Tampilkan postingan dengan label Fasilitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fasilitas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

Air Suling : Persyaratan dan Definisi Untuk Digunakan Di Laboratorium

Air Suling : Persyaratan dan Definisi Untuk Digunakan Di Laboratorium

air suling



Air Suling atau sering kita kenal dengan sebutan air destilasi dan aquades adalah zat yang terdiri dari 2 molekul yaitu H (Hidrogen) dan O (Oksigen) yakni H2O. Kita ketahui bersama bahwa, air aquadest menjadi bahan pokok yang paling banyak digunakan di laboratorium terutama untuk laboratorium kimia.


Masih banyak diantara kita yang belum mengetahui persyaratan akuades yang sesuai untuk digunakan di laboratorium. Apalagi laboratoriumnya ingin menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium sesuai dengan ISO 17025 : 2017.


Air suling termasuk kedalam bahan kimia yang digunakan di laboratorium, adapun bahan kimia yang terdapat di lab yaitu pelarut, gas, reagen serta termasuk bahan kimia yang digunakan sebagai penerapan jaminan mutu hasil pengujian.


Dalam penggunaannya, air destilasi  memiliki tingkat kualitas yang di dasari nilai kanduktivitasnya. Karena konduktivitas dapat menginterpretasikan kandungan logam atau analit lain baik itu anion maupun kation yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi nilai konduktivitasnya, maka semakin rendah pula kualitas dan kemurnian air suling tersebut.


Berikut ini terdapat tabel yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk menentukan kualitas akuades di laboratorium:


baku mutu air destilasi suling

Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat bahwa, semakin tinggi nilai Conductivity atau Daya Hantar Listrik maka kualitasnya semakin rendah dan hanya diperuntukkan untuk mencuci alat gelas di laboratorium.


Penting untuk kita pahami bahwa, apabila kita melakukan pengujian sampel yang mengandung analit hingga ke satuan ppb, maka diperlukan pelarut yang lebih murni agar kita terhindar dari kontaminan pada saat proses pengujian.


Dapat kita bayangkan, apabila pada saat melakukan pengujian menggunakan icp-ms untuk mengukur logam yang sangat rendah kandungannya maka pekerjaan yang kita lakukan akan sia-sia apabila menggunakan air destilasi yang memiliki kualitas rendah. Di tambah lagi, biasanya juga reagen yang digunakan biasanya lebih mahal jika kita mengukur pada ketelitian hingga ppb.


Memang terkesan sepele penggunaan akuades ini, apalagi jika kita tidak pernah melakukan monitoring kualitasnya. Hal inilah terkadang yang menjadi sumber kesalahan pengujian terbesar yang kurang bisa diidentifikasi.


Di dalam persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium, terdapat klausul yang mempersyaratkan kualitas akuades ini yakni pada klausul 6.3 tentang kondisi akomodasi dan lingkungan. Dalam  klausul ini dinyatakan bahwa lab harus memantau semua kondisi yang berkaitan dengan keabsahan hasil pengujian. 


Memang tidak disebutkan secara gamblang, bahwa yang harus diperhatikan adalah air destilasi, namun disini saya ingin menginformasikan bahwa selama ini, saya selalu memantau kualitas air destilasi untuk menerapkan klausul 6.3 ini. Adapun yang harus dipantau dari kualitas air destilasi adalah pH dan nilai konduktivitasnya.


Melalui artikel ini juga saya menginformasikan, bahwa kedua parameter tersebut tidak mutlak menjadi acuan dalam menentukan persyaratan air destilasi. Karena persyaratan air suling yang digunakan harus diacu lagi dari metode yang akan digunakan.


Misalkan ada persyaratan metode yang mengharuskan untuk menggunakan air destilasi bebas CO2 maka teman-teman juga harus memantau dan mentreatmen agar air destilasinya bebas dari CO2. Pembebasan air destilasi dari CO2 bisa dengan cara mendidihkan air destilasi di dalam gelas beaker selama 30 menit lalu didinginkan kembali sebelum digunakan.


