Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Manfaat Daun Ceri untuk Kesehatan, Rasakan Khasiatnya

Manfaat Daun Ceri untuk Kesehatan, Rasakan Khasiatnya

manfaat daun ceri untuk kesehatan

 

Manfaat daun ceri untuk kesehatan banyak orang yang belum mengetahuinya bahkan tidak tahu sama sekali khasiat di dalamnya. Ternyata tak hanya buahnya saja yang dapat digunakan, tapi bagian daunnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kandungan yang baik bagi tubuh.

 

Daun ceri atau kersen bisa dijadikan sebagai obat tradisional yang hasil penelitiannya sudah diterapkan secara terbatas di Peru hingga Filipina. Hasil penelitiannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya ada pada 7 manfaat daun ceri yang berguna untuk kesehatan tubuh berikut ini:

 

1. Dapat Mengendalikan dan Mengobati Asam Urat

 

Manfaat daun ceri untuk kesehatan yang pertama adalah dapat mengobati asam urat dengan cara menghambat peningkatan kadar enzim Xantin oksidase. Hal ini disebabkan karena senyawa yang terkandung di dalam daun ceri berupa flavonoid yang membantu menurunkan kadar asam urat.

 

Untuk mendapatkan ekstrak daun ceri yang bermanfaat untuk mengobati asam urat adalah dengan cara direbus oleh air. Rebusan air dengan sehelai daunnya dapat dikonsumsi setiap harinya agar mendapatkan hasil berupa penurunan asam urat yang secara perlahan.


2. Mengatasi Batuk, Flu dan Radang Tenggorokan


Manfaat yang berikutnya adalah bisa mengatasi batuk serta radang tenggorokan yang didalamnya terdapat kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Selain radang tenggorokan yang bisa disembuhkan juga adalah peradangan ringan lainnya seperti sariawan yang tumbuh di sekitar mulut.

 

Bahkan dapat menyembuhkan penyakit flu yang disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh. Sehingga secara keseluruhan manfaat daun ceri dapat mengatasi flu, batuk hingga radang tenggorokan karena daunnya memiliki zat antibakteri.

 

3. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

 

Tidak hanya batuk saja, tapi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan hanya meminum air rebusan daun ceri. Pembuatan rebusan air daun ceri betul-betul harus diperhatikan, salah satunya adalah daunnya harus dijemur terlebih dahulu sampai kering.

 

Setelah daun ceri sudah kering, maka bisa digunakan dengan cara diseduh bersama air putih panas seperti air teh. Hasil seduhan dari daun ceri yang telah dikeringkan sebelumnya tersebut dapat diminum oleh penderita secara rutin dua kali sehari.

 

4. Dapat Mengontrol Kadar Gula Tubuh

 

Jika kadar gula yang ada di dalam tubuh tidak dikontrol maka penderita akan mengidap penyakit diabetes yang mengakibatkan serangan jantung. Pada daun ceri mengandung flavonoid dan saponin yang berguna untuk mengoptimalkan hormon insulin agar gula tidak menumpuk di dalam darah.

 

Pada saat penderita sedang mengalami peningkatan gula dalam darah, sangat disarankan untuk meminum air rebusan daun ceri yang telah dibuat. Bahkan bisa dijadikan minuman herbal rutin setiap hari agar terhindar dari penyakit gula darah yang bisa mengakibatkan stroke.

 

Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

 

5. Mencegah Timbulnya Kanker

 

Sebagai salah satu penyakit yang mematikan meski sudah ada obatnya, akan tetapi angka harapan hidup masih susah untuk diperkirakan. Sel kanker sendiri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik disebabkan efek radikal bebas yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh.

 

Hal inilah yang mendorong banyak orang untuk mengobati penyakit kanker karena manfaat daun ceri untuk kesehatan yang begitu besar. Kandungan daun ceri sendiri diantaranya tanin, flavonoid, dan saponin yang merupakan senyawa antioksidan sehingga mampu mencegah radikal bebas dari kanker.

 

6. Mengobati Gangguan Pencernaan

 

Manfaat daun ceri yang terakhir adalah mengatasi masalah pencernaan dengan kandungan flavonoid, flavon, dan auron yang berperan sebagai antibakteri. Bakteri E.coli yang mengakibatkan penyakit dapat ditangkal dengan ekstrak daun ceri.


Itulah beberapa manfaat daun ceri untuk kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker yang mematikan. Bahkan pengolahannya sangat mudah dengan air satu liter setiap 100 gram daun ceri lalu direbus dan disaring untuk mendapatkan ekstraknya.

7 Manfaat Buah Durian Untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Buah Durian Untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

manfaat buah durian untuk kesehatan

Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan - Sejauh ini manfaat buah durian untuk kesehatan tubuh hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Bahkan buah durian dianggap tidak bermanfaat bagi tubuh karena memiliki aroma yang sangat menyengat dan bisa memicu penyakit kolesterol.


Namun banyak penelitian mengungkapkan bahwa buah durian memiliki banyak manfaat karena mengandung kaya akan vitamin dan lemak serta serat tinggi. Untuk lebih mengetahui lebih lanjut berikut 7 manfaat buah durian bagi kesehatan:


Meningkatkan Gairah Seksual

 

Manfaat buah durian untuk kesehatan yang pertama adalah dapat meningkatkan gairah seksual dengan membantu orang yang disfungsi ereksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa buah durian sendiri termasuk ke dalam makanan afrodisiak yang berarti dapat meningkatkan kesehatan seksual.

 

Buah durian dapat meningkatkan gairah seksual karena memiliki vitamin B6 dan kalium yang berguna untuk membantu melemaskan pembuluh darah. Selain itu pada pria yang sering mengonsumsi buah durian ternyata memiliki manfaat dapat meningkatkan kualitas sperma dan lebih cepat pergerakannya.

 

Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

 

Mempengaruhi Kesehatan Jantung

 

Buah durian yang dianggap sepele oleh sebagian orang karena dapat mengakibatkan penyakit kolesterol, justru sebaliknya dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Hal ini disebabkan bahwa durian dapat menurunkan kolesterol jahat dimana dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

 

Mencegah Pembentukan Sel Kanker

 

Manfaat buah durian untuk kesehatan selanjutnya terdapat zat antioksidan yang ada di dalam buah tersebut, sehingga menangkal radikal bebas. Adapun zat radikal sendiri adalah zat yang dapat mempengaruhi pada pertumbuhan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh.

 

Selain terdapat zat antioksidan, durian juga mengandung polifenol yang merupakan zat antikanker yang bermanfaat untuk menurunkan resiko kanker. Bahkan ditambah dengan adanya banyak vitamin yaitu A, B dan E yang berguna untuk mencegah pertumbuhan sel-sel abnormal yang menyebabkan terjadinya kanker dalam tubuh.

 

Kulit Berkilau dan Mencegah Penuaan

 

Khasiat yang didapatkan pada buah durian untuk melindungi kulit agar tetap sehat dan berkilau adalah vitamin C, fitonutrien, polifenol dan flavonoid. Selain itu buah durian yang kaya akan zat-zat tersebut dapat memperbaiki struktur kulit agar tidak mudah keriput. Bahkan buah durian sendiri memiliki kandungan yang tak kalah penting untuk kesehatan kulit yakni banyak mengandung antioksidan.

 

Daya Tahan Tubuh Meningkat

 

Buah durian yang disepelekan oleh orang-orang karena sedikit kegunaanya, ternyata memiliki banyak vitamin C yang berguna untuk sistem imunitas. Dimana sistem imun sendiri merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mencegah masuknya penyakit yang diakibatkan oleh infeksi.

