Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juni 2021

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

Buah Yang Mengandung Vitamin C - Labmutu.com - Halo sobat, kali ini kita akan membahas suatu topik yang menarik yang sangat layak untuk kita bahas bersama. Mengingat bahwa vitamin c menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan karena memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu penyerapan zat besi dan menghasilkan kolagen.


buah yang mengandung vitamin c


Mengingat pentingnya senyawa ini, maka kami ingin memberikan sumber vitamin c yang bisa diperoleh dengan cara yang alami. Vitamin c atau yang sering kita kenal dengan Ascorbic Acid merupakan senyawa antioksidan yang bisa dihasilkan dari buah-buahan.


Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa buah-buahan yang terdapat disekitar kita dan mengandung vitamin c yang banyak. Karena pemahaman kita, buah yang banyak mengandung vitamin c adalah jeruk. Ternyata setelah mimin, menelusuri artikel, terdapat buah-buahan selain jeruk yang mengandung vitamin c yang terbilang tinggi.


Berikut ini buah-buahan yang mengandung vitamin c yaitu:


1. Buah Jambu Biji

 

Teman-teman, ternyata jambu biji mengandung vitamin c yang tinggi setelah jeruk yaitu mengandung sebanyak 200 mg asam askorbat. Selain itu, jambu biji juga ternyata mengandung serat dan zat gizi yang sangat bermanfaat dalam menurunkan kadar kolestrol di dalam darah dan menurunkan tekanan darah.

 

Di kalangan kita, jambu biji juga dikenal dengan beberapa sebutan seperti jambu klutuk, jambu batu, dan jambu siki. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang asalnya dari Negara Brasil yang disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Terdapat beberapa varian buah jambu biji, ada yang dagingnya berwarna putih dan merah serta memiliki rasa yang bervariasi.


2. Buah Nanas


Nanas merupakan tumbuhan tropis yang mengandung vitamin c berkisar 29-78 mg asam askorbat. Tinggi atau rendahnya kadar ascorbic acid ditentukan oleh jenis buahnya dan daerah tempat ditanamnya buah nanas ini.


Nanas, sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, membantu proses pencernaan, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, meringankan radang sendi (rematik) dan mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.


3. Buah Pepaya


Pepaya atau sering juga dikenal dengan betik diduga berasal dari Negara Meksiko bagian selatan dan bagian utara Amerika Selatan. Saat ini, tanaman pepaya sudah tumbuh diseluruh wilayah beriklim tropis.


Kandungan vitamin c di dalam buah pepaya berkisar 96 mg, selain itu buah pepaya juga mengandung beberapa nutrisi seperti serat, vitamin A, vitamin B kompleks, mineral (Kalium dan Kalsium). Banyaknya kandungan nutrisi tersebut, menjadikan buah pepaya sangat bermanfaat untuk membantu proses metabolisme di dalam tubuh, mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan mata.


4. Buah Mangga


Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera yang di dalamnya terdiri dari 35-40 anggota suku Anacardiaciaceae. Tahukah anda bahwa kata Mangga berasal dari bahasa Tamil yakni Mangkay yang artinya man adalah pohon mangga dan kay adalah buah.


Buah mangga mengandung vitamin c berkisar 60 mg, atau setara dengan 66% dari kebutuhan harian hal ini jika anda mengkonsumsi setengah buah mangga. Selain mengandung vitamin c, ternyata mengandung serat dan senyawa fitokimia yaitu karotenoid dan polifenol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa senyawa antioksidan polifenol di dalam mangga memiliki potensi dalam menurunkan resiko penyakit kanker payudara dan kanker usus besar.


Informasi Penting Apabila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih


Teman-teman, ternyata kelebihan mengkonsumsi vitamin c juga berdampak buruh terhadap kesehatan. Benar memang, sesuatu yang berlebih pasti tidak lagi bermanfaat. Melalui artikel ini kami juga ingin menyampaikan dampak buruk yang terjadi apabila berlebih dalam mengkonsumsi vitamin c.


Walapun terkadang sisa vitamin c yang berlebih  akan dibuang melalui urine karena sifatnya mudah larut di dalam cairan. Namun yang berbahaya adalah residunya.


