Senin, 19 Oktober 2020

Inilah Biaya atau Tarif untuk Mendapatkan Akreditasi ISO 17025

biaya akreditasi iso 17025 KAN

Biaya Akreditasi ISO 17025 - Halo sahabat Laboran... wah sudah lama saya tidak menyapa rekan-rekan dengan sebutan itu... Saya berharap agar sahabatku semua pengunjung setia labmutu selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan yang luar biasa dari Allah SWT... aamiin...


Baiklah pada artikel kali ini penulis ingin memberikan informasi mengenai budget atau anggaran yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Laboratorium Penguji atau Kalibrasi yang terakreditasi SNI ISO/IEC 17025: 2017 melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN).


Adapun keinginan saya menulis ini adalah banyak pertanyaan yang masuk melalui chat admin tentang biaya yang dibutuhkan hingga mendapatkan sertifikat. Okay disini saya akan menjelaskan beberapa metode atau cara dalam mempersiapkan sekaligus mendaftarkan lembaga atau laboratoriumnya ke KAN.


Cara yang pertama adalah anda sendirilah yang mempersiapkan semua perlengkapan dan mendaftarkan labnya secara langsung ke KAN. Cara yang kedua adalah anda menggunakan jasa konsultan sepenuhnya untuk mempersiapkan seluruh persyaratan dan sekaligus mendaftarkan ke KAN. Cara terakhir adalah gabungan dari cara pertama dan kedua alias sebagian mandiri dan sebagaian lagi menggunakan jasa konsultan.


Nah yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih cara tersebut adalah masalah anggaran yang anda miliki. Kalau punya anggaran yang besar dan tidak mau repot, tentunya cara kedua adalah pilihan rekan-rekan sekalian. Namun apabila sebaliknya, bisa saja memilih cara yang pertama atau ketiga.

 

Baik masalah pilihan ada di tangan dan keputusan rekan-rekan sekalian, disini saya hanya memberikan informasi biaya dan apa langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar mendapatkan sertifikat akreditasi iso 17025 secepat mungkin.


Biaya Akreditasi 

Menyangkut biaya yang dikeluarkan, saya membaginya ke dalam 2 segmen, yaitu biaya persiapan dan registrasi ke KAN. Biaya persiapan inilah yang biasanya membutuhkan dana yang besar karena menyangkut masalah peningkatan sumber daya yang dimiliki saat ini serta beberapa syarat manajemen dan teknis lainnya.


Sumber daya yang saya maksudkan adalah segala hal yang dibutuhkan untuk dapat menerapkan iso 17025 berdasarkan klausul-klausul yang dipersyaratkan. Silahkan lihat dibagian persyaratan sumber daya untuk mengetahui syaratnya, kunjungilah halaman berikut ini:


Persyaratan Sumber Daya dalam ISO IEC 17025 versi 2017


Saya coba jelaskan satu per satu yakni tarif untuk registrasi ke KAN, untuk hal ini adapau rujukan biayanya adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 40 Tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku pada Badan Standardisasi Nasional. 


Berdasarkan PP No. 40 Tahun 2018, berikut ini adalah tarif yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam mempersiapkan anggaran untuk memperoleh pengakuan sebagai lab terakreditasi:

  1. Biaya pendaftaran untuk akreditasi awal atau akreditasi ulang atau penambahan ruang lingkup akreditasi adalah Rp. 5.000.000 per skema dan per permohonan.
  2. Biaya Assessor untuk kegiatan asesmen awal atau asesmen ulang atau asesmen tidak terjadwal adalah Rp. 3.500.000 per orang per hari.
  3. Biaya Assessor untuk kegiatan surveilen adalah Rp. 3.500.000 per orang per hari
  4. Biaya Assessor penyaksian kompetensi (witness) adalah Rp. 3.500.000 per orang per hari
  5. Biaya iuran tahunan (setiap tahun) dan biasanya ditagihkan bersamaan dengan kagiatan asesmen atau surveilen atau setiap akhir tahun apabila tidak ada kegiatan asesmen dan surveilen adalah sebesar Rp. 1.500.000 per tahun.

