Tampilkan postingan dengan label Ketertelusuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketertelusuran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2020

Laboratorium Kalibrasi Terakreditasi KAN di Indonesia

Laboratorium Kalibrasi Terakreditasi KAN di Indonesia

laboratorium kalibrasi

Laboratorium Kalibrasi adalah suatu lembaga yang memiliki kegiatan utama untuk memverifikasi suatu alat ukur sesuai dengan rancangan yang ditetapkan dan dibutuhkan. Kegiatan kalibrasi itu sendiri adalah menentukan hubungan antara nilai yang ditunjukkan secara aktual oleh alat ukur dengan nilai yang telah diketahui.


Antara lab kalibrasi dan lab penguji memiliki hubungan yang sangat erat sehingga di dalam iso 17025, kedua lab tersebut disandingkan dalam satu standar yang tak terpisahkan. Jika ditinjau dari aspek bisnis juga, kedua lab tersebut memiliki hubungan yang berkesinambungan.


Maksud saya adalah tanpa adanya lab kalibrasi maka lab penguji tidak akan mampu menghasilkan data yang akurat, presisi dan tertelusur. Begitu juga halnya lab kalibrasi yang tidak akan bisa bekerja tanpa adanya permintaan jasa dari lab pengujian.


Namun lab tersebut juga bisa melakukan kegiatan kalibrasi dari berbagai bidang bisnis seperti di bidang pertambangan, minyak dan gas serta indusrti lainnya. Adapun tujuan kalibrasi itu sendiri adalah agar diketahui ketertelusuran pengukuran yang dilakukan hingga ke Satuan Internasional (SI).


Sedangkan manfaat kalibrasi adalah 

  1. Upaya untuk menjaga sistem mutu yang diterapkan pada berbagai kelompok industri atau laboratorium pada setiap alat ukur yang digunakan.
  2. Mampu mengetahui tingkat perbedaan (penyimpangan) antara nilai yang benar (mendekati benar) dengan nilai yang terbaca oleh alat ukur atau instrumen.


Pada laboratorium yang telah mendapatkan sertifikat akreditasi ISO 17025, harus memiliki program kalibrasi. Hal tersebut di dasari dengan kebijakan pada klausul 6.5 tentang Ketertelusuran Metrologi. Selain itu, kegiatan kalibrasi merupakan tolak ukur jaminan mutu data yang dihasilkan dari kegiatan penelitian atau analisis di laboratorium.


Persyaratan Kalibrasi

Mengingat pentingnya program ini, maka terdapat beberapa syarat agar suatu lembaga atau organisasi tersebut dapat melakukan kalibrasi terhadap beberapa alat ukur. Secara umum, apabila suatu organisasi laboratorium ingin mendapatkan akreditasi ISO 17025  sebagai laboratorium pengujian, syaratnya hampir sama dengan lab penguji. Namun untuk lebih detailnya silahkan klik disini

Baca Juga: Alat Laboratorium Yang Perlu Dikalibrasi

Secara umum peryaratan yang bisa saya informasikan adalah:

  1. Standar acuan yang memiliki ketertelusuran hingga ke Satuan Internasional
  2. Metode kalibrasi yang valid dan diakui secara Nasional dan atau Internasional
  3. Personel yang melakukan kalibrasi haruslah memiliki kompetensi dibidangnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sertifikat pelatihan dari laboratorium yang telah terakreditasi.
  4. Memiliki ruangan kalibrasi yang telah dikondisikan seperti kelembaban, suhu, tekanan udara, ventilasi dan bebas dari getaran.
  5. Alat ukur yang akan dikalibrasi dalam keadaan baik sebagaimana fungsinya.


Bidang Pekerjaan Yang Memerlukan Kalibrasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, bahwa kalibrasi merupakan kegiatan yang tak bisa dihindari apabila aktivitas yang kita lakukan berhubungan dengan data hasil pengukuran atau analisis. Beberapa bidang pekerjaan yang harus memiliki jadwal kalibrasi adalah:

 

1. Massa

Pengukuran dibidang massa yang biasanya terjadwal untuk dilakukan kalibrasi adalah Neraca atau Timbangan. Jika ditelaah, pengukuran massa sangat banyak diaplikasikan pada berbagai industri.


2. Volume

Volume adalah kapasitas suatu media untuk menampung suatu materi dengan jumlah yang terukur. Menyikapi dari definisi tersebut, sudah jelas bagi kita bahwa untuk memastikan bahwa volume yang dihitung sudah tepat dengan yang diinginkan maka diperlukan program kalibrasi.