Beberapa dampak yang terjadi adalah terjadinya ketidakseimbangan nutrisi, bermasalah terjadap sistem pencernaan, menjadikan kelebihan zat besi, membentuk batu ginjal dan meningkatkan resiko kanker.


Baca Juga: Kandungan Kulit Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan dan Kecantikan


Demikianlah artikel mengenai buah yang mengandung vitamin c, semoga informasi yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Sabtu, 29 Mei 2021

Sumber Protein Nabati Untuk Makanan Sehari Hari

Sumber Protein Nabati Untuk Makanan Sehari Hari

Sumber Protein Nabati, Labmutu.com - Protein sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh diantaranya untuk menjaga imunitas tubuh serta perbaikan sel secara terus menerus. Mengingat tingginya kebutuhan akan sumber protein, terdapat beberapa pilihan sumber protein yang hendak di konsumsi.

 

sumber protein nabati


Kebutuhan asupan protein yang cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari mengakibatkan pentingnya memahami dari mana sumber protein yang baik untuk tubuh sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik.


Apa Itu Protein?


Sebelum lebih dalam kita membahas sumber protein nabati, ada baiknya kita mengulas lagi, apa itu protein.


Protein adalah sesuatu molekul yang berperan sebagai zat gizi dan diperlukan oleh tubuh. Senyawa protein terdiri dari beberapa unsur dominan yaitu karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N). Beberapa golongan asam amino, terdapat juga unsur fosfor (P) dan belerang (S).


Berdasarkan sumbernya, protein dapat berasal dari hewan atau yang sering disebut sebagai protein hewani dan berasal dari tumbuhan yang disebut sebagai protein nabati.


Kedua jenis protein tersebut hampir sama bentuk molekulnya, namun yang membedakan adalah jenis asam amino penyusunnya dan kualitas dari proteinnya. Protein hewani jauh lebih komplek namun terkadang juga terdapat senyawa lain yang terikut seperti kolesterol.


Kita tahu bahwa kolesterol memiliki dampak yang buruk apabila dikonsumsi secara berlebih terutama bagi insan yang jarang ber-olahraga. Menyikapi hal itulah mengapa banyak orang lebih memilih protein nabati dari pada hewani. Namun bagaimanapun juga, Anda harus mendapatkan kedua jenis protein ini dengan seimbang.


Apa Fungsi Dari Protein?


Fungsi protein sangat beragam seperti membantu proses pertumbuhan sel baru dan memelihara sel lama agar tidak cepat terdegradasi atau sering dikenal dengan penuaan dini. Protein yang juga disebut sebagai nutrisi, juga berfungsi sebagai enzim, pengatur gerakan otot, menjaga imunitas tubuh dan sebagai transporter (alat pengangkut).


Dari penjelasan di atas, adapun fungsi utama protein adalah sebagai sumber untuk meremajakan sel lama dan mempercepat pembentukan sel baru. Protein juga dibutuhkan pada fase penyembuhan luka seperti pasca melahirkan. 


Makanan Yang Mengandung Protein Antara Lain


Mengingat fungsinya yang begitu penting, melalui artikel ini kami ingin memberikan informasi seputar makanan yang mengandung protein nabati dan protein hewani. Makan tersebut diantaranya:


Telur


Telur merupakan sumber protein yang sangat mudah dijumpai dan banyak terkandung di dalamnya. Jika Anda mencari artikel tentang makanan yang mengandung protein, tentunya yang disebutkan pertama adalah telur. 


Telur adalah makanan yang paling sehat dan mengandung gizi terlengkap setelah daging. Gizi tersebut adalah vitamin, mineral, lemak tidak jenuh dan mengandung antioksidan. Makanan terfavorit ini sangat mudah dijumpai. Hampir disetiap warung biasanya menyediakan telur. Menurut referensi yang kami himpun, dalam 1 butir telur mengandung 6 gram protein dan 78 kalori.