Bukan hanya itu, terdapat juga suatu metode pengujian yang mempersyaratkan agar aquadest yang digunakan harus terbebas dari kandungan nitrit. Dilansir dari infolabling.com bahwa untuk menurunkan kadar nitrit dari air suling bisa melakukannya dengan cara mendestilasi kembali akuades yang ditambahkan 1 butir kristal kalium permanganan dan barium hidroksida atau kalsium hidroksida.


Baca Juga: Fasilitas dan Kondisi Lingkungan dalam ISO IEC 17025 versi 2017


Adapun perbandingannya adalah 500 mL akuades + 1 butir kristal. Destilat yang tertampung sebanyak 50 mL pertama dibuang lalu tampunglah air destilasi yang keluar selanjutnya.

 

Akhirnya, sekian dulu informasi yang bisa kami berikan, semoga apa yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat serta menambah wawasan rekan-rekan sekalian. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi pertanyaan anda melalui kolom komentar. Kami mohon maaf apabila terdapat kalimat yang kurang paham dipahami. Terimakasih wassalamualaikum... Salam sehat dan sukses selalu.


Jumat, 20 November 2020

Furniture Laboratorium Yang Sering Dibutuhkan Agar Rapih

Furniture Laboratorium Yang Sering Dibutuhkan Agar Rapih

furniture laboratorium

 

Furniture Laboratorium merupakan fasilitas yang bisa ditemukan di dalam laboratorium. Seperti yang kita ketahui, laboratorium sering digunakan untuk melakukan beberapa kegiatan seperti penelitian, pembelajaran, atau bahkan praktek ilmiah. Oleh sebab itu, dibutuhkan alat-alat yang tepat untuk mempermudah aktivitas tersebut.


Ada banyak sekali jenis furniture yang dibutuhkan di dalam laboratorium. Diantaranya seperti meja laboratorium, rak pipet, lemari asam, dan lain sebagainya. Masing – masing furniture mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda. Ketahui lebih banyak mengenai jenis furniture di laboratorium dan fungsinya disini.


Mengenal Jenis Furniture Laboratorium


Laboratorium merupakan sebuah tempat yang digunakan secara khusus untuk melakukan ilmiah. Di tempat ini beberapa pekerjaan seperti penelitian, praktik ilmiah, tempat pembuatan obat-obatan hingga peracikan bahan kimia dilakukan.


Untuk melakukan penelitian dan percobaan ilmiah, laboratorium membutuhkan perlengkapan yang memadai. Salah satunya adalah terkait furniture yang digunakan dalam ruangan tersebut. Beberapa furniture laboratorium yang pokok dan paling dibutuhkan diantaranya adalah:


1. Meja Laboratorium


Meja merupakan furniture yang tidak boleh dilewatkan dan harus ada di dalam sebuah laboratorium. Fungsi dari meja ini adalah untuk kebutuhan penelitian atau praktek ilmiah. Dengan adanya meja laboratorium, maka pekerjaan praktikum menjadi lebih mudah sekaligus aman.


Meja untuk laboratorium biasanya didesain secara khusus. Dimana bahan, model dimensi serta efesiensinya sudah didesain sesuai kebutuhan. Meja laboratorium juga umumnya dibuat dengan beragam kelebihan. Seperti diantaranya memiliki sifat anti panas, anti jamur, serta memiliki ketahanan terhadap zat-zat senyawa kimia.


Ada beberapa jenis meja demonstrasi laboratorium yang perlu Anda ketahui. Berikut ini penjelasan lengkapnya:


Meja Laboratorium Tipe Island (Island Bench)


Meja laboratorium tipe island merupakan salah satu jenis meja yang digunakan untuk ruangan laboratorium berukuran luas. Pasalnya, meja dengan tipe island ini biasanya memiliki ukuran besar dan di tempatkan di tengah ruangan. Meja laboratorium dengan tipe island dapat digunakan oleh setidaknya 4 orang dalam satu tempat sekaligus. Untuk fungsinya sendiri biasanya digunakan sebagai tempat untuk meletakkan alat – alat praktek.


