Tampilkan postingan dengan label Ketertelusuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketertelusuran. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Sumber Kesalahan Pengukuran merupakan sesuatu hal yang harus diketahui agar proses analisis ataupun pengukuran menghasilkan data yang akurat dan presisi. Salah atau kesalahan sangat sulit untuk dihindari termasuk pada saat melakukan pengukuran.

Terdapat banyak sumber kesalahan yang mungkin terjadi seperti melakukan kesalahan saat kalibrasi alat, menentukan skala, instalasi dan operasionalnya. Oleh sebab itu, pada artikel kali ini, kami ingin mengulas sumber-sumber kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengukuran.

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran
Ilustrasi: Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Topik ini secara terperinci membahas mengenai sumber kesalahan analisis kualitatif dan kuantitatif agar sebelum melakukan pengukuran, anda menjadi lebih berhati-hati terhadap proses yang dilakukan.

Kesalahan terhadap proses pengukuran dapat bersumber dari beberapa aspek seperti yang kami sajikan berikut ini:

Kesalahan Pada Manusia (Human Error)

Kesalahan yang berasal atau disebabkan dari manusia merupakan hal yang sering kita jumpai. Tak jarang bahwa penyebabnya dikarenakan kurangnya konsentrasi seorang analis atau pengukur. Kemudian kompetensi personel juga menjadi tolak ukur timbulnya kesalahan dalam proses pengukuran menggunakan instrumen tertentu. 

Selain kompetensi dalam mengoperasikan instrumen, kesalahan juga sering timbul dari salahnya posisi kita dalam melihat skala atau titik deteksi yang kita ukur sehingga terjadi bias yang signifikan. Tentunya hal ini dapat menurunkan presisi bahkan presisi suatu data hasil pengukuran atau pengujian.

Kesalahan pada Alat Ukur atau Instrumen

Alat yang kita gunakan juga dapat menjadi sumber kesalahan dalam proses analisis hal ini dikarenakan menurunnya kinerja alat yang digunakan untuk mendeteksi suatu analit. Selain itu ketidakcocokan alat yang digunakan juga dapat menjadi faktor terbesar dalam menentukan hasil pengujian.

Kesalahan Natural (Alami)

Kesalahan alami sering saya katakan sebagai kesalahan yang tidak dapat dikendalikan karena berhubungan dengan gejala atau perubahan alami seperti perubahan cuaca secara ekstrim, perubahan suhu dan adanya bencana alam yang mengakibatkan rusaknya atau menurunkan kinerja alat. Bukan hanya itu ada perubahan alami yang ekstrem juga dapat menurunkan mental operator yang mengoperasikan karena adanya tekanan secara psikologi.

Kesalahan pada saat perhitungan

Acap kali pada lingkup analisis secara kuantitatif melibatkan perhitungan dalam menentukan hasil akhir suatu analit yang terkandung di dalam sampel. Kesalahan dalam proses perhitungan kalau boleh saya katakan merupakan kesalahan yang fatal.

Mengapa saya katakan demikian? Karena jika hal ini diketahui oleh pelanggan maka dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap proses atau kegiatan laboratorium yang kita lakukan. Selain itu kesalahan dalam perhitungan merupakan tolak ukur kompetensi dasar seorang analis atau personel pengukur.

Oleh sebab itu, sebelum melaporkan data hasil uji, baik kepada penyelia ataupun pelanggan, harus dicek kembali untuk memastikan data yang dihasilkan telah sesuai dengan rumus perhitungannya.
Sebagai tambahan informasi, apabila anda menggunakan microsoft excel untuk melakukan proses perhitungan. Sebaiknya secara berkala dilakukan sistem rumus yang diterapkan untuk mencegah adanya kesalahan format rumus.