3. Tekanan

Tekanan adalah gaya per satuan luas, sering kali beberapa industri seperti minyak dan gas menggunakan perangkat untuk mengatur dan memantau tekanan suatu aliran gas atau fluida. Lebih lanjut kita bahas, tentunya hal ini berpengaruh pada dampak ekonomi dan keselamatan apabila tekana aktual tidak bisa terukur secara pasti.


Sehingga beberapa alat ukur tekanan perlu dilakukan kalibrasi agar nilainya dapat diketahui secara pasti atau minimal kita dapat menentukannya berdasarkan hasil terkoreksi.


4. Optik

Optik adalah prilaku cahaya dan interaksinya dengan materi lain. Optik juga sering digunakan pada berbagai laboratorium seperti laboratorium kesehatan (medik), molekuler dan kimia. Kebanyakan pada instrumentasi kimia menggunakan sistem optik untuk mengukur suatu kadar di dalam sampel.

 

5. Suhu

Suhu adalah skala yang menunjukkan tingkat panas dari pelepasan energi. Dibidang laboratorium pengujian kimia, suhu tidak terlepas dari pengukuran kadar air atau proses pengabuan. Sehingga suhu yang ditunjukkan dari display alat (oven dan furnace) harus dikalibrasi agar dapat ditentukan berapa perbedaan antara suhu aktual dengan suhu acuan.

 

7. Dimensi

Dimensi adalah ukuran yang berasal dari pengukuran panjang, lebar, tinggi, luas dan lain-lain. Adapun alat ukur yang biasa digunakan adalah mistar manual. Namun beberapa dekade belakangan, ada juga alat ukur dimensi yang menggunakan sistem laser. Nah, peralatan yang seperti inilah yang perlu dikalibrasi mengingat hasil pengukuran yang di amati adalah berasal dari pantulan energi yang diterima.


Lab Kalibrasi Yang Direkomendasikan

Mengingat betapa pentingnya kalibrasi peralatan di laboratorium, maka kami mencoba untuk memberikan sedikit informasi mengenai lab kalibrasi yang telah mendapatkan sertifikasi akreditasi SNI ISO/IEC 17025: 2017. Untuk dapat melihat daftar lab yang terakreditasi tersebut silahkan kunjungi halaman berikut ini:

Daftar Lab Kalibrasi Terakreditasi


Penutup

Demikianlah ulasan ini kami sampaikan, semoga informasi yang kami sajikan dapat memberikan manfaat untuk pengunjung setia lab mutu. Jika ingin membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan iso 17025:2017 silahkan telusuri menu di atas. Terimakasih

Senin, 31 Agustus 2020

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Sumber Kesalahan Pengukuran merupakan sesuatu hal yang harus diketahui agar proses analisis ataupun pengukuran menghasilkan data yang akurat dan presisi. Salah atau kesalahan sangat sulit untuk dihindari termasuk pada saat melakukan pengukuran.

Terdapat banyak sumber kesalahan yang mungkin terjadi seperti melakukan kesalahan saat kalibrasi alat, menentukan skala, instalasi dan operasionalnya. Oleh sebab itu, pada artikel kali ini, kami ingin mengulas sumber-sumber kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengukuran.

Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran
Ilustrasi: Sumber Kesalahan Dalam Pengukuran

Topik ini secara terperinci membahas mengenai sumber kesalahan analisis kualitatif dan kuantitatif agar sebelum melakukan pengukuran, anda menjadi lebih berhati-hati terhadap proses yang dilakukan.

Kesalahan terhadap proses pengukuran dapat bersumber dari beberapa aspek seperti yang kami sajikan berikut ini:

Kesalahan Pada Manusia (Human Error)

Kesalahan yang berasal atau disebabkan dari manusia merupakan hal yang sering kita jumpai. Tak jarang bahwa penyebabnya dikarenakan kurangnya konsentrasi seorang analis atau pengukur. Kemudian kompetensi personel juga menjadi tolak ukur timbulnya kesalahan dalam proses pengukuran menggunakan instrumen tertentu. 

Selain kompetensi dalam mengoperasikan instrumen, kesalahan juga sering timbul dari salahnya posisi kita dalam melihat skala atau titik deteksi yang kita ukur sehingga terjadi bias yang signifikan. Tentunya hal ini dapat menurunkan presisi bahkan presisi suatu data hasil pengukuran atau pengujian.

Kesalahan pada Alat Ukur atau Instrumen

Alat yang kita gunakan juga dapat menjadi sumber kesalahan dalam proses analisis hal ini dikarenakan menurunnya kinerja alat yang digunakan untuk mendeteksi suatu analit. Selain itu ketidakcocokan alat yang digunakan juga dapat menjadi faktor terbesar dalam menentukan hasil pengujian.