 

Vitamin C yang ada di buah durian juga dapat memberikan peningkatan daya tahan tubuh yang berfungsi agar tidak gampang terserang penyakit. Bahkan dalam studi ilmiah dikatakan bahwa buah durian yang mengandung vitamin C juga dapat membantu percepatan dalam proses penyembuhan luka.

 

Meningkatkan Pembentukan Eritrosit

 

Eritrosit atau disebut sebagai sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan serta oksigen. Dimana oksigen dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses metabolisme agar mendapatkan energi saat beraktivitas. Sehingga buah durian sangat penting dalam proses pembentukan eritrosit karena kandungan di dalamnya terdapat zat besi, folat serta tembaga.

 

Mencegah Insomnia

 

Insomnia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kesulitan tidur pada saat malam hari dan susah untuk memejamkan mata. Ternyata buah durian bisa menjadi solusi alternatif untuk dapat mencegah terjadinya insomnia dengan rutin setiap hari mengkonsumsi buah tersebut.

 

Hal ini disebabkan karena buah durian memiliki senyawa yang bernama triptofan yang dapat memberikan efek rasa mengantuk atau disebut sedasi. Tidak hanya triptofan sendiri, ada vitamin B kompleks, zat besi serta kalsium yang dapat menimbulkan kualitas tidur jauh lebih baik.

 

Demikian ulasan mengenai manfaat buah durian untuk kesehatan . Untuk diketahui, durian bukan hanya mengandung kolesterol saja akan tetapi, memiliki banyak kandungan atau zat-zat yang baik bagi tubuh serta dapat memberikan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya.
 

Ketahui Manfaat, Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Terapi Jeruk Nipis

Ketahui Manfaat, Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Terapi Jeruk Nipis

terapi jeruk nipis

Terapi Jeruk Nipis - Jeruk nipis adalah salah satu jenis buah yang ada di negara tropis. Tentu saja buah ini mudah juga ditemukan di Indonesia. Pada umumnya, jeruk nipis biasa digunakan untuk penambah rasa pada makanan ataupun minuman tertentu. Namun selain itu, buah dengan warna hijau ini juga memiliki berbagai macam manfaat lainnya, lho.

 

Selain terkenal kaya akan kandungan vitamin C, jeruk nipis juga memiliki berbagai kandungan nutrisi penting yang lainnya. Oleh karena itu, jeruk nipis sering digunakan sebagai sarana terapi untuk mengatasi berbagai masalah. Baik masalah yang berkaitan dengan kesehatan, maupun masalah kecantikan.

 

Dibalik kayanya manfaat jeruk nipis, ternyata ada juga efek samping yang merugikan. Hal ini bisa terjadi pada beberapa kondisi tertentu. Mari ketahui lebih lengkap informasi mengenai terapi jeruk nipis di bawah ini.

 

Sekilas Mengenai Jeruk Nipis dan Kandungan Nutrisinya

 

Citrus Aurantifolia adalah nama latin dari jeruk nipis. Buah yang mudah ditemukan di negara beriklim tropis ini mempunyai citarasa asam yang kuat. Selain terkenal dengan rasanya yang asam, buahnya sendiri pada umumnya berwarna hijau dengan bentuk bulat, sedikit lonjong.

 

Ciri fisiknya yang paling mudah dikenali yakni dari segi ukuran. Dimana jeruk nipis umumnya berukuran lebih kecil dari jenis jeruk lainnya. Dari segi aroma, jeruk nipis ini tidak terlalu kuat jika dicium dari kulit luar saja.

 

Untuk kandungannya sendiri bukan sekedar kaya akan vitamin C, di dalam jeruk nipis juga terdapat nutrisi lain. Berikut ini kandungan nutrisi di dalam jeruk nipis yang baik untuk kesehatan tubuh manusia.

 

  • Kalori
  • Karbohidrat
  • Lemak
  • Serat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Thiamin
  • Kalium
  • Asam Folat
  • Flavonoid
  • Asam sitrat
  • Vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan lain-lain.

 

Manfaat Jeruk Nipis

 

Bisa dikatakan bahwa jeruk nipis adalah buah yang sangat rendah kalori. Ini menjadi sebab mengapa buah jeruk nipis juga sering digunakan sebagai terapi oleh mereka yang sedang menjalankan program diet. Setidaknya 22% kebutuhan harian tubuh kita bisa terpenuhi saat mengonsumsi jeruk nipis ini.

 

Selain itu, buah berwarna hijau ini juga memiliki banyak sekali khasiat dan manfaat. Nah langsung saja kita simak beragam manfaat buah jeruk nipis. Mulai dari untuk kebaikan dan kesehatan tubuh dan kecantikan bisa didapatkan dengan rutin mengonsumsi jeruk nipis.

 

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

 

Bukan sekedar rendah kalori sehingga aman dikonsumsi saat diet, jeruk nipis juga dijadikan sebagai minuman pendamping yang wajib ada. Dimana kandungan vitamin C dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh. Kadar lemak dalam tubuh akan lebih susut karena banyak kalori yang terbakar. Sementara itu tubuh juga lebih mudah menyimpan lebih sedikit lemak.

 

Agar khasiatnya lebih maksimal tentu saja Anda perlu mengetahui cara konsumsi yang benar. Biasanya jeruk nipis diperas untuk dijadikan minuman. Untuk minuman pendamping diet ini sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya, ya?

 

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

 

Kandungan vitamin C dan antioksidan yang ada pada jeruk nipis ini bisa juga digunakan untuk menangkal radikal bebas. Menurut penelitian, vitamin C berkhasiat untuk merangsang produksi serta aktivasi sel kekebalan.

 

Caranya yaitu dengan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh. Dimana sel darah putih ini nantinya akan berfungsi membantu tubuh untuk melawan kuman atau penyakit. Kemudian berkhasiat juga menangkal radikal bebas sekaligus membantu mengurangi terjadinya peradangan dan mempercepat penyembuhan luka.

 

3. Menjaga Kecantikan Kulit

 

Selain manfaat kesehatan, jeruk nipis juga bermanfaat bagi kecantikan kulit. Kandungan vitamin C yang terdapat pada buah tersebut sangat dibutuhkan untuk produksi kolagen. Dimana kolagen ini merupakan zat yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kulit kita agar tetap kencang, serta membantu mencegah resiko terjadinya penuaan dini.

 

Selain itu, jeruk nipis juga terkenal sebagai obat jerawat alami. Kandungan antioksidan pada buah tersebut berfungsi sebagai antibiotik alami. Dimana fungsinya yakni untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mencegah adanya infeksi, sekaligus membersihkannya.

 

Baca Juga : Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

 

4. Melancarkan Pencernaan

 

Kabar baiknya, jeruk nipis ini juga bisa digunakan sebagai obat pencahar alami. Dimana kandungan flavonoid yang terdapat di dalam buah tersebut berfungsi untuk merangsang sistem pencernaan. Selain itu bisa juga membantu menggerakan makanan pada usus, serta meningkatkan sekresi cairan empedu.

 

Tidak hanya itu saja, kandungan asam yang terdapat pada jeruk nipis juga mempunyai kebaikan untuk membersihkan kotoran pada saluran pembuangan. Kemudian membantu menstimulasi tubuh untuk buang air sehingga buah ini juga sering dijadikan sebagai obat ketika menderita sembelit.

 

5. Mengurangi Peradangan

 

Khasiat lainnya dari jeruk nipis adalah dapat membantu mengurangi peradangan. Beberapa penyakit seperti rematik, nyeri sendi, hingga asam urat merupakan penyakit yang timbul karena disebabkan oleh terjadinya peradangan.


