Simbol Bahaya Di Laboratorium Yang Wajib Kamu Ketahui

Simbol Bahaya Di Laboratorium Yang Wajib Kamu Ketahui

Simbol Bahaya Laboratorium - Ketika Anda berada di laboratorium, tentu sering mendapati beberapa gambar atau simbol tertentu. Misalnya gambar tengkorak, tanda silang, gambar api menyala dan lain sebagainya. Beragam gambar ini ternyata tidak dibuat begitu saja dengan tanpa arti, Lho. Karena itu termasuk dalam kategori simbol-simbol berbahaya yang perlu Anda ketahui maksud dan tujuannya.


simbol bahaya di laboratorium

Apa saja kira-kira simbol bahaya yang ada di laboratorium dan artinya? Pada artikel berikut ini, kita akan membahas mengenai pengertian, fungsi, hingga arti dari simbol-simbol bahaya yang ada di laboratorium. Jangan lewatkan informasi selengkapnya karena keselamatan Anda di laboratorium bisa terancam jika tidak mengetahui arti dari setiap simbol yang ada.


Pengertian Simbol Bahaya Di Laboratorium


Anda saat ini sedang bekerja di laboratorium? Terlepas itu laboratorium mikrobiologi, kimia, genetika, fisika, ataupun fisiologi tentunya akan membuat Anda berhadapan dengan berbagai resiko. Salah satunya adalah bersinggungan dengan benda-benda yang mungkin berbahaya dan mengancam keselamatan. Oleh karenanya, untuk mencegah dampak buruk akibat kecerobohan yang mungkin terjadi dengan tidak disengaja, maka dibuatlah berbagai label safety atau simbol tanda bahaya.


Nah simbol tanda bahaya ini sendiri merupakan upaya yang dilakukan untuk memberitahu orang tentang kandungan, material, serta dampak yang akan ditimbulkan oleh benda tertentu yang ada di laboratorium. Sehingga akan membuat orang tersebut menjadi lebih hati-hati dan waspada. Selain itu bisa mencegah terjadinya kecelakaan akibat kecerobohan serta sikap yang kurang hati-hati ketika beraktivitas di tempat tersebut.


Fungsi Simbol Bahaya di Laboratorium


Seperti yang sudah dibahas di atas, simbol bahaya yang terdapat di laboratorium dibuat dengan tujuan untuk membuat orang-orang yang beraktivitas di dalamnya menjadi lebih berhati-hati. Karena di laboratorium memang banyak sekali benda-benda yang terdeteksi berbahaya, mudah meledak, ataupun dapat mengakibatkan berbagai resiko tertentu.


Lalu, kira-kira apa saja fungsi dari adanya simbol bahaya yang ada di laboratorium? Berikut ini pembahasan lengkap mengenai fungsi simbol bahaya di dalam lab.


  • Adanya simbol bahaya di laboratorium akan membuat orang-orang yang beraktivitas di dalamnya menjadi lebih berhati-hati saat bekerja.
  • Adanya simbol bahaya ini akan membuat resiko dan dampak buruk kecelakaan kerja dapat diminimalisir.
  • Mengetahui simbol-simbol yang ada di laboratorium juga mempermudah Anda dalam bekerja.
  • Dengan memahami simbol-simbol ini, maka akan mempermudah Anda untuk mengklasifikasikan benda-benda tersebut berdasarkan sifat, material dan juga jenisnya.
  • Mengetahui kandungan dari masing-masing zat, sehingga menambah pengetahuan dan lain sebagainya.


Mengenal Simbol Bahaya di Laboratorium dan Artinya


Setiap simbol-simbol yang terdapat di laboratorium sebenarnya memiliki arti tersendiri. Jadi, beragam simbol ini berfungsi untuk menjelaskan apa saja kandungan yang terdapat pada suatu zat, sifat, serta dampaknya bagi manusia.


Kira-kira apa saja simbol-simbol yang terdapat di laboratorium serta apa artinya? Simak selengkapnya di bawah ini!


1. Simbol Radioaktif


simbol radioaktif

Simbol bahaya yang pertama adalah simbol radioaktif. Pada umumnya, simbol radioaktif berbentuk seperti kipas angin. Artinya simbol ini digunakan untuk menggambarkan zat-zat yang bersifat radioaktif. Contohnya saja seperti kandungan zat uranium dan plutonium.

 

Zat yang bersifat radioaktif adalah benda-benda yang dapat memancarkan sinar radiasi. Dimana sinyal radiasi ini bersifat berbahaya serta dapat berakibat buruk bagi manusia yang terpapar. Tentunya baik yang terkena paparan jangka panjang maupun jangka pendek.