Kesalahan Natural (Alami)

Kesalahan alami sering saya katakan sebagai kesalahan yang tidak dapat dikendalikan karena berhubungan dengan gejala atau perubahan alami seperti perubahan cuaca secara ekstrim, perubahan suhu dan adanya bencana alam yang mengakibatkan rusaknya atau menurunkan kinerja alat. Bukan hanya itu ada perubahan alami yang ekstrem juga dapat menurunkan mental operator yang mengoperasikan karena adanya tekanan secara psikologi.

Kesalahan pada saat perhitungan

Acap kali pada lingkup analisis secara kuantitatif melibatkan perhitungan dalam menentukan hasil akhir suatu analit yang terkandung di dalam sampel. Kesalahan dalam proses perhitungan kalau boleh saya katakan merupakan kesalahan yang fatal.

Mengapa saya katakan demikian? Karena jika hal ini diketahui oleh pelanggan maka dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap proses atau kegiatan laboratorium yang kita lakukan. Selain itu kesalahan dalam perhitungan merupakan tolak ukur kompetensi dasar seorang analis atau personel pengukur.

Oleh sebab itu, sebelum melaporkan data hasil uji, baik kepada penyelia ataupun pelanggan, harus dicek kembali untuk memastikan data yang dihasilkan telah sesuai dengan rumus perhitungannya.
Sebagai tambahan informasi, apabila anda menggunakan microsoft excel untuk melakukan proses perhitungan. Sebaiknya secara berkala dilakukan sistem rumus yang diterapkan untuk mencegah adanya kesalahan format rumus.

Kesalahan Pengenceran

Pada sumber kesalahan ini, hampir sama dengan kesalahan pada saat perhitungan karena apabila salah dalam melakukan pengenceran maka berdampak juga terhadap salah hitung. Oleh sebab itu pada saat melakukan pengenceran larutan standar ataupun sampel harus dilakukan semaksimal mungkin dan penuh konsentrasi. Apabila diperlukan, catat semua proses pengenceran agar tidak lupa pada saat digunakan untuk tahap perhitungan.

Kesalahan Proses Sampling

Bagi kita praktisi laboratorium, tentunya tidak terlepas dari proses pengambilan sampel. Apabila kita salah dalam melaksanakan pengambilan sampel atau salah prosedur maka secara otomatis semua pekerjaan yang dilakukan setelah nya akan mengalami kesalahan dan pada akhirnya kita akan menghasilkan data yang bersifat SAMPAH.

Maka dari itu bagi anda yang bekerja sebagai petugas pengambil sampel (PPC) harus dipastikan betul bagaimana metode pengambilan sampel yang seharusnya.

Dari semua sumber kesalahan yang saya jabarkan di atas, saya ingin menginformasikan juga bahwa terdapat 2 jenis kesalahan yang sering terjadi dan ditemukan. Jenis kesalahan tersebut dibagi 2 yaitu:

Kesalahan Sistematik

Jenis kesalahan ini dapat terjadi dikarenakan oleh kesalahan yang berkaitan dengan kekeliruan pada saat mengatur alat, mengkalibrasi peralatan serta lokasi dilakukannya pengukuran. Masalah atau sumber kesalahan seperti itu bisa dihindari dengan cara meningkatkan ketelitian pada saat melakukan pengukuran.

Misalnya saja pada saat kita hendak melakukan kalibrasi pada alat pH meter maka pastikan kembali larutan pH buffer masih bagus seperti belum terkontaminasi, belum kadaluarsa dan perlu diperhatikan juga adalah lokasi atau posisi alat ukur yang akan kita gunakan.

Kesalahan Acak (Random)

Pada jenis kesalahan ini yakni secara acak adalah sangat sulit untuk menghindarinya karena dapat timbul secara spontan dari penyebab yang sulit diketahui. Sehebat apapun analis yang mengerjakan atau secanggih apapun instrumen yang digunakan, namun tetap masih dapat menimbulkan error. Biasanya sumber kesalahan ini sering kita ungkap sebagai ketidakpastian.
Baca Juga: Ketidakpastian Pengukuran : Estimasi dan Eveluasi Yang Sesuai Dengan ISO 17025
Baiklah itu saja artikel yang mengulas tentang sumber kesalahan pengukuran yang sering terjadi pada saat kita melakukan pengukuran atau analisis sampel mengguakan alat tertentu. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih

Sabtu, 11 Juli 2020

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

alat laboratorium kimia

Alat Laboratorium Kimia sangat beragam yang sering digunakan di laboratorium guna menunjang proses analisis yang akurat dan presisi. Dalam pemakaiannya, kita harus memastikan apakah alat tersebut mampu memberikan data hasil pengujian yang bersifat handal (akurat dan presisi). Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi alat tersebut maka harus dilakukan kalibrasi.