Peradangan atau inflamasi dalam tubuh dapat dicegah atau dikurangi dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Karena dengan mengonsumsi vitamin C, maka dapat berkhasiat untuk mencegah inflamasi agar tidak semakin parah.

 

6. Membantu Menurunkan Gula Darah

 

Rutin mengonsumsi jeruk nipis juga baik bagi penderita diabetes. Dimana buah ini ternyata disinyalir dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Vitamin C yang terdapat pada buah ini kemudian membantu menurunkan indeks glikemiknya dan membantu tubuh untuk mengatur penyerapan kadar gula dalam darah.

 

Serat yang terkandung dalam buah tersebut juga membantu mengatasi lonjakan kadar gula darah, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun tetap konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gangguan kesehatan lainnya juga.

 

7. Menurunkan Kadar Kolesterol

 

Manfaat lain dari jeruk nipis yaitu dapat menurunkan kolesterol. Kandungan zat eksperidin pada buah ini dapat membantu menurunkan trigliserida serta kadar kolesterol jahat. Selain itu, kalium yang terdapat pada jeruk nipis juga akan membantu tubuh untuk menurunkan tekanan darah serta melancarkan sirkulasinya.

 

8. Mencegah Batu Ginjal

 

Rutin mengonsumsi jeruk nipis juga dapat mencegah dari resiko terkena penyakit batu ginjal. Orang-orang yang sering mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan kandungan sitrus, disinyalir memiliki resiko lebih rendah menderita batu ginjal. Karena kandungan asam sitrat pada buah tersebut memang berguna untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

 

9. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

 

Sebagai salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin C,  jeruk nipis ini juga baik untuk proses penyerapan nutrisi. Salah satunya yakni membuat tubuh mudah dalam melakukan penyerapan zat besi.
Seperti yang kita ketahui, zat besi memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia.

 

Mineral tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh, serta mencegah anemia. Oleh karenanya, apabila kadar zat besi dalam tubuh terpenuhi, maka dapat mengurangi resiko terkena anemia defisiensi zat besi.

 

10. Mengendalikan Mual Saat Hamil

 

Pada fase awal kehamilan, banyak wanita yang mengalami gejala mual dan muntah. Terutama pada trimester pertama kehamilan, dimana fase mual dan muntah ini terjadi dengan frekuensi yang cukup sering.

 

Untuk wanita hamil, mengonsumsi jeruk nipis juga dapat mengatasi gejala mual dan muntah. Kandungan dalam buah tersebut juga alami dan tidak mengandung zat kimia apapun. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan memberikan dampak berbahaya pada perkembangan janin apabila mengonsumsinya.


Bagaimana Cara Mengonsumsi Jeruk Nipis?


Mengonsumsi jeruk nipis sering dijadikan sebagai sarana terapi dengan tujuan untuk mengatasi berbagai masalah. Hal ini baik yang terkait dengan kesehatan maupun kecantikan, ya? Namun, Anda juga harus memperhatikan bagaimana metode dan cara konsumsinya yang paling aman.

 

Tujuannya tentu saja agar manfaat yang didapatkan dari konsumsi jeruk nipis bisa didapatkan secara maksimal. Lalu bagaimana cara pengonsumsian jeruk nipis yang paling direkomendasikan? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba.

 

1. Dikonsumsi Langsung

 

Metode konsumsi jeruk nipis yang pertama adalah dengan memakannya secara langsung. Jadi, jeruk nipis dapat di iris tipis-tipis, kemudian d hisap langsung untuk diambil sarinya.  Selain itu, jeruk juga dapat diperas dalam satu wadah, kemudian Anda tinggal meminum air perasan tersebut sesuai kebutuhan.

 

2. Mencampur Jeruk Nipis Dengan Air Hangat

 

Selain mengonsumsinya secara langsung, jeruk nipis juga dapat dikonsumsi bersama air hangat. Namun, agar mendapatkan kebaikan dari buah tersebut, usahakan untuk tidak mencampurnya dengan aneka pemanis ya?

 

Karena pemanis disinyalir dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam jeruk nipis sehingga manfaatnya menjadi kurang maksimal. Lantas, bagaimana cara pengonsumsian jeruk dengan metode ini? simak langkah-langkah selengkapnya berikut:

 

  • Pertama-tama, siapkan air hangat secukupnya.
  • Kemudian potong-potong jeruk nipis sesuai selera.
  • Peras potongan jeruk nipis dan campurkan dengan air hangat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
  • Aduk hingga air dan jeruk tercampur rata, kemudian minum selagi hangat.


Efek Samping Terapi Jeruk Nipis


Selain memiliki banyak manfaat dan aman dikonsumsi, namun dalam berbagai kondisi jeruk nipis juga dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi tubuh kita. Efek samping ini bahkan bisa mencapai level bahaya jika tidak ditangani secara bijak. Mari simak efek samping terapi jeruk nipis berikut.

 

Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan


1. Menyebabkan Alergi dan Gatal


Mengonsumsi jeruk nipis dapat mengakibatkan alergi dan gatal-gatal, benarkah demikian? Hal ini tidak sepenuhnya salah. Jeruk nipis apabila dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat alergi terhadap sitrus maka dapat mengakibatkan efek samping yang tidak menyenangkan.

 

Jika Anda menderita alergi terhadap kandungan sitrus, sebaiknya tidak mengonsumsi jeruk nipis. Karena kandungan sitrus dalam buah tersebut dapat mengakibatkan beberapa reaksi. Misalnya saja seperti menyebabkan timbulnya alergi, gatal, hingga bengkak dan kesulitan bernapas.

 

2. Menyebabkan Resiko Gigi Berlubang

 

Kandungan asam yang terdapat pada jeruk nipis disinyalir dapat menyebabkan orang terkena resiko menderita gigi berlubang. Pasalnya, kandungan jeruk nipis yang asam dapat mengikis enamel pada gigi sehingga menyebabkan gigi rusak dan berlubang.

 

Selain itu, kandungan asam yang terdapat pada buah tersebut juga akan mengakibatkan mulut terasa pedih. Terutama ketika terkena luka terbuka didalam mulut. Seperti ketika sedang menderita sariawan, bibir pecah-pecah lain sebagainya.

 

3. Tidak Baik Dikonsumsi Oleh Penderita Asam Lambung

 

Jika Anda menderita asam lambung, sebaiknya batasi konsumsi jeruk nipis. Terutama jika Anda penderita penyakit maagh atau orang dengan riwayat GERD. Karena dalam jeruk nipis terdapat kandungan asam yang tinggi. Asam lambung akan semakin meningkat dan kemudian menyebabkan mual, muntah, hingga kesulitan menelan.

 

Kesimpulan

 

Jeruk nipis merupakan buah dengan warna hijau, berbentuk bulat lonjong, serta memiliki rasa yang asam. Buah yang hidup di wilayah tropis ini terkenal kaya akan kandungan nutrisi sehingga sering dijadikan sebagai media terapi untuk masalah kesehatan maupun kecantikan.

 

Tidak hanya manfaat, dalam beberapa kondisi justru buah ini juga bisa menimbulkan efek samping yang merugikan. Itulah mengapa penting mengetahui manfaat jeruk nipis, cara mengonsumsi, hingga efek sampingnya. Tentu saja agar Anda tidak salah mendapatkan informasi, serta bisa mendapatkan khasiat maksimal dari buah tersebut.
 

 Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

Labmutu - Bagi Anda yang sering memasak di dapur, pasti tidak lagi asing dengan campuran masakan yang satu ini. Daun seledri ini merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa digunakan untuk campuran berbagai macam makanan. Diantaranya digunakan untuk sayur sop, bakso dan berbagai makanan berkuah lainnya.

