Senin, 26 September 2022

Mengenal Kondensor Laboratorium dalam Penelitian Kimia

Mengenal Kondensor Laboratorium dalam Penelitian Kimia

kondensor laboratorium

Kondensor Laboratorium - Bagi anak IPA tentunya kondensor laboratorium bukan lagi benda asing. Pada dasarnya melalui alat inilah nantinya praktek dalam laboratorium IPA dapat dilakukan. Tentunya adanya kondensor ini menjadi bagian penting untuk melakukan uji coba dalam praktek IPA khususnya dalam pelajaran kimia.


Umumnya kondensator ini mempunyai cara kerja yang hampir mirip dengan kondensor pada mobil. Namun, tentunya ada bagian yang membedakan. Lalu apa yang dimaksud dengan kondensor dalam laboratorium ini? Simak ulasannya berikut:


A. Sekilas Tentang Kondensor dalam Laboratorium


Seperti yang sempat dibahas sebelumnya bahwa kondensor laboratorium ini telah menjadi bagian alat yang penting dalam praktek laboratorium dalam lab kimia. Kondensator ini sebenarnya juga diambil dari kata kondensasi yang berarti adalah adanya perubahan yang terjadi dari gas ke cair.


Nantinya alat ini sendiri akan berfungsi untuk mendinginkan zat gas menjadi cair. Hal inilah kemudian yang membuat alat ini begitu menarik untuk dipelajari. Khususnya oleh anak IPA yang tentu harus familiar dengan alat satu ini.


Umumnya cara kerja alat ini nantinya akan melibatkan zat kimia yang mana za tersebut akan digunakan dalam proses perubahan gas ke cair. Biasanya alat ini pun bisa digunakan bersamaan dengan destilasi.


B. Mengenal Bentuk dari Kondensor dalam Laboratorium


Tentunya dalam mengana konsensesor dalam laboratoratorium ini tidak bisa meninggalkan bentuk dari alat tersebut. Pada dasarnya alat ini sendiri memiliki bentuk seperti layaknya tabung. Alat ini sendiri memiliki satu ruang yang digunakan sebagai pendinginan.


Hal inilah kemudian yang membuat kondensor ini memiliki fungsi yang cukup penting dalam penelitian. Khususnya untuk membuat penelitian dari gas menjadi cair. Tentunya dalam tabung ini sendiri nantinya akan menggunakan bahan kaca supaya bisa menahan elemen panas yang digunakan dalam penelitian.


Apalagi dalam proses ini sendiri nantinya akan melakukan proses pendinginan yang tentunya menyebabkan terjadinya perubahan suhu cukup drastis. Biasanya tabung ini nantinya juga akan memiliki satu kran pada bagian ujung atas. Hal ini dilakukan untuk membuat zat dapat kembali dicairkan dalam suatu wadah.


Baca Juga : Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi


C. Menilik Fungsi Kondensor dalam Laboratorium


Pada dasarnya adanya kondensor laboratorium ini tentunya menjadi bagian alat yang begitu bermanfaat untuk ilmu pengetahuan. Khususnya dalam pelajaran IPA.Kemudian apa saja fungsi dari kondensator ini sendiri:


1. Sebagai Bahan Ajar


Tentunya fungsi pertama dari adanya kondensor laboratorium ini adalah sebagai bahan ajar untuk pelajar. Tentunya dengan adanya alat ini maka, sistem pembelajaran kimia juga bisa dilakukan dengan lebih mudah.


Adanya alat kondensor ini tentunya pembelajaran terkait kondensor laboratorium ini maka, pelajar juga bisa lebih mudah dalam melakukan praktek. Hal inilah kemudian yang membuat alat ini penting dalam materi kimia.


2. Untuk Mengubah Uap Menjadi Air


Fungsi utama dari adanya kondensor laboratorium ini tentunya adalah sebagai alat untuk membantu pihak yang berkepentingan. Pada umumnya melalui alat ini nantinya ada proses yang memungkinkan adanya proses kimia dimana proses ini nantinya.


D. Cara Kerja Kondensor dalam Laboratorium


Seperti yang sempat dibahas sebelumnya bahwa kondensor laboratorium menjadi bagian penting untuk penelitian. Khususnya dalam melakukan penelitian kimia. Melalui penelitian ini lah nantinya dapat diketahui bahwa gas pun bisa kembali menjadi zat cair saat didinginkan.


Tentu hal ini menjadi satu penelitian yang membuat satu pemikiran baru bahwasannya tidak semua zat panas akan menjadi uap. Ada pula satu penelitian yang bisa membuktikan bahwa gas bisa diubah menjadi cair. Kemudian bagaimana sih cara kerja alat ini dalam membuktikan perubahan dua zat tersebut? Mari simak ulasan berikut:


1. Pada Destilasi


Pada destilasi sendiri nantinya kondensator ini akan digunakan untuk membuat elemen utama mendidih. Nantinya proses ini akan dilakukan dengan cara membuat elemen utama yang gampang menguap menjadi mendidih.


Hal ini dilakukan sebagai bentuk proses untuk kondensasi yang kemudian hasil dari uap tersebut akan kembali mencair. Tentunya nantinya cairan tersebutlah yang menjadi hasil proses dari alat kondensor tersebut.


2. Ekstraksi Soxhlet


Berbeda dengan bahan pertama yang cenderung menggunakan bahan cair dan mudah dalam melakukan perubahan bentuk zat. Pada proses berikut ini kondensasi akan dilakukan dengan bahan bubuk.


Nantinya penelitian ini memang akan menggunakan elemen yang pada dasarnya tidak mudah terlarut seperti halnya bijian tanah. Proses ini nantinya akan dilakukan dengan cara didihkan atau didistilasi kemudian kembali dipadatkan dengan tahap terakhir dipanaskan kembali.

 

Baca Juga : Lemari Asam atau Fume Hood yang Berkualitas Untuk Mendukung Kinerja Laboratorium


3. Refluks


Cara kerja yang terakhir akan menggunakan proses refluks dimana nantinya elemen volatil yang dilakukan pada titik didihnya. Nantinya uap-uap yang terkondensasi kembali pada bejana reaksi yang terjadi.


Demikianlah tadi sekilas tentang kondensor laboratorium yang menjadi bagian penting sebagai alat penelitian. Khususnya untuk penelitian kimia dalam mengetahui perubahan zat yang gas yang menguap kembali menjadi cair.

Kamis, 22 September 2022

7 Alat Sterilisasi Di Laboratorium yang Wajib Ada di Lab

7 Alat Sterilisasi Di Laboratorium yang Wajib Ada di Lab

alat sterilisasi di laboratorium

Alat Sterilisasi Di Laboratorium - Laboratorium merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk menguji sesuatu maupun penelitian. Di dalam laboratorium sendiri terdapat banyak jenis alat yang digunakan untuk kebutuhan pengujian. Salah satu alat yang wajib ada adalah alat sterilisasi. Apa saja alat alat sterilisasi di laboratorium?


Digunakan untuk menghilangkan bakteri maupun mikroba yang ada pada sebuah alat merupakan fungsi utama dari alat sterilisasi. Diperlukannya alat yang bebas mikroba agar sebuah pengujian menjadi lebih akurat dan tidak terkontaminasi. Simak daftar alat alat sterilisasi di laboratorium dibawah ini:


1. Oven


Oven yang digunakan untuk sterilisasi di laboratorium berbeda dengan oven yang digunakan untuk memanggang roti. Selain itu oven yang digunakan ini merupakan oven khusus untuk sterilisasi. Terdiri dari 2 jenis oven yaitu manual untuk pengujian skala kecil dan listrik untuk pengujian skala besar seperti perusahaan.


Perbedaan utama dari kedua oven tersebut adalah sumber panasnya. Oven manual bersumber dari api sedangkan oven listrik berasal dari aliran listrik. Kedua jenis tersebut juga memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri.


Pertama yaitu kelebihan dan kekurangan oven listrik. Oven ini memiliki timer dan suhu yang bisa diatur secara otomatis, sehingga proses sterilisasi lebih cepat dan akurat. Sayangnya, oven listrik memiliki harga yang mahal.


Selanjutnya adalah oven manual dengan harga murah menjadi kelebihannya. Kekurangannya adalah harus diawasi setiap saat agar suhunya tetap optimal dan stabil. Suhu untuk sterilisasi biasanya berada di suhu 180 derajat celcius.

 

Baca Juga : Bingung Mencari Distributor Alat Laboratorium?


2. Autoclave


Autoclave masuk dalam alat alat sterilisasi di laboratorium selanjutnya. Benda yang akan disterilisasi cukup dimasukkan dan diatur suhu serta waktunya, tunggu dan sterilisasi pun selesai. Suhu yang digunakan yaitu 121 derajat celcius dengan waktu sterilisasi 15 menit.


Termasuk alat sterilisasi paling efektif dan disukai karena prosesnya yang cepat dan mudah. Alat ini akan membunuh mikroba dan sporanya. Prinsip kerja dari autoclave adalah tekanan dari uap. Sayangnya harga dari alat ini cukup mahal, sehingga biasanya digunakan di rumah sakit maupun industri.


3. Filter Berkefeld


Alat selanjutnya merupakan alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan metode mekanik. Prinsip dari alat ini adalah mengatur ukuran pori-pori dari filter agar mikroba tidak bisa lolos.


Jika mikroba maupun bakteri lolos, maka proses sterilisasi dianggap tidak sempurna. Sehingga ukuran dari pori-pori dari filter harus benar-benar diperhatikan.


4. Dry Heat Sterilizer


Seperti namanya, alat yang satu ini merupakan sterilisasi kering dan masuk dalam metode sterilisasi mekanik. Prinsip dari Dry Heat Sterilizer adalah pemanasan lewat pancaran radiasi. Jadi, benda yang akan disterilisasi dimasukkan dalam alat dan diberi pancaran radiasi untuk menghilangkan mikroba.


Sterilisasi dengan alat ini banyak diterapkan di industri besar maupun rumah sakit. Pancaran yang digunakan biasanya merupakan pancaran radiasi infra merah dan ozon. Sayangnya, alat ini tidak bisa digunakan untuk mensterilkan alat yang dapat berubah karena oksidasi.

 

Baca Juga : Kalibrasi Alat Lab Yang Sesuai Dengan ISO 17025 versi 2017


5. Lampu UV Sterilisasi


Di urutan kelima merupakan alat sterilisasi dengan prinsip penyinaran. Jika pada alat sebelumnya menggunakan infra merah atau ozon, alat ini menggunakan sinar UV. Sinar UV yang dipancarkan akan mematikan mikroba yang bertebaran.


Biasanya, rumah sakit dan industri air mineral yang menggunakan alat ini untuk mensterilkan ruangan. Ketika menggunakan alat ini, jangan lupa memakai kacamata pelindung dan APD yang sesuai. Hal ini karena cukup berbahaya jika terkena pada tubuh terutama di bagian mata.


6. Lampu Pijar


Lampu pijar atau lampu yang berasal dari bunsen menjadi alat yang paling tradisional diantara alat yang sudah disebutkan sebelumnya. Benda yang disterilisasi menggunakan lampu pijar biasanya berbahan logam seperti pinset, penjepit logam, dan jarum.