 

Nah, sudah tergambar bukan biaya yang diperlukan untuk proses registrasi di KAN..


Kemudian biaya yang perlu dipersiapkan adalah untuk pemenuhan persyaratan di fasilitasi laboratorium yang akan di akreditasi. Sekedar sharing saja dari saya, beberapa agenda yang membutuhkan biaya adalah:

  1. Pelatihan personel yang terlibat dalam parameter uji yang akan di akreditasi, pelatihan ini sangat banyak macam dan jenisnya sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing laboratorium.
  2. Biaya kalibrasi peralatan yang digunakan untuk proses pengujian, evaluasi, pemantauan dan lain-lain.
  3. Biaya untuk mengikuti program uji profisiensi atau uji banding laboratorium.
  4. Biaya pembelian atau perawatan sistem manajemen informasi, namun hal ini tidak wajib untuk dilakukan, tergantung dari lab itu sendiri. Apakah sudah menggunakan sistem komputerisasi atau masih manual.


Baiklah sementara itu dulu informasi mengenai biaya akreditasi laboratorium, kedepannya halaman ini akan selalu saya update jika ada perubahan tarif yang ditetapkan. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, Terimakasih

Baca Juga: Prosedur Tata Cara Akreditasi ISO 17025 pada KAN

Jika ingin bergabung di dalam grup Telegram "Lab QMS ISO 17025: 2017" klik icon di bawah ini:

grup telegram iso 17025 2017

Kamis, 15 Oktober 2020

Desain Laboratorium Kimia, Ruangan yang Baik dan Benar Sesuai ISO 17025

desain laboratorium yang baik dan benar


Desain Laboratorium adalah hal yang sangat penting untuk dibahas mengingat bahwa lab merupakan suatu fasilitas untuk memberikan hasil dengan tingkat kepastian yang tinggi. Menurut Wabula Tahun 2016, laboratorium adalah suatu tempat untuk melakukan percobaan, pelatihan, yang berhubungan dengan berbagai ilmu pengetahuan seperti kimia, fisika, kesehatan, biologi, sipil dan lain-lain.

 

Latar Belakang

Mengingat begitu pentingnya fasilitas tersebut, tentunya harus didukung dengan desain yang tepat agar seluruh aktivitas yang dilakukan, mampu menghasilkan data yang handal yaitu akurat dan presisi. Di dalam ISO 17025 versi terbaru (2017) menjabarkan bagaimana lab tersebut memiliki peran yang optimal dalam mendukung penyajian data hasil pengujian.


Seperti yang disebutkan dalam klausul 6.3 tentang Fasilitas dan Kondisi Lingkungan bahwa lab harus memiliki fasilitas lab yang SESUAI dan tidak mempengaruhi terhadap timbulnya pengaruh buruk pada hasil uji.


Setelah memiliki fasilitas yang sesuai maka pengendalian terhadap fasilitas tersebut juga harus dilakukan, dipantau dan di kaji secara berkala. Berdasarkan klausul yang diminta dalam iso 17025 tersebut, poin penting yang perlu diperhatikan untuk melakukan desain laboratorium adalah

  • Ruangan yang dibangun harus terpisah secara efektif terutama untuk pekerjaan yang tidak kompetibel.
  • Fasilitas yang dibangun mampu melindungi dari kontaminasi yang dapat mempengaruhi kegiatan laboratorium.


Beberapa alat yang sering digunakan seperti water bath, fume hood, oven, instrumen seperti GC dan HPLC, AAS serta Spektrofotometer memiliki karakter yang berbeda cara penempatannya. Sehingga diperlukan area yang sesuai dengan peruntukannya.


Desain Layout Laboratorium

Berbicara mengenai hal tersebut, tentunya kita penasaran untuk mengetahui seperti apa dasain yang baik dan benar agar pada saat kita hendak melakukan akreditasi tidak memerlukan usaha yang besar lagi untuk melakukan perombakan.


Seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa bangunan yang sesuai adalah harus kompetible dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh sebab itu hal ini harus dipersiapkan sejak awal. Sebagai informasi dasar agar dapat membuat layout yang sesuai, beberapa ruangan yang perlu dipersiapkan adalah:

Ruang Penerimaan Sampel

Ruang penerimaan sampel merupakan ruangan yang akan digunakan untuk proses serah terima sampel dari pelanggan. Ruangan ini biasanya ditempati oleh 1 orang personel resepsionis laboratorium yang bertugas untuk menerima sampel, melakukan registrasi sampel dari pelanggan dan menyerahkan laporan hasil pengujian kepada pelanggan.


Ruangan ini biasanya terletak di bagian terdepan laboratorium agar pelanggan lebih mudah menjangkaunya. Fungsi lain dari ruangan ini juga adalah dapat digunakan untuk penerimaan kunjungan dari pihak eksternal sehingga perlu disediakan area tunggu.


Ruang Penerimaan Pelanggan

Ruangan ini biasanya dipersiapkan untuk melayani pelanggan yang ingin melakukan diskusi terhadap laporan yang diterimanya. Terkadang hasil pengujian memiliki kerahasiaan khusus yang mengharuskan pihak lain untuk tidak mengetahuinya.


Disinilah pentingnya ruangan penerimaan pelanggan, walau terkadang tidak perlu disediakan tetapi hal ini perlu dijadikan sebagai pertimbangan agar Anda menyediakan areal privasi seperti ini. Hal ini pernah terjadi kepada saya pribadi saat menerima tamu dari eksternal. 

 

Kebetulan Lab tempat saya bekerja saat itu adalah Lab komersil. Sang Tamu mengatakan begini "apa tidak ada ruangan khusus untuk kita diskusi? saya mau membicarakan hal serius dan tidak main-main!". Jujur pada saat itu saya bingung mau menggunakan ruangan yang mana.Hehehe...

 

Bukan hanya itu, jika kita kembali kepada klausul 4.1 dan 4.2 bahwa lab harus bersikap tidak memihak dan menjaga kerahasiaan pelanggan atau penyampai informasi. Nah untuk menerapkan klausul ini tentunya juga harus didukung dengan fasilitas yang cukup.


Ruang Administrasi

Ruang administrasi diperlukan untuk menyiapkan segala dokumen yang terkait dengan pelaporan hasil uji. Selain itu ruangan ini juga diperlukan untuk membantu tugas personel dalam menyiapkan segala administrasi laboratorium seperti pembelian, evaluasi supplier, keuangan, pajak dan beberapa kegiatan administrasi penting lainnya.

 

Ruangan ini harus dipastikan tidak tergabung dengan ruang pengujian atau persiapan, mengapa saya katakan demikian? Ya kalau gabung alias tidak ada pembatas khusus maka semua perangkat yang terbuat dari logam akan cepat korosif karena uap zat asam yang digunakan. Mungkin hal ini tidak berlaku pada Lab mikrobiologi karena sangat sedikit menggunakan asam pekat seperti HCl, H2SO4 dan HClO4.

Baca Juga: Fasilitas dan Kondisi Akomodasi Lingkungan Laboratorium

Namun tetap, walau bagaimanapun juga ruang administrasi harus terpisah dengan ruang kerja lab, selain untuk meminimalkan kontaminasi, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan kesehatan personel yang bekerja di ruangan administrasi dari paparan zat berbahaya. Mengingat personel yang bekerja di ruang administrasi tentunya tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.


Ruang Staf Analis

Ruangan staf analis diperlukan untuk memfasilitasi para personel analis dalam beristirahat dan berdiskusi sesuatu. Hal ini terkadang sering dilupakan oleh para pengembang atau investor yang beranggapan bahwa analis hanya duduk diruangan kerja walaupun terkadang tidak ada pekerjaan khusus.