Kalibrasi alat laboratorium sangat penting dilakukan agar setiap pekerjaan memiliki ketertelusuran terhadap satuan internasional (SI). Di dalam ISO 17025 itu sendiri yang tercantum dalam klausul 6.4.6 dan 6.5.1 bahwa laboratorium harus menggunakan peralatan yang dikalibrasi.

Nah, tentunya kamu memiliki pertanyaan yaitu peralatan apa saja yang perlu dilakukan kalibrasi? Yuk kita simak ulasan berikut ini:

Jenis Alat Laboratorium Kimia Yang Harus Dikalibrasi

 

1. Neraca Analitik (Analytical Balance)

Neraca analitik adalah alat yang digunakan untuk menentukan atau mengetahui masa suatu zat. Alat ini memiliki beberapa nama yang sering digunakan oleh para analis di laboratorium yaitu analytical balance, neraca analitik, timbangan analitik, timbangan laboratorium dan timbangan gram halus.

Dari fungsinya tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa alat tersebut harus mampu memberikan masa suatu sampel yang mampu tertelusur hingga ke satuan internasional.

Kalibrasi neraca analitik bisa dilakukan minimal 1 kali per tahun atau maksimal per 2 tahun sekali. Pada saat melakukan kalibrasi timbangan analitik, yang perlu kamu perhatikan adalah status akreditasi laboratorium kalibrasi. Mengapa saya katakan demikian karena ini menyangkut sistem manajemen yang diterapkan oleh laboratorium.

Apabila suatu laboratorium telah terakreditasi, maka sudah jelas ia menerapkan sistem jaminan mutu yang baik sehingga kita bisa lebih yakin terhadap hasil kalibrasi neraca analitik tersebut.

2. Labu Ukur (Volumetric Flask)

Labu ukur adalah suatu alat gelas yang berfungsi untuk menakar suatu larutan pada saat melakukan pengenceran. Mengapa alat ini perlu dimasukkan ke dalam program kalibrasi peralatan?. Jelas karena alat ini masuk ke dalam faktor perhitungan kadar analit di dalam sampel yang kita analisis.

Sama halnya dengan timbangan analitik, volumetric flask ini juga harus dijadwalkan atau di agendakan dalam program kalibrasi peralatan.Mengapa alat ini perlu dikalibrasi secara rutin? Karena alat ini tergolong kedalam alat yang paling penting dalam proses pengujian terutama masuk ke dalam perhitungan karena menyangkut pada proses pengenceran.

Karena alat ini terbuat dari gelas silika, tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu, ketika suhu larutan yang digunakan meningkat, tentunya akan terjadi pemuaian pada alat gelas tersebut dan sebaliknya ketika terjadi penurunan suhu maka akan terjadi penyusutan.

Sebagai informasi, apabila berdasarkan hasil evaluasi, ternyata alat ini sudah tidak sesuai lagi atau memiliki nilai ketidakpastian yang sangat besar, maka alat ini sebenarnya sudah tidak layak lagi digunakan.

BACA JUGA: PERBEDAAN AAS DAN ICP

3. Pipet Volumetrik (Volimetric Pipette)

Pipet volumetrik adalah peralatan gelas yang berfungsi untuk mengambil sejumlah (volume) larutan dengan volume yang bervariasi seperti 1 mL, 2 mL dan seterusnya. Pipet volumetrik sering digunakan oleh analis atau personel laboratorium untuk melakukan pengenceran sampel atau standar.

Mengingat fungsinya tersebut, tentunya alat ini masuk ke dalam sumber ketidakpastian pengukuran sehingga diperlukan suatu program kalibrasi untuk mengetahui nilai ketidakpastian yang sebenarnya. Sama halnya dengan labu volumetrik, pipet ini perlu dilakukan evaluasi apabila telah selesai di kalibrasi.

Apabila berdasarkan hasil evaluasi ternyata hasilnya telah menyimpang, maka ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap menjamin bahwa hasil pengukuran yang dilakukan tetap valid yaitu:
  1. Tetap menggunakan pipet tersebut, tetapi sertakan nilai konversi dari volume yang sebenarnya.
  2. Menyingkirkan (tidak menggunakan lagi) pipet tersebut kemudian membeli yang baru dan di kalibrasi kembali.