Alat ini cukup sederhana dan cocok jika digunakan praktek pengenalan proses sterilisasi. Alat yang dibutuhkan hanya bunsen, spiritus, dan korek. Bakteri akan mati karena terkena panas dari api. Prinsip yang cukup sederhana.


Setelah api dinyalakan, dekatkan benda yang akan disterilisasi pada api selama beberapa detik saja. Prosesnya mudah dan cepat bukan? Walaupun prosesnya cepat, mudah, bahkan murah, alat ini kurang akurat jika digunakan. Maka dari itu, alat ini hanya cocok untuk praktek pengenalan saja.


7. Alkohol


Jangan salah, alkohol juga termasuk dalam salah satu alat sterilisasi yang bisa digunakan. Menggunakan alkohol termasuk dalam alat sterilisasi dengan metode kimia. Cukup celupkan maupun semprot alat yang akan disterilkan menggunakan alkohol.


Agar lebih akurat, biasanya sterilisasi dilakukan dua kali. Pertama adalah sterilisasi secara kimia dengan menggunakan alkohol, dan yang kedua menggunakan alat seperti autoclave. Dilakukan dua kali agar bakteri benar-benar mati sampai akarnya.


7 alat alat sterilisasi di laboratorium yang telah dijelaskan diatas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Proses sterilisasi sendiri merupakan proses yang cukup penting dilakukan terutama di laboratorium. Ketika menggunakan alat sterilisasi juga perlu berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan dalam lab.


Rabu, 21 September 2022

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

Alat Laboratorium Kimia Yang Perlu Di Kalibrasi

alat laboratorium kimia

Alat Laboratorium Kimia sangat beragam yang sering digunakan di laboratorium guna menunjang proses analisis yang akurat dan presisi. Dalam pemakaiannya, kita harus memastikan apakah alat tersebut mampu memberikan data hasil pengujian yang bersifat handal (akurat dan presisi). Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi alat tersebut maka harus dilakukan kalibrasi.

Kalibrasi alat laboratorium sangat penting dilakukan agar setiap pekerjaan memiliki ketertelusuran terhadap satuan internasional (SI). Di dalam ISO 17025 itu sendiri yang tercantum dalam klausul 6.4.6 dan 6.5.1 bahwa laboratorium harus menggunakan peralatan yang dikalibrasi.

Nah, tentunya kamu memiliki pertanyaan yaitu peralatan apa saja yang perlu dilakukan kalibrasi? Yuk kita simak ulasan berikut ini:

Jenis Alat Laboratorium Kimia Yang Harus Dikalibrasi

 

1. Neraca Analitik (Analytical Balance)

Neraca analitik adalah alat yang digunakan untuk menentukan atau mengetahui masa suatu zat. Alat ini memiliki beberapa nama yang sering digunakan oleh para analis di laboratorium yaitu analytical balance, neraca analitik, timbangan analitik, timbangan laboratorium dan timbangan gram halus.

Dari fungsinya tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa alat tersebut harus mampu memberikan masa suatu sampel yang mampu tertelusur hingga ke satuan internasional.

Kalibrasi neraca analitik bisa dilakukan minimal 1 kali per tahun atau maksimal per 2 tahun sekali. Pada saat melakukan kalibrasi timbangan analitik, yang perlu kamu perhatikan adalah status akreditasi laboratorium kalibrasi. Mengapa saya katakan demikian karena ini menyangkut sistem manajemen yang diterapkan oleh laboratorium.

Apabila suatu laboratorium telah terakreditasi, maka sudah jelas ia menerapkan sistem jaminan mutu yang baik sehingga kita bisa lebih yakin terhadap hasil kalibrasi neraca analitik tersebut.

2. Labu Ukur (Volumetric Flask)

Labu ukur adalah suatu alat gelas yang berfungsi untuk menakar suatu larutan pada saat melakukan pengenceran. Mengapa alat ini perlu dimasukkan ke dalam program kalibrasi peralatan?. Jelas karena alat ini masuk ke dalam faktor perhitungan kadar analit di dalam sampel yang kita analisis.

Sama halnya dengan timbangan analitik, volumetric flask ini juga harus dijadwalkan atau di agendakan dalam program kalibrasi peralatan.Mengapa alat ini perlu dikalibrasi secara rutin? Karena alat ini tergolong kedalam alat yang paling penting dalam proses pengujian terutama masuk ke dalam perhitungan karena menyangkut pada proses pengenceran.

Karena alat ini terbuat dari gelas silika, tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu, ketika suhu larutan yang digunakan meningkat, tentunya akan terjadi pemuaian pada alat gelas tersebut dan sebaliknya ketika terjadi penurunan suhu maka akan terjadi penyusutan.

Sebagai informasi, apabila berdasarkan hasil evaluasi, ternyata alat ini sudah tidak sesuai lagi atau memiliki nilai ketidakpastian yang sangat besar, maka alat ini sebenarnya sudah tidak layak lagi digunakan.

BACA JUGA: PERBEDAAN AAS DAN ICP

3. Pipet Volumetrik (Volimetric Pipette)

Pipet volumetrik adalah peralatan gelas yang berfungsi untuk mengambil sejumlah (volume) larutan dengan volume yang bervariasi seperti 1 mL, 2 mL dan seterusnya. Pipet volumetrik sering digunakan oleh analis atau personel laboratorium untuk melakukan pengenceran sampel atau standar.

Mengingat fungsinya tersebut, tentunya alat ini masuk ke dalam sumber ketidakpastian pengukuran sehingga diperlukan suatu program kalibrasi untuk mengetahui nilai ketidakpastian yang sebenarnya. Sama halnya dengan labu volumetrik, pipet ini perlu dilakukan evaluasi apabila telah selesai di kalibrasi.

Apabila berdasarkan hasil evaluasi ternyata hasilnya telah menyimpang, maka ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap menjamin bahwa hasil pengukuran yang dilakukan tetap valid yaitu:
  1. Tetap menggunakan pipet tersebut, tetapi sertakan nilai konversi dari volume yang sebenarnya.
  2. Menyingkirkan (tidak menggunakan lagi) pipet tersebut kemudian membeli yang baru dan di kalibrasi kembali.

Namun perlu diingat, dua hal yang saya sebutkan diatas dapat dilakukan setelah kita memastikan bahwa jasa laboratorium kalibrasi yang kita pilih telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2017.

4. Buret Kimia

Buret kimia adalah alat yang digunakan untuk menentukan kadar suatu analit di dalam sampel menggunakan menggunakan larutan standar atau pentiter yang telah diketahui secara pasti konsentrasinya. Buret yang biasa digunakan di laboratorium terdiri dari dua jenis yaitu buret digital  (elektrik) dan buret kaca (manual).

Kedua alat tersebut sama fungsinya namun berbeda cara penanganan dan pengoperasiannya. Apabila kita menggunakan buret kaca, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian skala buret tersebut dan pastikan stop cock nya tidak bocor serta terbebas dari kontaminasi zat lain. Kemudian jika kita menggunakan buret digital, hal yang perlu diperhatikan adalah ketelitian pembacaan misalnya 0,01 mL. Kemudian yang perlu anda pastikan adalah daya baterai, karena jika dayanya  mulai menurun maka ketidakpastian akan semakin besar.
Dari penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa alat ini sangat penting untuk dilakukan proses kalibrasi mengingat fungsinya sebagai penentu kadar dan masuk kedalam perhitungan. Sama halnya dengan peralatan lainnya, kalibrasi perlu dilakukan minimal 1 kali dalam setahun dan maksimal 2 tahun sekali. Namun apabila diperlukan, jadwal kalibrasi dapat dilakukan secara accidental yaitu apabila terdapat perlakuan yang tidak biasa sehingga menyebabkan peralatan tersebut perlu dikoreksi kembali.

5. Pipet Skala

Pipet skala adalah pipet volumetrik yang dapat digunakan untuk mengambil sejumlah larutan dengan volume yang berbeda-beda. Pipet ini biasanya digunakan untuk memipet deret larutan standar dalam menentukan kurva kalibrasi. Mungkin saat saya menulis tentang melakukan pemipetan untuk pembuatan deret larutan standar, pasti ada diantara rekan-rekan sekalian yang tidak setuju karena biasanya melakukan pemipetan untuk membuat larutan standar menggunakan pipet volumetrik atau pipet gondok.

Hal ini sebenarnya kembali kepada masing-masing individu, apabila menggunakan pipet skala tentunya kamu bisa mendapatkan variasi volume yang kamu inginkan misalnya 0,5; 1,0; 1,5; dan seterusnya. Terbayang bukan apabila kita menggunakan pipet volumetrik, pasti akan repot karena harus menyediakan lebih dari 1 ukuran pipet volumetrik.

Ditambah lagi apabila melakukan pemipetan dengan variasi volume yang menggunakan lebih dari 1 pipet maka akan menyumbang nilai ketidakpastian yang lebih banyak sehingga nilai regresi akan lebih rendah bisa saja hanya 0,991. Namun berdasarkan pengalaman yang saya lakukan, apabila melakukan pemipetan menggunakan pipet skala, R square yang bisa saya dapatkan bisa mencapai 0,9995 bahkan pernah sesekali mendapatkan 1,0000. Buat yang ragu silahkan coba sendiri namun pastikan bahwa kamu sudah tepat dan konsisten dalam menentukan posisi garis miniskus cairan pada saat pemipetan.

6. Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk kegiatan pemanasan atau pengeringan. Mengapa alat ini perlu dilakukan kalibrasi? tentunya ada hal penting berdasarkan penggunaannya. Bagi suatu laboratorium pengujian, biasanya oven digunakan untuk menentukan kadar air suatu bahan atau produk atau sampel. Nah mengingat fungsinya inilah maka oven perlu dikalibrasi.

Tujuan akhirnya adalah data hasil kalibrasi dibutuhkan untuk estimasi ketidakpastian pengukuran yang masuk ke dalam Tipe B. Untuk itu anda perlu menjadwalkan program kalibrasi untuk peralatan oven ini. Namun saya tidak merekomendasikan untuk semua oven yang tersedia, pilih saja untuk oven yang digunakan untuk proses gravimetri.

Dan tidak perlu dilakukan kalibrasi terhadap oven yang hanya digunakan untuk proses pengeringan.

Baca Juga: Manajemen Peralatan dalam ISO/IEC 17025: 2017

Demikianlah penjelasan mengenai alat laboratorium kimia yang harus dikalibrasi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Apabila ada peralatan lain di laboratorium yang bisa dijadikan masukan untuk proses kalibrasi, silahkan isi di kolom komentar ya. terimakasih

Bagi anda yang membutuhkan informasi artikel lengkap dari web ini silahkan kembali ke Home atau Beranda.

Ternyata ISO 19011 Adalah Perangkat Lengkap Dalam Manajemen Audit!

Ternyata ISO 19011 Adalah Perangkat Lengkap Dalam Manajemen Audit!

ISO 19011 Adalah

ISO 19011 adalah - ISO termasuk ke dalam bagian organisasi independen internasional yang berusaha mengembangkan berbagai standar. ISO 19011 Adalah sebuah standar yang mempunyai tujuan untuk memastikan kualitas, efisiensi, layanan, serta keamanan produk. Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, simak berikut ini ulasannya yaitu:


Tentang ISO 19011 Adalah

 

Jika dilihat berdasarkan pengertian umumnya, ISO 19011 Adalah perangkat lengkap sebuah pedoman untuk keperluan audit. Proses dari audit ini sudah masuk ke dalam sistem manajemen sehingga membantu sistem yang ada di sebuah perusahaan.