 

Perlu diingat bahwa, tolak ukur suatu laboratorium itu baik dan handal adalah ditinjau dari para analis yang bekerja. Merekalah yang memproduksi data hasil pengujian yang berkualitas, apabila mereka tidak di support dengan baik, tentunya akan memiliki kinerja yang kurang maksimal. 

 

Oleh sebab itu saya sarankan kepada pengembang dan investor, usahakanlah untuk menyediakan ruang staf analis walaupun tidak terlalu mewah dan besar, tetapi jika fasilitas ini ada maka proses diskusi dan kinerja analis akan lebih maksimal. 


Ruang Manajerial

Ruang Manajerial biasanya diperuntukkan untuk para staf manajer seperti Manajer Eksekutif atau sering disebut Kepala Laboratorium, Manajer Mutu, Manajer Teknis, Manajer Administrasi dan beberapa manajer lainnya.

 

Di dalam ruangan manajerial biasanya juga terdapat 1 ruangan pertemuan (meeting) sehingga perlu dipertimbangkan juga luas dan desain dari ruangan manajerial ini. Beberapa desainer untuk pengembangan gedung laboratorium, terkadang memisahkan ruangan manajerial dengan ruang inti laboratorium.

 

Namun ini kembali lagi dengan keinginan dari si pengembang dan investor yang terpenting adalah di dalam suatu bangunan, ruangan ini sangat penting untuk disediakan karena menyangkut pada akses, keselamatan dan kesehatan personel inti laboratorium.

 

Ruang Persiapan Awal Sampel

Ruang persiapan awal sampel biasanya diperuntukkan untuk mempersiapkan sampel yang baru saja diterima dari pelanggan. Fungsi khusus dari ruangan ini adalah untuk mengeringkan atau menghaluskan atau memisahkan dan lain-lain.

 

Pentingnya untuk memisahkan dan menyediakan ruangan ini adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi dengan peralatan atau instrumen laboratorium dari bahan yang akan diuji. Kadang-kadang ada bahan yang apabila dihaluskan akan menimbulkan debu sehingga akan berbahaya terhadap instrumen yang sensitif terhadap adanya debu dari luar laboratorium.


Ruang persiapan ini harus dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang bagus dan memiliki tingkat pencahayaan yang baik. Serta dilengkapi dengan sumber arus listrik yang memadai, untuk masalah pendingin udara hal ini perlu di kaji dan dipertimbangkan. Apabila ada jenis sampel yang memerlukan penanganan khusus maka silahkan lengkapi saja dengan peralatan yang mendukung.


Ruang Penimbangan

Dari judulnya sudah bisa kita tebak bahwa ruangan ini akan diisi oleh perangkat timbangan atau populernya disebut Analytical Balance. Yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan ruangan timbangan ini adalah ruangan harus bebas dari udara yang mengalir (angin). Di beberapa laboratorium terkadang memasang AC di bawah meja sehingga hembusan anginnya tidak langsung mengarah ke timbangan.


Mengapa? karena berhubungan dengan kestabilan pada saat penimbangan. Kemudian ruangan harus seminimal mungkin memiliki kelembaban yang rendah. Apabila di dalam ruangan penimbangan memiliki kelembaban di atas 70% maka perlu disiapkan alat Dehumidifier.


Kemudian ruangan ini nantinya harus di kontrol suhu dan kelembabannya, monitoring dapat dilakukan dengan menggunakan alat Thermohygrometer. Dan ingat berdasarkan persyaratan dalam iso 17025 tepatnya klausul 6.3.3 bahwa lab harus memantau, mencatat dan mengendalikan ruangan yang terkait dengan penanganan bahan uji.


Ruang timbangan juga perlu diatur lebih jauh dari potensi getaran seperti dekat dengan ruangan asam karena biasanya blower untuk penghisap udara akan menghasilkan getaran. Walaupun kecil tetapi memiliki dampak juga terhadap kinerja timbangan yang digunakan. Intinya adalah ruangan timbangan harus bebas dari udara bergerak, getaran, cairan dan debu.


