya seperti dapat mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan hati, melancarkan pencernaan, baik untuk kesehatan ginjal dan lain sebagainya.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari konsumsi seledri. Sebaiknya Anda mengetahui bagaimana cara pengolahan yang tepat, serta apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Tentu saja agar Anda bisa mendapatkan kebaikan dari seledri dan terhindar dari efek samping yang bisa merugikan nantinya.

Pengendalian Mutu dalam Penerapan Sistem Manajemen

Pengendalian Mutu dalam Penerapan Sistem Manajemen

Pengendalian Mutu - Jika Anda bekerja di perusahaan atau industri tertentu, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah pengendalian mutu. Secara singkat, pengendalian mutu merupakan usaha yang dilakukan dengan tujuan memastikan produk terjamin dari segi kualitasnya.


pengendalian mutu

Sehingga ketika sampai ke tangan konsumen, produk tersebut memiliki mutu yang bagus serta sesuai dengan standar perusahaan.

 

Pada setiap industri, adanya pengendalian mutu memang sangat penting dilakukan. Hal ini untuk menjaga kelangsungan produksi dan kepuasan pelanggan. Mari ketahui lebih banyak mengenai pengendalian mutu berikut ini. Mulai dari pengertian, fungsi, jenis, tujuan, metode, hingga contohnya dalam artikel berikut.


Pengertian Pengendalian Mutu


Pengendalian mutu ini sendiri juga populer dengan istilah quality control. Dimana quality control ini merupakan tahap akhir yang dilakukan untuk memastikan kondisi produk sudah memenuhi standar. Artinya kualitas produk tersebut memang sudah sesuai dan tidak mengalami gagal produksi.


Dengan demikian, produk-produk yang dihasilkan nantinya akan melalui berbagai tahapan serta serangkaian proses. Mulai dari pengawasan, pengetesan, hingga penelitian dan pemeriksaan. Dalam prosesnya, pengendalian mutu ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Baik dengan menggunakan cara-cara manual, ataupun mengggunakan metode modern dengan memanfaatkan mesin berteknologi khusus.


Namun meskipun berbeda metode, tapi tujuannya tetap sama. Yaitu untuk meminimalisir adanya kesalahan dan cacat produksi.  Sehingga muaranya yakni terjaminnya produk sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.


Fungsi dan Tujuan Pengendalian Mutu


Setiap perusahaan biasanya membentuk tim yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi barang-barang yang diproduksinya. Tujuan dari diadakannya upaya pengendalian mutu ini adalah sebagai berikut:


1. Memantau Perkembangan Produk


Tujuan pertama dari adanya pengendalian mutu adalah untuk memantau perkembangan dari proses produksi. Dimana barang yang sudah selesai proses produksi perlu di cek dan dipantau kembali. Tujuannya selain agar kualitasnya tetap terjaga sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu QC atau quality control juga bisa dilakukan untuk memastikan proses produksi hingga distribusi dapat selesai tepat waktu.


2. Bagian Dari Tanggung Jawab


Menghadirkan produk-produk yang memiliki kualitas tinggi, serta tetap dalam keadaan baik hingga ke tangan konsumen adalah tanggung jawab perusahaan. Oleh karenanya, pengendalian mutu ini bertugas untuk mengecek, memantau, menguji, serta melakukan penelitian dan juga uji coba pada barang-barang yang diproduksinya.


3. Menciptakan Solusi Untuk Setiap Masalah Yang Terjadi


Baik pada saat produksi maupun pengemasan, mungkin rentan terjadi kesalahan. Nah fungsi dari adanya pengendalian mutu yakni bisa juga digunakan untuk melakukan identifikasi masalah.


Dimana dengan adanya proses quality control, masalah akan cepat diidentifikasi. Sehingga barang-barang dengan resiko cacat produksi akan dipisahkan agar jangan sampai ke tangan konsumen dan menimbulkan kekecewaan. 

 

Beragam barang cacat produksi atau produk dengan kualitas rendah biasanya akan dipisahkan. Setelah itu kemudian diolah kembali menjadi produk baru atau dijadikan barang bernilai solutif lainnya.