Hadirnya ISO 19011 telah dirancang khusus untuk dapat memberikan saran kepada lembaga organisasi dan perusahaan. Bukan hanya itu saja, persiapan serta cara audit pun akan diarahkan dalam ISO. Masuk ke dalamnya manajemen lingkungan, mutu serta resiko.

 

Namun perlu diingat, bahwa ISO bukan perangkat syarat yang setiap tahapannya wajib diikuti oleh perusahaan. Mengingat setiap organisasi tidak dapat memiliki status ISO 19011. Lain halnya dengan perusahaan yang sudah memiliki pedoman ISO dalam program audit yang diperlukannya.

 

Konsep Audit Berdasarkan Sistem ISO 19011

 

Dalam memahami konsep audit tentu harus berdasarkan sistem manajemen ISO 19011. Hal ini tentu telah disusun sebelumnya oleh Committee ISO yang telah diterbitkan di tahun 2011 silam. Dalam ISO jenis terbaru inilah dijelaskan beberapa prinsip audit.

 

Audit yang terdapat dalam sistem ini merupakan bagian dari proses independen, sistematis dan terdokumentasi. Kemudian akan dibuktikan dan dievaluasi dengan cara yang objektif berdasarkan kesesuaiannya. Berikut beberapa jenis konsep audit yang dapat diketahui yaitu:

 

Audit eksternal yang dilakukan oleh pihak ketiga yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban sertifikat.
Audit eksternal pihak kedua yang dilakukan oleh seorang editor.
Auditor internal yang dijalankan oleh pihak pertama.

 

Baca Juga : AUDIT INTERNAL LAB untuk ISO 17025:2017 berdasarkan ISO 19011 di Laboratorium


Prinsip Audit ISO 19011 Adalah


Dalam proses audit terdapat beberapa prinsip atau pendekatan yang dapat digunakan. Mengingat banyaknya proses audit yang harus dilalui maka, prinsip yang dapat dipakai pun beragam. Simak berikut ini beberapa prinsip yang dapat dimanfaatkan diantaranya yaitu:


  • Bersifat rahasia.
  • Informasi yang disampaikan objektif.
  • Profesional.
  • Independen.
  • Berbasis bukti.
  • Adanya analisa resiko.


Tahapan Proses Audit


Program audit yang dilakukan berdasarkan ISO 19011 telah melewati 6 tahapan yang diawali oleh persiapan. Tahapan tersebut selanjutnya berakhir dengan diadakannya peninjauan ulang. Berikut tahapan yang terdapat dalam proses audit yaitu:


1. Melakukan Tujuan Program Audit


Tahapan pertama yang dilakukan pada proses audit yaitu dengan menetapkan tujuannya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk mengarahkan perencanaan serta pelaksanaan lanjutan. Memungkinkan proses terjadinya program tersebut bisa berjalan efektif.

 

Penetapan tujuan dari program audit yang dilakukan pun harus konsisten. Hal ini dapat disesuaikan dengan arahan strategis dari audit yang diinginkan untuk mendukung kebijakan dari sebuah sistem manajemen. Jadi sangat penting untuk melakukan pertimbangan pada tujuan awal.


2. Mengevaluasi Resiko dan Peluang Program Audit


Selanjutnya tentukan peluang serta resiko yang bisa mempengaruhi hasil dari tujuan audit. Lewat pengelolaan program audit, identifikasi serta penyajian resiko pun bisa dianalisa. Bukan hanya itu saja, pengembangan peluang dari program audit pun bisa dilakukan.


3. Menetapkan Program Audit


Adanya penetapan program audit menjadi metode yang paling sering digunakan. Pasalnya audit dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa dilakukan dengan jarak jauh. Dalam proses audit langsung, umumnya dilakukan di lokasi klien.


Berbeda dengan metode jarak jauh yang dapat dilakukan di mana pun. Dalam proses audit ini biasanya bersifat interaktif dan non interaktif yang akan memberikan pengaruh adanya interaksi dengan fasilitas. Begitu pun dengan dokumentasi maupun peralatan.


4. Melaksanakan Audit


Bagi yang sudah sering melakukan audit tentu sudah sangat paham akan prosesnya yang panjang. Mengingat tahapan dari aktivitas persiapan, pelaksanaan serta distribusi yang membutuhkan waktu. Belum lagi proses pembuatan laporan hingga tindak lanjut yang terjadi di dalamnya.


Membuat pelaksanaan audit diperlukan kesesuaian berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Namun, meski tidak sesuai dengan standar, tentu ada beberapa poin yang perlu diulas. Mengingat setiap proses audit dilaksanakan dengan mencermati setiap tahapan yang ada.

 

Baca Juga : ISO 17025 : 2017 UNTUK PEDOMAN PANDUAN MUTU DAN PROSEDUR LABORATORIUM


5. Memproses Verifikasi


Terakhir, yang harus dilakukan dalam tahapan audit adalah proses verifikasi. Dalam tahap ini setiap proses yang berlangsung akan ditanggung oleh kedua pihak yang bersangkutan. Jika terdapat hal yang dirasa tidak berdasarkan dengan waktu yang ditetapkan maka, klien harus melakukan pemantauan.


Oleh sebab itu, seorang auditor harus mampu mengerjakan tugasnya sebagai verifikator dengan memperhatikan perbaikan yang dilakukan klien. Selain itu, auditor juga bertugas untuk melakukan investigasi pada klien. Hal tersebut dilakukan agar proses investigasi terpantau hingga ke akar permasalahannya.


Itulah penjelasan ISO 19001 yang dapat diketahui dan juga dipahami sebelumnya oleh setiap orang. Namun berdasarkan ulasan yang telah diberikan ISO 19011 adalah organisasi yang memiliki tujuan agar hasil produk yang diberikan berkualitas. Oleh sebab itu audit menjadi hal wajib.

Selasa, 16 Agustus 2022

Manfaat Daun Ceri untuk Kesehatan, Rasakan Khasiatnya

Manfaat Daun Ceri untuk Kesehatan, Rasakan Khasiatnya

manfaat daun ceri untuk kesehatan

 

Manfaat daun ceri untuk kesehatan banyak orang yang belum mengetahuinya bahkan tidak tahu sama sekali khasiat di dalamnya. Ternyata tak hanya buahnya saja yang dapat digunakan, tapi bagian daunnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kandungan yang baik bagi tubuh.

 

Daun ceri atau kersen bisa dijadikan sebagai obat tradisional yang hasil penelitiannya sudah diterapkan secara terbatas di Peru hingga Filipina. Hasil penelitiannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya ada pada 7 manfaat daun ceri yang berguna untuk kesehatan tubuh berikut ini:

 

1. Dapat Mengendalikan dan Mengobati Asam Urat

 

Manfaat daun ceri untuk kesehatan yang pertama adalah dapat mengobati asam urat dengan cara menghambat peningkatan kadar enzim Xantin oksidase. Hal ini disebabkan karena senyawa yang terkandung di dalam daun ceri berupa flavonoid yang membantu menurunkan kadar asam urat.

 

Untuk mendapatkan ekstrak daun ceri yang bermanfaat untuk mengobati asam urat adalah dengan cara direbus oleh air. Rebusan air dengan sehelai daunnya dapat dikonsumsi setiap harinya agar mendapatkan hasil berupa penurunan asam urat yang secara perlahan.


2. Mengatasi Batuk, Flu dan Radang Tenggorokan


Manfaat yang berikutnya adalah bisa mengatasi batuk serta radang tenggorokan yang didalamnya terdapat kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Selain radang tenggorokan yang bisa disembuhkan juga adalah peradangan ringan lainnya seperti sariawan yang tumbuh di sekitar mulut.

 

Bahkan dapat menyembuhkan penyakit flu yang disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh. Sehingga secara keseluruhan manfaat daun ceri dapat mengatasi flu, batuk hingga radang tenggorokan karena daunnya memiliki zat antibakteri.

 

3. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

 

Tidak hanya batuk saja, tapi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan hanya meminum air rebusan daun ceri. Pembuatan rebusan air daun ceri betul-betul harus diperhatikan, salah satunya adalah daunnya harus dijemur terlebih dahulu sampai kering.

 

Setelah daun ceri sudah kering, maka bisa digunakan dengan cara diseduh bersama air putih panas seperti air teh. Hasil seduhan dari daun ceri yang telah dikeringkan sebelumnya tersebut dapat diminum oleh penderita secara rutin dua kali sehari.

 

4. Dapat Mengontrol Kadar Gula Tubuh

 

Jika kadar gula yang ada di dalam tubuh tidak dikontrol maka penderita akan mengidap penyakit diabetes yang mengakibatkan serangan jantung. Pada daun ceri mengandung flavonoid dan saponin yang berguna untuk mengoptimalkan hormon insulin agar gula tidak menumpuk di dalam darah.

 

Pada saat penderita sedang mengalami peningkatan gula dalam darah, sangat disarankan untuk meminum air rebusan daun ceri yang telah dibuat. Bahkan bisa dijadikan minuman herbal rutin setiap hari agar terhindar dari penyakit gula darah yang bisa mengakibatkan stroke.

 

Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

 

5. Mencegah Timbulnya Kanker

 

Sebagai salah satu penyakit yang mematikan meski sudah ada obatnya, akan tetapi angka harapan hidup masih susah untuk diperkirakan. Sel kanker sendiri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik disebabkan efek radikal bebas yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh.

 

Hal inilah yang mendorong banyak orang untuk mengobati penyakit kanker karena manfaat daun ceri untuk kesehatan yang begitu besar. Kandungan daun ceri sendiri diantaranya tanin, flavonoid, dan saponin yang merupakan senyawa antioksidan sehingga mampu mencegah radikal bebas dari kanker.

 

6. Mengobati Gangguan Pencernaan

 

Manfaat daun ceri yang terakhir adalah mengatasi masalah pencernaan dengan kandungan flavonoid, flavon, dan auron yang berperan sebagai antibakteri. Bakteri E.coli yang mengakibatkan penyakit dapat ditangkal dengan ekstrak daun ceri.


Itulah beberapa manfaat daun ceri untuk kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker yang mematikan. Bahkan pengolahannya sangat mudah dengan air satu liter setiap 100 gram daun ceri lalu direbus dan disaring untuk mendapatkan ekstraknya.

Kamis, 11 Agustus 2022

7 Manfaat Buah Durian Untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Buah Durian Untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

manfaat buah durian untuk kesehatan

Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan - Sejauh ini manfaat buah durian untuk kesehatan tubuh hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Bahkan buah durian dianggap tidak bermanfaat bagi tubuh karena memiliki aroma yang sangat menyengat dan bisa memicu penyakit kolesterol.


    Namun banyak penelitian mengungkapkan bahwa buah durian memiliki banyak manfaat karena mengandung kaya akan vitamin dan lemak serta serat tinggi. Untuk lebih mengetahui lebih lanjut berikut 7 manfaat buah durian bagi kesehatan:


    Meningkatkan Gairah Seksual

     

    Manfaat buah durian untuk kesehatan yang pertama adalah dapat meningkatkan gairah seksual dengan membantu orang yang disfungsi ereksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa buah durian sendiri termasuk ke dalam makanan afrodisiak yang berarti dapat meningkatkan kesehatan seksual.