 

manfaat daun seledri

Namun selain digunakan untuk campuran masakan, daun seledri juga memiliki berbagai manfaat lainnya. Diantaranya bermanfaat untuk kesehatan, hingga kecantikan. Ketahui lebih banyak mengenai daun seledri pada pembahasan berikut. Mulai dari manfaat, kandungan nutrisi, bagaimana cara mengonsumsi, serta efek samping yang ditimbulkannya akan dibahas tuntas.

 

Daun Seledri dan Kandungannya

 

Nama latin seledri adalah Apium Graveolens. Sebagai salah satu tanaman yang digunakan untuk bumbu masak, seledri ini ternyata masih termasuk dalam keluarga Apiaceae. Dimana kandungan karbohidrat dan kalorinya tergolong rendah. Itulah mengapa seledri juga sering digunakan dalam proses terapi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

 

Bukan tanpa alasan, seledri memang memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Tentu saja kandungan kebaikan di dalamnya akan memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut ini beberapa zat yang terdapat pada tanaman seledri.


  • Asam fenolik
  • Flavonol
  • Flavonoid
  • Dihydro stilbenoids
  • Fitosterol
  • Furanocoumarin
  • Serat
  • Potasium
  • Folat
  • Vitamin K
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • dan lain sebagainya.


Manfaat Mengonsumsi Daun Seledri


Dengan banyaknya kandungan nutrisi di dalamnya, sayuran yang satu ini memang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa khasiat dari daun seledri untuk kesehatan. Jika dikonsumsi secara rutin akan berdampak baik pada beberapa hal berikut.


1. Melindungi Sel Tubuh Dari Kerusakan


Manfaat seledri yang pertama adalah dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan. Dimana dalam seledri ini terkandung flavonoid, vitamin C dan juga beta karoten. Kandungan tersebut berfungsi untuk menangkal bahaya dari paparan radikal bebas. Selain itu berdampak baik juga untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas tersebut.


2. Menjaga Kesehatan Pencernaan


Selanjutnya, seledri juga sangat baik bagi kesehatan pencernaan. Hal ini karena seledri terbilang kaya kandungan air dan seratnya. Otomatis keduanya akan membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik lagi. Sekaligus juga bisa membantu penyembuhan luka yang mungkin terjadi pada jaringan usus.


3. Mengurangi Peradangan


Untuk Anda yang memiliki masalah peradangan, sangat tepat apabila mengonsumsi seledri. Sayuran hijau ini memiliki kandungan phyonutrients yang sangat baik untuk mengatasi masalah peradangan. Selain itu, kandungan phyonutrients juga dapat membantu  tubuh untuk menurunkan tingkat stress oksidatif.


4. Melawan Penyakit Kanker


Seledri juga disebut-sebut sebagai obat yang dapat membantu melawan penyakit kanker. Kandungan phyonutrients yang terdapat pada seledri ternyata mengandung senyawa kemo yang membantu tubuh untuk mencegah toksisitas.

 

Selain itu, seledri juga kaya akan kandungan antioksidan dan flavonoid yang berfungsi untuk melawan sel-sel kanker. Dan khasiat lainnya yakni untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sekaligus memperlambat pertumbuhan sel yang telah mengalami mutasi.


5. Melancarkan Program Diet


Apakah Anda sedang menjalani program diet sekarang? Jika demikian, sangat tepat jika memasukkan seledri dalam menu harian Anda. Seledri merupakan jenis sayuran yang sangat rendah kalori.


Dalam satu batang seledri, hanya mengandung kalori sebesar 7 kkal saja. Jadi, jika Anda mengonsumsi satu gelas jus seledri yang terdiri dari 6 tangkai sayur, maka hanya akan mengonsumsi kalori sebesar 42 kkal saja.


Selain rendah kalori, seledri juga berfungsi untuk melepaskan hormon yang memicu rasa kenyang. Oleh karenanya, sangat tepat rasanya jika menjadikan seledri sebagai salah satu menu diet harian. Anda tidak perlu lagi takut kelaparan karena menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh.


6. Menghidrasi Tubuh


Aktivitas harian manusia yang padat, membuat tubuh membutuhkan lebih banyak air setiap harinya. Apabila kebutuhan air tercukupi, maka kesehatan organ-organ tubuh pun dapat bekerja dengan baik.

 

Oleh karenanya, Anda membutuhkan cairan yang cukup untuk mendukung aktivitas tersebut. Selain minum air putih, mengonsumsi seledri juga dapat membantu Anda untuk mencukupi kebutuhan cairan. Hal ini karena kandungan air yang terdapat pada seledri sangat baik untuk menghidrasi tubuh.


7. Rendah Gula


Mengonsumsi seledri juga dapat memotong asupan gula berlebih yang mungkin dilakukan secara signifikan. Daun seledri tergolong memiliki kandungan gula yang rendah.

 

Bahkan dalam satu gelas jus seledri, Anda hanya akan mendapati kandungan gula sebanyak 5 gram saja. Jadi, bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes sangat baik untuk menjadikan seledri ini dalam daftar menu harian.

 

8. Menjaga Kesehatan Hati


Selanjutnya, manfaat lain dari seledri adalah dapat menjaga kesehatan hati. Organ hati dapat mengalami kenaikan albumin yang dapat merusak organ tersebut. Sedangkan pada seledri, terdapat ekstrak metanol yang berfungsi untuk mencegah kenaikan albumin. Kebaikan lainnya yakni untuk melindungi organ hati dari adanya kerusakan yang disebabkan oleh kenaikan albumin.


9. Meningkatkan Kesuburan Pria


Seledri juga disebut-sebut sebagai tumbuhan yang dapat dijadikan obat untuk meningkatkan kesuburan pria. Pada seledri, terdapat kandungan antioksidan serta berbagai zat yang membantu menangkal paparan radikal bebas.


Selain melindungi dari paparan radikal bebas yang dapat mengurangi kesuburan pria. Kandungan  dalam tanaman seledri juga disinyalir dapat melindungi tubuh dari zat-zat yang berpotensi merusak kualitas sperma pria, sekaligus meningkatkan kesuburan.


10. Mengurangi  Resiko Terkena Batu Ginjal


Apakah Anda memiliki riwayat penyakit batu ginjal? Jika demikian, sangat tepat bila Anda perlu lebih sering mengonsumsi seledri. Tanaman seledri merupakan sayuran yang kaya akan kalium dan antioksidan.


Kedua kandungan tersebut berfungsi untuk mencegah penumpukan mineral yang mengendap dan berpotensi untuk timbul menjadi batu ginjal. Jadi bisa disimpulkan bahwa antioksidan tinggi yang ada pada seledri ini juga sangat baik untuk menjaga kesehatan organ ginjal manusia.


11. Menetralkan Tekanan Darah


Jika Anda sering mengalami tekanan darah tinggi sebaiknya rutin konsumsi seledri. Tanaman tersebut memang kaya akan kandungan fitokimia yang berfungsi untuk mengendurkan jaringan arteri tubuh. Ketika jaringan arteri mengendur, maka peredaran darah pada tubuh akan lancar. Sekaligus juga bisa berfungsi untuk mengurangi tekanan darah bagi penderita hipertensi.


12. Mengurangi Kadar Kolesterol


Pada tanaman seledri, terdapat zat yang bernama phthalates yang tersimpan di dalam batangnya. Phthalates yang terkandung dalam sayuran terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 7 %.