Meja Dinding Laboratorium (Wall Bench)


Wall bench atau yang sering disebut sebagai meja dinding biasanya digunakan untuk laboratorium dengan ukuran kecil. Meja tersebut didesain dengan posisi merapat pada dinding sehingga menghemat space ruangan.


Meja Lab Corner (Corner Bench)

 

Meja corner merupakan meja yang memiliki bentuk siku. Meja lab ini biasanya ditempatkan merapat pada dinding. Dengan bentuknya yang siku, meja tersebut dapat digunakan oleh lebih banyak orang. Selain itu, furniture ini juga sangat fleksibel sehingga cocok untuk ditempatkan berbagai macam model ruangan. Bahkan untuk ruangan sempit sekalipun.

 

2. Lemari Penyimpanan Bahan Kimia

 

Lemari alat laboratorium atau tempat penyimpanan bahan kimia adalah furniture yang wajib ada. Fungsi furniture tersebut adalah untuk menyimpan bahan-bahan kimia yang mungkin digunakan pada saat penelitian.

 

Bahan kimia berbahaya sering dijadikan sebagai objek penelitian di dalam laboratorium. Oleh sebab itu, dibutuhkan furniture khusus yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan dengan aman. Nah, lemari asam ini adalah furniture yang tepat untuk kebutuhan tersebut. 


Lemari asam biasanya memiliki ukuran besar serta memiliki bentuk seperti meja terisolasi. Fungsi dari furniture tersebut adalah untuk mengurangi efek dan paparan uap berbahaya yang mungkin terdapat pada bahan-bahan yang digunakan untuk penelitian.


Dengan adanya lemari asam, uap-uap berbahaya dari reagen-reagen tidak langsung dibuang. Tetapi disaring terlebih dahulu didalam filter sehingga kandungan zat kimia didalamnya dapat dinetralisir. Dalam sebuah laboratorium, biasanya terdapat lebih dari satu lemari asam. Berdasarkan jenisnya, lemari asam dibedakan menjadi dua, yaitu lemari asam dengan ducting dan tanpa ducting. Berikut ini penjelasan selengkapnya:


Lemari Asam Dengan Ducting 


Lemari asam dengan ducting yaitu lemari asam yang dipasangkan secara langsung pada tembok laboratorium. Pamasangan lemari jenis tersebut biasanya dilakukan dengan cara melubangi dinding untuk pemasangan ducting (saluran udara) dan juga scrubber.

 

Baca Juga: Lemari Asam Berkualitas


Lemari Asam Tanpa Ducting


Lemari asam tanpa ducting merupakan sejenis furniture portabel. Hal ini dikarenakan lemari alat laboratorium tersebut dapat dipindahkan dengan mudah karena tidak menggunakan ducting. Pada lemari tersebut, filter diletakkan di bagian atas lemari dan perlu diganti secara rutin untuk mencegah kontaminasi uap berbahaya.


Rak Pipet (Lemari Glasswere)


Lemari glasswere sering juga disebut sebagai rak pipet. Furniture laboratorium ini berfungsi untuk menyimpan gelas-gelas peralatan laboratorium. Di dalam lemari tersebut sudah didesain dengan rak-rak khusus yang berfungsi untuk menyimpan berbagai peralatan laboratorium. Seperti diantaranya gelas percobaan, gelas ukur, pipet dan lain sebagainya.


Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Furniture Laboratorium


Laboratorium tentu harus memiliki standar keamanan yang bagus agar keselamatan penggunanya juga terjamin. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan memperhatikan pemilihan furniture yang digunakan di area tersebut.


Lalu, Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih furniture laboratorium? Berikut ini beberapa poin penting yang harus diperhatikan:


  • Furniture untuk laboratorium harusnya memiliki ukuran yang tepat sesuai dengan luas ruangan yang tersedia. Sehingga ruangan tersebut menjadi lebih nyaman dan leluasa. Yakni tidak terlalu sempit atau terlalu lebar karena furniture yang digunakan tepat sesuai porsinya.
  • Furniture untuk laboratorium harusnya memiliki standar keamanan yang baik sesuai fungsinya.
  • Furniture untuk laboratorium sebaiknya terbuat dari bahan-bahan pilihan. Diantaranya yang memiliki sifat anti panas, anti jamur, serta tahan dengan berbagai zat-zat kimia.
  • Funiture diproduksi oleh perusahaan yang terpercaya dan kompeten di bidangnya.