     

    Buah durian dapat meningkatkan gairah seksual karena memiliki vitamin B6 dan kalium yang berguna untuk membantu melemaskan pembuluh darah. Selain itu pada pria yang sering mengonsumsi buah durian ternyata memiliki manfaat dapat meningkatkan kualitas sperma dan lebih cepat pergerakannya.

     

    Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan

     

    Mempengaruhi Kesehatan Jantung

     

    Buah durian yang dianggap sepele oleh sebagian orang karena dapat mengakibatkan penyakit kolesterol, justru sebaliknya dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Hal ini disebabkan bahwa durian dapat menurunkan kolesterol jahat dimana dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

     

    Mencegah Pembentukan Sel Kanker

     

    Manfaat buah durian untuk kesehatan selanjutnya terdapat zat antioksidan yang ada di dalam buah tersebut, sehingga menangkal radikal bebas. Adapun zat radikal sendiri adalah zat yang dapat mempengaruhi pada pertumbuhan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh.

     

    Selain terdapat zat antioksidan, durian juga mengandung polifenol yang merupakan zat antikanker yang bermanfaat untuk menurunkan resiko kanker. Bahkan ditambah dengan adanya banyak vitamin yaitu A, B dan E yang berguna untuk mencegah pertumbuhan sel-sel abnormal yang menyebabkan terjadinya kanker dalam tubuh.

     

    Kulit Berkilau dan Mencegah Penuaan

     

    Khasiat yang didapatkan pada buah durian untuk melindungi kulit agar tetap sehat dan berkilau adalah vitamin C, fitonutrien, polifenol dan flavonoid. Selain itu buah durian yang kaya akan zat-zat tersebut dapat memperbaiki struktur kulit agar tidak mudah keriput. Bahkan buah durian sendiri memiliki kandungan yang tak kalah penting untuk kesehatan kulit yakni banyak mengandung antioksidan.

     

    Daya Tahan Tubuh Meningkat

     

    Buah durian yang disepelekan oleh orang-orang karena sedikit kegunaanya, ternyata memiliki banyak vitamin C yang berguna untuk sistem imunitas. Dimana sistem imun sendiri merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mencegah masuknya penyakit yang diakibatkan oleh infeksi.

     

    Vitamin C yang ada di buah durian juga dapat memberikan peningkatan daya tahan tubuh yang berfungsi agar tidak gampang terserang penyakit. Bahkan dalam studi ilmiah dikatakan bahwa buah durian yang mengandung vitamin C juga dapat membantu percepatan dalam proses penyembuhan luka.

     

    Meningkatkan Pembentukan Eritrosit

     

    Eritrosit atau disebut sebagai sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan serta oksigen. Dimana oksigen dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses metabolisme agar mendapatkan energi saat beraktivitas. Sehingga buah durian sangat penting dalam proses pembentukan eritrosit karena kandungan di dalamnya terdapat zat besi, folat serta tembaga.

     

    Mencegah Insomnia

     

    Insomnia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kesulitan tidur pada saat malam hari dan susah untuk memejamkan mata. Ternyata buah durian bisa menjadi solusi alternatif untuk dapat mencegah terjadinya insomnia dengan rutin setiap hari mengkonsumsi buah tersebut.

     

    Hal ini disebabkan karena buah durian memiliki senyawa yang bernama triptofan yang dapat memberikan efek rasa mengantuk atau disebut sedasi. Tidak hanya triptofan sendiri, ada vitamin B kompleks, zat besi serta kalsium yang dapat menimbulkan kualitas tidur jauh lebih baik.

     

    Demikian ulasan mengenai manfaat buah durian untuk kesehatan . Untuk diketahui, durian bukan hanya mengandung kolesterol saja akan tetapi, memiliki banyak kandungan atau zat-zat yang baik bagi tubuh serta dapat memberikan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya.
     

    Rabu, 10 Agustus 2022

    Uji Profisiensi Adalah Cara untuk Mengetahui Kompetensi Laboratorium

    Uji Profisiensi Adalah Cara untuk Mengetahui Kompetensi Laboratorium

    uji profisiensi

    Uji Profisiensi adalah kegiatan untuk memantau kinerja dan kompetensi kita sebagai laboratorium pengujian dan kalibrasi. Melalui kegiatan pemantauan kinerja secara eksternal ini, kita bisa mengukur seberapa dekat data yang kita peroleh dengan laboratorium lainnya. Selain itu juga kita dapat mengukur seberapa dekat data yang kita hasilkan dengan nilai konsensus.

     

    Dalam praktiknya, evaluasi kinerja secara eksternal tidak hanya dilakukan melalui program uji profisiensi, tetapi dapat juga melakukannya melalui uji banding antar laboratorium. Terdapat perbedaan antara uji profisensi dan uji banding antar laboratorium yaitu:

    1. Pada uji profisiensi, penyelenggaranya sudah mendapatkan pengakuan sebagai penyelenggara uji profisiensi berdasarkan ISO 17043.
    2. Sedangkan uji banding antar laboratorium, dapat diselenggarakan oleh laboratorium penyelenggara yang belum terkareditasi ISO 17043.
    3. Peserta uji profisiensi cenderung lebih banyak dari pada uji banding antar laboratorium.
    4. Jumlah peserta uji banding antar laboratorium minimal 4 laboratorium termasuk penyelenggara.
    5. Biaya ikut serta dalam uji profisiensi lebih mahal dari pada uji banding antar laboratorium

     

    Laboratorium pengujian ataupun kalibrasi harus memiliki program secara berkala untuk mengevaluasi kinerjanya secara eksternal yaitu minimal 1 kali dalam setahun. Agar pemantauan kinerja ini senantiasai konsisten dilakukan, maka laboratorium harus membuat tabel Rencana Uji Profisiensi.

     

    Di dalam tabel tersebut boleh disertakan dengan kegiatan uji banding antar laboratorium jika memang penyelenggara uji profisiensi yang kita butuhkan benar-benar tidak ada.

     

    Baca Juga :  Uji Profisiensi Laboratorium dan Uji Banding ISO 17025 Untuk Kinerja Optimal


    Manfaat Uji Profisiensi Bagi Laboratorium

     

    Menurut Kanal Youtube Pojok Laboratorium yang disampaikan oleh Ibu Julia Kantasubrata, bahwa terdapat beberapa manfaat yang akan diperoleh laboratorium dari program uji profisiensi yaitu:

     

    1. Karena penyelenggara adalah pihak eksternal maka dapat dibastikan bahwa independensi diterapkan maksimal.
    2. Mendukung komitmen laboratorium untuk senantiasa mempertahankan mutu data hasil uji atau kalibrasi
    3. Sebagai motivasi untuk selalu meningkatkan unjuk kerja kegiatan pengujian atau kalibrasi.
    4. Mendukung program peningkatan mutu yang sesuai dengan standarnya karena ini adalah persyaratan dari proses akreditasi
    5. Mengidentifikasi adanya penyimpangan masalah dalam proses pengujian atau kalibrasi
    6. Mengetahui unjuk kerja laboratorium kita dengan laboratorium yang lain
    7. Sebagai umpan balik yang praktis
    8. Menggantikan penggunaan CRM jika laboratorium tidak memiliki atau sulit mendapatkan CRM tersebut
    9. Membantu program pelatihan personel laboratorium yang mengukuti program uji profisiensi
    10. Menjaga reputasi laboratorium
    11. Meningkatkan kompetensi laboratorium
    12. Meminimalisasi pengulangan pekerjaan yang tidak diperlukan
    13. Menunjang kegiatan pemasaran terutama jika hasilnya 100% inlayer.

     

    Tahapan Uji Profisiensi secara Umum

     

    Seperti yang kami jelaskan sebelumnya bahwa kegiatan untuk memastikan keabsahan hasil secara eksternal dilakukan melalui uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium. Berikut ini kami menjelaskan beberapa tahapan yang umum dikerjakan oleh laboratorium peserta.


    1. Buatlah daftar ruang lingkup yang anda masukkan kedalam ruang lingkup akreditasi ISO 17025
    2. Tuliskan jenis sampel, metode pengujian dan instrumen pengukuran yang digunakan
    3. Carilah penyelenggara di dalam maupun luar negeri yang sesuai dengan jenis sampel dan parameter yang ingin anda ikuti
    4. Bagi laboratorium yang ingin mencari penyelenggara uji profisiensi (PUP) di Indonesia maka anda dapat mengecek di KAN
    5. Setelah anda mendapatkan PUP yang sesuai maka ajukan kepada penyelenggara dan ikuti instruksi PUP tersebut
    6. Nantinya laboratorium akan mendapatkan pemberitahuan untuk pengiriman sampel uji profisiensi
    7. Setelah anda menerima sampel UP maka simpan di tempat yang dipersyaratkan oleh PUP
    8. Lakukan pre treatment jika diperlukan dan selanjutnya lakukan preparasi menggunakan metode yang biasa digunakan sehari-hari
    9. Sebagai catatan, jangan mengkhususkan saat menguji sampel uji profisiensi karena pada dasarnya kita ingin meninjau kinerja laboratorium (peralatan, metode, bahan kimia dan personel)
    10. Disarankan melakukan 2 kali pengujian pada hari yang berbeda (jika sampel cukup)
    11. Setelah selesai input data hasil pengujian atau kalibrasi ke formulir yang telah disediakan oleh PUP
    12. Hasil yang telah diinput ke dalam formulir kemudian dikirim ke PUP untuk selanjutnya dilakukan pengolahan
    13. Tunggu beberapa waktu, setelah laporan uji profisiensi (perhitungan statistik dan nilai pada sampel) di peroleh maka lakukan evaluasi secara internal
    14. Evaluasi yang umum dilakukan adalah dengan menghitung nilai Z (Z Score) dengan rumus nilai yang dilaporkan dikurang dengan nilai konsensus di bagi dengan standar deviasi untuk uji profisiensi (SDPA)
    15. Evaluasi juga dapat dilihat secara langsung dengan melihat tanda bintang yang dilaporkan oleh PUP pada hasil yang kita laporkan
    16. Apabila data kita pada posisi outlayer maka lakukan tindakan perbaikan.

     

    Itulah artikel singkat mengenai uji profisiensi, manfaat dan prosedur umum pelaksanaannya, semoga artikel yang kami tulis ini bisa menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman anda. Selengkapnya mengenai uji profisiensi bisa merujuk ISO 17043.

    Selasa, 09 Agustus 2022

    Ketahui Manfaat, Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Terapi Jeruk Nipis

    Ketahui Manfaat, Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Terapi Jeruk Nipis

    terapi jeruk nipis

    Terapi Jeruk Nipis - Jeruk nipis adalah salah satu jenis buah yang ada di negara tropis. Tentu saja buah ini mudah juga ditemukan di Indonesia. Pada umumnya, jeruk nipis biasa digunakan untuk penambah rasa pada makanan ataupun minuman tertentu. Namun selain itu, buah dengan warna hijau ini juga memiliki berbagai macam manfaat lainnya, lho.