 

Dengan rutin mengonsumsi seledri, kelebihan kolesterol dalam tubuh akan diserap dengan lebih maksimal. Nah itulah mengapa jika Anda sering mengalami riwayat kolesterol tinggi bisa rutin konsumsi seledri, ya?


Begini Cara Mengonsumsi Seledri yang Bisa Anda Coba 


Setelah melihat beberapa manfaat daun seledri, rasanya sangat tepat untuk memasukkan sayuran tersebut sebagai menu harian bukan? Lantas, bagaimana kira-kira cara pengolahan seledri yang baik dan benar? Berikut ini beberapa referensi mengolah seledri agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga baik.


1. Smoothies


Cara mengolah seledri yang pertama adalah dengan menjadikannya sebagai smoothies. Meskipun memiliki rasa yang getir dan bau yang menyengat, seledri juga dapat diolah menjadi smoothies yang lezat.


Salah satunya dengan mencampurkan sayuran hijau tersebut dengan berbagai bahan lainnya. Untuk menambah rasa manis, Anda dapat mencampur seledri dengan berbagai buah-buahan.


Misalnya dicampur dengan kiwi, nanas, apel, mentimun, dan lain-lain. Namun, agar kandungan seledri tersebut tetap maksimal. Usahakan untuk tidak mencampurnya dengan gula ataupun jenis pemanis lainnya ya?


2. Jus


Cara mengolah seledri yang selanjutnya adalah dengan dibuat menjadi jus. Meminum jus seledri tanpa tambahan bahan apapun, akan membantu Anda untuk mendapatkan berbagai manfaat dan kebaikan dari sayuran hijau tersebut.


Untuk membuat jus seledri juga sangat mudah.  Anda hanya perlu menyiapkan seledri secukupnya, kemudian blender hingga halus dan minum segera setelah jus siap.


3. Campuran Sop


Seledri juga sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan, terutama jenis makanan berkuah seperti sop atau bakso. Agar masih bisa mendapatkan khasiat yang maksimal, usahakan untuk menjadikan taburan seledri pada masakan yang telah matang.

 

Jadi bukan dikonsumsi dengan cara memasaknya hingga matang terlebih dahulu. Mengapa bisa demikian? Tentu saja agar seledri masih memiliki tekstur renyah serta tidak lembek jadi kandungan nutrisinya masih baik dan maksimal.

 

4. Salad

 

Selain dijadikan campuran sop, daun seledri ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu campuran salad. Umumnya salad ini dibuat dari beberapa jenis sayuran segar yang dikonsumsi secara mentah nantinya. Anda bisa menggunakan buah-buahan atau sayuran segar sebagai bahan bakunya.

 

Oleh karena itu, Anda dapat memasukkan seledri menjadi bagian dari salad. Agar semakin lezat, tambahkan bahan-bahan lainnya serta toping minyak zaitun ataupun keju parmesan di atas salad tersebut.

 

Efek Samping Seledri, Apakah Ada?

 

Selain memiliki banyak khasiat, namun sayuran hijau tersebut ternyata juga memiliki beberapa efek samping yang penting untuk diketahui. Artinya, pengonsumsiannya harus dengan takaran yang tepat dan tidak berlebihan.

 

Pada kondisi tertentu, seledri juga sebaiknya tidak dikonsumsi dulu. Nah, kira-kira apa saja efek samping seledri? Mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

 

1. Terjadinya Reaksi Alergi

 

Seledri merupakan sayuran yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk alergi yang ringan hingga berat. Beberapa orang yang memiliki riwayat alergi dengan seledri akan mengalami beberapa gejala ketika mengonsumsi sayuran tersebut.

 

Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh seledri antara lain seperti terjadinya gatal, bengkak pada tubuh, bibir, lidah, hingga tenggorokan. Jadi, jika memiliki riwayat alergi sebaiknya berhati-hati pada makanan yang mungkin menggunakan seledri di dalamnya.

 

2. Menganggu Kinerja Obat Lain

 

Mengonsumsi seledri sebaiknya dilakukan ketika Anda tidak sedang meminum obat. Kandungan yang terdapat pada seledri disinyalir dapat mengganggu kandungan obat lain. Sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi sayuran tersebut secara bersamaan dengan obat-obatan. Terutama obat medis yang digunakan pada fase penyembuhan penyakit yang terbilang kronis.

 

3. Tidak Baik bagi Ibu Hamil

 

Meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun seledri tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil. Terutama jika konsumsi seledri dalam jumlah banyak dalam sekali waktu. Pasalnya kandungan yang terdapat pada seledri dapat memicu terjadinya kontraksi pada rahim.

 

Selain itu bisa juga menyebabkan keguguran apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh ibu hamil. Jadi tetap batasi konsumsi seledri dengan porsi yang aman, ya?

 

Kesimpulan

 

Bukan sekedar penyedap masakan, seledri ternyata juga bisa dijadikan sebagai obat atau terapi tertentu. Diantaranya seperti dapat mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan hati, melancarkan pencernaan, baik untuk kesehatan ginjal dan lain sebagainya.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari konsumsi seledri. Sebaiknya Anda mengetahui bagaimana cara pengolahan yang tepat, serta apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Tentu saja agar Anda bisa mendapatkan kebaikan dari seledri dan terhindar dari efek samping yang bisa merugikan nantinya.

Manfaat Daun Bidara dan Efek Sampingnya untuk Kesehatan

Manfaat Daun Bidara dan Efek Sampingnya untuk Kesehatan

Manfaat Daun Bidara - Mungkin banyak orang yang masih asing dan kurang paham dengan tanaman bidara. Namun bagi mereka yang biasa bergelut dengan pengobatan herbal pastinya familiar dengan daun ini. Bukan daun, kandungan nutrisi di dalamnya terbilang sangat kompleks.

 

manfaat daun bidara

Bidara merupakan salah satu jenis tanaman istimewa. Bagaimana tidak, hampir dari semua bagian tumbuhannya bisa dimanfaatkan. Yakni mulai dari daun buah hingga pohonnnya dapat dimanfaatkan sebagai obat.


Ketahui lebih jauh mengenai tanaman bidara, mulai dari kandungan nutrisi, manfaat, hingga cara penggunaannya. Dan yang tidak kalah penting yakni efek samping dari tanaman herbal yang satu ini melalui pembahasan berikut.


Sekilas Mengenal Tentang Tanaman Bidara


Pohon bidara atau yang memiliki nama latin Ziziphus mauritiana adalah salah satu obat herbal untuk mengatasi beragam gangguan kesehatan. Bidara juga dikenal dengan istilah Chinese Apple, jujube atau bahkan Indian plum. Tanaman ini adalah tumbuhan banyak hidup di dataran Asia. Salah satunya juga mudah didapatkan di Indonesia, ya?


Jika dilihat sekilas, tampilan fisik daun bidara ini hampir mirip dengan daun jeruk nipis. Namun jika dibandingkan dari segi ukuran, daun bidara terbilang lebih kecil. Daunnya memiliki tulang menyirip dengan bentuk bulat dan berwarna hijau tua. 


Sebagai golongan tumbuhan istimewa, bidara memang sering digunakan untuk bahan obat-obatan herbal. Karena hampir setiap bagian dari tanaman ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai obat. Mulai dari bagian pohon, daun, hingga buahnya bisa diambil khasiatnya.


Fakta Mengenai Tanaman Bidara 


Sebenarnya penggunaan bidara sebagai obat memang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Namun saat ini saat beragam tanaman herbal naik daun, popularitas daun bidara juga ikut terangkat. Nah agar tidak ketinggalan informasi penting seputar daun bidara, mari simak pembahasan berikut ini.