Demikian syarat furniture laboratorium yang paling mendasar. Anda bisa mulai mencari jasa yang menjual furniture maupun alat laborat dengan kriteria di atas.


Kesimpulan


Kelengkapan furniture untuk laboratorium sebaiknya diperhatikan. Karena setiap komponen dari perabotan tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dan berkaitan. Bukan hanya sekedar fungsi apalagi estetika, namun dari keselamatan dan keamanan pemakaiannya juga harus diperhatikan.


Dan untuk mendapatkan furniture laboratorium yang aman, Anda bisa membelinya di tempat terpercaya. Sekarang ini banyak perusahaan yang khusus memproduksi furniture untuk area laboratorium. Anda tentu tidak bisa menyamakan antara furniture biasa dengan furniture untuk laboratorium kimia, bukan?

Kamis, 15 Oktober 2020

Desain Laboratorium Kimia, Ruangan  yang Baik dan Benar Sesuai ISO 17025

Desain Laboratorium Kimia, Ruangan yang Baik dan Benar Sesuai ISO 17025

desain laboratorium yang baik dan benar


Desain Laboratorium adalah hal yang sangat penting untuk dibahas mengingat bahwa lab merupakan suatu fasilitas untuk memberikan hasil dengan tingkat kepastian yang tinggi. Menurut Wabula Tahun 2016, laboratorium adalah suatu tempat untuk melakukan percobaan, pelatihan, yang berhubungan dengan berbagai ilmu pengetahuan seperti kimia, fisika, kesehatan, biologi, sipil dan lain-lain.

 

Latar Belakang

Mengingat begitu pentingnya fasilitas tersebut, tentunya harus didukung dengan desain yang tepat agar seluruh aktivitas yang dilakukan, mampu menghasilkan data yang handal yaitu akurat dan presisi. Di dalam ISO 17025 versi terbaru (2017) menjabarkan bagaimana lab tersebut memiliki peran yang optimal dalam mendukung penyajian data hasil pengujian.


Seperti yang disebutkan dalam klausul 6.3 tentang Fasilitas dan Kondisi Lingkungan bahwa lab harus memiliki fasilitas lab yang SESUAI dan tidak mempengaruhi terhadap timbulnya pengaruh buruk pada hasil uji.


Setelah memiliki fasilitas yang sesuai maka pengendalian terhadap fasilitas tersebut juga harus dilakukan, dipantau dan di kaji secara berkala. Berdasarkan klausul yang diminta dalam iso 17025 tersebut, poin penting yang perlu diperhatikan untuk melakukan desain laboratorium adalah

  • Ruangan yang dibangun harus terpisah secara efektif terutama untuk pekerjaan yang tidak kompetibel.
  • Fasilitas yang dibangun mampu melindungi dari kontaminasi yang dapat mempengaruhi kegiatan laboratorium.


Beberapa alat yang sering digunakan seperti water bath, fume hood, oven, instrumen seperti GC dan HPLC, AAS serta Spektrofotometer memiliki karakter yang berbeda cara penempatannya. Sehingga diperlukan area yang sesuai dengan peruntukannya.


Desain Layout Laboratorium

Berbicara mengenai hal tersebut, tentunya kita penasaran untuk mengetahui seperti apa dasain yang baik dan benar agar pada saat kita hendak melakukan akreditasi tidak memerlukan usaha yang besar lagi untuk melakukan perombakan.


Seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa bangunan yang sesuai adalah harus kompetible dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh sebab itu hal ini harus dipersiapkan sejak awal. Sebagai informasi dasar agar dapat membuat layout yang sesuai, beberapa ruangan yang perlu dipersiapkan adalah:

Ruang Penerimaan Sampel

Ruang penerimaan sampel merupakan ruangan yang akan digunakan untuk proses serah terima sampel dari pelanggan. Ruangan ini biasanya ditempati oleh 1 orang personel resepsionis laboratorium yang bertugas untuk menerima sampel, melakukan registrasi sampel dari pelanggan dan menyerahkan laporan hasil pengujian kepada pelanggan.