     

    Selain terkenal kaya akan kandungan vitamin C, jeruk nipis juga memiliki berbagai kandungan nutrisi penting yang lainnya. Oleh karena itu, jeruk nipis sering digunakan sebagai sarana terapi untuk mengatasi berbagai masalah. Baik masalah yang berkaitan dengan kesehatan, maupun masalah kecantikan.

     

    Dibalik kayanya manfaat jeruk nipis, ternyata ada juga efek samping yang merugikan. Hal ini bisa terjadi pada beberapa kondisi tertentu. Mari ketahui lebih lengkap informasi mengenai terapi jeruk nipis di bawah ini.

     

    Sekilas Mengenai Jeruk Nipis dan Kandungan Nutrisinya

     

    Citrus Aurantifolia adalah nama latin dari jeruk nipis. Buah yang mudah ditemukan di negara beriklim tropis ini mempunyai citarasa asam yang kuat. Selain terkenal dengan rasanya yang asam, buahnya sendiri pada umumnya berwarna hijau dengan bentuk bulat, sedikit lonjong.

     

    Ciri fisiknya yang paling mudah dikenali yakni dari segi ukuran. Dimana jeruk nipis umumnya berukuran lebih kecil dari jenis jeruk lainnya. Dari segi aroma, jeruk nipis ini tidak terlalu kuat jika dicium dari kulit luar saja.

     

    Untuk kandungannya sendiri bukan sekedar kaya akan vitamin C, di dalam jeruk nipis juga terdapat nutrisi lain. Berikut ini kandungan nutrisi di dalam jeruk nipis yang baik untuk kesehatan tubuh manusia.

     

    • Kalori
    • Karbohidrat
    • Lemak
    • Serat
    • Kalsium
    • Zat besi
    • Thiamin
    • Kalium
    • Asam Folat
    • Flavonoid
    • Asam sitrat
    • Vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan lain-lain.

     

    Manfaat Jeruk Nipis

     

    Bisa dikatakan bahwa jeruk nipis adalah buah yang sangat rendah kalori. Ini menjadi sebab mengapa buah jeruk nipis juga sering digunakan sebagai terapi oleh mereka yang sedang menjalankan program diet. Setidaknya 22% kebutuhan harian tubuh kita bisa terpenuhi saat mengonsumsi jeruk nipis ini.

     

    Selain itu, buah berwarna hijau ini juga memiliki banyak sekali khasiat dan manfaat. Nah langsung saja kita simak beragam manfaat buah jeruk nipis. Mulai dari untuk kebaikan dan kesehatan tubuh dan kecantikan bisa didapatkan dengan rutin mengonsumsi jeruk nipis.

     

    1. Membantu Menurunkan Berat Badan

     

    Bukan sekedar rendah kalori sehingga aman dikonsumsi saat diet, jeruk nipis juga dijadikan sebagai minuman pendamping yang wajib ada. Dimana kandungan vitamin C dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh. Kadar lemak dalam tubuh akan lebih susut karena banyak kalori yang terbakar. Sementara itu tubuh juga lebih mudah menyimpan lebih sedikit lemak.

     

    Agar khasiatnya lebih maksimal tentu saja Anda perlu mengetahui cara konsumsi yang benar. Biasanya jeruk nipis diperas untuk dijadikan minuman. Untuk minuman pendamping diet ini sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya, ya?

     

    2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

     

    Kandungan vitamin C dan antioksidan yang ada pada jeruk nipis ini bisa juga digunakan untuk menangkal radikal bebas. Menurut penelitian, vitamin C berkhasiat untuk merangsang produksi serta aktivasi sel kekebalan.

     

    Caranya yaitu dengan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh. Dimana sel darah putih ini nantinya akan berfungsi membantu tubuh untuk melawan kuman atau penyakit. Kemudian berkhasiat juga menangkal radikal bebas sekaligus membantu mengurangi terjadinya peradangan dan mempercepat penyembuhan luka.

     

    3. Menjaga Kecantikan Kulit

     

    Selain manfaat kesehatan, jeruk nipis juga bermanfaat bagi kecantikan kulit. Kandungan vitamin C yang terdapat pada buah tersebut sangat dibutuhkan untuk produksi kolagen. Dimana kolagen ini merupakan zat yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kulit kita agar tetap kencang, serta membantu mencegah resiko terjadinya penuaan dini.

     

    Selain itu, jeruk nipis juga terkenal sebagai obat jerawat alami. Kandungan antioksidan pada buah tersebut berfungsi sebagai antibiotik alami. Dimana fungsinya yakni untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mencegah adanya infeksi, sekaligus membersihkannya.

     

    Baca Juga : Buah Yang Mengandung Vitamin C Disekitar Kita

     

    4. Melancarkan Pencernaan

     

    Kabar baiknya, jeruk nipis ini juga bisa digunakan sebagai obat pencahar alami. Dimana kandungan flavonoid yang terdapat di dalam buah tersebut berfungsi untuk merangsang sistem pencernaan. Selain itu bisa juga membantu menggerakan makanan pada usus, serta meningkatkan sekresi cairan empedu.

     

    Tidak hanya itu saja, kandungan asam yang terdapat pada jeruk nipis juga mempunyai kebaikan untuk membersihkan kotoran pada saluran pembuangan. Kemudian membantu menstimulasi tubuh untuk buang air sehingga buah ini juga sering dijadikan sebagai obat ketika menderita sembelit.

     

    5. Mengurangi Peradangan

     

    Khasiat lainnya dari jeruk nipis adalah dapat membantu mengurangi peradangan. Beberapa penyakit seperti rematik, nyeri sendi, hingga asam urat merupakan penyakit yang timbul karena disebabkan oleh terjadinya peradangan.


    Peradangan atau inflamasi dalam tubuh dapat dicegah atau dikurangi dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Karena dengan mengonsumsi vitamin C, maka dapat berkhasiat untuk mencegah inflamasi agar tidak semakin parah.

     

    6. Membantu Menurunkan Gula Darah

     

    Rutin mengonsumsi jeruk nipis juga baik bagi penderita diabetes. Dimana buah ini ternyata disinyalir dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Vitamin C yang terdapat pada buah ini kemudian membantu menurunkan indeks glikemiknya dan membantu tubuh untuk mengatur penyerapan kadar gula dalam darah.

     

    Serat yang terkandung dalam buah tersebut juga membantu mengatasi lonjakan kadar gula darah, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun tetap konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gangguan kesehatan lainnya juga.

     

    7. Menurunkan Kadar Kolesterol

     

    Manfaat lain dari jeruk nipis yaitu dapat menurunkan kolesterol. Kandungan zat eksperidin pada buah ini dapat membantu menurunkan trigliserida serta kadar kolesterol jahat. Selain itu, kalium yang terdapat pada jeruk nipis juga akan membantu tubuh untuk menurunkan tekanan darah serta melancarkan sirkulasinya.

     

    8. Mencegah Batu Ginjal

     

    Rutin mengonsumsi jeruk nipis juga dapat mencegah dari resiko terkena penyakit batu ginjal. Orang-orang yang sering mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan kandungan sitrus, disinyalir memiliki resiko lebih rendah menderita batu ginjal. Karena kandungan asam sitrat pada buah tersebut memang berguna untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

     

    9. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

     

    Sebagai salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin C,  jeruk nipis ini juga baik untuk proses penyerapan nutrisi. Salah satunya yakni membuat tubuh mudah dalam melakukan penyerapan zat besi.
    Seperti yang kita ketahui, zat besi memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia.

     

    Mineral tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh, serta mencegah anemia. Oleh karenanya, apabila kadar zat besi dalam tubuh terpenuhi, maka dapat mengurangi resiko terkena anemia defisiensi zat besi.

     

    10. Mengendalikan Mual Saat Hamil

     

    Pada fase awal kehamilan, banyak wanita yang mengalami gejala mual dan muntah. Terutama pada trimester pertama kehamilan, dimana fase mual dan muntah ini terjadi dengan frekuensi yang cukup sering.

     

    Untuk wanita hamil, mengonsumsi jeruk nipis juga dapat mengatasi gejala mual dan muntah. Kandungan dalam buah tersebut juga alami dan tidak mengandung zat kimia apapun. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan memberikan dampak berbahaya pada perkembangan janin apabila mengonsumsinya.


    Bagaimana Cara Mengonsumsi Jeruk Nipis?


    Mengonsumsi jeruk nipis sering dijadikan sebagai sarana terapi dengan tujuan untuk mengatasi berbagai masalah. Hal ini baik yang terkait dengan kesehatan maupun kecantikan, ya? Namun, Anda juga harus memperhatikan bagaimana metode dan cara konsumsinya yang paling aman.

     

    Tujuannya tentu saja agar manfaat yang didapatkan dari konsumsi jeruk nipis bisa didapatkan secara maksimal. Lalu bagaimana cara pengonsumsian jeruk nipis yang paling direkomendasikan? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba.

     

    1. Dikonsumsi Langsung

     

    Metode konsumsi jeruk nipis yang pertama adalah dengan memakannya secara langsung. Jadi, jeruk nipis dapat di iris tipis-tipis, kemudian d hisap langsung untuk diambil sarinya.  Selain itu, jeruk juga dapat diperas dalam satu wadah, kemudian Anda tinggal meminum air perasan tersebut sesuai kebutuhan.

     

    2. Mencampur Jeruk Nipis Dengan Air Hangat

     

    Selain mengonsumsinya secara langsung, jeruk nipis juga dapat dikonsumsi bersama air hangat. Namun, agar mendapatkan kebaikan dari buah tersebut, usahakan untuk tidak mencampurnya dengan aneka pemanis ya?

     

    Karena pemanis disinyalir dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam jeruk nipis sehingga manfaatnya menjadi kurang maksimal. Lantas, bagaimana cara pengonsumsian jeruk dengan metode ini? simak langkah-langkah selengkapnya berikut:

     

    • Pertama-tama, siapkan air hangat secukupnya.
    • Kemudian potong-potong jeruk nipis sesuai selera.
    • Peras potongan jeruk nipis dan campurkan dengan air hangat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
    • Aduk hingga air dan jeruk tercampur rata, kemudian minum selagi hangat.


    Efek Samping Terapi Jeruk Nipis


    Selain memiliki banyak manfaat dan aman dikonsumsi, namun dalam berbagai kondisi jeruk nipis juga dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi tubuh kita. Efek samping ini bahkan bisa mencapai level bahaya jika tidak ditangani secara bijak. Mari simak efek samping terapi jeruk nipis berikut.

     

    Baca Juga :  Manfaat Daun Seledri dan Cara Pengolahan yang Paling Direkomendasikan


    1. Menyebabkan Alergi dan Gatal


    Mengonsumsi jeruk nipis dapat mengakibatkan alergi dan gatal-gatal, benarkah demikian? Hal ini tidak sepenuhnya salah. Jeruk nipis apabila dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat alergi terhadap sitrus maka dapat mengakibatkan efek samping yang tidak menyenangkan.

     

    Jika Anda menderita alergi terhadap kandungan sitrus, sebaiknya tidak mengonsumsi jeruk nipis. Karena kandungan sitrus dalam buah tersebut dapat mengakibatkan beberapa reaksi. Misalnya saja seperti menyebabkan timbulnya alergi, gatal, hingga bengkak dan kesulitan bernapas.