Untuk ukuran dari ruang penimbangan, silahkan disesuaikan saja dengan kebutuhan Anda karena tugas saya adalah hanya memberikan informasi mengenai ruangan apa saja yang dibutuhkan saat mendesain laboratorium yang sesuai dengan sistem akreditasi laboratorium.


Ruang Kerja Umum

Ruang kerja umum yang saya maksudkan adalah ruangan yang digunakan untuk melakukan persiapan sampel yang telah di persiapkan terlebih dahulu. Biasanya ruangan ini terletak di bagian tengah dan luasnya yang lebih besar.

 

Biasanya ruangan ini digunakan untuk proses penyaringan, pengenceran, pemipetan, pembuatan reagen, sistesis skala kecil dan lain-lain. Ruangan ini biasnya terdiri dari beberapa meja kerja dengan ukuran yang bervariasi tergantung dari jenis pekerjaan dan luas gedung secara keseluruhan.

 

Ruang Instrument

Ruang instrument inilah merupakan ruangan inti karena menyimpan berbagai alat yang digunakan untuk proses analisis penentuan hasil. Ditambah lagi bahwa di dalam ruangan inilah tempat aset tak bergerak di suatu laboratorium yang MAHAL HARGANYA.

Baca Juga: ISO/IEC 17025: 2017

Dalam membuat ruangan intrument harus dipastikan dan disesuaikan dengan instrumen apa yang akan ditempatkan di dalamnya. Misalkan saja, apabila ruangan ini akan ditempatkan untuk instrumen spektrofotometer maka yang perlu diperhatikan adalah tingkat pencahayaan yang masuk jangan terlalu terang atau terkena cahaya matahari langsung.

 

Kemudian apabila ruangan ini akan ditempatkan untuk AAS atau ICP-OES maka yang perlu dipastikan adalah ruangan ini harus bebas dari intensitas cahaya yang tinggi, getaran dan kelembaban. Untuk instrumen harus dibedakan juga antara alat yang rutin menghasilkan panas dengan alat yang sensitif terhadap suhu seperti pH meter, Conductometer, HPCL, Ion Chromatography dan lain lain harus dipisahkan dari alat yang berpotensi menghasilkan panas seperti AAS, ICP, GC dan lain-lain.

 

Suhu dan kelembaban udara juga harus dikontrol dan dipantau sehingga perlu dilengkapi dengan pendingin udara yang optimal serta perlu alat pemantau yaitu Thermohygrometer. 

 

Ruang Asam

Ruang asam biasanya terdiri dari fume hood atau lemari asam, fungsi utama dari ruangan ini adalah untuk memfasilitasi pekerjaan yang berhubungan dengan proses destruksi menggunakan pelarut asam atau zat asam pekat seperti HCl, H2SO4, HNO3, HClO4 dan lain-lain.


Ruang ini harus terpisah dan memiliki sekat yang baik antara ruangan lainnya, hal ini untuk mencegah terjadinya paparan zat asam ke dalam ruang umum dan terutama ke ruang instrumentasi. Apabila menggunakan AC Central sebaiknya khusus untuk ruangan asam ini tidak dilengkapi dengan perangkat tersebut. Karena percuma saja kita melakukan penyekatan tetapi melalui AC central tersebut maka udara dari ruang asam akan menyebar ke ruangan lainnya.


Ruang Pengabuan

Ruang pengabuan perlu disediakan tetapi juga tidak tergantung dari lingkup pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Di dalam ruang pengabuan biasanya terdapat alat Furnace atau tanur yang berfungsi untuk membantu proses pengabuan sampel atau bahan uji.

 

Sama halnya dengan ruang asam, ruangan ini harus terpisah karena biasanya pada saat proses ashing berlangsung maka akan menghasil asap yang cukup banyak (tergantung) dari jenis dan jumlah bahan yang diabukan.

 

Ventilasi atau exhaust fan diperlukan untuk membuang asap yang dihasilkan dari proses ashing ini, atapu apabila Anda memiliki anggaran yang lebih sebaiknya dibuat suatu alat untuk menangkap asap yang dihasilkan sehingga menjadi asap cair.