1. Bidara Berasal Dari Asia


Tanaman Bidara ini memang dulunya berasal dari dataran Asia. Menurut catatan, tanaman bidara ini asalnya dari Yunnan, China. Namun saat ini tanaman Bidara sudah menyebar luas ke negara Asia lainnya. Mulai dari Malaysia, Australia, Afghanistan, hingga Indonesia, Anda bisa dengan mudah menemukan tanaman ini.


2. Bidara Bermanfaat Sebagai Obat


Bidara sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Seluruh bagian dari tanaman bidara dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Mulai dari bagian batang, pohon, buah, hingga daunnya memiliki khasiat masing – masing.


3. Bidara Dapat Dimasak


Meskipun populer dijadikan sebagai obat herbal, bidara ternyata juga enak untuk dijadikan sebagai masakan. Dengan pengolahan yang tepat, daun bidara dapat dioseng, disajikan bersama olahan ikan dan lainnya. Tidak hanya untuk makanan saja, daun bidara ini juga bisa diolah menjadi minuman. Salah satu contohnya yakni ekstrak teh daun bidara yang kaya akan antioksidan.


Apa Saja Manfaat Daun Bidara?


Daun bidara memiliki kandungan yang sangat kaya. Diantaranya mengandung polifenol, saponin dammarane, vitamin, asam lemak tak jenuh, asam amino, siklopeptida alkaloid dan banyak lainnya. Dengan banyaknya nutrisi yang terdapat di dalamnya, tidak heran jika tanaman tersebut memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. 

 

Adapun beberapa manfaat bidara diantaranya adalah seperti berikut:


1. Bisa untuk Mengatasi Insomnia


Khasiat bidara yang pertama adalah untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia. Pada tanaman bidara, terdapat senyawa saponin yang berkhasiat untuk menenangkan. Jadi, bagi Anda yang mengalami gangguan tidur pada malam hari, dapat mengonsumsi ekstrak bidara untuk meningkatkan kualitas tidur. Istirahat yang berkualitas akan membuat tubuh Anda semakin bugar dan terjaga kesehatannya.


2. Mengatasi Bakteri dan Virus


Selanjutnya, khasiat bidara juga baik untuk mengatasi bakteri dan juga virus. Pasalnya, bidara merupakan tumbuhan yang mengandung anti bakteri. Inilah mengapa daun bidara dapat digunakan untuk mengatasi sakit ringan yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri.


3. Membantu Proses Peremajaan Kulit


Tidak hanya berkhasiat dari segi kesehatan, daun bidara juga bisa digunakan dalam hal kecantikan kulit. Dimana kandungan polifenol dan flavonoid yang terdapat pada tumbuhan tersebut kaya akan antioksidan sekaligus anti bakteri. Sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai produk kecantikan, terutama membantu proses peremajaan kulit.


Selain itu, kandungan anti inflamasi yang terdapat pada daun bidara juga dapat digunakan untuk menyejukkan kulit. Itulah mengapa beragam skincare berbahan herbal juga mengandung ekstrak daun bidara. Khasiatnya sendiri mulai dari untuk mengatasi peradangan, masalah jerawat, ruam, hingga terbakar matahari.


4. Menghambat Pertumbuhan Tumor dan Kanker


Manfaat daun bidara yang lainnya adalah digunakan untuk pengobatan bagi pasien yang menderita penyakit tumor atau kanker. Kandungan antioksidan pada tanaman ini disinyalir berdampak sangat baik khususnya untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Dimana nantinya sel-sel tersebut tidak berkembang dengan cepat dan membuat system tubuh lebih cepat tumbang.


5. Mengatasi Beragam Masalah Pencernaan


Apakah Anda sering mengalami maagh ataupun kram perut? Jika demikian, sangat baik jika menggunakan bidara sebagai herbal pendamping. Dimana daun bidara ini membantu membuat dinding lambung terlindungi dari zat asam berlebih. Dengan begitu pemicu asam lambung bisa diminimalisir dengan lebih efektif.


Selain itu, bidara juga memiliki kandungan zat antipasmodik yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit pada perut Anda. Terutama ketika terjadi kontraksi berlebih yang mengakibatkan kram perut.


6. Perawatan Rambut Rontok


Tanaman bidara juga sangat baik digunakan untuk perawatan rambut. Tonik yang dihasilkan dari ekstrak bidara dipercaya dapat menguatkan akar rambut, serta mencegah terjadinya kerontokan.


Oleh karenanya bagi Anda yang mempunyai riwayat rambut rontok, dapat menggunakan tanaman ini sebagai terapi. Salah satunya dengan cara merebusnya, kemudian mengoleskannya pada akar rambut untuk mencegah kerontokan berlebih.


7. Penurun Demam Alami


Demam tidak selalu harus diobati menggunakan obat kimia seperti parasetamol. Anda juga bisa menggunakan bahan herbal alami yang lebih aman bagi tubuh. Terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama nantinya.


Baca Juga: Manfaat Daun Pandan Dalam Kehidupan Sehari-hari


Bidara ini juga bisa digunakan sebagai obat penurun demam. Dimana senyawa flavonoid dalam bidara berkhasiat menurunkan suhu tubuh yang panas akibat demam.


8. Menyembuhkan Luka


Pada tanaman bidara juga terdapat kandungan flavonoid, tanin dan juga zat saponin yang bermanfaat untuk menghentikan pendarahan. Selain itu baik juga untuk proses menutup luka pada kulit dan juga mempercepat proses penyembuhannya.

 

Jadi, Anda bisa menggunakan bidara sebagai obat herbal untuk mengatasi luka ringan. Misalnya saja luka karena jatuh, lecet, ataupun sejenis luka bakar ringan lainnya.


9. Menyembuhkan Gangguan Wasir


Khasiat bidara yang lainnya adalah dapat digunakan untuk menyembuhkan wasir. Bagi penderita wasir, bidara dapat digunakan sebagai herbal pendamping. Selain mengonsumsi rebusan air dari ekstrak bidara, bagian daunnya juga dapat diaplikasikan langsung pada bagian anus yang bengkak.


10. Meningkatkan Kesehatan Jantung


Tanaman bidara juga memiliki kandungan neolignan, dimana senyawa ini memang sangat baik bagi peredaran darah maupun kesehatan jantung. Namun, tentu saja tidak cukup hanya mengonsumsi daun bidara saja. Pastikan Anda juga konsisten menerapkan pola makan dan pola hidup sehat untuk mengimbanginya.


Cara Penggunaan Daun Bidara yang Disarankan


Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal dari daun bidara, tentunya perlu diketahui bagaimana cara penggunaan yang benar untuk herbal tersebut. Untuk mendapatkan khasiat dari tanaman bidara, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menggunakannya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.


1. Direbus


Cara penggunaan tanaman bidara yang pertama adalah dengan cara direbus. Daun bidara segar dapat direbus menggunakan air, kemudian dikonsumsi secara langsung untuk mendapatkan khasiat dari herbal tersebut.


2. Ditumbuk


Untuk penggunaan bidara sebagai obat luar, misalnya digunakan sebagai obat luka, gatal, jerawat, ataupun obat wasir yang dioleskan secara langsung. Anda dapat memanfaatkan bagian daunnya yang masih segar.


Pertama-tama daun perlu ditumbuk sampai halus, baru kemudian dioleskan secara langsung pada bagian tubuh yang membutuhkan. Misalnya dioleskan pada luka, dijadikan sebagai masker wajah, ataupun dioleskan pada anus yang bengkak dan lain sebagainya.