     

    2. Menyebabkan Resiko Gigi Berlubang

     

    Kandungan asam yang terdapat pada jeruk nipis disinyalir dapat menyebabkan orang terkena resiko menderita gigi berlubang. Pasalnya, kandungan jeruk nipis yang asam dapat mengikis enamel pada gigi sehingga menyebabkan gigi rusak dan berlubang.

     

    Selain itu, kandungan asam yang terdapat pada buah tersebut juga akan mengakibatkan mulut terasa pedih. Terutama ketika terkena luka terbuka didalam mulut. Seperti ketika sedang menderita sariawan, bibir pecah-pecah lain sebagainya.

     

    3. Tidak Baik Dikonsumsi Oleh Penderita Asam Lambung

     

    Jika Anda menderita asam lambung, sebaiknya batasi konsumsi jeruk nipis. Terutama jika Anda penderita penyakit maagh atau orang dengan riwayat GERD. Karena dalam jeruk nipis terdapat kandungan asam yang tinggi. Asam lambung akan semakin meningkat dan kemudian menyebabkan mual, muntah, hingga kesulitan menelan.

     

    Kesimpulan

     

    Jeruk nipis merupakan buah dengan warna hijau, berbentuk bulat lonjong, serta memiliki rasa yang asam. Buah yang hidup di wilayah tropis ini terkenal kaya akan kandungan nutrisi sehingga sering dijadikan sebagai media terapi untuk masalah kesehatan maupun kecantikan.

     

    Tidak hanya manfaat, dalam beberapa kondisi justru buah ini juga bisa menimbulkan efek samping yang merugikan. Itulah mengapa penting mengetahui manfaat jeruk nipis, cara mengonsumsi, hingga efek sampingnya. Tentu saja agar Anda tidak salah mendapatkan informasi, serta bisa mendapatkan khasiat maksimal dari buah tersebut.
     

    Senin, 08 Agustus 2022

    Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Pendekatan Top Down

    Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Pendekatan Top Down

    Estimasi Ketidakpastian Pengukuran adalah serangkaian kegiatan untuk menentukan nilai ketidakpastian atau bias yang berasal dari kegiatan labortorium. Besar atau kecil nilai bias yang dilaporkan, bergantung pada kesalahan-kesalahan yang terjadi di suatu laboratorium.

     

    estimasi ketidakpastian pengukuran

    Sumber kesalahan di laboratorium berasal dari hampir seluruh kegiatan yang dilakukan mulai dari pengambilan contoh, transportasi, pre treatment, preparasi, analisis, metode pengujian, program jaminan mutu dan pelaporan.

     

    Mungkin rekan-rekan telah memahami bersama bahwa di Indonesia, pendekatan dalam menghitung ketidakpastian dikenal dalam 2 (dua) istilah yaitu Pendekatan Bottom Up dan Top Down.

     

    Nah dalam pembahasan kita kali ini perhitungan ketidakpastian akan kita lakukan secara Top Down. Perhitungan ini menurut saya sangatlah mudah karena ditentukan berdasarkan data yang telah kita peroleh dari aktivitas kita sehari-hari.

     

    Berbeda hal dengan dengan Bottom Up, dimana dalam menentukan ketidakpastian asal kita harus membuat atau menjabarkan sumber kesalahan menggunakan diagram tulang ikan (fish bone diagram). Nah, dalam mengitung ketidakpastian pendekatan Top Down kita tidak melakukan hal tersebut.

     

    Berdasarkan referensi yang kami peroleh dari EURACHEM Citac Guide CG 4, ketidakpastian dapat ditentukan dari beberapa data yang telah kita peroleh, data tersebut adalah:

     

    1. Data dari statistical proces control chart (SPC).
    2. Data replikasi pengujian sehari hari yang nilainya telah dilaporkan.
    3. Hasil uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium.
    4. Hasil uji CRM (Certified Reference Material).

     

    Rekan-rekan tidak perlu pusing dalam mengumpulkan datanya, ke-4 data tersebut bisa dipilih sesuai dengan ketersediaan data di laboratorium anda.

     


    Berdasarkan rumus dalam estimasi ketidakpastian pengukuran pendekatan top-down, untuk mendapatkan ketidakpastian gabungan kita harus menentukan ketidakpastian asalnya yaitu ada 2 sumber ketidakpastian asalnya:

     

    1. Ketidakpastian asal reprodusibilitas (uR)
    2. Ketidakpastian asal bias laboratorium (uBias)

     

    Prosedur Estimasi Ketidakpastian Pendekatan Top-Down

     

    Untuk mendapatkan nilai ketidakpastian yang diperluas atau yang dilaporkan, anda menghitungnya dari uR dan uBias yang akan kami jelaskan pada prosedur berikut ini:

     

    1. Menentukan uR


    Setelah anda membaca pengantar di atas, saat saya ajarkan bagaimakan cara menghitung ketidakpastian melalui pendekatan top down. Hal yang pertama adalah kita menghitung ketidakpastian asal reprodusibilitas (uR).


    Dalam menghitung uR, anda bisa memilih data yang ada yaitu data dari SPC atau replikasi pengujian, jadi data yang saya sebutkan di atas tidak digunakan semua melainkan hanya dipilih salah satu saja.

     

    Dalam hal ini saya mengilustrasikannya bahwa saya akan menggunakan data dari SPC. Anda tentu sudah mengetahui bahwa dari control chart yang kita buat, berasal dari data pengujian kontrol sampel atau standar sehari-hari.

     

    Nah, data tersebut dikumpulkan dalam microsoft excel seperti gambar berikut ini:

     

    Setelah itu hitung nilai rata-rata dan standar deviasi dari semua data tersebut. Adapun jumlah data minimal adalah 7 data atau 7 kali pembacaan kontrol sampel atau standar.

     

    setelah anda dapatkan data rata-rata dan standar deviasi, berikutnya sertakan nilai X kontrol sampel. Nilai X kontrol sampel biasanya diperoleh di awal saat membuat control chart.

     

    Setelah anda mendapatkan data rata-rata, standar deviasi dan X control chart maka uR dihitung dengan rumus uR = standar deviasi / X control chart kemudian hasilnya dikalikan 100.

     

    Kenapa dikalikan dengan 100? karena dalam penentuan ketidakpastian pengukuran pendekatan top down, semua nilai ketidakpastian asal di ubah ke dalam bentuk relatif dan satuannya sama yaitu % (persen).

     

    Setelah anda mendapatkan nilai uR maka tahapan selanjutnya adalah menentukan ketidakpastian asal bias laboratorium (uBias).

     

    2. Menentukan uBias


    Nilai uBias bisa anda peroleh dari memilih data yang ada yaitu data hasil uji profisiensi/uji banding antar laboratorium atau pengujian CRM. Jadi silahkan anda pilih salah satu saja.


    Dalam artikel ini saya mencontohkan penentuan uBias dari data uji profisiensi dengan data seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

     



    Dari gambar terlihat bahwa kita telah mendapatkan nilai RMS Bias dan UC Ref, maka selanjutnya silahkan dijumlahkan sesuai dengan rumus berikut ini:


     

    3. Menentukan Ketidakpastian Gabungan (U)

     

    Nilai uR dan uBias yang anda peroleh tidak bisa dilaporkan atau digunakan langsung dalam pengujian sehari-hari, oleh sebab itu anda harus menghitung ketidakpastian gabungan atau diberikan notasi U (u besar).

     

    Cara menghitungnya adalah silahkan dijumlahkan uR dan uBias yang anda peroleh menggunakan rumus berikut ini:



    Setelah anda mendapatkan nilai Uc(y) maka nilai yang dilaporkan adalah ketidakpastian gabungan dikali dengan faktor cakupan.


    Kita mengetahui bahwa faktor cakupan untuk laboratorium dengan probabilitas 95% adalah 2  maka nilai Uc(y) yang diperoleh dikalikan dengan 2.


    Nah, sudah jelas bagaimana cara mengestimasi ketidakpastian pengukuran melalui pendekatan top-down. 

     

    Mungkin artikel yang kami jelaskan ini tidak cukup lengkap buat anda belajar maka kami menawarkan e-book ppt dalam format pdf (Silahkan Klik Disini)

     

    Setelah anda mempelajari lengkap dan telah mampu, silahkan mengikuti program ujian dan jika dinyatakan lulus maka anda berhak mendapatkan E-Sertifikat dari Labmutu Learning Centre.

     

    Terimakasih atas kunjungannya, semoga apa yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat untuk kita bersama. Sampai ketemu pada pembahasan selanjutnya.

    Sabtu, 30 Juli 2022

    Dampak Pestisida Bagi Lingkungan dan Bahayanya

    Dampak Pestisida Bagi Lingkungan dan Bahayanya

    dampak pestisida bagi lingkungan

    Dampak Pestisida Bagi Lingkungan - Pestisida merupakan salah satu jenis obat-obatan yang sering digunakan, terutama dalam bidang pertanian. Fungsinya adalah untuk membasmi penyakit atau hama yang sering timbul dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

     

    Meskipun memiliki peranan yang cukup penting dan membantu, namun penggunaan pestisida ternyata tidak sepenuhnya baik dan aman, Lho. Apa dampak yang ditimbulkan pestisida bagi lingkungan dan bagaimana bahayanya akan dikupas tuntas pada artikel berikut ini.

     

    Apa Itu Pestisida?


    Seperti yang telah kita bahas di atas, pestisida merupakan gabungan dari beberapa senyawa kimia yang difungsikan sebagai racun. Tujuan dari penggunaannya adalah untuk membunuh gulma, hama dan berbagai hewan penganggu lainnya. Dimana hewan-hewan ini biasanya muncul dan menghambat pertumbuhan bahkan merusak kelangsungan hidup tanaman.

     

    Dengan penggunaan pestisida, hewan dan gulma pengganggu ini dapat diminimalisir. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta membuat sistem pertanian lebih efisien dan ekonomis.


    Meskipun dalam beberapa aspek penggunaan pestisida cukup menguntungkan, namun pemakaian obat-obatan pembasmi hama juga dapat memicu timbulnya berbagai masalah. Beragam masalah ini tidak hanya berakibat buruk bagi lingkungan, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. 

     

    Oleh karenanya, penggunaan obat-obatan pembasmi hama juga seharusnya ditakar dengan bijak. Jadi, menggunakan harus dengan takaran yang masih tergolong dalam batas aman. Serta tentu saja sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus agar dampak buruknya tidak terlalu besar.


    Mengenal Beragam Jenis Pestisida


    Di pasaran ada banyak sekali jenis dan macam-macam obat pembasmi hama. Obat pembasmi hama atau pestisida ini dibedakan menjadi beberapa jenis. Klasifikasinya umumnya dibuat sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Simak beberapa contoh tentang jenis-jenis pestisida berikut ini :


    1. Herbisida


    Jenis pestisida yang pertama adalah herbisida. Dimana herbisida merupakan jenis obat yang digunakan untuk membasmi hama yang terdapat pada tanaman. Contohnya untuk mematikan gulma pengganggu. Contoh tanaman gulma yang paling umum yakni seperti eceng gondok, rumput teki, tumbuhan alang – alang dan sejenisnya.