Kandungan gizi pada bagian putih telur dan kuningnya, memiliki perbedaan, diantaranya di dalam putih telur mengandung 3,6 gram dan pada bagian kuning 2,7 gram protein. Pada bagian putih telur, mengandung protein lebih kompleks dan hampir semua jenis asam amino esensial terkandung di dalamnya dari pada di bagian kuning telur.

 

Daging


Fungsi lain dari protein adalah meningkatkan masa otot seperti pada daging sapi. Sehingga di dalam daging sapi, kerbau, domba atau kambing juga mengandung protein yang tinggi. Selain mengandung protein, di dalam daging juga mengandung zat besi dan vitamin B12. 

 

Dada Ayam


Selain telur ayam, ternyata dada ayam juga mengandung protein yang terbilang tinggi. Daging ayam juga termasuk kedalam kategori sembako yang menjadi bahan kebutuhan harian masyarakat. Hal ini bukan karena tidak memiliki alasan, sebab kandungan nutrisi yang ada di dalamnya terutama protein sangatlah besar.


Kandungan protein pada ayam tidak tersebar pada seluruh bagian ayam melainkan yang paling tinggi terdapat pada dada ayam. Jika Anda mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari bagian dada tanpa kulit mengandung 53 g protein dan hanya 284 kalori. Daging ayam memiliki cita rasa yang lezat sehingga sangat cocok untuk dijadikan berbagai olahan makanan.


Mengingat fokus pembahasan kita pada kali ini adalah sumber protein nabati, maka hanya 3 saja contoh yang kami sampaikan, untuk selanjutnya kita akan membahas sumber protein nabati. 


Sumber Protein Nabati


Seperti yang kami sebutkan sebelumnya bahwa sumber protein berasal dari hewan (hewani) dan tumbuhan (nabati), Nah pada ulasan kali ini kami khususkan untuk membahas sumber protein dari tumbuhan. Protein nabati adalah asam amino yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti dari buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian.


Inilah beberapa bahan makanan yang mengandung jenis protein nabati dan mudah ditemui disekitar kita:

 

Tahu

 

Tahu merupakan makanan yang berasal dari proses koagulasi perasan biji kedelai. Kandungan kedelai pada 100 gram tahu berkisar 8 gram sehingga sangat cocok dijadikan sebagai sumber protein nabati yang sangat mudah di jumpai di warung maupun pasar. 


Tempe


Tempe adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi biji kedelai dengan ragi. Proses pembuatan tempe terbilang mudah. Sama hal nya dengan tahu, makan yang satu ini juga mengandung protein nabati yang cukup tinggi. Dalam 100 gram tempe mengandung 20,8 gram protein. 


Kacang Almond


Almond merupakan jenis kacang-kacang yang berasal dari Amerika, dalam 100 gram kacang almond mengandung 6,5 gram protein. Belakangan juga banyak tersedia minuman dari kacang almond, nah bagi Anda yang kurang suka dengan cemilan sehat yang satu ini, ada baiknya mengkonsumsi susu almond untuk mendapatkan nutrisi protein yang terkandung di dalamnya.


Bayam


Salah satu jenis sayuran yang sering di konsumsi oleh masyarakat indonesia adalah sayur bayam. Yah, sayur bayam ternyata mengandung protein sebesar 0.03 % yang artinya dalam 100 gram daun bayam mengandung 3 gram protein.


Alpukat


Wow, cerita tentang alpukat, kok mimin jadi ngiler ya.. makanan ini juga mudah ditemui dan tersedia hampir setiap saat. Protein yang terkandung di dalam alpukat berkisar 4% sehingga sangat cocok dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung protein nabati.

 

Brokoli


Brokoli merupakan sayur terfavorit para ibu untuk memberikan makanan pada sang buah hati. Ternyata brokoli tidak hanya mengandung serat namun juga mengandung protein dalam jumlah yang lumayan yakni dalam 100 gram brokoli mengandung 2 gram protein (0,02%).