 

Ruang Penyimpanan Arsip Sampel

Ruangan ini wajib disiapkan oleh pengembang atau investor, mengapa saya katakan demikian? karena setiap bahan uji atau sampel yang telah selesai kita analisis itu langsung dibuang atau dimusnahkan. Melainkan harus disimpan terlebih dahulu hingga waktu yang ditetapkan.

 

Penetapan masa simpan biasanya didasari atas uji stabilitas jenis bahan uji yang biasa kita terima. Apabila sampel hanya bertahan secara stabil selama 1 bulan, maka penyimpanan tidak lebih dari 1 bulan tersebut.

 

Penempatan arsip sampel juga harus disesuaikan dengan ketentuan penyimpanan sampel apakah harus menggunakan pendingin tambahan (refrigerator) atau cukup hanya disimpan dalam kondisi ruangan normal (suhu berkisar 25 C). Kemudian penempatan sampel juga harus disesuaikan dengan sifat bahan nya, jangan mencampur adukkan sehingga akan terjadi kontaminasi silang.

 

Seperti yang biasa kami lakukan, karena lab saya melakukan pengujian tanah, pupuk dan jaringan tanaman maka penempatan sampel tersebut harus terpisah agar tidak saling mengkontaminasi. Penanganan arsip sampel sangat penting untuk dipertimbangkan karena apabila terjadi pengaduan dari pelanggan, maka kita akan lebih mudah untuk melakukan pengujian ulang arsip sampel.


Pengendalian dan pemantauan ruang penyimpanan sampel juga harus dilakukan, seminimal mungkin harus di kontrol suhu dan kelembabannya. Sediakan juga Thermohygrometer di ruangan ini untuk memantau suhu dan kelembaban setiap harinya. Hal ini berguna sebagai informasi tambahan apabila sampel uji ulang arsip sampel mengalami perbedaan yang signifikan, padahal masa simpannya belum lewat.


Ruang Penyimpanan Peralatan Gelas

Ruangan yang peru dipersiapkan selanjutnya adalah ruangan untuk menyimpan peralatan gelas yang digunakan setelah di cuci. Atau ruangan ini juga berfungsi untuk menyimpan stok peralatan gelas yang masih baru.

 

Ruangan ini harus terbebas dari debu atau pengotor yang berasal dari bahan uji, karena alat gelas yang tidak bersih atau terkontaminasi pada saat sudah bersih, dapat menjadi sumber kesalahan dalam proses pengujian sampel.

 

Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi analis laboratorium, kesalahan yang sulit untuk ditelusuri adalah yang berasal dari kebersihan peralatan gelas yang digunakan. Terkadang kita melakukan pengujian dengan analis sama, alat sama, bahan kimia sama waktu berdekatan tetapi menghasilkan data uji yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa saja berasal dari kesalahan acak yang berasal dari kebersihan peralatan gelas yang digunakan.

 

Ruang Penyimpanan Stok Bahan Kimia

Terakhir yang perlu dipersiapkan pada saat membangun laboratorium adalah ruangan penyimpanan stok bahan kimia. Hal ini penting untuk dibahas karena kualitas data hasil pengujian yang dihasilkan juga bergantung pada bahan kimia yang digunakan.


Ruangan bahan kimia yang saya maksud adalah untuk menyimpan stok bahan kimia baru karena untuk bahan kimia yang sudah digunakan biasanya disimpan di dalam laci khusus penyimpanan bahan kimia.


Ruang penyimpanan bahan kimia harus sesuai dengan aturan penyimpanan yang tertera pada wadah bahan kimia tersebut. Ruangan penyimpanan stok harus dilengkapi dengan beberapa perangkat untuk mengantisipasi apabila terjadi tumpahan ataupun kebocoran wadah.