4. Perbaikan Produk


Pengendalian mutu juga dilakukan sebagai upaya evaluasi. Jadi proses produksi yang dilakukan akan didokumentasikan, kemudian dikaji ulang. Sehingga nantinya dapat dianalisis letak kekurangannya untuk perbaikan produk di masa mendatang. 

 

Jadi dengan adanya proses ini, perusahaan mampu mengidentifikasi setiap masalah yang timbul. Kemudian mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Pengendalian Mutu

 

Proses pengendalian mutu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, serta memiliki peranan yang sangat penting. Namun, apa saja kira-kira faktor yang mempengaruhi mutu dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan? Berikut ini ulasan selengkapnya yang bisa Anda cermati.

 

1. Anggaran


Faktor pertama yang berpengaruh besar terhadap mutu suatu produk adalah anggaran. Dimana anggaran disini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap mutu sebuah produk atau barang yang dihasilkan. Jika anggaran yang dimiliki memadai, maka menciptakan produk dengan kualitas yang baik dan tetap terjaga hingga akhir memang sangat memungkinkan.


Namun sebaliknya apabila anggaran tidak stabil, kemudian di tengah jalan ada pemangkasan biaya untuk bahan baku industri. Kemungkinan akan berkurangnya mutu produk tidak dapat dihindarkan.


2. Kemampuan Pengolahan


Untuk dapat menghasilkan produk-produk dengan mutu yang baik. Kemampuan pengolahan dalam proses produksi juga harus ditingkatkan. Aspek-aspek yang ditekankan dalam proses ini ada beberapa hal. Misalnya saja pada kontrol produk, menejemen pekerjaan, kinerja dan integritas, kemampuan mengidentifikasi masalah dan lain sebagainya.


3. Spesifikasi Yang Valid


Spesifikasi yang valid dalam hal ini erat kaitannya dengan komposisi yang terdapat pada produk. Komposisi yang terdapat pada sebuah produk akan menentukan jaminan mutu dari barang tersebut.


Jadi sebelum melakukan pengendalian mutu, pastikan terlebih dahulu menentukan komposisi yang valid untuk produk tersebut. Selain dari segi komposisi, spesifikasi yang valid dalam hal ini juga mencakup beberapa aspek. Diantaranya seperti kompetisi, pengalaman, kualifikasi, dan lain-lain. 


4. Meminimalisir Ketidaksesuaian Produk


Ketidaksesuaian pada barang yang dihasilkan sering menjadi kendala pada saat memproduksi suatu barang. Ini juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas atau jaminan mutu bagi barang yang diproduksi.

 

Bagaimana meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian produk serta meminimalisir adanya barang cacat produksi menjadi salah satu tujuan diadakannya pengendalian mutu.

 

Tahapan-Tahapan Pengendalian Mutu

 

Setelah membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian mutu. Berikutnya kita akan membahas mengenai metode-metode yang digunakan untuk melakukan quality control. Pada umumnya, proses quality control ada 4 tahapan utama. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini!

 

1. Plan (Perencanaan)

 

Tahapan pertama yang perlu dilakukan pada proses pengendalian mutu adalah tahap perencanaan. Perencanaan dalam hal ini mengacu pada beberapa faktor mulai dari empat faktor berikut:

 

  • Perencanaan produk.
  • Penentuan komposisi produk.
  • Adanya pedoman proses dan alur produksi yang jelas.
  • Standar pengemasan produk dan lain sebagainya.

 

2. Pelaksanaan

 

Kemudian tahapan yang selanjutnya yakni seputar pelaksanaan. Dimana dalam tahap pelaksanaan, daftar poin yang sudah dibuat sebelumnya akan mulai masuk dalam proses penerapan. Pembagian tugas pada tim yang akan menangani pengendalian mutu juga perlu dilakukan. Tentu saja agar tim yang sudah dibentuk sebelumnya dapat mulai bekerja sesuai dengan porsinya masing-masing.