2. Mudah Meledak


simbol mudah meledak

Simbol selanjutnya adalah simbol yang menyatakan benda-benda yang mudah meledak. Ini ditandai dengan gambar yang menyerupai ledakan.


Di laboratorium memang terdapat banyak sekali benda-benda berbahaya, salah satunya yang mudah meledak. Contoh benda yang bisa meledak antara lain seperti campuran antara oksigen ataupun hidrogen.


Apabila campuran dari senyawa-senyawa tersebut terkena gesekan, benturan ataupun kontak dengan api, maka dapat beresiko menimbulkan ledakan. Jadi Anda juga harus lebih berhati-hati dengan benda-benda yang memiliki simbol tersebut, ya?


3. Simbol Korosif


simbol korosif

Simbol selanjutnya adalah simbol yang melambangkan zat yang bersifat korosif. Simbol untuk zat korosif ditandai dengan gambar cairan yang dituangkan. Artinya, benda tersebut dapat berbahaya apabila terkena kontak dengan kulit manusia.


Simbol korosif biasanya ditujukan pada benda-benda yang memiliki kandungan asam dan basa yang kuat. Benda-benda dengan kandungan asam dan basa yang kuat dapat beresiko merusak jaringan hidup. Jadi Anda harus berhati-hati agar jangan sampai bersinggungan langsung dengan zat jenis tersebut.


4. Simbol Bau Menyengat


simbol bau menyengat

Simbol bau menyengat ditandai dengan gambar bertanda silang. Ini biasanya digunakan untuk benda-benda yang memiliki bau tajam dan menyengat seperti uap bromin, amonia, asam sulfat, kloroform dan lain sebagainya.


Jadi, ketika Anda bekerja dan menemukan benda-benda dengan simbol ini, sebaiknya menyiapkan perlengkapan kesehatan, seperti masker, pelindung wajah dan lain sebagainya.


Kemudian apabila terkena kontak dengan hidung dan mulut, sebisa mungkin untuk segera memuntahkannya. Dan tentu saja segera mencucinya dengan bersih apabila terkontaminasi dengan kulit secara langsung.


5. Toxic

 

simbol toxic

Simbol berbentuk gambar tengkorak juga sering kita temukan terdapat di laboratorium. Simbol yang satu ini diperuntukkan bagi zat-zat atau benda-benda yang bersifat toxic atau mengandung racun.


Zat kimia dengan kandungan toxic sangat perlu untuk diwaspadai. Pasalnya, apabila tidak sengaja terhirup, tertelan atau terkontaminasi oleh kulit, maka zat-zat ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.


Diantaranya seperti menyebabkan keracunan, kecelakaan, cedera, hingga menyebabkan kematian. Contoh zat kimia yang bersifat toxic diantaranya seperti sianida, karbon tetraklorida, merkuri, gas klorin dan lain sebagainya.


Apabila Anda tanpa sengaja bersinggungan dengan zat-zat ini, segera keluarkan. Baik dengan cara dimuntahkan ataupun yang lainnya. Anda juga dapat menetralisir racun tersebut dengan susu. Hal ini karena susu memang dipercaya dapat menetralisir kandungan racun apabila terlanjur masuk dalam tubuh.


6. Flammable


simbol mudah terbakar

Simbol bergambar api seperti pada gambar di atas merupakan simbol bahaya di laboratorium yang artinya benda tersebut akan sangat mudah terbakar. Contoh benda-benda yang mudah terbakar di laboratorium antara lain seperti kandungan alkohol, natrium, minyak tanah dan lain sebagainya.


Benda-benda ini juga dapat memicu kebakaran, oleh karenanya Anda harus berhati-hati dengan benda apapun yang menggunakan simbol itu. Apabila terjadi kebakaran di laboratorium, segera padamkan dengan lap basah atau menggunakan tabung pemadam kebakaran yang biasanya terdapat di tempat tersebut.


7. Berbahaya Untuk Lingkungan


simbol bahaya lingkungan

Simbol yang satu ini merupakan simbol yang diperuntukkan bagi zat-zat yang memiliki kandungan berbahaya bagi lingkungan. Oleh sebab itu, orang yang bekerja di laboratorium perlu mengetahuinya.


Tujuannya agar mereka tidak membuang sampah-sampah tersebut secara sembarangan. Dimana dampak negatifnya yakni dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, maupun ekosistem yang ada didalamnya. Contoh zat-zat yang memiliki kandungan berbahaya bagi lingkungan diantaranya seperti petroleum bensin, klorometan, tributil timah peroksida dan lain sebagainya.


8. Oxidizing


simbol oksidasi

Lambang bola api yang terdapat pada laboratorium digunakan untuk benda-benda yang bersifat pengoksidasi. Zat-zat yang bersifat pengoksidasi tidak mudah terbakar, namun dapat menyebabkan bahan lainnya menjadi terbakar.


Selain dapat menyebabkan kebakaran, zat kimia yang bersifat oxidizing juga dapat menyebabkan keracunan, bersifat korosif, serta mudah meledak. Contoh zat yang yang bersifat oxidizing antara lain seperti kalium, bromin, asam nitrat, peroksida, amonium nitrat dan lain sebagainya.


9. Non Ionizing Radiation


simbol non ionik radiation

Simbol yang satu ini digunakan sebagai tanda radiasi non pagion. Dimana zat dengan tanda ini merupakan zat yang mengandung efek non mutagenik dan karsinogenik. Dampak negatifnya yakni dapat menyebabkan luka bakar apabila terkontaminasi dengan kulit secara langsung.


10. Bahan Peringatan Bersuhu Rendah


simbol peringatan suhu rendah

Simbol berikut ini merupakan lambang yang digunakan untuk bahan-bahan yang bersifat kriogenik. Bahan-bahan kriogenik perlu disimpan dalam suhu rendah yakni disimpan dalam suhu di bawah titik beku.


Contoh zat-zat yang bersifat kriogenik salah satunya adalah nitrogen cair. Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkannya, sebaiknya Anda menggunakan perlengkapan yang memadai ketika harus bersentuhan dengan senyawa tersebut.


Baca Juga: Lemari Asam Untuk Laboratorium


Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain seperti sarung tangan tebal, masker, pelindung lengan dan siku, celemek karet, hingga penutup wajah.


Demikian beberapa simbol bahaya yang ada di laboratorium beserta artinya. Untuk Anda yang biasa beraktivitas di laboratorium, informasi ini sangat penting untuk diketahui. Agar dapat membedakan bagaimana perlakuan yang tepat terhadap zat-zat kimia tersebut.


Kesimpulan


Simbol bahaya di laboratorium merupakan lambang yang digunakan untuk membedakan antara zat kimia satu dengan yang lainnya. Dengan adanya simbol ini, maka akan memudahkan orang yang biasa bekerja di laboratorium untuk mengklasifikasikan zat-zat tersebut berdasarkan material, jenis dan juga sifatnya.


Dengan demikian, zat kimia ini akan mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kita dapat terhindarkan dari berbagai resiko buruk. Seperti terjadinya kecelakaan kerja ataupun penanganan yang salah terhadap zat-zat tersebut. Bagi Anda yang biasa bekerja di laboratorium, informasi ini sangat penting untuk diketahui, ya? Utamakan selalu keselamatan bekerja saat berada di laboratorium atau tempat lain yang terdapat beragam benda dengan beragam simbol bahaya.

Manfaat Daun Bidara dan Efek Sampingnya untuk Kesehatan

Manfaat Daun Bidara dan Efek Sampingnya untuk Kesehatan

Manfaat Daun Bidara - Mungkin banyak orang yang masih asing dan kurang paham dengan tanaman bidara. Namun bagi mereka yang biasa bergelut dengan pengobatan herbal pastinya familiar dengan daun ini. Bukan daun, kandungan nutrisi di dalamnya terbilang sangat kompleks.

 

manfaat daun bidara

Bidara merupakan salah satu jenis tanaman istimewa. Bagaimana tidak, hampir dari semua bagian tumbuhannya bisa dimanfaatkan. Yakni mulai dari daun buah hingga pohonnnya dapat dimanfaatkan sebagai obat.


Ketahui lebih jauh mengenai tanaman bidara, mulai dari kandungan nutrisi, manfaat, hingga cara penggunaannya. Dan yang tidak kalah penting yakni efek samping dari tanaman herbal yang satu ini melalui pembahasan berikut.


Sekilas Mengenal Tentang Tanaman Bidara


Pohon bidara atau yang memiliki nama latin Ziziphus mauritiana adalah salah satu obat herbal untuk mengatasi beragam gangguan kesehatan. Bidara juga dikenal dengan istilah Chinese Apple, jujube atau bahkan Indian plum. Tanaman ini adalah tumbuhan banyak hidup di dataran Asia. Salah satunya juga mudah didapatkan di Indonesia, ya?


Jika dilihat sekilas, tampilan fisik daun bidara ini hampir mirip dengan daun jeruk nipis. Namun jika dibandingkan dari segi ukuran, daun bidara terbilang lebih kecil. Daunnya memiliki tulang menyirip dengan bentuk bulat dan berwarna hijau tua. 


Sebagai golongan tumbuhan istimewa, bidara memang sering digunakan untuk bahan obat-obatan herbal. Karena hampir setiap bagian dari tanaman ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai obat. Mulai dari bagian pohon, daun, hingga buahnya bisa diambil khasiatnya.


Fakta Mengenai Tanaman Bidara 


Sebenarnya penggunaan bidara sebagai obat memang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Namun saat ini saat beragam tanaman herbal naik daun, popularitas daun bidara juga ikut terangkat. Nah agar tidak ketinggalan informasi penting seputar daun bidara, mari simak pembahasan berikut ini.


1. Bidara Berasal Dari Asia


Tanaman Bidara ini memang dulunya berasal dari dataran Asia. Menurut catatan, tanaman bidara ini asalnya dari Yunnan, China. Namun saat ini tanaman Bidara sudah menyebar luas ke negara Asia lainnya. Mulai dari Malaysia, Australia, Afghanistan, hingga Indonesia, Anda bisa dengan mudah menemukan tanaman ini.


2. Bidara Bermanfaat Sebagai Obat


Bidara sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Seluruh bagian dari tanaman bidara dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Mulai dari bagian batang, pohon, buah, hingga daunnya memiliki khasiat masing – masing.


3. Bidara Dapat Dimasak


Meskipun populer dijadikan sebagai obat herbal, bidara ternyata juga enak untuk dijadikan sebagai masakan. Dengan pengolahan yang tepat, daun bidara dapat dioseng, disajikan bersama olahan ikan dan lainnya. Tidak hanya untuk makanan saja, daun bidara ini juga bisa diolah menjadi minuman. Salah satu contohnya yakni ekstrak teh daun bidara yang kaya akan antioksidan.


Apa Saja Manfaat Daun Bidara?


Daun bidara memiliki kandungan yang sangat kaya. Diantaranya mengandung polifenol, saponin dammarane, vitamin, asam lemak tak jenuh, asam amino, siklopeptida alkaloid dan banyak lainnya. Dengan banyaknya nutrisi yang terdapat di dalamnya, tidak heran jika tanaman tersebut memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. 

 

Adapun beberapa manfaat bidara diantaranya adalah seperti berikut:


1. Bisa untuk Mengatasi Insomnia


Khasiat bidara yang pertama adalah untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia. Pada tanaman bidara, terdapat senyawa saponin yang berkhasiat untuk menenangkan. Jadi, bagi Anda yang mengalami gangguan tidur pada malam hari, dapat mengonsumsi ekstrak bidara untuk meningkatkan kualitas tidur. Istirahat yang berkualitas akan membuat tubuh Anda semakin bugar dan terjaga kesehatannya.


2. Mengatasi Bakteri dan Virus


Selanjutnya, khasiat bidara juga baik untuk mengatasi bakteri dan juga virus. Pasalnya, bidara merupakan tumbuhan yang mengandung anti bakteri. Inilah mengapa daun bidara dapat digunakan untuk mengatasi sakit ringan yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri.


3. Membantu Proses Peremajaan Kulit


Tidak hanya berkhasiat dari segi kesehatan, daun bidara juga bisa digunakan dalam hal kecantikan kulit. Dimana kandungan polifenol dan flavonoid yang terdapat pada tumbuhan tersebut kaya akan antioksidan sekaligus anti bakteri. Sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai produk kecantikan, terutama membantu proses peremajaan kulit.


Selain itu, kandungan anti inflamasi yang terdapat pada daun bidara juga dapat digunakan untuk menyejukkan kulit. Itulah mengapa beragam skincare berbahan herbal juga mengandung ekstrak daun bidara. Khasiatnya sendiri mulai dari untuk mengatasi peradangan, masalah jerawat, ruam, hingga terbakar matahari.


4. Menghambat Pertumbuhan Tumor dan Kanker


Manfaat daun bidara yang lainnya adalah digunakan untuk pengobatan bagi pasien yang menderita penyakit tumor atau kanker. Kandungan antioksidan pada tanaman ini disinyalir berdampak sangat baik khususnya untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Dimana nantinya sel-sel tersebut tidak berkembang dengan cepat dan membuat system tubuh lebih cepat tumbang.


5. Mengatasi Beragam Masalah Pencernaan


Apakah Anda sering mengalami maagh ataupun kram perut? Jika demikian, sangat baik jika menggunakan bidara sebagai herbal pendamping. Dimana daun bidara ini membantu membuat dinding lambung terlindungi dari zat asam berlebih. Dengan begitu pemicu asam lambung bisa diminimalisir dengan lebih efektif.


Selain itu, bidara juga memiliki kandungan zat antipasmodik yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit pada perut Anda. Terutama ketika terjadi kontraksi berlebih yang mengakibatkan kram perut.


6. Perawatan Rambut Rontok


Tanaman bidara juga sangat baik digunakan untuk perawatan rambut. Tonik yang dihasilkan dari ekstrak bidara dipercaya dapat menguatkan akar rambut, serta mencegah terjadinya kerontokan.


Oleh karenanya bagi Anda yang mempunyai riwayat rambut rontok, dapat menggunakan tanaman ini sebagai terapi. Salah satunya dengan cara merebusnya, kemudian mengoleskannya pada akar rambut untuk mencegah kerontokan berlebih.


7. Penurun Demam Alami


Demam tidak selalu harus diobati menggunakan obat kimia seperti parasetamol. Anda juga bisa menggunakan bahan herbal alami yang lebih aman bagi tubuh. Terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama nantinya.


Baca Juga: Manfaat Daun Pandan Dalam Kehidupan Sehari-hari


Bidara ini juga bisa digunakan sebagai obat penurun demam. Dimana senyawa flavonoid dalam bidara berkhasiat menurunkan suhu tubuh yang panas akibat demam.


8. Menyembuhkan Luka


Pada tanaman bidara juga terdapat kandungan flavonoid, tanin dan juga zat saponin yang bermanfaat untuk menghentikan pendarahan. Selain itu baik juga untuk proses menutup luka pada kulit dan juga mempercepat proses penyembuhannya.

 

Jadi, Anda bisa menggunakan bidara sebagai obat herbal untuk mengatasi luka ringan. Misalnya saja luka karena jatuh, lecet, ataupun sejenis luka bakar ringan lainnya.


9. Menyembuhkan Gangguan Wasir


Khasiat bidara yang lainnya adalah dapat digunakan untuk menyembuhkan wasir. Bagi penderita wasir, bidara dapat digunakan sebagai herbal pendamping. Selain mengonsumsi rebusan air dari ekstrak bidara, bagian daunnya juga dapat diaplikasikan langsung pada bagian anus yang bengkak.


10. Meningkatkan Kesehatan Jantung


Tanaman bidara juga memiliki kandungan neolignan, dimana senyawa ini memang sangat baik bagi peredaran darah maupun kesehatan jantung. Namun, tentu saja tidak cukup hanya mengonsumsi daun bidara saja. Pastikan Anda juga konsisten menerapkan pola makan dan pola hidup sehat untuk mengimbanginya.


Cara Penggunaan Daun Bidara yang Disarankan


Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal dari daun bidara, tentunya perlu diketahui bagaimana cara penggunaan yang benar untuk herbal tersebut. Untuk mendapatkan khasiat dari tanaman bidara, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menggunakannya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.


1. Direbus


Cara penggunaan tanaman bidara yang pertama adalah dengan cara direbus. Daun bidara segar dapat direbus menggunakan air, kemudian dikonsumsi secara langsung untuk mendapatkan khasiat dari herbal tersebut.


2. Ditumbuk


Untuk penggunaan bidara sebagai obat luar, misalnya digunakan sebagai obat luka, gatal, jerawat, ataupun obat wasir yang dioleskan secara langsung. Anda dapat memanfaatkan bagian daunnya yang masih segar.


Pertama-tama daun perlu ditumbuk sampai halus, baru kemudian dioleskan secara langsung pada bagian tubuh yang membutuhkan. Misalnya dioleskan pada luka, dijadikan sebagai masker wajah, ataupun dioleskan pada anus yang bengkak dan lain sebagainya.


3. Diolah Menjadi Ekstrak


Bidara juga sering digunakan sebagai obat-obatan herbal dan dikemas secara profesional. Caranya yaitu dijadikan sebagai ekstrak kemudian dikemas secara modern. Baik menggunakan kapsul ataupun bentuk lainnya.


Selain dibuat menjadi obat-obatan herbal, ekstrak bidara juga sering diolah menjadi berbagai produk komersial. Misalnya dijadikan sebagai ekstrak minyak, sabun dan lain sebagainya.


4. Dijadikan Sebagai Masakan


Untuk mendapatkan khasiat dari tanaman bidara, Anda juga dapat mengolahnya menjadi berbagai masakan. Mulai dari dibuat menjadi tumisan, hingga dicampurkan dengan berbagai bahan makanan lainnya. Dengan metode pengolahan yang tepat, masakan yang terbuat dari daun bidara juga tidak kalah lezat, Lho.


5. Dikeringkan Menjadi Teh


Terakhir, daun bidara ini juga bisa diolah menjadi minuman herbal menyehatkan. Salah satunya dengan cara dikeringkan, kemudian dijadikan sebagai teh. Untuk cara mengonsumsinya, teh bidara dapat diseduh dengan air panas. Jika ingin menambah cita rasa, Anda dapat menambahkan madu sebagai pemanis.


Apa Saja Efek Samping Mengonsumsi Bidara?


Selain banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman bidara, ternyata tanaman herbal tersebut juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diketahui. Ini sangat penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya sebagai obat herbal.