Ruangan ini biasanya terletak di bagian terdepan laboratorium agar pelanggan lebih mudah menjangkaunya. Fungsi lain dari ruangan ini juga adalah dapat digunakan untuk penerimaan kunjungan dari pihak eksternal sehingga perlu disediakan area tunggu.


Ruang Penerimaan Pelanggan

Ruangan ini biasanya dipersiapkan untuk melayani pelanggan yang ingin melakukan diskusi terhadap laporan yang diterimanya. Terkadang hasil pengujian memiliki kerahasiaan khusus yang mengharuskan pihak lain untuk tidak mengetahuinya.


Disinilah pentingnya ruangan penerimaan pelanggan, walau terkadang tidak perlu disediakan tetapi hal ini perlu dijadikan sebagai pertimbangan agar Anda menyediakan areal privasi seperti ini. Hal ini pernah terjadi kepada saya pribadi saat menerima tamu dari eksternal. 

 

Kebetulan Lab tempat saya bekerja saat itu adalah Lab komersil. Sang Tamu mengatakan begini "apa tidak ada ruangan khusus untuk kita diskusi? saya mau membicarakan hal serius dan tidak main-main!". Jujur pada saat itu saya bingung mau menggunakan ruangan yang mana.Hehehe...

 

Bukan hanya itu, jika kita kembali kepada klausul 4.1 dan 4.2 bahwa lab harus bersikap tidak memihak dan menjaga kerahasiaan pelanggan atau penyampai informasi. Nah untuk menerapkan klausul ini tentunya juga harus didukung dengan fasilitas yang cukup.


Ruang Administrasi

Ruang administrasi diperlukan untuk menyiapkan segala dokumen yang terkait dengan pelaporan hasil uji. Selain itu ruangan ini juga diperlukan untuk membantu tugas personel dalam menyiapkan segala administrasi laboratorium seperti pembelian, evaluasi supplier, keuangan, pajak dan beberapa kegiatan administrasi penting lainnya.

 

Ruangan ini harus dipastikan tidak tergabung dengan ruang pengujian atau persiapan, mengapa saya katakan demikian? Ya kalau gabung alias tidak ada pembatas khusus maka semua perangkat yang terbuat dari logam akan cepat korosif karena uap zat asam yang digunakan. Mungkin hal ini tidak berlaku pada Lab mikrobiologi karena sangat sedikit menggunakan asam pekat seperti HCl, H2SO4 dan HClO4.

Baca Juga: Fasilitas dan Kondisi Akomodasi Lingkungan Laboratorium

Namun tetap, walau bagaimanapun juga ruang administrasi harus terpisah dengan ruang kerja lab, selain untuk meminimalkan kontaminasi, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan kesehatan personel yang bekerja di ruangan administrasi dari paparan zat berbahaya. Mengingat personel yang bekerja di ruang administrasi tentunya tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.


Ruang Staf Analis

Ruangan staf analis diperlukan untuk memfasilitasi para personel analis dalam beristirahat dan berdiskusi sesuatu. Hal ini terkadang sering dilupakan oleh para pengembang atau investor yang beranggapan bahwa analis hanya duduk diruangan kerja walaupun terkadang tidak ada pekerjaan khusus.

 

Perlu diingat bahwa, tolak ukur suatu laboratorium itu baik dan handal adalah ditinjau dari para analis yang bekerja. Merekalah yang memproduksi data hasil pengujian yang berkualitas, apabila mereka tidak di support dengan baik, tentunya akan memiliki kinerja yang kurang maksimal. 

 

Oleh sebab itu saya sarankan kepada pengembang dan investor, usahakanlah untuk menyediakan ruang staf analis walaupun tidak terlalu mewah dan besar, tetapi jika fasilitas ini ada maka proses diskusi dan kinerja analis akan lebih maksimal. 