 

3. Pemeriksaan (Check)

 

Tahap pengendalian mutu yang selanjutnya adalah pemeriksaan atau check. Pengecekan ini merupakan langkah yang diambil untuk melihat sejauh keberhasilan produksi. Proses ini akan memberikan data yang jelas mengenai standar produksi yang sudah diberikan. Yakni sudah  ataukah belum dilakukannya standar yang ditetapkan pada proses produksi.

 

Proses pengecekan juga berfungsi sebagai media pembanding. Yakni apakah kualitas produk sudah sesuai dengan harapan, ataukah ada kendala yang ditemukan dalam prosesnya. Ketika terdapat kendala, maka selanjutnya akan diambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 

4. Analisa

 

Step terakhir dalam pengendalian mutu adalah analisa. Analisa merupakan langkah yang diambil sebagai media evaluasi terhadap sistem yang sudah digunakan. Apakah sistem tersebut sudah cukup memuaskan ataukah masih membutuhkan perbaikan akan ditemukan pada proses evaluasi.

 

Jika sekiranya sistem yang berjalan masih perlu dibenahi, maka selanjutnya akan diadakan perubahan yang diambil sebagai langkah penyesuaian. Sehingga menjadi pedoman untuk perbaikan produk-produk yang selanjutnya.

 

Teknik Pengendalian Mutu

 

Untuk melakukan pengendalian mutu, ada beberapa teknik yang dapat digunakan. Diantaranya adalah dengan membuat grafik, kemudian melakukan analisis tentang produk.

 

Misalnya apakah produk tersebut telah memenuhi ekspektasi, apa saja kendala yang ditemukan, bagaimana pokok masalahnya. Selain itu tercatut juga penyelesaian apa yang harus diambil dapat dianalisis dengan media grafik.

 

Anda juga dapat melakukan analisis secara acak pada sampel barang. Analisis secara acak ini akan menemukan pola analisa. Dimana apabila terjadi cacat produksi akan dapat diketahui, apakah itu terjadi secara acak ataukah memiliki pola yang sistematis.

 

Selanjutnya, teknik pengendalian mutu juga dapat dilakukan dengan metode pendekatan. Dimana apabila menggunakan metode tersebut, maka yang ditekankan adalah peran pengembangan dan penelitian.

 

Dengan pengembangan dan penelitian, maka dapat dianalisis apa penyebab terjadinya barang cacat produksi. Kemudian dapat ditempuh beberapa langkah-langkah inovatif untuk menghilangkan variasi dalam produksi.

 

Jenis-Jenis Pengendalian Mutu

 

Berdasarkan jenisnya, pengendalian mutu dibedakan menjadi dua, yaitu:


1. Pengendalian Mutu Internal


Pengendalian mutu internal adalah proses pengontrolan mutu barang yang melibatkan faktor-faktor internal. Misalnya saja seperti melakukan pengecekan pada beberapa entitas produksi. Yakni mulai dari sistem produksi, alat produksi serta pengawasan protokol dan standar produksi. Dan yang tidak kalah penting yakni melakukan pengecekan terhadap para karyawan yang bekerja di bagian tersebut.

 

Beberapa poin yang kami sebutkan diatas merupakan contoh pengendalian mutu internal. Pengecekan secara internal ini penting dilakukan untuk menentukan kualitas produk apakah sudah sesuai dengan standar perusahan ataukah belum.

 

2. Pengendalian Mutu Eksternal

 

Berbanding terbalik dengan pengendalian mutu internal, pengendalian mutu eksternal merupakan proses menjaga kualitas produk yang berkaitan dengan faktor-faktor dari luar. Misalnya saja berkaitan dengan data-data komposisi produk.

 

Untuk keperluan pengakuan kualitas dari barang tersebut, komposisi ini akan dikirim ke perusahaan eksternal yang memiliki afiliasi. Misalnya untuk mendapatkan pengakuan BPOM, memperoleh label halal dari MUI dan lain sebagainya.

 

Metode Pengendalian Mutu

 

Ada beberapa metode atau pendekatan yang sering digunakan dalam quality control. Metode-metode ini digunakan berdasarkan kebutuhan serta produk spesifik yang dikerjakan. Diantaranya adalah seperti berikut:

 

1. Diagram Penyebaran

 

Metode yang pertama untuk pengendalian mutu adalan dengan menggunakan diagram penyebaran. Diagram penyebaran akan memplot dua sumbu sehingga akan membantu peneliti untuk melihat hubungan antar variabel dengan mudah.