     

    Baca Juga :  ISO 14001 - Sistem Manajemen Lingkungan Yang Harus Di Pahami


    2. Insektisida


    Insektisida merupakan jenis pestisida yang fungsinya untuk membasmi serangga. Jadi, pestisida ini digunakan untuk memusnahkan berbagai hewan seperti rayap, semut, belalang, wereng, ulat, kecoak, dan lain-lain.


    3. Fungisida


    Seperti namanya, jenis obat pembasmi hama tersebut digunakan untuk menghilangkan jamur (fungi). Contohnya digunakan untuk membasmi timbel atau fungisida.


    4. Nematisida


    Jenis pestisida yang satu ini biasanya digunakan untuk memberantas hama yang dapat merusak akar tanaman. Contohnya saja seperti hama cacing dan lain sebagainya.


    5. Akarisida


    Seperti namanya, akarisida merupakan obat pembasmi hama yang fungsinya untuk memusnahkan hewan pengganggu seperti tungau atau kutu.


    6. Algalisida


    Jenis pestisida yang satu ini merupakan obat yang digunakan untuk membunuh ganggang atau alga. Fungsinya adalah untuk membunuh tanaman-tanaman sejenis ganggang yang sering mengganggu petani.


    7. Alvisida


    Ketika musim panen tiba, sawah petani sering terganggu dengan adanya burung-burung pemakan padi. Untuk itulah Anda dapat menggunakan obat jenis alvisida. Dimana alvisida merupakan obat yang fungsinya untuk mencegah atau membunuh burung-burung pemakan padi di sawah.


    Meskipun tujuannya untuk membasmi hama, namun sebaiknya pestisida ini tidak digunakan secara terus menerus. Terlebih jika penggunaannya terlalu banyak dengan sektor lahan yang luas. Bisa jadi aktivitas ini akan menggganggu simbiosis sekitar.

     

    8. Bakterisida

     

    Seperti namanya, bakterisida merupakan jenis obat-obatan yang berguna untuk membunuh bakteri. Tujuannya yakni membasmi bakteri yang merusak maupun mematikan tumbuhan atau tanaman tertentu.

     

    9. Molluskisida

     

    Populasi siput memang terkadang menjadi pengganggu bagi petani. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan pembasmi hama jenis molluskisida. Dimana molluskisida merupakan obat-obatan pembasmi hama yang digunakan untuk meminimalisir populasi siput yang banyak hidup dilahan pertanian.

     

    10. Rodentisida


    Obat pembasmi hama rodentisida biasanya digunakan untuk memberantas jenis hama yang masuk dalam golongan hewan pengerat. Misalnya saja  seperti hama tikus, rayap dan lain sebagainya.

     

    Baca Juga :  Pemanasan Global Adalah Fokus Utama Kita Saat Ini


    Mengenal Pestisida dan Dampak Penggunaannya


    Meskipun dalam berbagai aspek penggunaan pestisida dianggap menguntungkan serta dapat membantu perkembangan pertanian. Namun, apabila dikaji lebih lanjut, dampak buruk penggunaan pestisida juga tidak kalah besar dan memprihatinkan.

     

    Apa saja dampak yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan pembasmi hama tersebut? Mari kita simak pembahasan selengkapnya terkait efek penggunaan pestisida di bawah ini.


    1. Dampak Positif Penggunaan Pestisida


    Pestisida merupakan bahan racun yang digunakan untuk membunuh berbagai organisme yang hidup dan dapat menganggu tumbuhan. Khususnya untuk bidang pertanian, penggunaan pestisida sangat menguntungkan. Diantaranya karena beberap hal berikut:


    • Pestisida mudah didapat dan diperoleh dimana saja, terutama di toko-toko yang menjual produk-produk pertanian.
    • Penggunaan pestisida dapat meningkatkan hasil panen, sehingga dapat meningkatkan keuntungan dari segi ekonomi.
    • Pestisida dapat diaplikasikan pada tanaman dengan mudah dan kapan saja.
    • Penggunaan pestisida akan membantu petani dari resiko gagal panen akibat banyaknya hama dan penyakit.
    • Dapat digunakan untuk lahan area luas dan tidak membutuhkan waktu lama untuk pengaplikasiannya.


    2. Dampak Negatif Pestisida


    Selain beberapa dampak positif seperti yang telah disebutkan di atas, penggunaan pestisida juga menimbulkan beberapa dampak negatif. Pasalnya, penggunaan racun yang terus-menerus atau berlebihan tentunya tidak baik. Dan juga pastinya dapat mengakibatkan efek samping jangka panjang.


    Berikut beberapa dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pestisida :


    • Penggunaan pestisida dapat merusak kesuburan tanah.
    • Pestisida merupakan senyawa berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari iritasi pada kulit hingga keracunan.
    • Apabila buah-buahan yang disemprot menggunakan pestisida dikonsumsi, dapat mengakibatkan keracunan hingga berbagai masalah kesehatan.
    • Apabila manusia menggunakan pembasmi hama, lalu tanpa diimbangi dengan perlengkapan keselamatan yang memadai dapat mengalami keracunan. Baik pada saat proses penyiapannya, proses penggunaan ataupun sesudah melakukan penyemprotan.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung pestisida dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit kronis.


    Dampak Buruk Pestisida Bagi Lingkungan


    Tidak hanya bagi manusia, pestisida juga memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan alam sekitar kita. Kerusakan lingkungan serta punahnya ekosistem merupakan sebagian kecil dari dampak buruk penggunaan pestisida.

     

    Berikut akan kami uraikan beberapa dampak buruk pestisida yang erat kaitannya dengan ekosistem dan lingkungan.


    1. Berkurangnya Kesuburan Tanah


    Dampak buruk pestisida yang pertama erat kaitannya dengan masalah kesuburan tanah. Penggunaan pestisida disinyalir dapat menyebabkan punahnya berbagai fauna, yang kemudian juga berimbas pada menurunnya kesuburan tanah.


    Kemerosotan struktur tanah, keracunan, terjadinya pemasaman tanah, serta polusi merupakan penyebab utama berkurangnya kesuburan. Penggunaan pestisida yang dilakukan secara terus-menerus serta berlebihan merupakan salah satu pemicunya.


    2. Punahnya Spesies


    Penggunaan pestisida juga dapat mengakibatkan punahnya berbagai spesies, baik biota air maupun darat. Di bumi ini ada berbagai jenis hewan yang hidup, ada yang memiliki kekebalan yang baik. Namun ada juga yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat, ya?

     

    Selain membasmi hama, penggunaan pestisida juga dapat mematikan berbagai hewan yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik. Hal tersebut merupakan kabar buruk, karena apabila batas adaptasi hewan tersebut telah terlampaui. Maka dapat mengakibatkan spesies tersebut menjadi punah dan mati.


    3. Terjadi Ledakan Hama


    Selain berfungsi untuk membasmi hama, pestisida juga dapat mematikan hewan-hewan yang lainnya. Salah satu spesies yang dapat mati akibat obat tersebut adalah predator. Jika para predator ini punah, maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya ledakan hama akan menjadi hal yang tidak dapat terhindarkan.


    4. Gangguan Keseimbangan Lingkungan


    Kepunahan hewan atau spesies tertentu merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan keseimbangan pada lingkungan. Rusaknya ekosistem juga berimbas pada berubahnya pola interaksi pada rantai makanan.


    Imbasnya mata rantai makanan akan berubah, demikian juga dengan aliran energi. Hasil akhirnya, daur materi, keseimbangan lingkungan, hingga daur biogeokimia juga akan terganggu.


    Kesimpulan


    Pestisida merupakan gabungan dari berbagai senyawa yang berfungsi untuk membasmi hama serta penyakit pada tanaman. Karena harganya yang murah serta mudah digunakan, obat-obatan ini sering dijadikan alternatif oleh para petani untuk mengatasi masalah hama dan juga gulma yang menggangu pertanian.

     

    Meskipun memberikan banyak keuntungan serta dapat meningkatkan hasil pertanian, namun penggunaan pestisida ternyata memiliki banyak dampak negatif. Diantaranya dapat menimbulkan masalah kesehatan, menganggu kesuburan tanah, hingga merusak ekosistem. Oleh karenanya, penggunaan pestisida sebaiknya dibatasi serta ditakar dengan bijak. Tentu saja agar kerusakan yang ditimbulkannya dapat diminimalisir sebaik mungkin.

    Minggu, 15 Mei 2022

    Pemanasan Global Adalah Fokus Utama Kita Saat Ini

    Pemanasan Global Adalah Fokus Utama Kita Saat Ini

    Pemanasan global adalah suatu kondisi dimana suhu di bumi mengalami kenaikan secara menyeluruh. Beberapa waktu ini, isu tentang pemanasan global atau global warming kian gencar dibicarakan.

     

    pemanasan global adalah

    Pasalnya, pemanasan global disebut-sebut sebagai salah satu ancaman terbesar bagi manusia. Terutama bagi kelangsungan hidup manusia di planet bumi.


    Secara sederhana, pemanasan global dapat diartikan sebagai keadaan dimana ekosistem di bumi yang tidak seimbang. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya atmosfer pada laut ataupun daratan di bumi yang dipicu oleh beberapa faktor.


    Ketahui lebih jauh mengenai apa itu pemanasan global secara tuntas. Mulai dari pengertian, penyebab, dampak, hingga bagaimana cara menanggulanginya pada artikel berikut ini.


    Apa Itu Pemanasan Global?


    Pemanasan global juga dikenal dengan istilah global warming, hal tersebut juga ditandai dengan meningkatnya suhu pada seluruh wilayah, hingga adanya cuaca yang ekstrim dan tidak menentu.


    Ini merupakan salah satu efek nyata yang dapat kita rasakan dari adanya pemanasan global. Terjadinya global warming tentu bukan tanpa alasan. Salah satu penyebabnya adalah karena pencemaran lingkungan, serta pola hidup manusia yang semakin berkembang dan berubah.


    Meskipun menjadi resiko yang tidak terhindarkan, namun pemanasan global juga dapat diminimalisir dengan berbagai langkah pencegahan. Karena sebenarnya, dengan beberapa langkah-langkah sederhana yang kita ambil. Meningkatnya pemanasan global di bumi dapat dikurangi atau setidaknya diminimalisir.


    Tindakan kita saat ini bisa menjadi aksi nyata menjaga bumi agar tetap aman dan nyaman ditinggali di masa mendatang.


    Memahami Penyebab Terjadinya Pemanasan Global


    Pemanasan global pada umumnya terjadi karena naiknya suhu udara di bumi. Meningkatnya pemanasan global sudah terjadi sejak abad ke-20. Hal ini disebabkan karena efek rumah kaca serta pola hidup manusia yang menjadi pemicunya.


    Di bumi, ada lapisan udara yang bernama atmosfer. Dimana atmosfer ini merupakan lapisan yang berfungsi untuk melindungi bumi kita tercinta. Pada lapisan atmosfer sendiri, terdiri dari beberapa komposisi.


    Baca Juga: Kimia Lingkungan dan Kehidupan Sehari – hari


    Diantaranya adalah 78 % nitrogen, 21% Oksigen, serta 1% gas lainnya. Dimana gas tersebut terdiri dari karbondioksida, uap air, gas metana, dinitrogen oksida dan lain sebagainya. Ketika jumlah gas-gas lain meningkat, inilah yang menjadi pemicu terjadinya pemanasan global.