Kesalahan Pengenceran

Pada sumber kesalahan ini, hampir sama dengan kesalahan pada saat perhitungan karena apabila salah dalam melakukan pengenceran maka berdampak juga terhadap salah hitung. Oleh sebab itu pada saat melakukan pengenceran larutan standar ataupun sampel harus dilakukan semaksimal mungkin dan penuh konsentrasi. Apabila diperlukan, catat semua proses pengenceran agar tidak lupa pada saat digunakan untuk tahap perhitungan.

Kesalahan Proses Sampling

Bagi kita praktisi laboratorium, tentunya tidak terlepas dari proses pengambilan sampel. Apabila kita salah dalam melaksanakan pengambilan sampel atau salah prosedur maka secara otomatis semua pekerjaan yang dilakukan setelah nya akan mengalami kesalahan dan pada akhirnya kita akan menghasilkan data yang bersifat SAMPAH.

Maka dari itu bagi anda yang bekerja sebagai petugas pengambil sampel (PPC) harus dipastikan betul bagaimana metode pengambilan sampel yang seharusnya.

Dari semua sumber kesalahan yang saya jabarkan di atas, saya ingin menginformasikan juga bahwa terdapat 2 jenis kesalahan yang sering terjadi dan ditemukan. Jenis kesalahan tersebut dibagi 2 yaitu:

Kesalahan Sistematik

Jenis kesalahan ini dapat terjadi dikarenakan oleh kesalahan yang berkaitan dengan kekeliruan pada saat mengatur alat, mengkalibrasi peralatan serta lokasi dilakukannya pengukuran. Masalah atau sumber kesalahan seperti itu bisa dihindari dengan cara meningkatkan ketelitian pada saat melakukan pengukuran.

Misalnya saja pada saat kita hendak melakukan kalibrasi pada alat pH meter maka pastikan kembali larutan pH buffer masih bagus seperti belum terkontaminasi, belum kadaluarsa dan perlu diperhatikan juga adalah lokasi atau posisi alat ukur yang akan kita gunakan.

Kesalahan Acak (Random)

Pada jenis kesalahan ini yakni secara acak adalah sangat sulit untuk menghindarinya karena dapat timbul secara spontan dari penyebab yang sulit diketahui. Sehebat apapun analis yang mengerjakan atau secanggih apapun instrumen yang digunakan, namun tetap masih dapat menimbulkan error. Biasanya sumber kesalahan ini sering kita ungkap sebagai ketidakpastian.
Baca Juga: Ketidakpastian Pengukuran : Estimasi dan Eveluasi Yang Sesuai Dengan ISO 17025
Baiklah itu saja artikel yang mengulas tentang sumber kesalahan pengukuran yang sering terjadi pada saat kita melakukan pengukuran atau analisis sampel mengguakan alat tertentu. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih

Sabtu, 11 Juli 2020

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

alat laboratorium kimia

Alat Laboratorium Kimia sangat beragam yang sering digunakan di laboratorium guna menunjang proses analisis yang akurat dan presisi. Dalam pemakaiannya, kita harus memastikan apakah alat tersebut mampu memberikan data hasil pengujian yang bersifat handal (akurat dan presisi). Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi alat tersebut maka harus dilakukan kalibrasi.

Kalibrasi alat laboratorium sangat penting dilakukan agar setiap pekerjaan memiliki ketertelusuran terhadap satuan internasional (SI). Di dalam ISO 17025 itu sendiri yang tercantum dalam klausul 6.4.6 dan 6.5.1 bahwa laboratorium harus menggunakan peralatan yang dikalibrasi.

Nah, tentunya kamu memiliki pertanyaan yaitu peralatan apa saja yang perlu dilakukan kalibrasi? Yuk kita simak ulasan berikut ini:

Jenis Alat Laboratorium Kimia Yang Harus Dikalibrasi

 

1. Neraca Analitik (Analytical Balance)

Neraca analitik adalah alat yang digunakan untuk menentukan atau mengetahui masa suatu zat. Alat ini memiliki beberapa nama yang sering digunakan oleh para analis di laboratorium yaitu analytical balance, neraca analitik, timbangan analitik, timbangan laboratorium dan timbangan gram halus.