Ruang Manajerial

Ruang Manajerial biasanya diperuntukkan untuk para staf manajer seperti Manajer Eksekutif atau sering disebut Kepala Laboratorium, Manajer Mutu, Manajer Teknis, Manajer Administrasi dan beberapa manajer lainnya.

 

Di dalam ruangan manajerial biasanya juga terdapat 1 ruangan pertemuan (meeting) sehingga perlu dipertimbangkan juga luas dan desain dari ruangan manajerial ini. Beberapa desainer untuk pengembangan gedung laboratorium, terkadang memisahkan ruangan manajerial dengan ruang inti laboratorium.

 

Namun ini kembali lagi dengan keinginan dari si pengembang dan investor yang terpenting adalah di dalam suatu bangunan, ruangan ini sangat penting untuk disediakan karena menyangkut pada akses, keselamatan dan kesehatan personel inti laboratorium.

 

Ruang Persiapan Awal Sampel

Ruang persiapan awal sampel biasanya diperuntukkan untuk mempersiapkan sampel yang baru saja diterima dari pelanggan. Fungsi khusus dari ruangan ini adalah untuk mengeringkan atau menghaluskan atau memisahkan dan lain-lain.

 

Pentingnya untuk memisahkan dan menyediakan ruangan ini adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi dengan peralatan atau instrumen laboratorium dari bahan yang akan diuji. Kadang-kadang ada bahan yang apabila dihaluskan akan menimbulkan debu sehingga akan berbahaya terhadap instrumen yang sensitif terhadap adanya debu dari luar laboratorium.


Ruang persiapan ini harus dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang bagus dan memiliki tingkat pencahayaan yang baik. Serta dilengkapi dengan sumber arus listrik yang memadai, untuk masalah pendingin udara hal ini perlu di kaji dan dipertimbangkan. Apabila ada jenis sampel yang memerlukan penanganan khusus maka silahkan lengkapi saja dengan peralatan yang mendukung.


Ruang Penimbangan

Dari judulnya sudah bisa kita tebak bahwa ruangan ini akan diisi oleh perangkat timbangan atau populernya disebut Analytical Balance. Yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan ruangan timbangan ini adalah ruangan harus bebas dari udara yang mengalir (angin). Di beberapa laboratorium terkadang memasang AC di bawah meja sehingga hembusan anginnya tidak langsung mengarah ke timbangan.


Mengapa? karena berhubungan dengan kestabilan pada saat penimbangan. Kemudian ruangan harus seminimal mungkin memiliki kelembaban yang rendah. Apabila di dalam ruangan penimbangan memiliki kelembaban di atas 70% maka perlu disiapkan alat Dehumidifier.


Kemudian ruangan ini nantinya harus di kontrol suhu dan kelembabannya, monitoring dapat dilakukan dengan menggunakan alat Thermohygrometer. Dan ingat berdasarkan persyaratan dalam iso 17025 tepatnya klausul 6.3.3 bahwa lab harus memantau, mencatat dan mengendalikan ruangan yang terkait dengan penanganan bahan uji.


Ruang timbangan juga perlu diatur lebih jauh dari potensi getaran seperti dekat dengan ruangan asam karena biasanya blower untuk penghisap udara akan menghasilkan getaran. Walaupun kecil tetapi memiliki dampak juga terhadap kinerja timbangan yang digunakan. Intinya adalah ruangan timbangan harus bebas dari udara bergerak, getaran, cairan dan debu.


Untuk ukuran dari ruang penimbangan, silahkan disesuaikan saja dengan kebutuhan Anda karena tugas saya adalah hanya memberikan informasi mengenai ruangan apa saja yang dibutuhkan saat mendesain laboratorium yang sesuai dengan sistem akreditasi laboratorium.


Ruang Kerja Umum

Ruang kerja umum yang saya maksudkan adalah ruangan yang digunakan untuk melakukan persiapan sampel yang telah di persiapkan terlebih dahulu. Biasanya ruangan ini terletak di bagian tengah dan luasnya yang lebih besar.

 

Biasanya ruangan ini digunakan untuk proses penyaringan, pengenceran, pemipetan, pembuatan reagen, sistesis skala kecil dan lain-lain. Ruangan ini biasnya terdiri dari beberapa meja kerja dengan ukuran yang bervariasi tergantung dari jenis pekerjaan dan luas gedung secara keseluruhan.