    Terjadinya pemanasan global diawali karena pancaran sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh matahari tidak terserap oleh lapisan ozon. Inilah sebab yang membuat panas memantul kembali ke bumi dan membuat suhu atmosfer menjadi naik.


    Naiknya suhu atmosfer akan mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrim. Selain itu dapat memicu timbulnya berbagai bahaya bagi makhluk bumi. Meningkatnya suhu bumi, mencairnya lapisan gletzer di daerah kutub dan berbagai fenomena lainnya. Itulah beragam bahaya yang menjadi contoh nyata dampak buruk global warming.


    Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus, maka akan membuat lingkungan yang kita tinggali menjadi semakin tidak nyaman. Sekaligus juga membuat manusia kesulitan mencari tempat yang aman untuk hidup. Oleh sebab itu, mencari cara untuk menanggulangi global warming sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari kita bersama.

     

    Penyebab Terjadinya Pemanasan Global?

     

    Pemanasan global di bumi kita tercinta bukan terjadi dengan begitu saja. Penyebabnya dapat dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya karena adanya efek samping jangka panjang dari tindakan dan pola hidup yang dilakukan oleh manusia sehari-hari.


    Suhu yang meningkat dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Beberapa penyebab yang dapat menjadi pemicunya antara lain adalah sebagai berikut:


    1. Efek Rumah Kaca


    Penyebab meningkatnya pemanasan global salah satunya disebabkan karena efek rumah kaca. Dimana efek rumah kaca membuat panas bumi terperangkap di atmosfer, serta tidak dapat dipantulkan ke luar angkasa.


    Selain efek rumah kaca, meningkatnya gas rumah kaca juga memicu terjadinya pemanasan global. Gas rumah kaca terjadi karena adanya pembakaran minyak bumi. Misalnya saja seperti karena adanya pembakaran gas alam, pembakaran batu bara dan lain sebagainya. 

     

    Semakin banyak gas rumah kaca yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula konsentrasi ozon yang dihasilkan pula. Akibatnya radiasi dari sinar ultraviolet akan semakin besar dan membuat suhu menjadi meningkat.

     

    2. Penggunaan Bahan Bakar Minyak

     

    Penggunaan bahan bakar minyak untuk berbagai kendaraan, seperti motor, mobil, dan lain-lain juga merupakan pemicu global warming. Penggunaan bahan bakar akan menghasilkan karbondioksida sebagai efek sampingnya.

     

    Karbondioksida ini akan menangkap panas, namun tidak dapat dipantulkan ke luar angkasa sehingga panas yang dihasilkan akan kembali memantul ke bumi. Sekaligus juga membuat suhu udara menjadi meningkat.

     

    3. Pemakaian Energi Listrik

     

    Listrik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari ternyata juga dapat memicu meningkatnya pemanasan global. Sama seperti bahan bakar, energi listrik juga menghasilkan gas karbondioksida sebagai efek sampingnya.

     

    Apabila pemakaian energi listrik meningkat, maka polusi yang dihasilkan juga akan semakin besar. Selain menjadi penyebab meningkatnya global warming, pemakaian energi listrik yang berlebihan juga dapat merusak lingkungan.

     

    4. Karbon Monoksida

     

    Karbon monoksida juga dihasilkan sebagai efek samping dari penggunaan kendaraan bermotor. Berbagai kendaraan bermesin seperti mobil, motor, kereta api dan lain sebagainya. Menghasilkan gas karbon monoksida yang juga disinyalir sebagai penyebab meningkatnya pemanasan global.

     

    5. Polusi Metana

     

    Polusi metana dihasilkan dari pemecahan berbagai bahan organik. Diantaranya seperti gas yang dihasilkan dari pemecahan hasil pertanian, peternakan, hingga perkebunan.

     

    Polusi metana tidak hanya menjadi pemicu pemanasan global, tetapi juga dapat merusak lingkungan. Metana juga bersifat memerangkap panas pada lapisan atmosfer, sehingga ketika panas tersebut dipantulkan ke bumi. Maka dampak akhirnya yakni suhu udara pun akan meningkat pesat.

     

    6. Perilaku Hidup Konsumtif

     

    Penyebab lain terjadinya pemanasan global juga dikarenakan oleh perilaku manusia itu sendiri. Pola hidup konsumtif merupakan salah satu pemicunya. Penggunaan sampah plastik yang berlebihan, boros dalam penggunaan energi adalah contoh pola hidup konsumtif.

     

    Ini juga merupakan pemicu utama dari kerusakan yang di alami oleh alam semesta. Polusi yang dihasilkan oleh kegiatan sehari-hari, kemudian tidak diimbangi dengan pola hidup ramah lingkungan. Di masa depan, perilaku ini akan menjadi bom waktu yang membuat pemanasan global menjadi semakin meningkat dari waktu ke waktu.

     

    7. Gas Industri

     

    Meningkatnya kegiatan industri yang dilakukan oleh manusia menjadi penyumbang terbesar bagi polusi udara. Asap pabrik yang dihasilkan dari proses industri, menghasilkan gas metana, gas karbon monoksida, karbondioksida dan lain-lain. Gas-gas ini juga menjadi penyebab rusaknya lapisan ozon yang menyelimuti planet bumi.


    8. Penggunaan CFC Yang Tidak Terkontrol


    CFC merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat berbagai peralatan rumah tangga. CFC biasanya digunakan pada alat-alat elektronik seperti kulkas, AC dan lain sebagainya.


    Meskipun memiliki manfaat yang sangat banyak, namun penggunaannya juga perlu dibatasi. Karena efek sampingnya yang buruk bagi lingkungan, salah satunya dapat meningkatkan resiko terjadinya pemanasan global.


    9. Menyempitnya Hutan


    Menyempitnya hutan yang ada di bumi, baik karena dibuka untuk lahan pertanian ataupun permukiman. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Seperti yang kita ketahui, hutan merupakan paru-paru dunia.


    Dimana dari tumbuhan yang dihasilkan di dalamnya, kebutuhan manusia akan oksigen serta air akan tercukupi.

     

    Namun apabila hutan semakin menyempit, maka kebutuhan manusia akan udara yang bersih termasuk oksigen juga akan berkurang. Jika demikian, terjadinya pencemaran udara tidak dapat terhindarkan.

     

    Kemudian, kebutuhan manusia akan udara bersih pun tidak akan tercukupi. Demikian juga dengan meningkatnya polusi udara dan pemanasan global tidak terhindarkan dengan semakin menyempitnya hutan.


    Bagaimana Cara Mengatasi Pemanasan Global?


    Pencemaran lingkungan maupun pemanasan global memang suatu resiko yang tidak dapat terelakkan. Meskipun tidak dapat dihindari, namun dampak buruknya sebenarnya masih dapat diminimalisir.

     

    Salah satunya yaitu dengan mengubah pola hidup dan kebiasaan kita sehari-hari. Bagaimana cara mengatasi pemanasan global? Berikut ini langkah nyata yang bisa kita lakukan mulai dari sekarang.

     

    1. Menerapkan Pola Hidup Ramah Lingkungan 


    Pola hidup manusia menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan global. Karena itulah, langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin memburuknya dampak global warming. Anda dapat menerapkan pola hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Salah satunya dengan menerapkan prinsip 3R, atau reuse, reduce dan recycle.


    • Reuse adalah upaya untuk menggunakan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
    • Reduce adalah usaha untuk menghasilkan sampah seminimal mungkin.
    • Kemudian recycle merupakan upaya daur ulang.

     

    2. Menghemat Pemakaian Listrik


    Menghemat pemakaian listrik juga dapat dijadikan upaya untuk menanggulangi meningkatnya pemanasan global. Dengan menghemat listrik, maka karbondioksida yang dihasilkan sebagai efek sampingnya juga dapat diminimalisir.


    Hal ini secara tidak langsung akan membuat pemicu global warming menjadi berkurang. Lantas bagaimana cara yang harus dilakukan untuk menghemat listrik?


    • Menggunakan listrik secukupnya.
    • Mengurangi penggunaan AC dengan menambah fentilasi rumah.
    • Mengganti bola lampu di rumah dengan lampu hemat energi.
    • Mengganti berbagai peralatan listrik mulai dari blender, kulkas, mesin cuci dan lain sebagainya.
    • Dengan peralatan yang memiliki daya kecil sehingga lebih hemat energi.


    3. Menghindari Pola Hidup Konsumtif


    Pola hidup konsumtif yang dilakukan oleh manusia sekarang ini, juga menjadi pemicu utama timbulnya pencemaran lingkungan. Penggunaan barang sekali pakai, sampah plastik, dan benda-benda yang sulit didaur ulang juga menambah daftar panjang dari jumlah sampah yang dihasilkan.

     

    Oleh karenanya, untuk mengatasi masalah tersebut, sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk menghindari pola hidup konsumtif. Yaitu dengan meminimalisir sampah yang dihasilkan, bijak mengelola sampah, menerapkan pola hidup sehat dan lain sebagainya.


    4. Menggunakan Produk Ramah Lingkungan


    Sekarang ini banyak sekali produsen yang membuat produk-produk ramah lingkungan. Misalnya seperti detergen ramah lingkungan, sabun ramah lingkungan dan lain-lain. Oleh karenanya, Anda dapat memulainya dengan beralih menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan tersebut.


    Baca Juga: ISO 14001 - Sistem Manajemen Lingkungan Yang Harus Di Pahami


    Meskipun sepele, langkah sederhana ini merupakan tips jitu untuk menghindari pencemaran lingkungan, sekaligus mencegah meningkatnya pemanasan global.


    5. Melakukan Penghijauan


    Tumbuhan dan pepohonan merupakan media yang baik untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Semakin banyak jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau, semakin bagus juga kualitas udara bagi lingkungan sekitarnya.

     

    Selain menghasilkan udara segar yang dibutuhkan manusia, pepohonan juga dapat menyerap beberapa gas berbahaya seperti karbondioksida ataupun karbon monoksida yang dihasilkan akibat polusi.

     

    Jadi dengan menambah jumlah pepohonan, secara tidak langsung Anda akan memperbaiki kualitas lingkungan sehingga dampak buruk pemanasan global pun dapat diminimalisir.

     

    Lakukan penanaman tumbuhan dan pepohonan hijau di lingkungan sekitar kita, atau melakukan reboisasi pada hutan yang gundul. Inilah akan menjadi langkah terbesar yang dapat di lakukan untuk memperbaiki kualitas dan kelestarian bumi tercinta.


    Kesimpulan


    Pemanasan global merupakan fenomena dimana suhu bumi menjadi meningkat. Hal ini disebabkan karena panas yang dihasilkan oleh bumi tidak dapat terserap oleh lapisan ozon, melainkan dipantulkan kembali ke atmosfer. Dampaknya yakni suhu di bumi akan semakin meningkat. 

     

    Pemanasan global merupakan fenomena berbahaya yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Ketahui apa pemicu terjadinya global warming, serta bagaimana cara menanggulanginya.

     

    Dengan begitu mudah bagi Anda melakukan pencegahan serta meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan nantinya.

    Video Ulasan ISO 17025