 

2. Diagram Tulang Ikan

 

Ketika menggunakan metode diagram tulang ikan, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasikan apa masalah yang sedang terjadi. Masalah-masalah ini akan dirumuskan menjadi beberapa cabang, apakah itu dari bahan baku produksi, mesin, ataukah tenaga kerja nantinya dapat dirumuskan dengan spesifik.

 

3. Histogram

 

Dengan metode histogram, Anda dapat membuat grafik dengan mudah. Diantaranya untuk mengidentifikasikan grafik yang menunjukkan tentang distribusi frekuensi. Sehingga seberapa sering proses cacat produksi terjadi dapat ditemukan dan dianalisis dengan pasti.

 

Baca Juga: ISO 9001 2015 - Pengenalan, Pengertian, Manfaat dan Fungsinya Bagi Perusahaan

 

4. Grafik Pareto

 

Grafik pareto menyajikan informasi yang mudah dipahami dalam format diagram batang. Dengan menggunakan grafik pareto, Anda akan mudah menganalisa sebab akibat serta berfokus untuk menemukan pokok masalah yang paling fatal. Kemudian setelah itu bisa mengambil langkah penanganan yang terpenting lebih dahulu.

 

5. Stratifikasi

 

Metode ini digunakan untuk memisahkan pola dan data. Sehingga ketika menggunakannya, Anda dapat melihat pola serta pokok permasalahan yang terjadi pada area tertentu. Dan tahap akhirnya yakni kemudian mengambil penanganan yang paling akurat untuk mengatasinya.

 

6. Peta Kendali

 

Peta kendali merupakan metode analisis yang menggunakan bagan. Dengan peta kendali, Anda dapat dengan mudah melakukan analisis mengenai masalah yang sedang terjadi. Mulai dari menganalisis variasi, sekaligus memprediksi hasil yang paling memungkinkan serta penanganan masalah yang tepat.

 

7. Checklist

 

Metode pengendalian mutu yang satu ini akan membantu anda untuk menemukan daftar item yang penting. Selain itu juga menganalisa pokok-pokok masalah yang mungkin ditemukan pada proses pengendalian mutu.

 

Contoh Pengendalian Mutu

 

Pengendalian mutu merupakan proses yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kualitas barang yang diproduksi. Sehingga barang-barang tersebut dapat sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik sesuai dengan standar perusahaan.

 

Beberapa contoh pengendalian mutu antara lain adalah sebagai berikut:

 

  • Dilakukannya proses mikrobiologis dan kimia pada sampel produk obat-obatan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas obat yang dihasilkan. Apakah aman serta tidak beresiko membahayakan orang yang mengonsumsinya ataukah tidak.
  • Adanya pengecekan secara sistematis pada pembuatan mobil atau motor. Jadi perusahaan akan memastikan alat-alat otomotif tersebut dapat berfungsi dengan baik hingga ke tangan konsumen.
  • Pengujian alat-alat elektronik pasca produksi, untuk memastikan kualitas dan fungsinya masih beroperasi dengan baik.
  • Pengujian kelayakan pada sampel produk makanan. Dengan demikian perusahaan dapat memastikan bahwa produk tersebut layak untuk dikonsumsi serta tidak akan  menimbulkan masalah kesehatan.

 

Kesimpulan

 

Untuk dapat menciptakan produk yang berkualitas serta menjaga minat konsumen agar tetap stabil, maka perusahaan perlu meluangkan waktu serta uang untuk melakukan uji kelayakan produk. Strategi inilah yang disebut sebagai pengendalian mutu.

 

Dalam menggeluti bisnis apapun, melakukan uji kelayakan produk sangat penting dilakukan. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kepercayaan pasar pada produk Anda. Dimana kemudian menjaga minat pembeli pada produk-produk tersebut. Hal ini dapat ditempuh dengan cara selalu menerapkan sistem pengendalian mutu pada setiap proses produksinya.