 

Ruang Instrument

Ruang instrument inilah merupakan ruangan inti karena menyimpan berbagai alat yang digunakan untuk proses analisis penentuan hasil. Ditambah lagi bahwa di dalam ruangan inilah tempat aset tak bergerak di suatu laboratorium yang MAHAL HARGANYA.

Baca Juga: ISO/IEC 17025: 2017

Dalam membuat ruangan intrument harus dipastikan dan disesuaikan dengan instrumen apa yang akan ditempatkan di dalamnya. Misalkan saja, apabila ruangan ini akan ditempatkan untuk instrumen spektrofotometer maka yang perlu diperhatikan adalah tingkat pencahayaan yang masuk jangan terlalu terang atau terkena cahaya matahari langsung.

 

Kemudian apabila ruangan ini akan ditempatkan untuk AAS atau ICP-OES maka yang perlu dipastikan adalah ruangan ini harus bebas dari intensitas cahaya yang tinggi, getaran dan kelembaban. Untuk instrumen harus dibedakan juga antara alat yang rutin menghasilkan panas dengan alat yang sensitif terhadap suhu seperti pH meter, Conductometer, HPCL, Ion Chromatography dan lain lain harus dipisahkan dari alat yang berpotensi menghasilkan panas seperti AAS, ICP, GC dan lain-lain.

 

Suhu dan kelembaban udara juga harus dikontrol dan dipantau sehingga perlu dilengkapi dengan pendingin udara yang optimal serta perlu alat pemantau yaitu Thermohygrometer. 

 

Ruang Asam

Ruang asam biasanya terdiri dari fume hood atau lemari asam, fungsi utama dari ruangan ini adalah untuk memfasilitasi pekerjaan yang berhubungan dengan proses destruksi menggunakan pelarut asam atau zat asam pekat seperti HCl, H2SO4, HNO3, HClO4 dan lain-lain.


Ruang ini harus terpisah dan memiliki sekat yang baik antara ruangan lainnya, hal ini untuk mencegah terjadinya paparan zat asam ke dalam ruang umum dan terutama ke ruang instrumentasi. Apabila menggunakan AC Central sebaiknya khusus untuk ruangan asam ini tidak dilengkapi dengan perangkat tersebut. Karena percuma saja kita melakukan penyekatan tetapi melalui AC central tersebut maka udara dari ruang asam akan menyebar ke ruangan lainnya.


Ruang Pengabuan

Ruang pengabuan perlu disediakan tetapi juga tidak tergantung dari lingkup pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Di dalam ruang pengabuan biasanya terdapat alat Furnace atau tanur yang berfungsi untuk membantu proses pengabuan sampel atau bahan uji.

 

Sama halnya dengan ruang asam, ruangan ini harus terpisah karena biasanya pada saat proses ashing berlangsung maka akan menghasil asap yang cukup banyak (tergantung) dari jenis dan jumlah bahan yang diabukan.

 

Ventilasi atau exhaust fan diperlukan untuk membuang asap yang dihasilkan dari proses ashing ini, atapu apabila Anda memiliki anggaran yang lebih sebaiknya dibuat suatu alat untuk menangkap asap yang dihasilkan sehingga menjadi asap cair.

 

Ruang Penyimpanan Arsip Sampel

Ruangan ini wajib disiapkan oleh pengembang atau investor, mengapa saya katakan demikian? karena setiap bahan uji atau sampel yang telah selesai kita analisis itu langsung dibuang atau dimusnahkan. Melainkan harus disimpan terlebih dahulu hingga waktu yang ditetapkan.

 

Penetapan masa simpan biasanya didasari atas uji stabilitas jenis bahan uji yang biasa kita terima. Apabila sampel hanya bertahan secara stabil selama 1 bulan, maka penyimpanan tidak lebih dari 1 bulan tersebut.