Dari fungsinya tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa alat tersebut harus mampu memberikan masa suatu sampel yang mampu tertelusur hingga ke satuan internasional.

Kalibrasi neraca analitik bisa dilakukan minimal 1 kali per tahun atau maksimal per 2 tahun sekali. Pada saat melakukan kalibrasi timbangan analitik, yang perlu kamu perhatikan adalah status akreditasi laboratorium kalibrasi. Mengapa saya katakan demikian karena ini menyangkut sistem manajemen yang diterapkan oleh laboratorium.

Apabila suatu laboratorium telah terakreditasi, maka sudah jelas ia menerapkan sistem jaminan mutu yang baik sehingga kita bisa lebih yakin terhadap hasil kalibrasi neraca analitik tersebut.

2. Labu Ukur (Volumetric Flask)

Labu ukur adalah suatu alat gelas yang berfungsi untuk menakar suatu larutan pada saat melakukan pengenceran. Mengapa alat ini perlu dimasukkan ke dalam program kalibrasi peralatan?. Jelas karena alat ini masuk ke dalam faktor perhitungan kadar analit di dalam sampel yang kita analisis.

Sama halnya dengan timbangan analitik, volumetric flask ini juga harus dijadwalkan atau di agendakan dalam program kalibrasi peralatan.Mengapa alat ini perlu dikalibrasi secara rutin? Karena alat ini tergolong kedalam alat yang paling penting dalam proses pengujian terutama masuk ke dalam perhitungan karena menyangkut pada proses pengenceran.

Karena alat ini terbuat dari gelas silika, tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu, ketika suhu larutan yang digunakan meningkat, tentunya akan terjadi pemuaian pada alat gelas tersebut dan sebaliknya ketika terjadi penurunan suhu maka akan terjadi penyusutan.

Sebagai informasi, apabila berdasarkan hasil evaluasi, ternyata alat ini sudah tidak sesuai lagi atau memiliki nilai ketidakpastian yang sangat besar, maka alat ini sebenarnya sudah tidak layak lagi digunakan.

BACA JUGA: PERBEDAAN AAS DAN ICP

3. Pipet Volumetrik (Volimetric Pipette)

Pipet volumetrik adalah peralatan gelas yang berfungsi untuk mengambil sejumlah (volume) larutan dengan volume yang bervariasi seperti 1 mL, 2 mL dan seterusnya. Pipet volumetrik sering digunakan oleh analis atau personel laboratorium untuk melakukan pengenceran sampel atau standar.

Mengingat fungsinya tersebut, tentunya alat ini masuk ke dalam sumber ketidakpastian pengukuran sehingga diperlukan suatu program kalibrasi untuk mengetahui nilai ketidakpastian yang sebenarnya. Sama halnya dengan labu volumetrik, pipet ini perlu dilakukan evaluasi apabila telah selesai di kalibrasi.

Apabila berdasarkan hasil evaluasi ternyata hasilnya telah menyimpang, maka ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap menjamin bahwa hasil pengukuran yang dilakukan tetap valid yaitu:
  1. Tetap menggunakan pipet tersebut, tetapi sertakan nilai konversi dari volume yang sebenarnya.
  2. Menyingkirkan (tidak menggunakan lagi) pipet tersebut kemudian membeli yang baru dan di kalibrasi kembali.

Namun perlu diingat, dua hal yang saya sebutkan diatas dapat dilakukan setelah kita memastikan bahwa jasa laboratorium kalibrasi yang kita pilih telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2017.

4. Buret Kimia

Buret kimia adalah alat yang digunakan untuk menentukan kadar suatu analit di dalam sampel menggunakan menggunakan larutan standar atau pentiter yang telah diketahui secara pasti konsentrasinya. Buret yang biasa digunakan di laboratorium terdiri dari dua jenis yaitu buret digital  (elektrik) dan buret kaca (manual).

Kedua alat tersebut sama fungsinya namun berbeda cara penanganan dan pengoperasiannya. Apabila kita menggunakan buret kaca, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian skala buret tersebut dan pastikan stop cock nya tidak bocor serta terbebas dari kontaminasi zat lain. Kemudian jika kita menggunakan buret digital, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian pembacaan misalnya 0,01 mL. Kemudian yang perlu anda pastikan adalah daya baterai, karena jika dayanya  mulai menurun maka ketidakpastian akan semakin besar.
Dari penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa alat ini sangat penting untuk dilakukan proses kalibrasi mengingat fungsinya sebagai penentu kadar dan masuk kedalam perhitungan. Sama halnya dengan peralatan lainnya, kalibrasi perlu dilakukan minimal 1 kali dalam setahun dan maksimal 2 tahun sekali. Namun apabila diperlukan, jadwal kalibrasi dapat dilakukan secara accidental yaitu apabila terdapat perlakuan yang tidak biasa sehingga menyebabkan peralatan tersebut perlu dikoreksi kembali.

5. Pipet Skala

Pipet skala adalah pipet volumetrik yang dapat digunakan untuk mengambil sejumlah larutan dengan volume yang berbeda-beda. Pipet ini biasanya digunakan untuk memipet deret larutan standar dalam menentukan kurva kalibrasi. Mungkin saat saya menulis tentang melakukan pemipetan untuk pembuatan deret larutan standar, pasti ada diantara rekan-rekan sekalian yang tidak setuju karena biasanya melakukan pemipetan untuk membuat larutan standar menggunakan pipet volumetrik atau pipet gondok.

Hal ini sebenarnya kembali kepada masing-masing individu, apabila menggunakan pipet skala tentunya kamu bisa mendapatkan variasi volume yang kamu inginkan misalnya 0,5; 1,0; 1,5; dan seterusnya. Terbayang bukan apabila kita menggunakan pipet volumetrik, pasti akan repot karena harus menyediakan lebih dari 1 ukuran pipet volumetrik.

Ditambah lagi apabila melakukan pemipetan dengan variasi volume yang menggunakan lebih dari 1 pipet maka akan menyumbang nilai ketidakpastian yang lebih banyak sehingga nilai regresi akan lebih rendah bisa saja hanya 0,991. Namun berdasarkan pengalaman yang saya lakukan, apabila melakukan pemipetan menggunakan pipet skala, R square yang bisa saya dapatkan bisa mencapai 0,9995 bahkan pernah sesekali mendapatkan 1,0000. Buat yang ragu silahkan coba sendiri namun pastikan bahwa kamu sudah tepat dan konsisten dalam menentukan posisi garis miniskus cairan pada saat pemipetan.

6. Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk kegiatan pemanasan atau pengeringan. Mengapa alat ini perlu dilakukan kalibrasi? tentunya ada hal penting berdasarkan penggunaannya. Bagi suatu laboratorium pengujian, biasanya oven digunakan untuk menentukan kadar air suatu bahan atau produk atau sampel. Nah mengingat fungsinya inilah maka oven perlu dikalibrasi.

Tujuan akhirnya adalah data hasil kalibrasi dibutuhkan untuk estimasi ketidakpastian pengukuran yang masuk ke dalam Tipe B. Untuk itu anda perlu menjadwalkan program kalibrasi untuk peralatan oven ini. Namun saya tidak merekomendasikan untuk semua oven yang tersedia, pilih saja untuk oven yang digunakan untuk proses gravimetri.

Dan tidak perlu dilakukan kalibrasi terhadap oven yang hanya digunakan untuk proses pengeringan.

Baca Juga: Manajemen Peralatan dalam ISO/IEC 17025: 2017

Demikianlah penjelasan mengenai alat laboratorium kimia yang harus dikalibrasi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Apabila ada peralatan lain di laboratorium yang bisa dijadikan masukan untuk proses kalibrasi, silahkan isi di kolom komentar ya. terimakasih

Bagi anda yang membutuhkan informasi artikel lengkap dari web ini silahkan kembali ke Home atau Beranda.