Penerangan di ruang penyimpanan harus cukup serta harus dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang cukup. Suhu dan kelembaban juga harus di kontrol agar dapat menelusuri apabila terjadi pekerjaan yang tidak sesuai. Seperti yang saya katakan sebelumnya, di sesi ruangan sebelumnya, bahwa di ruangan ini juga harus dilengkapi Thermohygrometer untuk memantau dan mengendalikan ruangan stok bahan kimia.


Itu saja beberapa ruangan yang bisa saya jabarkan sebagai dasar untuk mendesain laboratorium yang sesuai dengan persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan iso 17025 versi terbaru yaitu 2017.


Dikesempatan lain, saya akan mengajak para konsultan atau supplier yang berkecimpung di dunia desain laboratorium dan furniture laboratorium agar artikel ini lebih sempurna.


Ulasan saya di atas tidak bersifat baku, sehingga apabila rekan-rekan memiliki ide lain untuk membangun fasilitas laboratoriumnya menjadi lebih baik ya silahkan saja.


Semoga informasi yang saya berikan ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, salam sehat untuk kita semua... Terimakasih....

Jumat, 02 Oktober 2020

Laboratorium Kalibrasi Terakreditasi KAN di Indonesia

laboratorium kalibrasi

Laboratorium Kalibrasi adalah suatu lembaga yang memiliki kegiatan utama untuk memverifikasi suatu alat ukur sesuai dengan rancangan yang ditetapkan dan dibutuhkan. Kegiatan kalibrasi itu sendiri adalah menentukan hubungan antara nilai yang ditunjukkan secara aktual oleh alat ukur dengan nilai yang telah diketahui.


Antara lab kalibrasi dan lab penguji memiliki hubungan yang sangat erat sehingga di dalam iso 17025, kedua lab tersebut disandingkan dalam satu standar yang tak terpisahkan. Jika ditinjau dari aspek bisnis juga, kedua lab tersebut memiliki hubungan yang berkesinambungan.


Maksud saya adalah tanpa adanya lab kalibrasi maka lab penguji tidak akan mampu menghasilkan data yang akurat, presisi dan tertelusur. Begitu juga halnya lab kalibrasi yang tidak akan bisa bekerja tanpa adanya permintaan jasa dari lab pengujian.


Namun lab tersebut juga bisa melakukan kegiatan kalibrasi dari berbagai bidang bisnis seperti di bidang pertambangan, minyak dan gas serta indusrti lainnya. Adapun tujuan kalibrasi itu sendiri adalah agar diketahui ketertelusuran pengukuran yang dilakukan hingga ke Satuan Internasional (SI).


Sedangkan manfaat kalibrasi adalah 

  1. Upaya untuk menjaga sistem mutu yang diterapkan pada berbagai kelompok industri atau laboratorium pada setiap alat ukur yang digunakan.
  2. Mampu mengetahui tingkat perbedaan (penyimpangan) antara nilai yang benar (mendekati benar) dengan nilai yang terbaca oleh alat ukur atau instrumen.


Pada laboratorium yang telah mendapatkan sertifikat akreditasi ISO 17025, harus memiliki program kalibrasi. Hal tersebut di dasari dengan kebijakan pada klausul 6.5 tentang Ketertelusuran Metrologi. Selain itu, kegiatan kalibrasi merupakan tolak ukur jaminan mutu data yang dihasilkan dari kegiatan penelitian atau analisis di laboratorium.


Persyaratan Kalibrasi

Mengingat pentingnya program ini, maka terdapat beberapa syarat agar suatu lembaga atau organisasi tersebut dapat melakukan kalibrasi terhadap beberapa alat ukur. Secara umum, apabila suatu organisasi laboratorium ingin mendapatkan akreditasi ISO 17025  sebagai laboratorium pengujian, syaratnya hampir sama dengan lab penguji. Namun untuk lebih detailnya silahkan klik disini

Baca Juga: Alat Laboratorium Yang Perlu Dikalibrasi

Secara umum peryaratan yang bisa saya informasikan adalah:

  1. Standar acuan yang memiliki ketertelusuran hingga ke Satuan Internasional
  2. Metode kalibrasi yang valid dan diakui secara Nasional dan atau Internasional
  3. Personel yang melakukan kalibrasi haruslah memiliki kompetensi dibidangnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sertifikat pelatihan dari laboratorium yang telah terakreditasi.
  4. Memiliki ruangan kalibrasi yang telah dikondisikan seperti kelembaban, suhu, tekanan udara, ventilasi dan bebas dari getaran.
  5. Alat ukur yang akan dikalibrasi dalam keadaan baik sebagaimana fungsinya.


Bidang Pekerjaan Yang Memerlukan Kalibrasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, bahwa kalibrasi merupakan kegiatan yang tak bisa dihindari apabila aktivitas yang kita lakukan berhubungan dengan data hasil pengukuran atau analisis. Beberapa bidang pekerjaan yang harus memiliki jadwal kalibrasi adalah:

 

1. Massa

Pengukuran dibidang massa yang biasanya terjadwal untuk dilakukan kalibrasi adalah Neraca atau Timbangan. Jika ditelaah, pengukuran massa sangat banyak diaplikasikan pada berbagai industri.


2. Volume

Volume adalah kapasitas suatu media untuk menampung suatu materi dengan jumlah yang terukur. Menyikapi dari definisi tersebut, sudah jelas bagi kita bahwa untuk memastikan bahwa volume yang dihitung sudah tepat dengan yang diinginkan maka diperlukan program kalibrasi.


3. Tekanan

Tekanan adalah gaya per satuan luas, sering kali beberapa industri seperti minyak dan gas menggunakan perangkat untuk mengatur dan memantau tekanan suatu aliran gas atau fluida. Lebih lanjut kita bahas, tentunya hal ini berpengaruh pada dampak ekonomi dan keselamatan apabila tekana aktual tidak bisa terukur secara pasti.


Sehingga beberapa alat ukur tekanan perlu dilakukan kalibrasi agar nilainya dapat diketahui secara pasti atau minimal kita dapat menentukannya berdasarkan hasil terkoreksi.


4. Optik

Optik adalah prilaku cahaya dan interaksinya dengan materi lain. Optik juga sering digunakan pada berbagai laboratorium seperti laboratorium kesehatan (medik), molekuler dan kimia. Kebanyakan pada instrumentasi kimia menggunakan sistem optik untuk mengukur suatu kadar di dalam sampel.

 

5. Suhu

Suhu adalah skala yang menunjukkan tingkat panas dari pelepasan energi. Dibidang laboratorium pengujian kimia, suhu tidak terlepas dari pengukuran kadar air atau proses pengabuan. Sehingga suhu yang ditunjukkan dari display alat (oven dan furnace) harus dikalibrasi agar dapat ditentukan berapa perbedaan antara suhu aktual dengan suhu acuan.

 

7. Dimensi

Dimensi adalah ukuran yang berasal dari pengukuran panjang, lebar, tinggi, luas dan lain-lain. Adapun alat ukur yang biasa digunakan adalah mistar manual. Namun beberapa dekade belakangan, ada juga alat ukur dimensi yang menggunakan sistem laser. Nah, peralatan yang seperti inilah yang perlu dikalibrasi mengingat hasil pengukuran yang di amati adalah berasal dari pantulan energi yang diterima.


Lab Kalibrasi Yang Direkomendasikan

Mengingat betapa pentingnya kalibrasi peralatan di laboratorium, maka kami mencoba untuk memberikan sedikit informasi mengenai lab kalibrasi yang telah mendapatkan sertifikasi akreditasi SNI ISO/IEC 17025: 2017. Untuk dapat melihat daftar lab yang terakreditasi tersebut silahkan kunjungi halaman berikut ini:

Daftar Lab Kalibrasi Terakreditasi


Penutup

Demikianlah ulasan ini kami sampaikan, semoga informasi yang kami sajikan dapat memberikan manfaat untuk pengunjung setia lab mutu. Jika ingin membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan iso 17025:2017 silahkan telusuri menu di atas. Terimakasih