 

Penempatan arsip sampel juga harus disesuaikan dengan ketentuan penyimpanan sampel apakah harus menggunakan pendingin tambahan (refrigerator) atau cukup hanya disimpan dalam kondisi ruangan normal (suhu berkisar 25 C). Kemudian penempatan sampel juga harus disesuaikan dengan sifat bahan nya, jangan mencampur adukkan sehingga akan terjadi kontaminasi silang.

 

Seperti yang biasa kami lakukan, karena lab saya melakukan pengujian tanah, pupuk dan jaringan tanaman maka penempatan sampel tersebut harus terpisah agar tidak saling mengkontaminasi. Penanganan arsip sampel sangat penting untuk dipertimbangkan karena apabila terjadi pengaduan dari pelanggan, maka kita akan lebih mudah untuk melakukan pengujian ulang arsip sampel.


Pengendalian dan pemantauan ruang penyimpanan sampel juga harus dilakukan, seminimal mungkin harus di kontrol suhu dan kelembabannya. Sediakan juga Thermohygrometer di ruangan ini untuk memantau suhu dan kelembaban setiap harinya. Hal ini berguna sebagai informasi tambahan apabila sampel uji ulang arsip sampel mengalami perbedaan yang signifikan, padahal masa simpannya belum lewat.


Ruang Penyimpanan Peralatan Gelas

Ruangan yang peru dipersiapkan selanjutnya adalah ruangan untuk menyimpan peralatan gelas yang digunakan setelah di cuci. Atau ruangan ini juga berfungsi untuk menyimpan stok peralatan gelas yang masih baru.

 

Ruangan ini harus terbebas dari debu atau pengotor yang berasal dari bahan uji, karena alat gelas yang tidak bersih atau terkontaminasi pada saat sudah bersih, dapat menjadi sumber kesalahan dalam proses pengujian sampel.

 

Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi analis laboratorium, kesalahan yang sulit untuk ditelusuri adalah yang berasal dari kebersihan peralatan gelas yang digunakan. Terkadang kita melakukan pengujian dengan analis sama, alat sama, bahan kimia sama waktu berdekatan tetapi menghasilkan data uji yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa saja berasal dari kesalahan acak yang berasal dari kebersihan peralatan gelas yang digunakan.

 

Ruang Penyimpanan Stok Bahan Kimia

Terakhir yang perlu dipersiapkan pada saat membangun laboratorium adalah ruangan penyimpanan stok bahan kimia. Hal ini penting untuk dibahas karena kualitas data hasil pengujian yang dihasilkan juga bergantung pada bahan kimia yang digunakan.


Ruangan bahan kimia yang saya maksud adalah untuk menyimpan stok bahan kimia baru karena untuk bahan kimia yang sudah digunakan biasanya disimpan di dalam laci khusus penyimpanan bahan kimia.


Ruang penyimpanan bahan kimia harus sesuai dengan aturan penyimpanan yang tertera pada wadah bahan kimia tersebut. Ruangan penyimpanan stok harus dilengkapi dengan beberapa perangkat untuk mengantisipasi apabila terjadi tumpahan ataupun kebocoran wadah.


Penerangan di ruang penyimpanan harus cukup serta harus dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang cukup. Suhu dan kelembaban juga harus di kontrol agar dapat menelusuri apabila terjadi pekerjaan yang tidak sesuai. Seperti yang saya katakan sebelumnya, di sesi ruangan sebelumnya, bahwa di ruangan ini juga harus dilengkapi Thermohygrometer untuk memantau dan mengendalikan ruangan stok bahan kimia.


Itu saja beberapa ruangan yang bisa saya jabarkan sebagai dasar untuk mendesain laboratorium yang sesuai dengan persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan iso 17025 versi terbaru yaitu 2017.


Dikesempatan lain, saya akan mengajak para konsultan atau supplier yang berkecimpung di dunia desain laboratorium dan furniture laboratorium agar artikel ini lebih sempurna.


Ulasan saya di atas tidak bersifat baku, sehingga apabila rekan-rekan memiliki ide lain untuk membangun fasilitas laboratoriumnya menjadi lebih baik ya silahkan saja.


Semoga informasi yang saya berikan ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, salam sehat untuk kita semua... Terimakasih....