Demikianlah informasi mengenai protein nabati ini, semoga apa yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat dalam menambah wawasan rekan-rekan sekalian. Silahkan bagikan artikel ini jika di rasa bermanfaat, sekian dari kami wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Selasa, 21 April 2020

11 Istilah dalam Teknologi Pangan untuk Memberikan Rasa

11 Istilah dalam Teknologi Pangan untuk Memberikan Rasa

Istilah dalam Teknologi Pangan
Labmutu.com -Istilah-istilah di dalam dunia pangan sangat beragam, tergantung dari rasa yang ingin diperoleh dan bahan yang digunakan. Industri pangan terutama yang berhubungan dengan makanan dan minuman ringan sangat tidak mudah untuk mempertahankan konsistensi rasa dan warna makanan itu sendiri. Oleh sebab itu berikut ini beberapa istilah yang sering digunakan.

Istilah-istilah yang Berhubungan dengan Teknologi Pangan


Beberapa istilah yang sering disebutkan adalah sebagai berikut:

1. Tastants


Tastants adalah suatu senyawa kimia yang mampu memberikan stimulasi sebagai reseptor ke dalam otak manusia yang kemudian diolah dan menghasilkan persepsi terhadap suatu cita rasa makanan. Rasa tersebut meliputi rasa dasar yaitu manis, asam, asin dan umami.

2. Flavor Enhancer


Flavor Enhancer adalah senyawa atau bahan yang sengaja ditambahkan (bahan aditif) ke dalam makanan yang diproduksi dengan tujuan untuk memperkuat rasa bahan pangan yang digunakan.

3. Perisa Identik Alami


Perisa identik alami adalah suatu penambah rasa (perisa) yang diperoleh secara buatan (sintesis) atau juga dapat diisolasi dari bahan alami menggunakan suatu proses ekstraksi secara kimia dari bahan baku aromatik alami seperti pandan dan lain-lain.

4. Ajudan Perisa


Ajudan perisa atau dalam bahasa inggris disebut flavor adjunct adalah bahan tambahan yang dibutuhkan dalam pembuatan, pelarutan, pengenceran, penyimpanan dan penggunaan perisa.

5. QDA (Quantitative Descriptive Analysis)


QDA adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu karakteristik sensori suatu produk secara matematis. Prinsip dari QDA itu sendiri menggunakan kemampuan panelis yang telah terlatih untuk mengukur intensitas atribut tertentu yang spesifik dalam kondisi reproducible sehingga dapat menghasilkan kuantifikasi atribut yang menyeluruh serta dapat diolah melalui uji statistik.

6. Treshold


Dalam dunia pangan dan rasa Treshold sering diartikan sebagai konsentrasi terendah suatu senyawa, yakni bau dan rasa senyawa yang digunakan tersebut masih dapat dikenali dan dipengaruhi oleh tekanan dan suhu, metode uji yang digunakan serta panelis yang menganalisis.

7. Mouthfeel

Mouthfeel adalah sensasi yang diterima oleh indera perasa berupa rasa dingin, pedas dan lembut.


8. Off Flavor


Off flavor sering digunakan pada industri pangan untuk menyatakan bau atau rasa yang menyimpang dari keadan normal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan komponen dalam produk pangan selama pengolahan dan penyimpanan.

9. Taint

Taint adalah penyimpangan bau atau rasa bahan pangan yang berasal dari senyawa luar yang terserap ke dalam makanan.

10. Flavor Modifier


Flavor modifier adalah senyawa yang dapat memodifikasi persepsi atau penerimaan suatu rasa tertentu. Misalkan perubahan rasa asam menjadi manis dan sebaliknya.

11. Senyawa Volatil


Dalam dunia keilmuan kimia, senyawa volatil adalah senyawa yang bersifat mudah menguap, terutama jika terjadi kenaikan suhu. Senyawa ini erat kaitannya dengan aroma yang diciptakan dari suatu produk makanan. Misalkan saja pada kopi, terdapat beberapa senyawa yang bersifat mudah menguap yakni golongan aldehid, keton dan alkohol.

Nah, itulah 11 istilah yang sering dijumpai dalam dunia pangan dan mungkin terdengar aneh bagi kita yang awam ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Referensi:

Majalah Food Review, Volume XIII, No. 2. Terbit Bulan Februari Tahun 2018.