Namun perlu diingat, dua hal yang saya sebutkan diatas dapat dilakukan setelah kita memastikan bahwa jasa laboratorium kalibrasi yang kita pilih telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2017.

4. Buret Kimia

Buret kimia adalah alat yang digunakan untuk menentukan kadar suatu analit di dalam sampel menggunakan menggunakan larutan standar atau pentiter yang telah diketahui secara pasti konsentrasinya. Buret yang biasa digunakan di laboratorium terdiri dari dua jenis yaitu buret digital  (elektrik) dan buret kaca (manual).

Kedua alat tersebut sama fungsinya namun berbeda cara penanganan dan pengoperasiannya. Apabila kita menggunakan buret kaca, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian skala buret tersebut dan pastikan stop cock nya tidak bocor serta terbebas dari kontaminasi zat lain. Kemudian jika kita menggunakan buret digital, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian pembacaan misalnya 0,01 mL. Kemudian yang perlu anda pastikan adalah daya baterai, karena jika dayanya  mulai menurun maka ketidakpastian akan semakin besar.
Dari penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa alat ini sangat penting untuk dilakukan proses kalibrasi mengingat fungsinya sebagai penentu kadar dan masuk kedalam perhitungan. Sama halnya dengan peralatan lainnya, kalibrasi perlu dilakukan minimal 1 kali dalam setahun dan maksimal 2 tahun sekali. Namun apabila diperlukan, jadwal kalibrasi dapat dilakukan secara accidental yaitu apabila terdapat perlakuan yang tidak biasa sehingga menyebabkan peralatan tersebut perlu dikoreksi kembali.

5. Pipet Skala

Pipet skala adalah pipet volumetrik yang dapat digunakan untuk mengambil sejumlah larutan dengan volume yang berbeda-beda. Pipet ini biasanya digunakan untuk memipet deret larutan standar dalam menentukan kurva kalibrasi. Mungkin saat saya menulis tentang melakukan pemipetan untuk pembuatan deret larutan standar, pasti ada diantara rekan-rekan sekalian yang tidak setuju karena biasanya melakukan pemipetan untuk membuat larutan standar menggunakan pipet volumetrik atau pipet gondok.

Hal ini sebenarnya kembali kepada masing-masing individu, apabila menggunakan pipet skala tentunya kamu bisa mendapatkan variasi volume yang kamu inginkan misalnya 0,5; 1,0; 1,5; dan seterusnya. Terbayang bukan apabila kita menggunakan pipet volumetrik, pasti akan repot karena harus menyediakan lebih dari 1 ukuran pipet volumetrik.

Ditambah lagi apabila melakukan pemipetan dengan variasi volume yang menggunakan lebih dari 1 pipet maka akan menyumbang nilai ketidakpastian yang lebih banyak sehingga nilai regresi akan lebih rendah bisa saja hanya 0,991. Namun berdasarkan pengalaman yang saya lakukan, apabila melakukan pemipetan menggunakan pipet skala, R square yang bisa saya dapatkan bisa mencapai 0,9995 bahkan pernah sesekali mendapatkan 1,0000. Buat yang ragu silahkan coba sendiri namun pastikan bahwa kamu sudah tepat dan konsisten dalam menentukan posisi garis miniskus cairan pada saat pemipetan.

6. Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk kegiatan pemanasan atau pengeringan. Mengapa alat ini perlu dilakukan kalibrasi? tentunya ada hal penting berdasarkan penggunaannya. Bagi suatu laboratorium pengujian, biasanya oven digunakan untuk menentukan kadar air suatu bahan atau produk atau sampel. Nah mengingat fungsinya inilah maka oven perlu dikalibrasi.

Tujuan akhirnya adalah data hasil kalibrasi dibutuhkan untuk estimasi ketidakpastian pengukuran yang masuk ke dalam Tipe B. Untuk itu anda perlu menjadwalkan program kalibrasi untuk peralatan oven ini. Namun saya tidak merekomendasikan untuk semua oven yang tersedia, pilih saja untuk oven yang digunakan untuk proses gravimetri.

Dan tidak perlu dilakukan kalibrasi terhadap oven yang hanya digunakan untuk proses pengeringan.

Baca Juga: Manajemen Peralatan dalam ISO/IEC 17025: 2017

Demikianlah penjelasan mengenai alat laboratorium kimia yang harus dikalibrasi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Apabila ada peralatan lain di laboratorium yang bisa dijadikan masukan untuk proses kalibrasi, silahkan isi di kolom komentar ya. terimakasih

Bagi anda yang membutuhkan informasi artikel lengkap dari web ini silahkan kembali ke Home atau Beranda.