3. Diolah Menjadi Ekstrak


Bidara juga sering digunakan sebagai obat-obatan herbal dan dikemas secara profesional. Caranya yaitu dijadikan sebagai ekstrak kemudian dikemas secara modern. Baik menggunakan kapsul ataupun bentuk lainnya.


Selain dibuat menjadi obat-obatan herbal, ekstrak bidara juga sering diolah menjadi berbagai produk komersial. Misalnya dijadikan sebagai ekstrak minyak, sabun dan lain sebagainya.


4. Dijadikan Sebagai Masakan


Untuk mendapatkan khasiat dari tanaman bidara, Anda juga dapat mengolahnya menjadi berbagai masakan. Mulai dari dibuat menjadi tumisan, hingga dicampurkan dengan berbagai bahan makanan lainnya. Dengan metode pengolahan yang tepat, masakan yang terbuat dari daun bidara juga tidak kalah lezat, Lho.


5. Dikeringkan Menjadi Teh


Terakhir, daun bidara ini juga bisa diolah menjadi minuman herbal menyehatkan. Salah satunya dengan cara dikeringkan, kemudian dijadikan sebagai teh. Untuk cara mengonsumsinya, teh bidara dapat diseduh dengan air panas. Jika ingin menambah cita rasa, Anda dapat menambahkan madu sebagai pemanis.


Apa Saja Efek Samping Mengonsumsi Bidara?


Selain banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman bidara, ternyata tanaman herbal tersebut juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diketahui. Ini sangat penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya sebagai obat herbal.


Baca Juga: Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan


Kandungan senyawa aktif yang terkandung pada bidara dapat mengakibatkan beberapa efek samping. Sehingga penggunaannya pun harus diawasi dan dibatasi agar tidak berlebihan. Apa saja kira-kira efek samping mengonsumsi daun bidara?


1. Mengantuk


Efek samping paling ringan dari mengonsumsi bidara yakni timbulnya rasa kantuk. Hal ini karena senyawa yang terdapat pada tanaman bidara memang bisa memberikan efek tenang yang berlebihan. Sehingga apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak akan memberikan efek samping yang serius. Oleh karenanya, pengonsumsian herbal ini juga perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Terutama jika Anda berencana mengendarai kendaraan sendiri nantinya.


2. Alergi


Efek samping konsumsi bidara yang selanjutnya adalah dapat menimbulkan reaksi alergi. Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap senyawa yang terkandung dalam tanaman herbal tersebut. Dapat mengalami berbagai reaksi seperti gatal, ruam, panas atau bahkan bengkak.


3. Mual dan Muntah


Paska mengonsumsi bidara, Anda juga bisa merasakan efek samping berupa rasa mual dan muntah. Hal ini bisa terjadi karena salah pengolahan dan sebab lainnya. Salah satu contohnya yakni salah mengolah bidara sehingga memicu timbulnya rasa pahit yang berkepanjangan pada lidah Anda. Selain merusak sensor rasa pada lidah, Anda juga dapat mengalami gejala mual ataupun muntah setelah mengonsumsi herbal tersebut.


4. Kaku Pada Wajah dan Leher


Efek samping dari daun bidara selanjutnya adalah dapat mengakibatkan wajah dan leher terasa kaku. Hal tersebut dipicu oleh kandungan senyawa yang terdapat pada bidara yang mempengaruhi sistem saraf. Inilah mengapa jika dikonsumsi dalam kadar berlebih akan membuat area wajah dan leher akan terasa kaku. Kemudian dapat juga menjalar pada bagian tubuh lainnya. Sehingga apabila reaksi ini terjadi, perlu diambil langkah-langkah pencegahan secepatnya.


5. Mengakibatkan Kejang


Mengonsumsi bidara dapat mengakibatkan kejang memang bukan sekedar mitos. Zat alergen yang terkandung pada tanaman bidara, dapat membuat nafas menjadi pendek. Atau bahkan parahnya lagi dapat mengakibatkan kejang-kejang.


Oleh karena itu, pengonsumsian herbal ini juga harus dilakukan dengan benar dan metode pengolahan yang disarankan. Tentu saja sangat penting untuk mengetahui bagaimana pengolahan serta takaran serta dosis yang tepat.


Kesimpulan


Bagaimana, ternyata bidara ini merupakan tanaman herbal yang sangat kaya manfaat, ya? Hampir semua bagian tumbuhannya saja bisa diambil khasiatnya. Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi bidara ini juga bisa mendatangkan resiko berupa gangguan kesehatan tertentu. Jadi pastikan Anda tetap bijak mengolah dan mengonsumsi bidara sebagai obat herbal nantinya. Manfaat daun bidara memang banyak, namun resikonya atau efek sampingnya juga penting untuk diperhatikan.

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Manfaat Daun Pepaya - Labmutu - Halo sobat, kali ini kita akan membahas mengenai topik kesehatan dan kecantikan yang memanfaatkan bahan alami dan tersedia disekitar kita. Kali ini kita akan membahas manfaat dari daun kates atau pepaya. Dalam bahasa latin, pepaya disebut juga dengan Carica papaya.


manfaat daun pepaya


Tanaman pepaya merupakan tanaman tropis yang berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan bagian Utara. Selain buahnya yang kaya manfaat sebagai sumber vitamin c, kita ketahui bersama bahwa daun pepaya juga bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Apa saja manfaatnya mari kita bahas bersama.


Sebenarnya semua bagian dari pepaya bermanfaat untuk kesehatan seperti biji dan akarnya, namun kita bahas terlebih dahulu bagian daunnya.

 

Kandungan Daun Pepaya


Sebelum kita bahas mengenai manfaatnya, mari kita bahas terlebih dahulu kandungan daun pepaya segar. Dalam 100 gram daun pepaya, mengandung senyawa berikut ini:


kandungan daun pepaya

Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan


Setelah kita membahas mengenai kandungan senyawa di dalan daun pepaya, kini tiba saat nya kita membahas manfaat daun pepaya untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaatnya yaitu:


Menstabilkan Gula Darah


Masyarakat di Meksiko memanfaatkan daun pepaya untuk pengobatan tradisional dalam penyembuhan diabetes dan mengontrol gula darah. Hasil penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan yang mengandung gula darah tinggi, ternyata dapat diturunkan secara signifikan. 


Hal ini berikutnya dilanjutkan pada manusia yang ingin dilakukan terapi menggunakan daun pepaya. Mengapa daun pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes? karena daun pepaya mengandung senyawa antioksidan untuk melindungi sel-sel yang terdapat di dalam pankreas. Sehingga pankreas lebih optimal dalam menghasilkan insulin.


Mencegah dan Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker


Berdasarkan hasil dari penelitian, ekstrak daun pepaya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dan payudara. Namun sayangnya, penelitian tersebut baru pada tahap percobaan awal skala mikro dan belum diterapkan pada hewan percobaan atau bahkan manusia.


Melancarkan Fungsi Pencernaan


Kandungan serat dan beberapa nutrisi yang terkandung di dalam daun pepaya mampu mendukung fungsi sistem pencernaan di dalam tubuh menjadi lebih lancar. Selain itu kandungan papain mampu memecah protein besar menjadi ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan kecil sehingga tubuh akan lebih mudah menyerap asam amino.


Dari hasil penelitian bahwa makanan yang ditambahkan serbuk papain dari buah pepaya yang ditambahkan ke dalam makanan, mampu mengatasi masalah pada sistem pencernaan, seperti sembelit dan mules.


Mengatasi Peradangan


Nutrisi dan senyawa yang terkandung di dalam daun pepaya seperti flavonoid, papain dan vitamin E, memiliki fungsi sebagai anti inflamasi. Sehingga secara tradisional, daun pepaya digunakan untuk menyembuhkan peradangan di dalam dan luar tubuh termasuk diantaranya adalah ruam kulit, nyeri sendi dan nyeri otot.