Baca Juga: Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan


Kandungan senyawa aktif yang terkandung pada bidara dapat mengakibatkan beberapa efek samping. Sehingga penggunaannya pun harus diawasi dan dibatasi agar tidak berlebihan. Apa saja kira-kira efek samping mengonsumsi daun bidara?


1. Mengantuk


Efek samping paling ringan dari mengonsumsi bidara yakni timbulnya rasa kantuk. Hal ini karena senyawa yang terdapat pada tanaman bidara memang bisa memberikan efek tenang yang berlebihan. Sehingga apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak akan memberikan efek samping yang serius. Oleh karenanya, pengonsumsian herbal ini juga perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Terutama jika Anda berencana mengendarai kendaraan sendiri nantinya.


2. Alergi


Efek samping konsumsi bidara yang selanjutnya adalah dapat menimbulkan reaksi alergi. Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap senyawa yang terkandung dalam tanaman herbal tersebut. Dapat mengalami berbagai reaksi seperti gatal, ruam, panas atau bahkan bengkak.


3. Mual dan Muntah


Paska mengonsumsi bidara, Anda juga bisa merasakan efek samping berupa rasa mual dan muntah. Hal ini bisa terjadi karena salah pengolahan dan sebab lainnya. Salah satu contohnya yakni salah mengolah bidara sehingga memicu timbulnya rasa pahit yang berkepanjangan pada lidah Anda. Selain merusak sensor rasa pada lidah, Anda juga dapat mengalami gejala mual ataupun muntah setelah mengonsumsi herbal tersebut.


4. Kaku Pada Wajah dan Leher


Efek samping dari daun bidara selanjutnya adalah dapat mengakibatkan wajah dan leher terasa kaku. Hal tersebut dipicu oleh kandungan senyawa yang terdapat pada bidara yang mempengaruhi sistem saraf. Inilah mengapa jika dikonsumsi dalam kadar berlebih akan membuat area wajah dan leher akan terasa kaku. Kemudian dapat juga menjalar pada bagian tubuh lainnya. Sehingga apabila reaksi ini terjadi, perlu diambil langkah-langkah pencegahan secepatnya.


5. Mengakibatkan Kejang


Mengonsumsi bidara dapat mengakibatkan kejang memang bukan sekedar mitos. Zat alergen yang terkandung pada tanaman bidara, dapat membuat nafas menjadi pendek. Atau bahkan parahnya lagi dapat mengakibatkan kejang-kejang.


Oleh karena itu, pengonsumsian herbal ini juga harus dilakukan dengan benar dan metode pengolahan yang disarankan. Tentu saja sangat penting untuk mengetahui bagaimana pengolahan serta takaran serta dosis yang tepat.


Kesimpulan


Bagaimana, ternyata bidara ini merupakan tanaman herbal yang sangat kaya manfaat, ya? Hampir semua bagian tumbuhannya saja bisa diambil khasiatnya. Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi bidara ini juga bisa mendatangkan resiko berupa gangguan kesehatan tertentu. Jadi pastikan Anda tetap bijak mengolah dan mengonsumsi bidara sebagai obat herbal nantinya. Manfaat daun bidara memang banyak, namun resikonya atau efek sampingnya juga penting untuk diperhatikan.

Apa Itu Quality Control, Fungsi, Manfaat dan Cara Kerjanya

Apa Itu Quality Control, Fungsi, Manfaat dan Cara Kerjanya

Apa Itu Quality Control - Labmutu, Sebenarnya, apa itu quality control? Quality control atau biasa disebut sebagai QC adalah proses pengecekan akhir yang dilakukan untuk menjamin mutu dan kualitas produk masih sesuai kualifikasi awal. 


apa itu quality control
Ilustrasi Quality Control


Quality control sering diterapkan oleh beberapa perusahaan dan bisnis. Terutama bagi mereka yang memproduksi barang atau jasa tertentu di bidang tertentu. 

 

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai quality control secara lengkap. Mulai dari pengertian, fungsi, manfaat hingga cara kerja quality control akan diulas.  Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.


Pengertian Quality Control


Quality Control (QC) dalam bahasa Indonesia familiar disebut sebagai pengendalian mutu. Hal ini dilihat dari tujuan QC itu sendiri. Dimana proses QC ini dimaksudkan untuk memastikan kembali kualitas produk sudah sesuai.


Tujuannya adalah agar ketika produk tersebut sampai ke tangan konsumen masih dalam keadaan baik. Artinya sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Jadi, quality control berfungsi untuk menyortir atau memfilter barang-barang yang diproduksi. Nantinya hanya barang-barang berkualitas saja yang bisa masuk ke tahap pemasaran.


Dalam prosesnya, kontrol untuk uji kelayakan produk dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan proses pemeriksaan secara manual, ada pula yang memanfaatkan peran teknologi. Untuk manual tentu saja perlu SDM (Sumber Daya Manusia) yang melakukan checking manual pada setiap produk. Kemudian QC yang melibatkan teknologi biasanya hanya membutuhkan satu operator yang mengoperasikan alat atau mesin tertentu.


Fungsi Quality Control


Quality Control merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk meninjau barang-barang yang terlibat dalam sebuah proses produksi. QC sering diterapkan pada berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga produk buatan tangan.


Secara umum, tujuan QC adalah untuk menjamin kualitas produk sehingga barang atau jasa yang ditawarkan tetap berkualitas hingga sampai ke tangan konsumen. Beberapa fungsi quality control yang lainnya yaitu:


  • Quality control berfungsi untuk mengawasi proses produksi dari awal hingga barang selesai dibuat.
  • Mengontrol apabila adanya ketidaksesuaian pada saat proses produksi berlangsung.
  • Meluluskan sebuah produk yang sudah dipastikan sesuai dengan standar yang berlaku.
  • Melakukan proses monitoring, kemudian melakukan verifikasi terhadap kualitas sebuah produk.


Unsur - unsur Quality Control


Untuk menjalankan sebuah pengendalian mutu, tentunya harus melibatkan pengembangan sistem. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan, baik bagi pelanggan maupun customer.


Oleh karenanya, proses quality control juga harus memenuhi unsur-unsur tertentu.  Apa saja unsur-unsur quality control yang harus dipenuhi? Berikut ini ulasan lengkapnya.


1. Control


Unsur kontrol ini menjadi poin pertama yang masuk ke dalam pengendalian mutu produk. Berikut ini tahapan yang terdapat dalam proses kontrol:


  • Identifikasi catatan.
  • Kriteria mengenai integritas dan kinerja.
  • Manajemen pekerjaan.
  • Pengelolaan yang baik pada saat proses produksi dan lain sebagainya.


2. Kompetisi


Untuk dapat membuat sebuah produk atau jasa yang berkualitas dan tentunya harus memenuhi standar kompetisi. Standar kompetisi dalam hal ini berupa:


  • Keterampilan.
  • Ilmu pengetahuan.
  • Kualifikasi.
  • Pengalaman dan lain sebagainya.


3. Kedekatan


Kedekatan juga termasuk elemen lunak yang harus terpenuhi dalam QC. Kedekatan dalam hal ini meliputi beberapa faktor seperti:


  • Kepegawaian.
  • Integritas.
  • Semangat tim.
  • Motivasi.
  • Budaya organisasi.
  • Kedekatan hubungan yang berkualitas dengan karyawan dan lain sebagainya.


Cara Kerja Quality Control


Pada dasarnya, tugas quality control sangat bervariatif. Hal tersebut bergantung pada industri mana proses ini diterapkan. Untuk melakukan pengendalian mutu, tentunya dibutuhkan beberapa prosedur yang harus dilaksanakan. Nah seperti apa cara kerja quality control serta prosedurnya? Mari simak tahapannya berikut ini.


1. Menentukan Standar


Untuk mengendalikan mutu atau kualitas dari suatu produk dan jasa. Tentunya Anda membutuhkan standar yang menjadi patokan. Itulah mengapa standar menjadi tolak ukur untuk membuat apa itu quality control dapat berjalan dengan baik.


Baca Juga: APA ITU ISO 17025 : Inilah Penjelasan Lengkapnya


Standar untuk quality control tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang mewajibkan untuk diperiksa satu persatu, ada pula yang mengecek beberapa persen saja dari satu proses produksi.


Standar ini merupakan syarat yang menentukan sebuah pengendalian mutu nantinya akan berjalan dengan efektif ataukah tidak.


2. Menyelaraskan Dengan Visi Misi


Menyelaraskan visi dan misi perusahaan dengan karyawan juga sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan karyawan.


Untuk tujuan tersebut, perusahaan dapat memberikan pelatihan secara khusus kepada karyawan. Baik pelatihan yang berkaitan dengan proses produksi, maupun dengan penerapkan pandangan yang sama dari perusahaan kepada para karyawan.


3. Memperbaiki Produk dan Layanan yang Ditawarkan


Tidak cukup hanya mengenal visi misinya saja, ada juga bagian yang tidak kalah penting. Salah satunya yakni proses memperbaiki produk dan jenis layanan yang akan ditawarkan nantinya. Nah dalam prosedur quality control, ternyata  penting juga mengetahui mengenai prosentase kegagalan produk.


Jadi, perusahaan perlu mencari tahu betapa prosentase produk yang gagal. Setelah itu, kemudian berusaha memperbaikinya sesuai standar agar prosentase tersebut menjadi berkurang.


Mengenal 7 Tahapan Metode Quality Control


Metode quality control ini merupakan cara teknis yang digunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah pengendalian mutu. Ada banyak sekali metode dan pendekatan yang dapat digunakan untuk proses ini.


1. Checklist (Daftar Periksa)


Checklist atau daftar periksa adalah metode yang umum diterapkan untuk daftar item penting. Dengan demikian, Anda dapat memprioritaskan item yang dibutuhkan baik untuk produksi ataupun pemasaran produk.


2. Diagram Tulang Ikan


Diagram tulang ikan dapat digunakan untuk merumuskan masalah. Dengan ini, Anda dapat merumuskan penyebab masalah. Apakah itu terjadi karena masalah pada bahan, mesin, metode yang digunakan ataupun diakibatkan oleh tenaga kerjanya.


3. Peta Kendali


Peta kendali membantu Anda untuk melihat bagaimana sebuah proses berubah secara historis. Dalam bagan tersebut, Anda dapat melihat pokok permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Kemudian mencari tahu apa solusi terbaik yang dapat ditempuh untuk mengatasinya.


4. Stratifikasi


Stratifikasi merupakan metode yang dibuat dengan cara memisahkan data. Proses ini akan membuat Anda dapat mengelompokkan pola dan masalah sesuai porsinya.


5. Grafik Pareto


Grafik pareto merupakan diagram batang yang berfungsi untuk menganalisa masalah beserta dengan sebab dan akibatnya. Dengan demikian, inspektur kontrol dapat lebih berfokus pada pokok masalah yang paling signifikan.


6. Histogram


Pada pengendalian mutu, histogram berfungsi untuk melakukan identifikasi terkait distribusi frekuensi. Dan fungsi lainnya yakni untuk mendeteksi berapa banyak terjadi barang rusak akibat cacat produksi.


7. Diagram Penyebaran


Bagan ini berfungsi untuk memplot antara dua sumbu. Kemudian secara visual membantu memberikan gambaran hubungan antara masing-masing variabel.


Macam-Macam Quality Control


Misalnya saja untuk Anda yang berprofesi sebagai inspektur control, bagaimana menentukan metode QC yang paling sesuai? Berikut ini macam-macam quality control yang sering digunakan untuk pengendalian mutu. Mari pahami dan temukan metode yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda.


1. Incoming QC Material


Jenis quality control yang pertama adalah incoming QC material. Seperti namanya, proses QC dilakukan dengan mengecek material atau bahan baku suatu produk. Jadi, pengecekan bahan baku ini dilakukan sebelum proses produksi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk-produk berkualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh produsen.


2. QC Process


Seperti namanya, QC yang satu ini tidak berfokus pada bahan yang digunakan. Melainkan lebih berfokus kepada proses produksi, apakah sudah sesuai dengan standar yang berlaku ataukah belum. QC process pada umumnya tidak hanya berfokus pada saat proses produksi saja, namun juga dilakukan pada saat internal dan eksternal audit.


3. Finishing QC


Finishing QC dilakukan setelah proses produksi selesai dilakukan. Barang yang telah diproduksi perlu di cek kembali bagaimana pengemasan serta penyimpanannya. Tujuannya yakni agar produk tetap dalam keadaan baik hingga sampai ke tangan konsumen.


Contoh Quality Control


Quality Control memang diterapkan pada berbagai industri. Contoh quality control yang umum ditemukan adalah pada industri yang memproduksi makanan ataupun obat-obatan. Untuk memastikan konsumen tidak sakit ketika mengonsumsinya, maka diperlukan sebuah pemeriksaan yang menyeluruh pada produk tersebut. 


Disinilah fungsi QC disebut sebagai proses untuk memastikan produk memang mempunyai kualitas yang memadai atau sesuai standar tertentu. Jadi produsen bisa memastikan produk yang dipasarkan memang sudah sesuai dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan.


Kesimpulan


Bagaimana, tentunya sekarang Anda sudah lebih memahami apa itu quality control, ya? Rasanya setiap produsen pasti sudah menerapkan batasan kualitas untuk produk yang dihasilkan nantinya. Nah untuk memastikan kembali bahwa produk tersebut memang masih memenuhi standar maka perlu dilakukan QC sebelum benar – benar dipasarkan.


Proses quality control ini tidak hanya menjamin mutu produknya saja, namun bisa digunakan untuk mengatasi adanya cacat produksi masal. Selain mengantisipasi kerugian, tentu saja kualitas produk yang sampai di tangan konsumen juga lebih terjamin. Semoga ulasan mengenai apa itu quality control, fungsi, manfaat hingga cara kerjanya di atas sudah cukup membantu, ya?