Berdasarkan hasil studi bahwa ekstrak daun pepaya mampu mengatasi dan mengurai peradangan dan pembengkakan pada kaki hewan percobaan. Namun hingga saat ini belum ada hasil penelitian secara ilmiah yang mencobanya pada manusia.


Melancarkan ASI


Jarang ada yang mengira bahwa ternyata daun pepaya mampu membantu untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Hal ini pernah dibuktikan oleh peneliti bahwa kandungan Quercetin yang ada di dalam ekstrak daun pepaya mampu meningkatkan hormon prolaktin. Hormon prolaktin adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang pembentukan ASI di dalam sistem metabolisme ibu menyusui.


Manfaat Daun Pepaya Untuk Kecantikan


Selain untuk kesehatan, daun pepaya juga memiliki manfaat untuk kecantikan diantaranya adalah untuk:


Mengatasi Jerawat Di Wajah


Jerawat merupakan hal yang paling ditakuti oleh para kaum wanita terutama para remaja. Penyebab timbulnya juga diperngaruhi oleh banyak faktor seperti perubahan hormonal, pemakaian produk kecantikan dan debu dari lingkungan. 


Daun pepaya ternyata memiliki manfaat untuk mengatasi jerawat pada wajah, karena mengandung senyawa karpain yang bermanfaat untuk menghilangkan jerawat. Selain untuk mengatasi jerawat, karpain juga dapat mengatasi masalah kulit lainnya sehingga patut dijadikan sebagai tanaman herbal untuk mengatasi jerawat.


Mengatasi Flek Dan Noda Hitam Di Wajah


Adanya flek dan noda hitam pada bagian wajah tentunya akan menganggu penampilan dan kepercayaan diri kaum wanita. Untuk mengatasi hal itu, daun pepaya dapat digunakan untuk mengatasi flek dan noda pada bagian wajah. 


Kandungan karpain sangat bermanfaat untuk mengatasinya secara efektif, silahkan lakukan dengan cara meremas daun pepaya dengan air matang, kemudian menjadikan remasan tersebut sebagai masker wajah.


Mencegah Penuaan Dini


Manfaat daun pepaya ternyata tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi jerawat, flek dan noda hitam pada wajah. Kandungan asam amino yang terkandung di dalam daun pepaya, mampu mengatasi tanda penuaan dini di wajah seperti kerutan di bawah mata. 


Tidak hanya itu, ekstrak daun pepaya juga sering digunakan sebagai bahan aditif pada beberapa produk kecantikan.


Mencegah Rambut Rontok


Hasil dari penelitian ditemukan bahwa stres oksidatif yang tinggi pada tubuh dapat menyebabkan rambut rontok. Kandungan senyawa antioksidan yang terkandung di dalam daun pepaya seperti vitamin E dan flavonoid dapat mengatasi hal ini.


Baca Juga: Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita


Itulah ulasan mengenai manfaat daun pepaya untuk kesehatan dan kecantikan yang bisa kami sajikan, semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentar dibawah ini. Terimakasih, salam sehat dan sukses selalu.

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C - Labmutu.com - Halo sobat, kali ini kita akan membahas suatu topik yang menarik yang sangat layak untuk kita bahas bersama. Mengingat bahwa vitamin c menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan karena memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu penyerapan zat besi dan menghasilkan kolagen.


buah yang mengandung vitamin c


Mengingat pentingnya senyawa ini, maka kami ingin memberikan sumber vitamin c yang bisa diperoleh dengan cara yang alami. Vitamin c atau yang sering kita kenal dengan Ascorbic Acid merupakan senyawa antioksidan yang bisa dihasilkan dari buah-buahan.


Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa buah-buahan yang terdapat disekitar kita dan mengandung vitamin c yang banyak. Karena pemahaman kita, buah yang banyak mengandung vitamin c adalah jeruk. Ternyata setelah mimin, menelusuri artikel, terdapat buah-buahan selain jeruk yang mengandung vitamin c yang terbilang tinggi.


Berikut ini buah-buahan yang mengandung vitamin c yaitu:


1. Buah Jambu Biji

 

Teman-teman, ternyata jambu biji mengandung vitamin c yang tinggi setelah jeruk yaitu mengandung sebanyak 200 mg asam askorbat. Selain itu, jambu biji juga ternyata mengandung serat dan zat gizi yang sangat bermanfaat dalam menurunkan kadar kolestrol di dalam darah dan menurunkan tekanan darah.

 

Di kalangan kita, jambu biji juga dikenal dengan beberapa sebutan seperti jambu klutuk, jambu batu, dan jambu siki. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang asalnya dari Negara Brasil yang disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Terdapat beberapa varian buah jambu biji, ada yang dagingnya berwarna putih dan merah serta memiliki rasa yang bervariasi.


2. Buah Nanas


Nanas merupakan tumbuhan tropis yang mengandung vitamin c berkisar 29-78 mg asam askorbat. Tinggi atau rendahnya kadar ascorbic acid ditentukan oleh jenis buahnya dan daerah tempat ditanamnya buah nanas ini.


Nanas, sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, membantu proses pencernaan, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, meringankan radang sendi (rematik) dan mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.


3. Buah Pepaya


Pepaya atau sering juga dikenal dengan betik diduga berasal dari Negara Meksiko bagian selatan dan bagian utara Amerika Selatan. Saat ini, tanaman pepaya sudah tumbuh diseluruh wilayah beriklim tropis.


Kandungan vitamin c di dalam buah pepaya berkisar 96 mg, selain itu buah pepaya juga mengandung beberapa nutrisi seperti serat, vitamin A, vitamin B kompleks, mineral (Kalium dan Kalsium). Banyaknya kandungan nutrisi tersebut, menjadikan buah pepaya sangat bermanfaat untuk membantu proses metabolisme di dalam tubuh, mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan mata.


4. Buah Mangga


Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera yang di dalamnya terdiri dari 35-40 anggota suku Anacardiaciaceae. Tahukah anda bahwa kata Mangga berasal dari bahasa Tamil yakni Mangkay yang artinya man adalah pohon mangga dan kay adalah buah.


Buah mangga mengandung vitamin c berkisar 60 mg, atau setara dengan 66% dari kebutuhan harian hal ini jika anda mengkonsumsi setengah buah mangga. Selain mengandung vitamin c, ternyata mengandung serat dan senyawa fitokimia yaitu karotenoid dan polifenol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa senyawa antioksidan polifenol di dalam mangga memiliki potensi dalam menurunkan resiko penyakit kanker payudara dan kanker usus besar.


Informasi Penting Apabila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih


Teman-teman, ternyata kelebihan mengkonsumsi vitamin c juga berdampak buruh terhadap kesehatan. Benar memang, sesuatu yang berlebih pasti tidak lagi bermanfaat. Melalui artikel ini kami juga ingin menyampaikan dampak buruk yang terjadi apabila berlebih dalam mengkonsumsi vitamin c.


Walapun terkadang sisa vitamin c yang berlebih  akan dibuang melalui urine karena sifatnya mudah larut di dalam cairan. Namun yang berbahaya adalah residunya.


Beberapa dampak yang terjadi adalah terjadinya ketidakseimbangan nutrisi, bermasalah terjadap sistem pencernaan, menjadikan kelebihan zat besi, membentuk batu ginjal dan meningkatkan resiko kanker.


Baca Juga: Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan


Demikianlah artikel mengenai buah yang mengandung vitamin c, semoga informasi yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih.